
"Halah, kayak kalian sudah suci saja.
Mas Haris saja sering gonta-ganti perempuan diajak kencan ke hotel kok.
Dan mama juga, sering keluar sama laki laki muda.
Jangan dikira Tika gak tau itu.
Kenapa cuma Tika saja yang gak boleh begitu, Tika hanya ikut bagaimana mas Haris dan mama untuk menyenangkan diri." balas Tika dengan menatap sinis ke arah Haris dan mamanya.
Sedangkan Bu Emi langsung melongo menatap tak percaya akan ucapan anaknya. Haris membuang nafasnya kasar dan mulai mengatur detak jantungnya yang sudah tak baik baik saja, karena terlanjur emosi dengan pemikiran adiknya yang dinilainya keterlaluan.
"Tutup mulut kamu, Tika!
Keterlaluan kamu!
Mulai sekarang aku sudah tidak akan Sudi lagi mengurusi kamu. Kalau ada apapun sama kamu, urus saja sendiri." Haris menatap tajam pada Tika yang sedikitpun tidak merasa takut sama sekali.
"Kembalikan mobil itu,ana kuncinya?" Haris menyaut kunci mobil yang ada di tangan Tika.
"Apa apaan sih, mas?
Mobil itu sudah jadi milikku, kembalikan!" teriak Tika tak terima, namun Haris tidak perduli sama sekali.
"Mbak Susi, berikan kunci motor mbak ke aku sama STNK nya, ini mbak ganti pakai saja mobil yang dipakai Tika.
Kalau dia mau naik mobil, biar usaha sendiri atau minta sama pacarnya itu, aku yakin laki laki itu cuma mau memanfaatkan Tika saja.
Kita lihat saja, setelah Tika tidak punya apa apa, dia pasti ditinggalkan." ucap Haris dan menyerahkan kunci mobilnya Tika pada Susi.
"Kamu yakin, Ris?
Mobil itu boleh dipakai sama mbak?" seru Susi senang dan hampir berteriak kegirangan.
"Pakai saja mbak, dari pada di pakai Tika yang tidak mau menghargai aku sama sekali.
Mulai sekarang biar dia berusaha sendiri, aku sudah gak mau perduli dengannya lagi!" tekan Haris yang langsung pergi menuju ke kamarnya.
"Sekarang kamu pasti menyesal, Tika!
__ADS_1
Kakakmu sudah gak mau perduli sama kamu lagi.
Dan mama tidak bisa berbuat apa apa, karena hidup kita selama ini bergantung sama Haris." Bu Emi kembali memasuki kamarnya dan menutupnya rapat.
"Makanya gak usah ngelawan kalau dikasih nasehat itu, sudah salah tapi tetap saja nge gas. Dasar bocah gembleng!" sungut Susi yang pergi meninggalkan Tika dan menggunakan mobilnya untuk dibawa pulang kerumahnya.
"Mobilnya aku pakai dulu ya, da Tika!
Nikmati hidupmu yang susah itu!" Susi menatap sinis ke arah adiknya sebelum benar benar keluar dari rumah mamanya.
Tika mengepalkan tangannya, wajahnya mengeras karena terlalu sakit hati oleh sikap semua keluarganya yang tidak lagi perduli pada dirinya lagi.
"Kalian salah, aku tidak akan susah meskipun tidak lagi mendapatkan uang dari mas Haris.
Edward akan memberikan apapun yang aku butuhkan. Setelah ini akan aku buktikan kalau hidupku akan tetap baik baik saja meskipun tanpa kalian!" gumam Tika yang tengah tersenyum miring. Tanpa Tika sadari, inilah awal penderitaan yang akan membuatnya karena sudah mengenal seorang Edward.
Tika memasuki kamarnya, membersihkan diri dengan mengguyur tubuhnya dengan air shower.
Pikirannya kembali segar setelah perdebatan dengan keluarganya barusan.
Tika memilih cuek dan tak perduli dengan sikap keluarganya saat ini. Toh uang yang ada di ATM nya masih banyak, karena Edward sering memberinya uang dengan jumlah yang tak sedikit. Itulah kenapa, Tika mau menyerahkan dirinya seutuhnya pada laki laki itu, karena Tika pikir, dengan menyerahkan kesuciannya, Edward akan terikat dan semakin mencintainya.
Tika berpikir Edward adalah laki laki yang punya pekerjaan mapan dan sangat tampan.
[Sayang, aku baru saja bertengkar dengan keluargaku. Entah dari mana mereka bisa tau kalau aku sudah tidur di hotel denganmu. Tapi mereka tidak tau kalau laki laki itu kamu kok!
Bahkan kakakku marah besar, dan menarik lagi mobil yang aku pakai, dan tidak mau memberikan aku uang jajan.
Huh aku kesal banget, tapi aku juga bingung, apa kata teman temanku kalau aku tidak lagi punya mobil!"] tulis Tika panjang lebar saat mengirim pesan pada Edward.
Edward tersenyum membaca curhatan Tika, karena itulah yang Edward inginkan, Haris dan saudaranya terpecah dan ribut. Edward sengaja mendekati Tika dan ingin memanfaatkan bucinnya Tika pada dirinya.
[Kamu tenang saja sayang, besok aku akan membelikan mobil kusus untukmu, dan aku juga akan memberikan uang untukmu, kamu tatap bisa bersenang senang tanpa uang kakakmu itu.
Asal kamu selalu menuruti kemauanku!"] balas Edward sambil menyeringai jahat, rencananya sudah mulai berjalan lancar.
[Wah beneran sayang, haduh terimakasih ya?
Aku makin cinta sama kamu. Dan apapun yang kamu mau pasti akan aku turuti, percayalah!] Balas Tika yang sangat bahagia karena merasa begitu dicintai sama kekasihnya, buktinya apapun yang dia keluhkan pasti akan dikabulkan oleh Edward.
__ADS_1
[Iya sayang, besok kamu tunggu saja.
Aku akan mengantar mobilmu ke kampus.
Sudah dulu ya, aku mau kerja dulu!] balas Edward yang ingin mengakhiri obrolannya bersama Tika.
"Aaah, ternyata aku tidak salah pilih menjadikan Edward kekasih, selain tampan dia juga sangat kaya. Yang terpenting dia tidak pelit dan selalu menuruti apa yang aku mau.
Kita lihat saja, pasti besok kalian akan kembali mendukungku karena aku punya kekasih kaya!" gumam Tika yang tersenyum bahagia dan bahkan lonjak lonjak diatas kasurnya sangking bahagianya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️