
"Iya, nya!
Semoga nyonya suka dan betah.
Kalau butuh apa apa bilang saja sama saya, Bu Idah!" sahut Bi Idah sopan.
"Terimakasih, bi!
Panggil saya Tika, namaku Tika bi!" balas Tika yang bersikap ramah pada perempuan paruh baya yang jadi kepercayaan Edward.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan dilain tempat, Haris tampak merenung.
Sejak bertemu kembali dengan Hilya, hatinya yang dulu keras kini mulai lunak dan rindu selalu menelusup di relung hatinya akan kelucuan anaknya.
Wajahnya yang begitu mirip dengan dirinya, membuat Haris sadar, jika sikapnya selama ini sudah keterlaluan dalam memperlakukan Dara dan Hilya. Apalagi Dara semakin terlihat cantik dan bersinar.
"Apa aku temui Dara dan memintanya rujuk demi masa depan Hilya. Entahlah, aku semakin tak bisa menahan perasaan ingin selalu dekat dengan anakku. Aku yakin, Dara akan menerimaku kembali. Apalagi sekarang aku sudah jauh lebih kaya, aku bisa memberi mereka kebahagiaan dengan uangku." batin Haris sambil menatap foto foto Hilya yang ada di ponselnya.
Haris sempat menyuruh anak buahnya untuk mengambil foto dan video Hilya, agar saat merasa rindu, bisa mengobati dengan foto dan vidio itu.
"Kamu kenapa, Ris?
Kok ngelamun disitu?
Apa kamu kepikiran untuk nikah lagi?" tiba tiba Bu Emi muncul dan menatap lekat ke arah anak lelakinya.
"Itu foto siapa?
Hilya, anakmu itu?" Bu Emi melihat ke arah ponsel yang tengah dipandangi Haris dengan wajah tak suka.
"Buat apa kamu ingat ingat Dara dan anaknya. Kayak gak ada perempuan lain saja.
Kamu itu ganteng dan kaya, cari perempuan yang lebih dari Dara. Gak usah punya pikiran buat balikan lagi sama perempuan itu ya, mama gak setuju." sungut Bu Emi dengan wajah masam.
"Kenapa sih, ma?
Hilya itu anakku, wajahnya bahkan sangat mirip denganku. Dara juga sekarang semakin cantik dan kulitnya tidak lagi kusam kayak dulu.
Dia juga punya bisnis yang sukses. Aku ingin mengajaknya rujuk, semua demi Hilya.
Aku ingin menjadi ayah yang baik buat anakku, apalagi sekarang aku selalu ingin dekat dengan putriku itu. Apa salah kalau Haris ingin bersama dan kumpul dengan anak kandung Haris, ma?" sahut Haris dengan nada sedikit meninggi, tidak suka dengan pemikiran ibunya yang sedari dulu memang tidak menyukai Dara.
__ADS_1
"Kamu itu, kalau dikasih orang tua kok ngeyel!
Mama gak setuju ya gak setuju jangan membantah lagi. Mau kamu jadi anak durhaka dan dilaknat Alloh, mau?" bentak Bu Emi membawa bawa nama Tuhan.
"Ma, harus susah dewasa, lagian apa salahnya Haris ingin memperbaiki diri dengan kembali memberikan tanggung jawab Haris pada mereka?
Sudahlah, setuju atau tidak, Haris akan mengajak Dara untuk rujuk." sahut Haris yang langsung meninggalkan Bu Emi sendirian.
Haris berniat ingin menemui Dara dirumahnya.
Sekalian ingin bertemu dengan Hilya dan membawakan oleh oleh buat gadis kecilnya itu.
Sebelum Haris menemui Hilya, dia mampir ke salah satu mall, membelikan Hilya mainan, baju, dan cemilan juga susu.
Haris tersenyum membayangkan wajah menggemaskan anaknya.
Saat mobilnya Haris sampai di pelataran rumah mantan istrinya, terlihat ibu mantan mertuanya sedang menemani Hilya main di teras depan.
"Asalamualaikum." Haris mengucapkan salam dan ditangannya terlihat begitu banyak barang bawaannya untuk Hilya.
Senyum nya langsung mengembang saat melihat Hilya tertawa dengan kedatangannya.
"Hilya, ini, ayah bawa mainan banyak untuk Hilya!" Haris menyodorkan paperbag yang ia bawa ke dekat anaknya. Lalu mengulurkan tangan menyalimi ibu mantan mertuanya takzim.
Dara memang sudah memutuskan untuk membebaskan Haris bertemu kapan saja pada sang anak. Namun Dara tidak berniat untuk dekat kembali dengan mantan suaminya itu. Luka yang ditorehkan sudah terlalu dalam.
"Bu, apa Dara ada di dalam?
Haris ingin bicara dengan Dara, sebentar saja." Haris melihat ke arah ibunya Dara dengan wajah yang tidak lagi angkuh seperti dulu.Yerlihat sopan dan menghargai.
"Ada, Dara sedang bersiap siap mau pergi dengan calon suaminya untuk fitting baju pengantin." sahut Bu Rohimah dengan mimik tenang dan nyaman terlihat teduh.
"Calon suami?
Apa Dara mau menikah lagi, Bu?" sahut Haris kaget dan kecewa karena niatnya rujuk sepertinya tidak mungkin lagi.
"Iya, dua Minggu lagi, Dara akan menikah dengan Rangga, kakaknya Riani!
Kamu masih ingat kan dengan Riani, perempuan yang kamu puja dan kejar, sampai kamu tega menelantarkan Dara dan menghinanya begitu dalam." sahut Bu Rohimah tegas, namun dengan nada yang tetap terdengar lembut.
"Iya, maafkan Haris. Waktu itu Haris khilaf.
Dan sekarang Haris sadar, makanya Haris kesini, sebenarnya Haris ingin mengajak dara buat rujuk lagi." sahut Haris memberanikan diri mengatakan niatnya di hadapan mantan ibu mertuanya.
__ADS_1
Tidak ada ekspresi apapun di wajah Bu Rohimah, baginya Haris sudah bukan siapa-siapa lagi dan tidak berpengaruh di kehidupan putrinya. Dara sudah bahagia bersama laki laki pilihannya saat ini.
"Dara sudah bahagia dengan pilihannya.
Lebih baik kamu buang keinginan kamu itu, karena Dara tidak akan pernah mau kembali padamu lagi." sahut Bu Rohimah enteng bahkan tanpa beban sama sekali. Sebagai seorang ibu, bu Rohimah juga ikut sakit hati melihat putrinya diperlakukan tidak baik bahkan direndahkan oleh suaminya sendiri, Haris sudah melakukan kesalahan yang fatal, hingga menutup hati Dara dan keluarganya untuk menerimanya kembali.
#Insyaalloh kurang beberapa part lagi tamat ya say, maaf kalau banyak salahnya, masih belajar dan terus belajar, semoga karya karya receh Hawa bisa menghibur para pembaca menemani waktu luangnya.
Haturnuhun buat semua yang sudah membaca karya receh Hawa ☺🙏🥰
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️