Menjadi Gundik Suami Sendiri

Menjadi Gundik Suami Sendiri
episode 49


__ADS_3

"Bagaimana ayah tau semuanya?" lirih Edward yang mengusap wajahnya kasar.


"Apa kamu lupa, siapa aku, Ed?


Mudah untukku mengetahui apapun yang berurusan denganku dan anak anakku.


Ingat, kamu sudah aku anggap anakku sendiri, dan Haris anak kandungku.


Buang jauh jauh niatmu itu.


Senyebalkan Haris dia itu saudara kamu." tekan pak Suganda yang tidak mau anak anaknya terpecah hanya karena hartanya.


"Maafkan Edward, ayah.


Jujur Edward kesal dengan sikapnya Haris yang terlalu angkuh dan seenaknya itu.


Edward juga merasa cemburu dengan Haris, karena ayah lebih mengutamakan dia.


Meskipun Edward sadar, kalau Edward bukanlah anak kandung ayah, dan ayah sudah mengambil Edward dari jalanan, tapi Edward merasa itu gak adil saat ayah lebih memilih Haris untuk meneruskan bisnis yang sudah membesarkan Edward selama ini." sahut Edward panjang lebar.


"Ayah paham, maka dari itu ayah memilih diam dulu, mendalami karakter kalian masing masing.


Dan perlu kamu tau Edward, ayah juga menyayangi kamu, sama seperti ayah menyayangi anak anakku yang lain.


Jadi, jangan pernah kamu punya pikiran seperti itu lagi. Paham?


Bagi ayah, justru Haris yang butuh kamu jaga, awasi dia terus sampai anak itu benar benar paham dengan arti hidup yang sesungguhnya.


Dan untuk Tika, stop! Sudahi tingkah gila kamu itu!" balas pak Suganda tegas, dengan tatapan tajam ke arah anak angkatnya itu.


"Pergilah, temui Dara, dan sampaikan kiriman itu!" sambung pak Suganda dengan wajahnya yang selalu terlihat datar.


"Baik ayah!


Edward permisi!" Edward langsung pergi dari kamar ayahnya dan melaksanakan tugas dari pak Suganda.


Entah kenapa, Edward selalu bahagia saat akan bertemu dengan Dara, ada getar aneh yang pasti bermain di dalam hatinya.


Edward memblokir nomor Tika, tapi sebelumnya Edward mengirimkan bukti transfer sebesar tiga puluh juta ke rekening Tika.


Edward akan menepati janjinya pada pak Suganda untuk tidak lagi mendekati Tika.


"Maafkan aku Tika!


Semua harus berakhir!" lirih Edward memasuki mobilnya dan tersenyum tipis membayangkan tingkah bodohnya dengan Tika akhir Akhir ini.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Tika yang menerima notifikasi tranferan dari Edward, langsung terlonjak senang saat melihat nominal yang dikirim laki laki itu.


Baru dua bulan berhubungan, Tika sudah mendapatkan uang hampir seratus juta, dan mobil mewah impiannya.


Perempuan mana yang tidak melayang jika mendapatkan kekasih yang begitu loyal dan pengertian seperti Edward.


"Ada apa sih, Tik?

__ADS_1


Kok kamu kayak bahagia banget?" seru Nita yang heran melihat tingkah Tika yang tiba tiba histeris setelah melihat pesan dari ponselnya.


"Nih lihat, Edward mengirimkan bukti transfer tiga puluh juta ke rekeningku. Beruntung banget aku, punya pacar setajir dia, tampan lagi." sombong Tika dengan wajah sumringah.


"Traktir dong aku, kan habis dapat uang banyak!" sindir Nita dengan wajah sewot.


"Nih aku transfer lima juta buat kamu." Tika menunjukkan ponselnya sama Nita, dan sahabatnya itu langsung tertawa bahagia dengan kebaikan Tika.


"Makasih ya, Tik.


Kamu tau aja kalau aku lagi bokek. Bisa buat pegangan satu bulan ini. Makasih ya!" Nita menatap sendu pada Tika, cuma Tika satu satunya yang mau bersahabat dengannya, padahal Tika tau kalau Nita orang tuanya sudah bangkrut.


Semua teman temannya sudah menjauhi Nita, tapi Tika tetap mau berteman dengan Nita.


Bahkan sering membantu Nita saat kesulitan keuangan.


Meskipun Tika itu suka judes dan bermulut pedas bahkan terkenal sombong, tapi Tika masih punya sisi baik dan mudah iba.


"Sudah, gak usah drama gitu.


Aku iklas kok, lagian aku tau kalau kamu lagi gak ada uang, buktinya kamu selalu bawa. bekal dari rumah. Maaf, kalau aku gak bisa bantu banyak, Nit!" sahut Tika sambil tersenyum hangat pada sahabatnya itu.


"Sebentar ya, aku mau nelpon Edward dulu.


Mau ngucapin terimakasih dan cinta banget sama dia." sambung Tika dengan riangnya.


"Kenapa kok gak bisa dihubungi ya?


Apa aku diblokir?


"Ada apa, Tik?" tanya Nita yang heran menatap wajah panik Tika.


"Apa aku di blokir ya?


Nomor Edward tidak bisa dihubungi lagi, dan profilnya juga hilang. Tapi kenapa, apa salahku?" ujar Tika dengan wajah bingung.


"Kok bisa?


Kan baru kirim uang dengan jumlah banyak ke kamu.


Mungkin, memang lagi off saja. Coba nanti hubungi lagi." sahut Nita berusaha berpikir positif agar sahabatnya itu tidak panik.


"Iya juga sih!


Nanti deh aku hubungi dia lagi, mungkin dia sibuk sama kerjaannya." balas Tika yang tak ingin larut dalam cemas.


"Kamu datangi saja langsung orangnya. Nanti kan pas pulang dari kampus gitu!" sahut Nita memberi saran.


"Tapi aku belum pernah diajak kerumah apalagi kantornya.


Paling kita ketemuan di hotel atau di cafe, gitu aja sih!" sahut Tika jujur tanpa merasa risih sama sekali.


"Ya ampun Tika, sudah diajak tidur tapi gak tau rumahnya. Jangan bodoh kamu!


Kalau ada apa apa gimana, kamu mau cari dia dimana coba?

__ADS_1


Duh jangan bodoh bodoh amat lah!" sahut Nita kesal mendengar pengakuan sahabatnya.


"Nanti kalau ketemu, kamu harus minta Edward bawa kamu ke rumahnya, setidaknya ke kantornya lah.


Ikat dia, agar gak bisa kemana mana!" sambung Nita berapi-api.


"Benar juga apa yang kamu katakan, Nit!


Nanti aku akan hubungi Edward dan minta diajak kerumahnya." sahut Tika sambil mendengus kesal pada dirinya sendiri yang bodoh, tidak berpikir sejauh itu.


"Masih ada jam pelajarannya, pak Aldo ya habis ini?


Aku pulang saja, males sama dosen satu itu. Cerewet!" sambung Tika yang langsung berdiri dan memilih keluar dari kampus.


Nita hanya bisa geleng geleng melihat sikap Tika yang berlebihan itu.


"Dasar kamu ya, Tik!


Kalau Haris tau, pasti kena marah kamu!" Nita berusaha mengingatkan, namun Tika sama sekali tidak perduli.


Tika justru meneruskan langkahnya menuju parkiran dan berniat mau pergi ke mall, belanja apapun yang diinginkan. Karena yang kini tak jadi masalah lagi baginya.


Saldo di rekeningnya benar benar sedang banyak menurutnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2