
"Maafkan aku, mas!
Tolong lepaskan aku, aku janji tidak akan mengulanginya, aku tidak akan lagi mengusik mantan istrimu dan anaknya.
Tolong lepaskan aku, maafkan aku mas Haris!" Sherly meneteskan air mata, dadanya begitu sakit oleh perlakuan kejam Haris.
Dan meskipun bibirnya berkali kali memohon maaf, tapi hatinya menyimpan dendam untuk membalas perlakuan Haris padanya.
Dan Sherly tau apa yang harus dilakukan setelah ini. Edward, Sherly akan mendatangi lelaki itu dan memanfaatkan kebencian Edward pada Haris untuk membalas sakit hatinya.
"Baiklah, kali ini aku akan melepaskan kamu.
Tapi kalau kamu kembali melakukan kesalahan dan berani menyentuh anakku, aku tidak akan mengampuni kamu!
Jangan mimpi untuk jadi istriku!
Karena bagiku, kamu tak lebih perempuan murahan yang ku bayar. Camkan itu!" bentak Haris dengan wajah mengeras.
"Lepaskan dia!" Haris memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan Sherly, tanpa perduli, Haris pergi meninggalkan wanita yang sering dia kencani itu dengan luka lebam di seluruh tubuhnya.
"Awas kamu Haris!
Aku akan membalas perbuatan kamu padaku dengan yang lebih kejam!" geram Sherly dengan tatapan tajam dan menahan sakit di seluruh tubuh.
Haris melajukan mobilnya menuju arah kerumah ayahnya. Ada hal yang ingin dia bahas bersama sang ayah.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, Haris sampai dikediaman ayahnya. Rumah mewah lantai dua terlihat begitu megah.
Mobil mobil mewah yang berjejer di garasi, menambah kesan betapa kayanya pemilik rumah itu.
Tiga scurity menjaga pandangan ntu gerbang, setelah mengetahui siapa yang datang, mereka lantas membukakan pintu dan mempersilahkan Haris masuk dengan hormat.
"Ayah ada dirumah, pak?" sapa Haris pada scurity yang sudah membukakan pintu untuknya.
"Ada tuan muda!
Silahkan masuk saja. Tuan besar sedang istirahat di dalam. Juga ada non April, baru lagi datang bersama suaminya." sahut scurity yang bernama Feri.
"April?" sahut Haris tak mengerti. Karena memang Haris belum tau siapa April.
"Oh non April?
Non April anak keduanya pak Suganda dengan nyonya Safitri.
Non April memang jarang datang, karena tak nggak diluar negri ikut suaminya." balas pak Feri jujur dan mengatakan apa yang beliau ketahui.
"Oh, makasih ya pak informasinya.
Kalau begitu aku mau masuk dulu, mau ketemu ayah!" balas Haris yang langsung berjalan menuju ke dalam rumah mewah milik ayahnya.
"Haris!
Kebetulan kamu datang, nak!
Sini, ayah mau kenalin kamu sama anak perempuan ayah!" sambut pak Suganda yang melihat kedatangan Haris.
Sedangkan April hanya diam saja menatap kedatangan laki laki asing yang memanggil papanya dengan sebutan ayah.
"April!
__ADS_1
Kenalkan, ini Haris!
Anak papa bersama istri papa terdahulu.
Dia kakak kamu, maaf kalau papa baru bicara sekarang!" pak Suganda memperkenalkan Haris dan April sebagai saudara beda ibu.
"April!" sambut April mengulurkan tangannya pada Haris dan disambut hangat oleh Haris.
"Dan ini suaminya April, Lukman!" sambung pak Suganda memperkenalkan menantunya pada Haris.
Setelah saling berkenalan, mereka mengobrol panjang lebar. Suami April punya bisnis di luar negri dan terbilang sukses, makanya April jarang sekali pulang. Pak Suganda memintanya untuk pulang karena mau memberikan warisan untuk anak perempuannya, sebidang tanah juga yang yang jumlahnya fantastis.
"Kamu permisi istirahat dulu ya, pa?
Barangkali mas Haris sama papa ada yang ingin di bahas juga!
Aku sudah capek benget, mau istirahat sebentar!" pamit April yang beranjak ke kamarnya diikuti oleh suaminya. Anaknya sudah tidur sejak mereka datang.
"Iya istirahatlah." sahut pak Suganda menatap putrinya penuh cinta.
"Ada apa Haris?
Sepertinya ada yang ingin kamu katakan sama ayah?" tanya pak Suganda pada Haris setelah April dan suaminya masuk kamar.
"Haris mau minta persetujuan ayah.
Haris mau membuka swalayan, Haris ingin punya usaha yang halal, yah!
Untuk menafkahi Hilya!" lirih Haris ragu ragu, takut kata katanya menyinggung sang ayah dan menyulut kemarahannya.
"Bagus!
Kamu sudah ada pandangan dan tempatnya?" tanya pak Suganda serius.
Jujur Haris sedih saat melihat Hilya kemarin, Dara seolah tak Sudi menerima uang pemberian Haris. Dan wajah Hilya yang begitu mirip sama Haris, membuat Haris sadar, Hilya sangat berarti untuk Haris!" sahut Haris sambil membayangkan wajah cantik anaknya.
"Lakukan apa yang menurut kamu baik nak!
Dan kalau kamu tidak sanggup meneruskan bisnis gelap ayah, serahkan pada Edward.
Dan kamu cukup fokus dengan usaha kamu.
Ayah akan memberikan modal yang kamu butuhkan!" balas pak Suganda santai, tak ada raut kecewa dan amarah di wajahnya.
"Ayah serius?
Ayah gak marah sama Haris?" tanya Haris gak percaya.
"Ayah tidak pernah memaksa anak anak ayah mengikuti jejak ayah.
Lihatlah kedua adik perempuan kamu yang juga menentukan pilihannya sendiri untuk tidak ikut campur bisnis ayah.
Kamu gak usah khawatir, ada Edward yang akan mengurusnya." Sahut pak Suganda yakin.
"Terimakasih, ayah!
Terimakasih! Haris akan secepatnya mengerjakan pembangunan swalayan impian Haris.
Haris akan memberinya nama, Hilya market!" sahut Haris dengan wajah berbinar.
__ADS_1
"Bukalah, satu usaha lagi untuk anakmu.
Toko baju kusus anak anak dan perlengkapan nya.
Ayah akan memberikan modal untuk itu.
Soal tempat kamu gak usah bingung lagi. Ayah punya lahan kosong dan tempatnya strategis.
Ayah akan membantu kamu mewujudkan keinginan kamu, jika itu kamu biarkan untuk anak kamu, ayah tidak akan tinggal diam.
Karena ayah senang, kamu Perduli sama anakmu."
"Sekali lagi terimakasih banyak, ayah!
Besok, Haris akan bicara sama Edward. Agar dia menggantikan posisi Haris!
Apa ayah setuju kalau besok Haris memulai usaha Haris yang baru, dan meninggalkan bisnisnya ayah?" Haris menatap lekat ayahnya dengan jantung berdebar.
"Tidak, kamu melakukan hal yang benar.
Lakukan lah, apa yang membuat kamu nyaman dan kamu anggap baik!
Tugas ayah, hanya mendukung." balas pak Suganda tegas.
Meskipun bertahun tahun pak Suganda menggeluti kehidupan dunia bisnis gelap, tak menjadikan laki laki itu arogan terhadap pilihan dan kehidupan anak anaknya.
Pak Suganda tidak pernah mau memaksakan kehendaknya pada semua anak anaknya.
Karena sejahat apapun orang tua, dia pasti inginkan yang terbaik untuk darah dagingnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️