
Selain pertandingan, tim basket dari SMA Seirin juga diwawancarai oleh majalah bulanan basket. Pemain inti dan pelatih lah yang diwawancarai. Sedangkan yang lain hanya memperhatikan.
'Mereka terlihat gugup.' Batin Rei lalu tertawa kecil.
Mereka yang diwawancarai menjawab seadanya.
Saat akan pergi bersama yang lain, Kuroko menghentikan Kagami. Sedangkan Rei diam-diam juga menghentikan langkahnya dan mendengar pembicaraan mereka.
"Kagami-kun, ada waktu sebentar?" Ucap Kuroko yang membuat Kagami menoleh padanya. "Aku sedikit marah." Lanjutnya.
"Nande?! Kita kan menang." Ucap Kagami terkejut.
"Masalahnya adalah setelah itu. Apa kau senang dengan apa yang terjadi pada Himuro-san?" Tanya Kuroko yang membuat Kagami tertegun.
"Mau bagaimana lagi. Menang atau kalah, kami sudah bukan lagi saudara setelah pertandingan usai. Itu janji yang kami buat." Ucap Kagami.
"Kalian berdua bodoh ya?" Ucap Kuroko yang membuat Kagami kesal.
"Apa?!" Ucap Kagami yang kesal.
Kuroko lalu menunjukkan kalung yang sebelumnya diminta Kagami untuk dibuang.
"Aku sudah menyuruhmu untuk membuangnya!" Ucap Kagami terkejut.
"Aku tidak bisa melakukannya. Entah mengapa, aku merasa kalau kau tidak ingin aku melakukannya." Ucap Kuroko yang kembali membuat Kagami tertegun. "Aku pun tidak meragukan perasaanmu. Tapi apa sulit jika terus bersaudara dan bersaing secara bersamaan? Aku yakin Himuro-san juga sepertimu. Tapi di dalam hatinya, dia pasti mengerti." Lanjutnya.
"Barusan aku melihatnya berjalan keluar. Pergilah temui dia dan berbaikan." Ucap Kuroko lalu Kagami mengambil kalung itu dan menemui Himuro yang sudah babak belur dan disana juga ada Alex yang sedang dicekik oleh seseorang yang terlihat seperti berandalan.
Rei yang sebelumnya bersembunyi berlari mengikuti Kagami setelah ia melihat Kuroko sudah tidak ada disana. Rei juga melihat hal yang sama dengan yang dilihat Kagami.
"Apa yang kau lakukan? Siapa kau ini?" Ucap Kagami yang tersulut emosi.
"Lepaskan dia, Haizaki!" Ucap Rei.
Haizaki lalu melihat kearah Kagami lalu Rei.
"Ada cewek lain lagi rupanya." Ucap Haizaki lalu menjilat bibirnya sendiri.
'Melihatnya secara langsung, ternyata dia sangat menjijikkan.' Batin Rei.
"Kau kenal dia, Rei?" Tanya Kagami.
"Tidak, tapi aku tau tentangnya. Dia Haizaki Shogo. Dia adalah pemain reguler Teiko sebelum Kise-kun bergabung. Dia dulu pernah dipaksa untuk berhenti dari tim oleh Akashi-kun. Dia punya talenta tapi tidak bisa jauh dari kekerasan, sampai Kise-kun menggantikannya."
"Cepat...lepaskan aku...brengsek!" Ucap Alex terbata-bata karena masih dicekik. Alex lalu melayangkan tendangan yang membuat Haizaki melepaskan cekikannya.
Alex langsung terbatuk-batuk dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Alex! Sialan kau..." Ucap Kagami yang akan menyerang Haizaki, tapi segera dihentikan oleh Rei.
"Hentikan, Kagami-kun!" Ucap Rei lalu Kagami pun berhenti. "Kau akan dapat masalah kalau ada yang melihatmu terlibat perkelahian ini!" Lanjutnya.
Haizaki hendak memukul Kagami. Kagami lalu menghindarinya. Lalu ada bola yang tiba-tiba dilemparkan oleh Kise. Haizaki pun menangkapnya dengan satu tangan.
__ADS_1
Cerita bersambung di bawah ini
"Kau berani juga ya, melempar bola ini kearah ku begitu saja, Ryota." Ucap Haizaki.
"Kise?" Ucap Kagami yang terkejut.
"Doumo." Ucap Kise. "Kalian pasti sudah tau tentang bagaimana hubunganku dengannya dari Reicchi. Aku benci mengatakan ini, tapi bisakah kalian tidak ikut campur." Lanjutnya dengan wajah serius.
"Aku mengerti situasinya, tapi aku benar-benar ingin bertanding melawanmu di babak selanjutnya, Kagamicchi. Aku yang akan bertanggung jawab dan akan kuhajar dia nanti." Ucap Kise lagi masih dengan wajah yang serius. "Aku tidak peduli dengan nama generasi keajaiban. Meski begitu, aku tidak mau dengan mudah memberikannya pada orang seperti mu, Shogo-kun." Lanjutnya sambil melihat kearah Haizaki.
"Aku juga tidak memintanya. Sudah kubilang, Ryota. Aku akan merebutnya, jadi aku ingin agar kau menyerahkannya, baka." Ucap Haizaki lalu pergi.
"Kenapa kau kemari, Taiga?" Tanya Himuro.
"Maaf, kita bicara lagi lain waktu ya." Ucap Kagami lalu ia beralih pada Kise. "Pokoknya, kau tidak boleh kalah!" Ucap Kagami pada Kise.
"Tentu saja!" Ucap Kise.
"Ganbatte ne, Kise-kun." Ucap Rei sambil tersenyum pada Kise.
Kise lalu mengangguk dan tersenyum penuh semangat.
Setelah itu, Rei dan Kagami kembali bergabung dengan yang lain. Mereka saat ini sedang menantikan pertandingan antara Akademi Fukuda Sogo melawan SMA Kaijou.
Pertandingan pun dimulai. Kaijou mencetak angka terlebih dahulu. Haizaki terlihat memukul rekan setimnya.
'Inilah kenapa aku tidak menyukainya.' Batin Rei saat melihat Haizaki memukul rekan setimnya.
Kise mulai menunjukkan kemampuan copy nya. Tapi Haizaki juga melakukan hal yang sama. Semua yang melihatnya begitu terkejut.
"Tidak, ini sedikit berbeda." Ucap Kuroko.
"Kemampuan Kise-kun hanyalah meniru lawannya, sedangkan Haizaki..." Ucap Rei menggantungkan kalimatnya. "Dia tak meniru, namun dia mencuri teknik pemain lain." Lanjutnya.
Di babak kedua, Kaijou semakin kesulitan. Sedangkan Kise juga sedang terpuruk karena tidak bisa menghentikan Haizaki.
'Kise, aku tau kau bisa. Jangan menyerah!' Batin Rei.
Kuroko lalu berdiri dari duduknya.
"Aku percaya padamu, Kise-kun!" Teriak Kuroko.
"Kise-kun, ganbatte! Jika kau sampai kalah olehnya, aku akan membencimu!" Teriak Rei.
Kise yang melihat mereka berdua berteriak pun tersenyum. Lalu mata Kise seperti memancarkan sesuatu.
Kise lalu meniru gerakan Midorima, lalu Aomine dan Murasakibara. Dia meniru gerakan Kiseki no Sedai yang lain dengan kemampuan perfect copy nya.
'Akhirnya kau mengeluarkannya juga, Kise.' Batin Rei sambil tersenyum.
Haizaki lalu menginjak kaki Kise yang cedera. Tapi itu tidak berpengaruh bagi Kise, ia tetap bertahan sampai pertandingan selesai. Pertandingan pun dimenangkan oleh Kaijou.
Rei segera berpisah dengan anggota timnya. Ia saat ini sedang berada di depan ruang ganti tim Kaijou dengan membawa kompres ditangannya.
__ADS_1
Tim Kaijou pun keluar dari ruang ganti. Rei segera menghampiri Kise.
"Kise-kun." Panggil Rei yang membuat Kise menoleh padanya.
"Reicchi, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kise yang terkejut melihat Rei.
Rei tidak menjawab, ia justru menarik tangan Kise untuk duduk di salah satu kursi panjang. Kise hanya mengikutinya dan duduk, sedangkan anggota tim Kaijou yang lain sudah pergi duluan meninggalkan mereka berdua.
Rei lalu berjongkok dan membuka sepatu Kise.
"Reicchi, apa yang kau lakukan?" Tanya Kise yang terkejut.
"Diamlah." Ucap Rei lalu melanjutkan membuka sepatu Kise dan mengompres kakinya. "Kau sudah berjuang keras." Ucap Rei lagi yang masih sibuk mengompres kaki Kise.
Kise yang merasa terharu pun menangis bombai dan langsung memeluk Rei.
"Lepaskan, Kise-kun! Aku tidak bisa mengompres kakimu kalau seperti ini!" Ucap Rei sambil berusaha melepaskan pelukan Kise.
Kise pun melepaskan pelukannya.
"Arigatou, Reicchi." Ucap Kise yang sudah menghentikan tangisnya.
Rei hanya tersenyum dan kembali fokus mengompres kaki Kise. Setelah selesai, ia lalu berdiri dihadapan Kise yang masih duduk.
"Berikutnya tim mu akan melawan tim ku. Aku tidak sabar melihatnya." Ucap Rei lalu tersenyum lagi.
Kise lalu mengangguk sambil tersenyum.
"Aku akan berjuang." Ucap Kise lalu berdiri dari posisi duduk nya.
Kise lalu memeluk Rei lagi.
"Reicchi, berjanjilah padaku." Ucap Kise berbisik di telinga Rei.
Rei hanya diam menantikan kalimat selanjutnya yang akan diucapkan Kise.
"Jadilah pacarku, jika aku menang melawan tim mu di pertandingan berikutnya." Lanjutnya dengan wajah serius.
Rei pun terdiam mendengarnya. Ia tidak bisa menjawab. Kise lalu melepaskan pelukannya dan melihat wajah Rei.
"Aku anggap kau menyetujuinya." Ucap Kise sambil tersenyum.
Setelah itu, Kise membawa Rei keluar stadion sambil menggenggam tangannya. Ia juga mengantarkan Rei pulang.
Rei yang tidak tau harus bagaimana hanya bisa diam. Saat sampai di depan rumah Rei, barulah Kise melepaskan genggaman tangannya.
Rei segera masuk ke rumahnya. Ia langsung saja menuju kamarnya yang berada di lantai 2 dan berbaring di kasurnya.
"Apa yang harus kulakukan?" Tanyanya pada diri sendiri.
Rei lalu berguling di kasur nya beberapa kali. Lalu ia memutuskan untuk mandi dan tidur tanpa perlu memikirkan lebih lanjut mengenai janjinya dengan Kise.
jangan lupa Like 😁
__ADS_1
(Bersambung)