
"Bos besar mau keluar negri?
Kapan itu bos?" sahut Bandi yang sudah tak sabar ingin segera membalaskan sakit hatinya pada Haris.
"Satu minggu lagi, sepertinya bos akan lama di Singapura, jadi kita punya waktu banyak untuk memberi pelajaran pada si Haris itu. Kalian tenang saja, hanya perlu bersabar sebentar lagi." balas Edward dingin.
"Kami sudah gak sabar menunggu waktu itu tiba." seru Bandi dengan seringai mengerikan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Dara dan sahabat sahabatnya yaitu Riani, Dina dan Sintia sedang menghabiskan waktu bersama jalan jalan ke mall, belanja apa saja yang mereka inginkan bahkan memanjakan diri ke salon yang ada di dalam mall. Mereka dengan suka rela menjaga Hilya.
Dara yang semakin terlihat segar dan cantik, membuatnya tak terlihat kalau dirinya adalah seorang janda anak satu, yang tidak tau, Dara pasti dikira masih gadis.
Hidup damai dan hati yang terus bahagia mempengaruhi aura seseorang.
"Ra, bukannya itu mantan suami kamu, si Haris?" Dina menunjuk ke arah luar salon dari kaca tembus pandang, terlihat Haris yang sedang berjalan mesra dengan seorang wanita cantik dan berpakaian seksi, di belakangnya terlihat dua pengawal bertubuh tegap.
"Iya, biarin saja.
Lebih baik dia tidak melihat keberadaan kita disini.
Aku takut kalau dia akan bikin ulah, malu!" sahut Dara santai dan kembali mengalihkan pandangannya pada Hilya yang ada di pangkuannya sedang memainkan jari jemarinya yang mungil.
"Iya juga sih, tapi sepertinya dia semakin makmur tuh hidupnya, lihat saja, di belakangnya selalu ada pengawal, kayak bos besar saja." balas Dina yang sudah tak lagi melihat ke arah luar, matanya fokus menatap Dara yang terlihat memikirkan sesuatu.
Dara menghembuskan nafasnya, lalu membuangnya kasar.
"Dia sudah seperti seorang mafia, bos besar narkoba dan juga penyelundupan mobil. Itu yang aku dengar. Tapi entahlah, aku tidak mau perduli!" lirih Dara setengah berbisik, takut ada yang mendengar ucapannya.
"Serius kamu?" Dina membuka mulutnya, tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut sahabatnya.
"Iya, begitulah.
Tapi sekali lagi, biarkan saja. Itu urusannya!" sahut Dara cuek dan tidak mau mengurusi kehidupan mantan suaminya itu lagi.
Saat Dara dan Dina tengah asik membicarakan Haris, ternyata orang yang dibicarakan sudah berdiri tak jauh dari mereka.
"Wah, ternyata kita bertemu lagi.
Apa kabar kamu, mantan istriku?
Makin cantik dan muda saja kamu." sapa Haris dengan senyuman lebar, sedangkan wanita yang bersamanya tengah bergelayut manja di lengannya.
__ADS_1
"Anak ayah sudah besar, sini sayang gendong ayah. Ayah kangen!" sambung Haris yang mengalihkan wajahnya ke arah Hilya, tangannya terulur ingin mengambil Hilya dari pangkuannya Dara, namun tiba-tiba Hilya menangis kencang, takut pada sosok Haris yang asing baginya.
"Dia takut mas, tolong jangan paksa Hilya." lirih Dara yang langsung menenangkan Hilya dengan menggendongnya.
"Itu karena kamu, Ra!
Kamu sudah menjauhkan aku dari anakku.
Sampai sampai dia tidak mengenaliku sebagai ayahnya!" protes Haris dengan tatapan tajam.
Dara tersenyum miring, menatap tak suka pada mantan suaminya.
"Bukan aku, mas!
Tapi kamu sendiri.
Bukan aku yang menjauhkan Hilya darimu, tapi kamu yang memang tidak pernah datang menemui anakmu." sahut Dara dengan wajah memerah.
"Bukankah kamu yang melarangku memberikan nafkah untuk Hilya waktu itu, kenapa sekarang kamu jadi menyalahkan aku?
Egois!" sahut Haris tak terima.
"Aku menolak nafkah darimu tapi bukan berarti kamu tidak mengunjungi anakmu sama sekali. Dasar kamunya saja, yang dari dulu memang tidak perduli dengan Hilya!
Tapi sudahlah, sebaiknya kita jalani hidup kita masing masing." sahut Dara yang memilih pergi meninggalkan Haris, karena perdebatan mereka mulai memancing perhatian penghuni salon.
"Sherly, kamu masuk saja dan lakukan perawatan apa aja yang kamu mau, dan kamu jaga disini, pastikan anakku tidak meninggalkan tempat ini, sebelum aku kembali.
Dan kamu, ikut aku membeli sesuatu untuk anakku." Haris meminta kekasihnya untuk perawatan dan mengajak salah satu anak buahnya untuk menemani belanja dan satunya lagi berjaga agar Dara tidak membawa pergi Hilya.
Dara terdiam, tak mau ambil pusing dengan yang ingin Haris lakukan, masuk ke dalam ruangan dimana Riani dan Sintia tengah melakukan perawatan.
"Apa kamu mantan istrinya pacarku?" tiba tiba Sherly datang menemui Dara dengan tatapan tak suka dan terlihat meremehkan.
"Ada apa?
Apa hubungannya denganmu?" sahut Dina tak menyukai gaya angkuhnya Sherly.
"Aku bertanya pada wanita itu, kenapa kamu yang menjawabnya?
Lebih baik diam dan jangan pernah ikut campur urusan orang lain!" tekan Sherly dengan tatapan tajam pada Dina.
"Apapun yang menyangkut soal Dara itu adalah urusanku. Apa urusan kamu ingin tau tentangnya?" sahut Dina yang tak kalah dingin dan tajam.
__ADS_1
"Aku cuma ingin dia menjauhi Haris, karena kamu akan menikah. Aku tidak suka siapapun mendekati kekasihku, sekalipun dia dan anaknya. Paham?" balas Sherly yang membuat Dara dan Dina saling melempar pandang.
"Perlu kamu tau ya, mbak!
Aku tidak pernah tertarik lagi sama Haris, dan juga tidak butuh uangnya. Hidupku sudah bahagia dengan anakku. Bukankah kamu dengar dan lihat sendiri, kalau Haris sendiri yang begitu ngotot ingin mendekati kami.
Kalau kamu memang calon istrinya, lebih baik kamu tegur Haris agar tidak mengurusi kami, karena kami tidak butuh." sahut Dara yang menekan semua kalimat yang dia lontarkan.
"Pergilah, dan jangan ganggu kenyamanan kami." Riani ikut menimpali, sudah gak tahan mendengar nada angkuhnya Sherly.
"Aku akan disini, menunggu Haris, aku perlu tau, apa yang ingin dia berikan pada bayi itu!" sahut Sherly sinis, lalu mengambil tempat duduk dan menatap tajam ke arah Dara.
"Dasar perempuan sinting." sungut Dina kesal melihat kelakuan Sherly yang dinilainya berlebihan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️