
"Nah itu tau, jadi pergilah!
Jangan berada dirumah yang sempit karena kehadiran kamu semakin membuat engap udara disini." sahut Dara yang tak mau kalah dengan ucapan Haris.
"Sombong!
Kalau aku sudah bertemu dengan ayah kandungku. Aku jamin, kamu akan merengek-rengek untuk bisa jadi istriku. Karena sebentar lagi, aku akan menjadi pewaris tunggal perusahaan ayah kandung ku." balas Haris dengan wajah sombongnya.
"Oh iya?
Tapi sayangnya aku sudah tidak tertarik sama sekali denganmu, mas!" sahut Dara yang disertai dengan senyuman manis ditujukan pada Haris yang merasa di rendahkan oleh sikap Dara.
Haris tak lagi banyak bicara, dia pergi begitu saja dari rumah mantan istrinya setelah melempar amplop dari pengadilan untuk Dara.
"Apa kamu butuh bantuan, Ra?
Aku Ada teman pengacara, barangkali kamu membutuhkan jasa pengacara untuk membantu proses perceraian kamu." Rangga menatap lekat ke arah Dara yang bahkan bersikap sangat tenang dengan perlakuan Haris barusan.
"Tidak perlu, mas!
Aku yakin urusannya cepat kelar, karena antara aku sama mas Haris sudah sama sama ingin bercerai." sahut Dara yakin.
"Apa kamu tidak mau menuntut hak Hilya pada ayahnya?" sambung Rangga ingin memastikan.
"Gak mas, biarkan saja.
Lagian aku juga tak mau berurusan dengan laki laki itu setelah bercerai. Untuk Hilya, insyaallah aku masih sanggup." sahut Dara pasti dan tidak ada keraguan sedikitpun.
"Baiklah, semoga semua lancar dan urusan kamu segera terselesaikan." sahut Rangga dengan senyuman tipis di bibirnya.
"aku harap setelah ini, Haris tidak lagi mengganggu kamu, RI!" Dara menatap Riani dengan tatapan bersalah.
"Insyaallah semua pasti akan baik baik saja. Kamu tenang saja mbak!" sahut Riani yang masih tetap bersikap tenang.
"Lagian, aku juga sudah tidak lagi di sekantor dengan Haris.
Tomi melarang ku bekerja. Insyaallah aku sedang menyiapkan Bisnisku.
Sebentar lagi peresmian butikku akan dibuka.
Datang ya!" sahut Riani dengan wajah sumringah.
"Wah, hebat. Sukses ya!" seru Dara yang ikut bahagia.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sudah hampir dua mingguan, Harus tidak bisa menghubungi Riani, nomor ponselnya sudah tidak bisa dihubungi, karena Dara sudah membuang nomor yang dikhususkan untuk Haris itu.
Dan Riani juga sudah tidak lagi masuk ke kantor. Semakin membuat Haris frustasi.
__ADS_1
Padahal, Haris akan memberikan hadiah berlian yang sudah dia janjikan waktu itu.
Haris sekarang memiliki banyak uang dari ayahnya.
Namun Haris belum mengetahui bisnis sesungguhnya sang ayah.
Yang Haris tau, ayah kandungnya orang yang kaya raya.
Bahkan rumahnya pun sudah selesai di renovasi menjadi sangat mewah.
Kehidupan Haris dan ibunya sudah berubah, kesombongan makin menjadi pada penghuni rumah baru itu. Sehingga julukan OKB terus tersemat pada Haris sekeluarga.
"Ma, aku mau minta ayah untuk bekukan mobil baru. Apa ayah akan setuju?" Haris menatap mamanya yang sibuk membaca Majah di tangannya.
"Itu soal mudah bagi ayah kamu.
Bilang saja langsung, dan temui ayah kamu.
Bersikaplah baik dan turuti mau ayahmu. Maka apapun yang kamu inginkan akan dipenuhi ayahmu nak!" Sahut Bu Emi santai.
"Bahkan, nanti pulang dari kantor. Haris akan temui ayah!" sahut harus yang tersenyum senang, bayangan mobil impiannya sudah terngiang dalam pikirannya.
"Aku akan temui Riani. Akan aku cari alamatnya, sekarang aku sudah pantas untuk jadi suaminya, rumah bagus, mobil mewah dan uang pun banyak.
Jadi tidak ada alasan bagi Riani menolak ku!" gumam Haris yang tersenyum miring.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Melihat kedatangan Haris, pak Suganda sangat senang. Anaknya yang akan dijadikan pengganti dirinya sudah mulai bergantung dengan uangnya.
"Ayah!" sapa Haris yang langsung memeluk pak Suganda dan menyalimi lungguh tangannya.
"Apa kabar kamu, nak?
Tumben datang tidak kasih kabar dulu, ada apa?" sambut pak Suganda yang menatap bangga wajah putranya.
"Haris mau minta sesuatu sama ayah!" sahut Haris yang tak mau basa basi.
"Apa itu?" sahut pak Suganda singkat dan terlihat mengerutkan wajahnya menatap anak lelakinya.
"Haris mau ganti mobil baru, tapi uang Haris masih kurang." Sahut Haris yang pura pura sungkan, terdengar pak Suganda tertawa setelah mendengar ucapan anaknya.
"Itu soal gampang!
Kamu pingin beli mobil apa?
Katakan, biar ayah transfer uang nya." sahut pak Suganda tenang, membuat senyum Haris langsung mengembang.
"Ayah yakin?" sahut Haris cepat dengan wajah berbinar, dan pak Suganda langsung menganggukkan kepalanya pasti.
__ADS_1
"Haris pingin mobil Pajero yah!
Bisa?" sahut Haris cepat, menyebutkan mobil yang tengah di impikannya itu.
"Boleh!
Ayah transfer uang nya ke rekening kamu, belilah mobil yang kamu inginkan.
Tapi ayah punya satu permintaan.
Bekerjalah bersama ayah, nak!
Ayah sudah tua, sudah saatnya ada yang menggantikan posisi ayah, yaitu kamu, anak kandungku!" pak Suganda menatap penuh harap pada putra kandungnya, dan membuat pemuda yang berdiri tak jauh dari pak Suganda menatap tak suka pada Haris.
Merasa posisinya terancam semenjak kemunculan Haris sebagai anak kandung Suganda.
Edward, adalah anak angkat yang dipungut Suganda dari jalanan sejak kecil sebagai obat rindunya akan sosok Haris.
Edward selama ini jadi orang kepercayaannya Suganda dan berharap bisa menjadi pengganti Suganda nantinya. Tapi sejak kehadiran Haris, Edward harus siap kehilangan mimpinya, karena Suganda akan pasti memberikan semua hartanya pada anak kandungnya dan itu membuat Edward tak terima sehingga menyimpan amarah dan dendam untuk menyingkirkan Haris.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️