
Terkadang perpisahan membuat kita larut dalam kesedihan, menyalahkan takdir yang tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun kita lupa, perpisahan tak selamanya duka.
Bisa jadi itu jalan untuk menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Kita hanya cukup mengimani dan memasrahkan takdir pada sang pemilik kehidupan.
Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurutNYA. Jadi tetaplah berprasangka yang baik baik dengan takdir yang menghampiri.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Haris yang sudah sadar akan kesalahannya terus memperbaiki dirinya, tak lagi Gonta ganti pasangan, Haris benar benar ingin berubah lebih baik.
Swalayan yang di impikannya sudah mulai beroperasi dan selalu ramai pengunjung.
Omset yang di dapatkan juga sangat besar.
Belum lagi toko perlengkapan anak yang diberikan ayahnya untuk menafkahi Hilya, tak kalah ramainya.
Haris sangat bersyukur, setelah memutuskan untuk berubah jadi lebih baik, rejeki begitu deras mengalir. Dan Haris juga bahagia saat Rangga dan Dara membebaskan dirinya menemui Hilya, bahkan mereka juga mengijinkan untuk mengasuh Hilya seharian, Haris akan selalu mengajak putrinya jalan jalan ke mall dan kemanapun yang membuat Hilya senang. Saat bersama Hilya, Haris selaku meminta tolong pada Denisa asistennya, gadis manis berhijab yang memiliki sikap santun dan cerdas. Diam diam Haris mengagumi gadis itu.
"Nisa!
Hari ini temani saya ngasuh Hilya, karena saya akan mengajaknya main ke mall. Kamu gak keberatan kan?" Haris memanggil Denisa dan mengatakan tujuannya. Gadis manis itu sama sekali tidak keberatan, karena Hilya anak yang manis dan lucu, bahkan jarang sekali rewel.
"Baik, pak!
Saya akan menyiapkan segala sesuatunya.
Nanti mau berangkat jam berapa?" sahut Denisa sopan.
"Jam sebelas." sahut Haris singkat, matanya menatap Denisa kagum hingga membuat asistennya itu salah tingkah oleh tatapan Haris yang tak seperti biasanya.
"Kenapa bapak, melihat saya seperti itu?
Apa ada yang salah dengan saya?" Denisa memberanikan diri untuk bertanya, takut jika penampilannya tidak sesuai dengan sang atasan dan mengancam pekerjaannya. Karena Denisa sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk menghidupi ibu dan adiknya yang masih kuliah.
Denisa dari keluarga sederhana, ayahnya sudah meninggal dari dua tahun yang lalu karena serangan jantung.
"Gak papa, saya ingin tanya sesuatu, duduklah!" Haris menatap lekat wajah manis Denisa yang terlihat gugup.
"Tenanglah, saya tidak akan macam macam. Hanya ingin bertanya saja. Gak perlu gemetar begitu!" Haris sengaja menggoda Denisa, agar gadis itu tidak terlalu tegang.
Haris sudah tau seperti apa kehidupan Denisa, karena dia sudah meminta bantuan Edward untuk menyelidikinya.
__ADS_1
"Apa kamu sudah punya pacar, Denisa?" tanya Haris tanpa basa basi.
"Pacar?" Denisa mengerut heran dengan pertanyaan atasannya, karena sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
"Jawab saja, apa kamu sudah punya pacar?" sambung Haris yang seolah paham dengan apa yang dipikirkan Denisa.
"Belum!
Karena ibu melarang pacaran, dosa!
Lagi pula, saya adalah tulang punggung keluarga setelah ayah meninggal, ada adik yang masih kuliah dan juga ibu yang jadi tanggung jawab saya, pak!
Pacaran hanya bikin gak konsen dan pusing." sahut Denisa jujur bahkan menjelaskan secara gamblang apa yang menjadi pikirannya.
Membuat Haris semakin yakin, untuk menjadikan Denisa teman hidupnya.
"Apa kamu mau jadi ibunya Hilya?
Maksud saya, jadi istriku?" Haris langsung mengutarakan niatnya, sehingga membuat Denisa langsung melongo tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Apa bapak bercanda?" balas Denisa menutupi perasaan gugupnya.
"Saya serius, saya suka cara pikir dan hidup kamu.
Kalau iya, saya akan segera memintamu pada keluarga kamu!" sahut Haris tenang dengan pandangan lekat ke arah Denisa yang menunduk tajam.
"Bagaikan Denisa, saya serius dengan ucapan saya.
Apa kamu bersedia?" Haris mengulangi sekali lagi pertanyaannya.
"Insyaallah, saya bersedia. Asal bapak menerima saya dan keluarga saya apa adanya.
Perlu pak haris tau, saya bukan orang berada, kaki hidup pas pasan dan bukan dari keluarga kaya seperti bapak." jawab Denisa jujur apa adanya.
"Tidak masalah, saya sudah tau semuanya." sahut Haris tenang, dan mengeluarkan ponselnya dari saku lalu menelpon Edward untuk memintanya menyiapkan segalanya.
Haris akan segera menikahi Denisa.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Waktu terus berjalan, lambat lain Edward bisa menerima Tika s bagai istrinya, karena perempuan itu begitu tulus mencintai Edward, bahkan tak pernah membantah meskipun berkali kali Edward melakukan kesalahan dan menyiksa batinnya.
Edward dan Tika memutuskan untuk mengadopsi anaknya Susi yang melahirkan anak kembar laki laki, satu di asuh oleh Susi sendiri dan uang satunya di asuh oleh Tika atas persetujuan suaminya.
__ADS_1
Sedangkan Haris sudah hidup bahagia dengan Denisa dan Bu Emi pun tak bisa melakukan apapun untuk menentang keputusan putranya itu, apalagi sosok Denisa yang lembut tapi tegas, membuat Bu Emi segan tak lagi memusuhi.
Denisa yang hamil muda membuat Haris semakin menyayangi istrinya dan memperlakukannya seperti ratu, Haris tak ingin mengulangi kesalahan yang sama saat bersama dengan Dara.
Kesalahan bukan untuk ditangisi tapi untuk dijadikan pelajaran agar bisa berubah menjadi lebih baik.
Happy ending ❤️
Tamat .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️