
"Kalian membicarakan apa sih, pak Suganda?
Bukannya pak Suganda itu ayahnya mas Haris?" celetuk Tika ikut menimpali.
"Tolong, kamu diam dulu, Tika!
Ini bukan ranahmu, jangan ikut campur." tekan Edward tak suka, membuat Tika berdecak kesal karena Edward begitu tegas padanya.
"Baiklah, aku akan memikirkannya terlebih dulu.
Nanti aku hubungi kamu lagi. Terimakasih sudah atas semua kebaikannya. Tolong sampaikan sama pak Suganda insyaallah aku bersedia mempertemukan beliau dengan cucunya." Dara menatap lurus ke arah Edward, terlihat Edward langsung tersenyum lega, karena misinya berhasil untuk mempertemukan kakek sama cucunya.
"Baik, mbak!
Akan aku sampaikan sama pak Suganda.
Terimakasih sudah mengijinkan beliau bertemu dengan cucunya." balas Edward dengan senyuman lega.
"Sama sama, kalau begitu aku permisi dulu ya.
Masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan, kebetulan lagi ada pesenan lumayan banyak." pamit Dara ramah, namun sedikitpun enggan menoleh ke arah Tika yang terlihat masam.
"Mas!
Kok bisa sih, kamu kenal sama mbak Dara?
Terus Kenapa dari tadi ponselmu gak bisa dihubungi, aku kamu blokir ya?" cerca Tika meluapkan perasaannya.
"Untuk masalah mbak Dara, itu murni tanpa tas dari atasanku.
Dan soal nomor, iya! Aku blokir kamu.
Karena aku ingin kita mengakhiri hubungan yang tidak semestinya. Ayahku tidak setuju, sudah ada perempuan lain yang dijodohkan denganku. Pilihan orang tuaku." sahut Edward tenang, bahkan tanpa beban sama sekali. Membuat Tika langsung shock.
"Apa, mas?
Kita putus?
Mudah sekali kamu ninggalin aku, setelah apa yang kita lakukan. Kalau aku hamil bagaimana?
Dan bisanya kamu membuang aku begitu saja, padahal aku sudah menyerahkan diriku sepenuhnya sama kamu.
Jahat kamu, mas! jahat!" Tika histeris dan menangis seperti anak kecil, tidak terima dengan keputusan Edward yang ingin mengakhiri hubungan mereka.
"Sudahlah, aku tidak bisa sama kamu. Dan aku juga tidak mungkin melawan orang tuaku demi kamu, Tika!
Perempuan pilihan orang tuaku jauh lebih baik darimu. Dia lulusan luar negri, dan memiliki sikap lembut dan sopan. Aku menyukai wanita itu. Ambil saja mobil yang sudah aku berikan untukmu. Anggap saja itu sebagai permintaan maaf dariku." Setelah berucap demikian, Edward pergi meninggalkan Tika.
Tak perduli Tika terus berteriak memanggil namanya.
Sampai semua mata tertuju pada Tika, begitu juga dengan Dara, menatap terpaku kelakuan mantan adik iparnya yang tengah menangis histeris dan teriak teriak, sambil mengejar laki laki yang disebutnya calon suami di hadapannya tadi.
__ADS_1
"Mas!
Tunggu, mas!" teriak Tika mengejar langkah Edward, namun laki laki itu sama sekali tidak mau berhenti, menoleh pun tidak.
Edward memasuki mobilnya, namun Tika berhasil mencegahnya.
"Tunggu mas, aku gak bisa kehilangan kamu.
Aku cinta sama kamu, mas!
Tolong, jangan tinggalkan aku demi perempuan itu. Aku sayang kamu!" Isak Tika yang terus menangis dan memohon pada Edward, berharap laki laki itu iba dan mengubah keputusannya.
"Maafkan aku, Tika!
Keputusanku sudah bulat. Aku akan tetap menikah dengan pilihan ayahku!
Pergilah, sebelum aku memanggil satpam untuk menyeret kamu menjauh dariku!" tekan Edward dengan wajah datarnya. Tika langsung melepaskan cekalan tangannya dan mundur berlahan dengan hati hancur berkeping keping.
Edward langsung memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan Tika dan yang masih menangis bersama rasa sakit hatinya.
"Awas kamu, mas!
Aku tidak akan membiarkan wanita itu merebut kamu dariku!" gumam Tika, mengusap air matanya dan berjalan menuju mobilnya lalu memilih pulang untuk menenangkan diri.
"Tika!
Itu mobil siapa yang kamu bawa?" tegur Bu Emi saat melihat anak perempuannya pulang dengan mobil baru.
"Eh Tika!
Kamu itu, jadi anak kok gak ada sopan sopannya sama orang tua!
Kamu bawa mobil siapa, jangan macam macam kamu, Tika!" bentak Bu Emi kesal, namun Tika sedikitpun tak perduli dengan jeritan ibunya itu.
"Ada apa sih Bu, teriak teriak gitu.
Di dengar tetangga kan gak enak!" Susi datang dengan anak perempuannya yang baru pulang sekolah. Gayanya sudah kayak sosialita dengan perhiasan mas yang menempel di jari jari tangannya.
"Itu si Tika, pulang pulang bawa mobil siapa?
Ditanyain malah nyelonong gitu aja.
Kalau itu mobil curian gimana, bisa repot urusannya." sungut Bu Emi kesal, sambil tangannya menuding mobil yang dibawa Tika.
"Wah, ini mobil mahal bu, Tika dapat dari mana?
Jangan jangan dia jual diri lagi!" Susi bicara seenaknya dan kepalanya di jitak sama Bu Emi yang tidak terima dengan tuduhannya.
"Ngawur kamu, kalau bicara jangan sembarangan.
Bagaimanapun Tika itu adikmu." Bu Emi mendelik tak suka.
__ADS_1
"Iya deh iya. Paling itu juga mobil temannya kuliah, biarin saja, namanya juga anak muda, pinjam meminjam sudah hal biasa." sahut Susi yang langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke dapur, mencari makanan.
"Mama masak apa, aku lapar nih?" Tanpa merasa sungkan, Susi langsung membuka tudung saji, ada rendang dan begedel di atas meja.
"Wah enak ini!
Putri! sini dulu nak, ayo kita makan dulu, nenek masak rendang!" Susi berteriak memanggil anaknya, lalu dengan ruang mengambil nasi dan lauk dan memakannya dengan lahap.
Melihat kelakuan anak pertamanya, Bu Emi mencebik kesal.
"Datang datang makan, kebiasaan!
Mbok sekali kali, kamu itu bawakan ma makanan gitu, jangan selalu datang bisanya makan dan pulang masih bawa lagi. Kapan sih, kamu itu bisa perduli dan gak pelit sama mama kamu sendiri?" sungut Bu Emi tak suka, Susi yang lagi menikmati makanannya, tak perduli dengan ucapan mamanya, yang penting kenyang. Diomeli Bu Emi sudah hal biasa baginya.
Sehingga Susi tak pernah ambil pusing dan bersikap masa bodoh saja.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1