
Hubungan Dara dan Rangga semakin dekat.
Bahkan Dara mulai membuka hatinya untuk Rangga. Orang tuanya Rangga juga sudah merestui hubungan mereka.
Dan hari ini, Dara akan dilamar oleh Rangga.
"Ibu senang, akhirnya kamu mau membuka diri lagi. Karena Hilya juga butuh sosok ayah, dan Rangga sepertinya mampu memberikan itu pada Hilya.
Ibu lihat, dia juga sangat menyayangi Hilya. Sorot matanya terlihat ada ketulusan untuk kalian.
Ibu senang, melihatmu bahagia, nak!"
Dara menatap dalam pada ibunya yang terlihat matanya sudah mengembun, wanita paruh baya itu memang begitu menyayangi Dara.
"Alhamdulillah, insyaallah, doain dara ya Bu, semoga mas Rangga bisa jadi imam yang baik untuk Dara nantinya, dan ayah yang baik untuk Hilya!" sahut Dara dengan senyuman hangat.
"Yasudah, ibu mau ke belakang dulu.
Bantu bantu buat nyiapin acara nanti malam.
Kamu istirahat saja, biar nanti fresh pas ketemu calon suami kamu dan keluarganya."
"Ibu bisa saja, Dara kan jadi malu."
"Kenapa malu, wong sama ibu saja kok malu segala.
Yowes ibu mau ke dapur dulu.
Nanti kalau teman teman kamu datang, suruh langsung makan saja, sudah mateng semua masakannya, tinggal bikin kue basah saja."
"Iya, Bu!
Makasih ya, Bu!
Dara sayang banget sama ibu!" Dara memeluk ibunya manja, dan membuat sang ibu terkekeh dengan tingkah anak perempuannya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Pukul tujuh malam, rombongan keluarga Rangga sudah datang dengan membawa sangat banyak oleh oleh, juga seserahan yang diberikan untuk Dara.
Keluarga Rangga begitu bahagia dan ramah, menerima Dara yang status nya sudah janda anak satu.
Tapi bagi mereka tak masalah, asal punya akhlak yang baik dan taat pada agamanya.
Yang terpenting Rangga sangat mencintai Dara.
Acara berjalan cukup lancar dan hangat, hingga diputuskan untuk melaksanakan pernikahan satu bulan lagi.
Awalnya Dara menolak untuk di ramaikan dengan alasan kalau dirinya sudah bukan gadis lagi.
__ADS_1
Tapi keluarga Rangga terutama sang ibu, terus membujuk Dara, dan akhirnya Dara pun pasrah dan mengikuti kemauan calon mertuanya itu.
"Aku tuh senang banget, akhirnya mbak Dara beneran jadi kakak ipar aku juga.
Habis ini aku akan punya teman ngobrol sepuasnya dirumah!" celetuk Riani membuat Rangga yang bicara dengan Dina menoleh ke arah adiknya.
"Enak saja, Habis nikah. Kami akan terus nggak dirumah yang sudah aku siapkan buat istri dan anakku.
Jadi jangan harap bisa ngajak ghibah istriku, nambahin dosa!" sahut Rangga dengan wajah datarnya.
"Ish, belum nikah saja sudah posesif gitu.
Awas ya kalau sampai mbak Dara ngeluh karena gak nyaman." sahut Riani tak mau kalah sama kakaknya.
"Mana mungkin, aku pastikan Dara akan bahagia punya suami aku, aku akan memperlakukannya seperti ratu. Asal tidak diajak gosip sama kamu saja!" balas Rangga, membuat semua tertawa mendengar celotehannya.
Tak terasa malam semakin merangkak, pukul sepuluh malam, rombongan keluarga Rangga pamitan undur diri, pun dengan Rangga yang sebenarnya enggan berpisah dengan calon istrinya.
Tapi sayangnya belum halal, Rangga Haris ikutan pulang dan menahan rasa rindunya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan dilain tempat, Edward sedang melakukan transaksi di hotel bintang lima bersama seorang wanita suruhan pelanggannya.
Edward pura pura check in dengan Laura, agar tidak ada yang mencurigai.
Hal itu sudah seringkali Edward lakukan, Berhubungan dengan banyak wanita tak lagi jadi masalah bagi Edward, apa lagi perempuan yang berhubungan dengannya bukanlah perempuan sembarangan, mereka semuanya berkelas dan sangat cantik cantik.
'Kamu selalu hebat, Ed!
Dua jam tak membuatmu lelah sama sekali.
Jujur, aku selalu puas denganmu!" Laura memeluk tubuh polosnya Edward setelah mereka bertempur dalam sengatan nafsu.
"Cuma kamu, wanita yang bisa mengimbangi permainanku, Laura.
Kalau saja kamu tinggal di Indonesia, aku pasti akan menikahi kamu!" sahut Edward datar, pikirannya kembali teringat dengan Tika yang tiba tiba mengaku hamil anaknya. Sebenarnya Edward ragu dengan kehamilan Tika, tapi karena ayah angkatnya yang bicara, Edward tak lagi mau mendebat. Terima dan akan menjalani meskipun perasaannya biasa saja sama Tika. Hampa!
"Hey, you oke?" Laura mengusap pipi Edward lembut.
"Entahlah, aku sedang tidak enak hati saja!" sahut Edward datar, sudah jadi sifatnya yang memang tak banyak bicara.
"Ada masalah?" Laura kembali melontarkan pertanyaan pada Edward yang terlihat tersenyum miring.
"Aku akan menikah!
Ayah yang meminta, meskipun aku tak ingin." jawab Edward dingin tanpa ekspresi.
"Dengan siapa?
__ADS_1
Kenapa tidak kamu tolak kalau kamu tidak menyukainya." balas Laura menanggapi.
"Rumit.
Tapi sudahlah, gak penting.
Lagian cuma menikah, selanjutnya semua terserah padaku mau bagaimana dengan wanita itu." sahut Edward datar dan membuat Laura tersenyum tipis dan melabuhkan kepalanya di dada bidangnya Edward.
"Aku tetap Edward yang bebas mau apa saja.
Dia tidak akan berpengaruh apapun dalam kehidupanku, meskipun statusnya istriku.
Aku ingin, kita tetap seperti ini, Laura.
Karena aku merasa nyaman denganmu!" lirih Edward dan kembali melancarkan serangan pada Laura yang juga tak kalah agresifnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️