
Rei Nabila POV
Namaku Rei Nabila, orang-orangbiasanya memanggilku Rei. Rei yangdalam bahasa Jepang berarti hukum,mungkin lebih seperti orang yang suka menegakkan hukum atau hal semacamitulah.
Aku sangat menyukai hal-hal berbau Jepang, aku juga tidak tau kenapa aku menyukainya mungkin karena ayahku adalah orang Jepang jadi aku mendapatkan gen itu darinya.
Aku hanya tinggal seorang diri. Ibuku sudah meninggal karena mengalami kontraksi saat melahirkanku sedangkan ayahku selalu sibuk bekerja diluar negeri.
Aku rasa, ayah menganggap kematian ibu adalah kesalahan ku sehinggga beliau aku selalu bersikap dingin padaku.
Aku harus belajar hidup mandiri sejak kecil. Karena itu aku selalu menyibukkan diriku dengan tugas sekolah dan menonton anime-animeter baru hingga yang sudah lama ada.
Anime yang paling kusukai adalah anime Kuroko no Basket. Aku bahkan sekarang menonton ulang anime itukarena aku sangat menyukainya lebihdari anime lain.
"Seandainya aku bisa masuk ke dalam anime dan bertemu mereka." Ucap kumasih memperhatikan layar laptop.
"Jika kau sungguh ingin masuk kedalam dunia mereka, aku akan mengabulkannya." Ucap sebuah suara.
"Siapa disana?" Aku langsung berbalik dan melihat seisi kamarku tapi tidak ada siapa-siapa.
"Aneh sekali, hoam...kenapa tiba-tiba aku mengantuk?" Aku pun mematikan laptopku dan tidur di kasur.
Begitu aku membuka mata, yang kulihat hanyalah sebuah kamar yang tidak kuketahui milik siapa dan bagaimana aku bisa ada disini
"Dimana aku? Apa yang terjadi?Kenapa aku bisa ada disini?"
"Bukankah kau ingin untuk masuk kedunia anime favorit mu?" Ucap sebuahsuara yang tidak kuketahui berasal darimana.
"Siapa kau? Tunjukkan dirimu?"
"Aku tidak bisa"
"Kenapa tidak bisa?"
"Hanya tidak bisa. Kau sekarang berada di dunia anime favoritmu. "
"Apa? Lalu bagaimana dengan orang tuaku?"
"Kau tidak perlu khawatir. Lagipula,ibumu sudah meninggal dan ayahmu tidak peduli padamu. Ia hanya memberikanmu uang bulanan dan tidak pernah melihat kondisimu."
Aku terdiam mendengar ucapannya.Memang benar yang dia katakan, akusudah hidup sendiri sejak kecil.
Pasti tidak ada yang akan mengkhawatirkanku.
"Bagaimana kau tau?"
"Aku tau darimana itu tidak penting.Yang penting, kau bisa memasuki anime favoritmu dan mengenal setiap tokohnya dengan baik. Kau tidak perlu khawatir dengan duniamu. Kau akan lebih bahagia berada di dunia anime ini."
"Boleh aku tau namamu?"
"Kau bisa memanggilku Rin. Nikmatilah hidupmu yang baru di dunia anime ini.Dan jangan khawatir, semua kebutuhanmu sudah disediakan. Kau hanya perlu menjalaninya saja. Aku harus pergi sekarang."
"Tunggu! Rin! Rin! Rin!"
"Apa dia sudah pergi? Bagaimana ini?Aku bahkan tidak tau apa yang harus kulakukan."
Rei sedang berfikir apa yang harus ialakukan di dunia yang masih asing baginya. Ia pun terfikir untuk melihat tanggal.
"Hari penerimaan siswa baru di SMA Seirin? Ini berarti bukan mimpi. Saatnya memulai hari baru. Aku pastibisa.
Didepan sebuah sekolah sedang berdiri seorang gadis yang mengenakan seragam SMA Seirin dengan rambut hitam panjang dan diikat kuncir kuda.
'Ini pasti sekolahnya. Untung semuanya sudah dipersiapkan oleh Rin jadi aku tidak perlu khawatir tersesat atau tentang biaya hidupku selama disini.'
Gadis itu memasuki gerbang sekolah. Saat melewati gerbang, terdapat banyak anak dari berbagai macam klub di sekolah itu yang sedang mempromosikan klubnya. Terlihat seorang siswa berambut biru memasuki sekolah sambil membaca sebuah buku dan berhasil melewati anak-anak lain dengan mudah.
__ADS_1
'Bukankah itu Kuroko?' Batin Rei.
Saat akan menghampiri Kuroko ia dicegat oleh anak lain yang sedang mempromosikan klubnya. Rei pun mengalami kesulitan dan kehilangan jejak Kuroko.
'Aku harus bergabung dengan klub basket agar bisa bertemu dengan Kuroko dan Kagami.'
Kemudian terlihat oleh mata Rei seorang pria berambut merah tinggi yang sedang membawa seorang pria berambut coklat digendongannya.
'Itukan Kagami dan Koganei.' Batin Rei lalu ia mengikuti pria itu. Ia dapat mengikuti mereka dengan mudah karena tinggi pria itu yang seperti tiang listrik sehingga mudah untuk mengikutinya.
"Aku membawakan seorang anggota baru." Ucap Koganei sambil berlinang air mata.
"Eh?" Riko hanya bisa bingung melihat keadaan Koganei.
"Apa klub basket disini?" Ucap Kagami.
Riko lalu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara. Ia kemudian hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.
'Siapa orang ini? Matanya memancarkan aura seekor harimau liar' Batin Riko saat melihat mata Kagami.
"Aku mau bergabung." Ucap Kagami lalu menarik kursi yang terdapat di meja pendaftaran lalu duduk. "Klub basket"
"Oh, terima kasih, terima kasih banyak. Klub basket ini baru didirikan tahun lalu jadi kakak kelas masih kelas dua. Jadi..." Ucap Riko yang terpotong.
"Aku tidak peduli. Aku akan pergi setelah menuliskan namaku." Ucap Kagami lalu menuliskan namanya dan pergi.
'Dia memang selalu seperti itu pada awalnya. Mau berapa kali pun aku menonton bagian ini.' Batin Rei yang sedang melihat dari kejauhan. Rei pun mendekati meja pendaftaran meskipun masih sedikit ragu.
"Ano...aku juga ingin bergabung dengan klub basket." Ucap Rei saat sudah berdiri didepan meja pendaftaran.
"Maaf, tapi kami hanya memiliki klub basket laki-laki." Ucap Riko.
"Tidak masalah, aku akan menjadi manajer saja."
"Kalau begitu, silahkan tulis nama mu disini." Ucap Riko sambil menyerahkan formulir pendaftaran. Rei pun duduk dan mengisinya. Setelah mengisi formulir, ia pun membungkuk lalu pergi.
"Oh, maaf. Kuroko Tetsuya. Hah? Padahal aku daritadi disini, tapi aku sama sekali tidak sadar." Riko lalu memperhatikan formulir itu dan kaget.
"Ada apa?" Tanya Hyuga yang menyadari reaksi Riko.
"Di-Dia dari klub basket Teiko."
"Teiko? Maksudmu Teiko yang itu?"
"Iya! Dan kalau dia kelas satu, mungkin saja dia adalah salah satu dari Kiseki no Sedai!"
"Kiseki no Sedai, kelompok terkenal itu?" Tanya Hyuga yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Riko.
Setelah upacara penerimaan murid baru, Rei pun memutuskan untuk berkeliling sekolah agar tidak tersesat nantinya.
Setelah puas berkeliling, Rei pun menuju kelas dan melihat sudah banyak anak baru yang duduk di kursi mereka.
Ia lalu melihat seorang pria berambut baby blue yang sedang duduk di kursi pojok belakang dekat jendela sambil membaca buku.
'Kuroko? beruntungnya aku bisa sekelas dengannya.' Batin Rei senang.
"Permisi, boleh aku duduk disebelahmu?" Tanya Rei.
Kuroko sama sekali tidak menggubris ucapan Rei dan masih lanjut membaca. Rei pun menepuk pundak Kuroko. Kuroko pun kaget dan menoleh menatap Rei.
"Kau bisa melihatku?" Hanya itu ucapan yang keluar dari bibir Kuroko.
"Tentu saja aku bisa melihatmu."
'Ini pasti efek karena banyak yang tidak menyadari keberadaan nya.'
__ADS_1
"Jadi, boleh aku duduk disebelahmu?" Tanya Rei sekali lagi.
"Oh iya, silahkan." Ucap Kuroko sedikit gelagapan meskipun masih dengan wajah datar.
'Dia memang selalu imut.' Batin Rei lalu tersenyum dan duduk di kursi di sebelah Kuroko.
"Namaku Rei Nabila, semoga kita bisa berteman baik." Ucap Rei sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Kuroko Tetsuya, senang berkenalan denganmu." Ucap Kuroko lalu menyambut uluran tangan Rei.
Brak!!
Pintu kelas pun terbuka dengan kasar dan terlihat seorang pria berambut merah dengan alis bercabang memasuki kelas. Kagami pun duduk disebelah Rei.
"Halo, Tiger." Ucap Rei yang membuat Kagami menoleh menatapnya.
"Apa kau bilang?" Tanya Kagami dengan tatapan seperti seekor harimau liar.
"Halo, Tiger." Ucap Rei dengan memberikan penekanan pada kata 'Tiger'.
"Namaku Kagami Taiga bukan Tiger."
"Tapi kau masuk kelas seperti itu jadi aku memanggilmu Tiger."
"Jangan memanggilku seperti itu, aku tidak suka."
"Jika kau tidak ingin dipanggil Tiger maka lain kali jangan membanting pintu seperti itu. Kau akan merusak pintunya, Kagami-kun."
"Iya iya, ngomong-ngomong siapa namamu?"
"Namaku Rei Nabila, oh, dan dia Kuroko Tetsuya." Ucap Rei sambil memperkenalkan Kuroko.
"Uwaaa, sejak kapan kau disitu? Apa kau hantu?" Kagami yang kaget hampir saja jatuh dari kursinya, tapi ia bisa menahan beratnya dengan bertumpu pada meja.
"Dia ini manusia, apa-apa kau ini." Ucap Rei sedikit jengkel karena tokoh favoritnya dibilang hantu.
"Salam kenal Kagami-kun." Ucap Kuroko.
"Sa-Salam kenal." Ucap Kagami yang masih kaget.
'Pfft ekspresi kaget nya sangat lucu.' Batin Rei yang berusaha menahan tawanya.
"Hei, kau sedang menertawaiku kan?" Tanya Kagami yang menyadari Rei sedang menahan tawanya.
"Maaf, maaf, itu karena ekspresimu sangat lucu." Ucap Rei masih berusaha untuk tidak tertawa.
"Terserah." Ucap Kagami lalu mengabaikan Rei.
"Ano...Rei-san bagaimana kau bisa melihatku?" Tanya Kuroko.
"Oh, maksudmu bagaimana aku bisa melihatmu padahal tidak ada yang pernah menyadari keberadaan mu?" Kuroko pun hanya mengangguk.
"Itu karena aku bisa melihat hantu."
"Apa? Benarkah?" Tanya Kagami yang kaget mendengar pernyataan Rei.
"Tentu saja itu bohong, hahahaha." Rei pun akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Sebenarnya, aku juga tidak tau, yang jelas aku sudah sejak lama memperhatikan mu Kuroko-kun." Ucap Rei saat sudah berhasil menghentikan tawanya dan menatap Kuroko.
"Begitu." Ucap Kuroko masih dengan wajah datarnya.
'Ada apa denganku? Kenapa aku merasa jantungku berdetak lebih cepat saat menatap matanya?' Batin Kuroko.
Guru pun memasuki kelas dan para murid diminta memperkenalkan diri satu persatu.
__ADS_1
Jangan Lupa Like
(Bersambung)