
"Siapkan mental dan hatimu, Tika!" sambung Edward dengan tawa renyahnya, membuat Tika meremang sekujur tubuhnya, bayangan penderitaan sudah berkelebat di pikirannya.
"Kamu jahat, mas!
Kamu tega sama aku!
Aku begitu mencintai kamu, sampai aku rela melakukan apapun demi bisa bersama kamu. Tapi ini yang kamu lakukan padaku?
Jahat kamu!" Tika menjerit dengan air mata yang menderas seiring rasa sakit di hatinya oleh perlakuan Edward.
"Aku tidak pernah memintamu untuk menipuku, Tika!
Dan aku sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun sama kamu. Bagiku, kamu hanya perempuan bodoh yang bisa dengan mudah aku nikmati. Sekedar untuk bersenang senang, itu saja!
Urusan kamu mencintaiku, itu adalah urusan hatimu sendiri, jangan memintaku untuk memiliki perasaan yang sama denganmu itu, karena itu tidak akan pernah terjadi!" sahut Edward dengan begitu santainya, tanpa menghiraukan bagaimana Tika sangat terluka dengan ucapannya itu.
"Jangan menangis saja kamu, Tika!
Percuma!
Lebih baik kamu bersihkan diri kamu, karena aku akan pulang kerumah sekarang juga. Kalau kamu kamu ikut pulang, cepatlah bersiap siap. Waktuku tidak banyak!" sambung Edward yang sudah memilih duduk di sofa empuk yang sudah disediakan.
Tika tanpa menjawab lagi, langsung beranjak dari tempatnya dan menuju kamar mandi.
Membersihkan tubuhnya dengan dada yang bergemuruh hebat. Tak menyangka kalau nasib pernikahannya harus seperti ini. Bayangan hidup bahagia dan penuh cinta sirna sudah dari otaknya, berganti derita dan air mata.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta dengan tidak buku ini, mas!
Kita lihat saja, apa kamu bisa menahan kemolekan tubuhku yang polos di hadapan kamu." Tika masih saja berharap Edward mau menyentuhnya kembali, entahlah, sentuhan Edward dan permainan laki laki itu sudah menjadi candu buat Tika. Edward selalu membuatnya merasa puas setiap kali mereka melakukan hubungan badan.
Edward yang tengah fokus memainkan ponselnya, tak melihat Tika yang sudah selesai mandi.
Tika sengaja memakai handuk dengan dilonggarkan agar terjatuh dan memperlihatkan tubuh polosnya di hadapan suaminya.
Edward melirik Tika yang sibuk membuka kopernya mencari baju ganti, hingga handuk yang menutupi tubuhnya melorot dan menampakkan kulit mulusnya dan gunung kembar yang terlihat montok.
Edward yang memang menyukai wanita seksi, terpancing dan nafsunya pun mulai bekerja.
Tika yang melirik dari ekor matanya tersenyum miring, rencananya ternyata ampuh. Edward nampak berjalan menghampiri dirinya. Tika tetap pura pura diam tidak tau, dia sibuk mau mengenakan pakaian dalamnya, namun tiba tiba Edward sudah menerkamnya dan menyerangnya dengan begitu biasanya, hingga nafasnya terdengar memburu.
Tika yang sudah menantikan itu sejak semalam, tak menyia nyiakan kesempatan.
Tika langsung mengimbangi Edward dengan tak kalah buasnya.
__ADS_1
Suara suara ******* kenikmatan memenuhi ruangan kamar pengantin.
Hingga beberapa jam berlangsung, mereka masih belum puas dan belum ingin berhenti saling menyalurkan hasratnya. Sampai akhirnya Edward melenguh dengan keras, dan Tika menjerit penuh kenikmatan. Keringat sudah membasahi tubuh pasangan pengantin baru itu.
"Kamu hebat, Tika!
Aku suka dengan permainan kamu kali ini.
Layani aku seperti ini terus, kalau aku sedang ingin denganmu!" Edward bicara tanpa menatap ke arah Tika. Matanya terpejam, menikmati apa yang baru saja direguknya. Tika hanya tersenyum dan merasa puas setelah melepaskan apa yang sangat dia harapkan dari Edward.
"Terimakasih, mas!
Kamu sungguh luar biasa. Aku puas banget dengan kamu.
Aku janji, akan memberikan yang terbaik untuk melayani kamu!" sahut Tika senang dan memeluk tubuh polos suaminya.
"Ingat Tika, hubungan kita sekedar ini, jangan berharap lebih. Karena aku tidak bisa diatur oleh siapapun. Kalau kamu ingin tetap bersamaku, maka jangan pernah melarang ku untuk berniat apapun yang aku sukai. Paham?" tekan Edward membuat Tika hanya pasrah dari pada jauh dan di tinggalkan Edward.
Sorenya mereka sudah kembali kerumahnya Edward, setelah tadi kembali mengulangi permainan panas mereka.
"Ini rumah kamu, mas?" tanya Tika takjub dengan rumah mewah milik Edward yang akan dia tempati juga.
"Iya!" sahut Edward datar.
Perempuan paruh baya sudah menyambut kedatangan mereka, Bi Idah, menyambut kedatangan majikannya dengan senyum sumringahnya.
"Terimakasih, Bi!" sahut Edward ramah. Edward memang selalu bersikap baik pada semua pembantunya. Dia selalu mengingat dari mana dia berasal. Itulah kenapa semua yang bekerja dirumah Edward begitu menghormati dan menyayangi Edward.
Bi Idah sudah bekerja sejak tiga tahun lalu saat Edward memutuskan untuk tinggal dirumahnya sendiri, dan sekarang bi Idah diboyong pindah saat Edward menempati rumah baru dari ayahnya.
Begitu juga dengan pak Tarman dan Tarmi.
Pak Tarman tukang kebun dan penjaga gerbang.
Sedangkan Tarmi bekerja bagian bersih bersih membantu pekerjaan bi Idah.
Sedangkan rumah lamanya Edward dia serahkan sama Bandi dan anak buah kepercayaannya yang dibantu oleh dua pembantu sepasang suami istri tetangga di kampungnya Bandi.
"Masuklah, kamar kita ada di atas!" Edward menatap dingin ke arah Tika yang terlihat sumringah.
Dengan dibantu Bi Idah, Tika menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas. Bi Idah sudah menyiapkan dan membersihkan kamar majikannya begitu rapi dan wangi.
"Ini bibi yang beresin?
__ADS_1
Makasih ya Bi!" Tika tersenyum, berusaha bersikap ramah pada penghuni rumah seperti suaminya. Tika ingin kembali mengambil hatinya Edward dengan bersikap baik.
"Iya, nya!
Semoga nyonya suka dan betah.
Kalau butuh apa apa bilang saja sama saya, Bu Idah!" sahut Bi Idah sopan.
"Terimakasih, bi!
Panggil saya Tika, namaku Tika bi!" balas Tika yang bersikap ramah pada perempuan paruh baya yang jadi kepercayaan Edward.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️