
Ujian sudah berakhir, sekolah diliburkan selama 2 minggu. Rei hanya dirumah berbaring di atas kasurnya, tidak tau apa yang ingin ia lakukan. Kalender sudah menunjukkan tanggal 23 Desember, besok adalah malam natal.
'Kira-kira apa yang kulakukan, ya.' Batin Rei lalu ia berguling-guling di atas kasurnya.
Ponselnya berdering, tanda ada panggilan masuk. Ia segera bangkit dari posisi berbaringnya dan mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas di samping tempat tidur.
"Moshi moshi." Ucap Rei.
"Moshi moshi, Rei-san." Ucap Kuroko yang menelepon Rei.
"Ada apa, Kuroko-kun?"
"Begini, kami Kiseki no Sedai berencana mengadakan reuni besok siang di lapangan basket dekat SMP Teiko. Apa Rei-san mau ikut?"
"Kau yakin aku boleh ikut? Aku bahkan bukan bagian dari kalian."
"Tentu saja boleh. Rei-san sudah menjadi bagian dari kami. Kagami-kun juga akan ikut, jadi tidak perlu khawatir."
Jeda beberapa detik, Rei sedang berfikir.
"Wakatta. Aku akan pergi."
"Kami akan menunggu mu." Ucap Kuroko lalu mematikan sambungan teleponnya.
Rei kembali meletakkan ponselnya di atas nakas di samping tempat tidur dan merebahkan dirinya di kasur.
'Apa aku buat kue saja ya?' Batin Rei sambil menimbang-nimbang. 'Aku akan mengajak mereka ke rumah lalu akan kubuatkan kue untuk mereka.'
Karena hari yang sudah malam, perlahan ia memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpi.
SKIP TIME
Besoknya, Rei sudah siap dengan rambut yang diikat dan pakaiannya. Ia menggunakan sweater berwarna putih, celana jeans hitam, sepatu kets putih, dan mantel bulu berwarna hitam.
Ia berjalan menyusuri jalanan yang masih terdapat sedikit salju. Saat tiba di dekat SMP Teiko ia melihat sebuah lapangan basket.
Disana, sudah berkumpul beberapa orang dengan rambut berwarna-warni. Ada merah, hijau, ungu, biru tua, pink, kuning.
Ia berjalan mendekat. Saat sudah cukup dekat, mereka menoleh bersamaan saat merasakan kehadiran seseorang. Mereka terkejut melihat sosok itu.
"Reicchi! Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kise yang terkejut melihatnya.
"Kuroko-kun mengundangku ke acara reuni kalian. Apa kalian tidak tau?" Ucap Rei.
Mereka menggeleng bersamaan. Rei merasa tidak enak.
"Gomen, jika aku mengganggu kalian. Kalau begitu aku akan pergi." Ucap Rei.
Saat Rei akan pergi, ada tangan yang menahannya. Ia menoleh mendapati Kuroko dan Kagami yang baru saja datang dan Kuroko yang menggenggam tangannya.
"Rei-san, jangan pergi. Bergabunglah bersama kami." Ucap Kuroko yang masih menahan Rei untuk tidak pergi.
"Itu benar, kami justru senang dengan adanya Reicchi disini." Ucap Kise.
"Aku tidak masalah." Ucap Akashi.
"Aku juga. Bukan berarti aku peduli." Ucap Midorima sambil menaikkan kacamatanya.
"Aku lebih suka kalau Rei-chin ada disini." Ucap Murasakibara sambil memakan cemilannya.
Rei mengangguk dan berbalik lagi.
"Oi, Tetsu. Aku tidak masalah kau membawa Rei. Tapi kenapa kau bawa dia kesini?" Ucap Aomine sambil menunjuk Kagami.
"Memangnya kenapa kalau aku disini? Ada masalah." Ucap Kagami menantang.
Terjadilah pertengkaran antara mereka berdua. Rei lalu memisahkan mereka berdua sambil berkacak pinggang dan berdiri diantara mereka berdua.
"Mou, yamete. Kalian seperti anak kecil saja." Ucap Rei lalu mengambil bola basket tadi dibawa oleh Kuroko. "Lebih baik kita main basket. Akashi, Kise, aku, dan Kagami akan satu tim. Midorima, Murasakibara, Aomine, dan Kuroko akan satu tim."
"Reicchi bisa main basket?" Ucap Kise sedikit terkejut.
__ADS_1
"Tentu saja aku bisa." Ucap Rei lalu melepaskan mantelnya. "Ayo kita mulai."
Mereka pun bermain basket, sedangkan Momoi hanya duduk melihat mereka bermain sambil menyemangati Kuroko.
Mereka terus bermain hingga tak terasa hari sudah sore. Mereka sedang duduk di lapangan untuk beristirahat setelah bermain terus.
"Aku ingin mengundang kalian ke rumahku. Apa kalian mau?" Tanya Rei.
"Aku mau!!" Ucap Kise bersemangat.
Rei lalu melihat mereka satu persatu. Mereka semua mengangguk.
"Aku mengangguk bukan berarti aku mau." Ucap Midorima.
"Tsundere tetaplah tsundere." Ucap Aomine.
"Aku tidak tsundere." Ucap Midorima.
"Mana ada tsundere yang mau mengaku." Ucap Kise.
Midorima akhirnya diam dan tidak membalas ucapan mereka lagi, menurutnya itu tidak berguna.
Mereka lalu berjalan bersama ke rumah Rei. Saat sampai dirumah Rei, hari sudah gelap.
"Kagami-kun, bisa tolong aku?" Tanya Rei.
"Tentu saja. Apa yang bisa kubantu?" Ucap Kagami.
"Bantu memasak." Ucap Rei lalu berjalan menuju dapur dengan diikuti Kagami.
Momoi juga mengikuti mereka menuju dapur.
"Aku bantu ya?" Tanya Momoi bersemangat.
"Tidak perlu, cukup kami berdua saja." Ucap Rei tanpa melihat Momoi.
"Oh, ayolah...aku juga bisa memasak." Ucap Momoi merengek sambil memeluk lengan Rei.
Momoi tidak menyerah.
'Apa boleh buat.' Batin Rei lalu menghela nafas. Ia menyerah.
"Kau bisa memotong sayur itu, kan?" Ucap Rei sambil menunjuk sayur yang tadinya akan ia potong.
"Tentu saja!" Ucap Momoi lalu memotong sayurnya.
Sedangkan Kagami dan Rei mengerjakan hal lain. Rei sebisa mungkin tidak membiarkan Momoi memasukkan sesuatu yang aneh kedalam masakannya.
Saat makanannya sudah selesai dimasak, Rei memanggil mereka untuk makan malam.
"Ittadakimasu!!" Ucap mereka bersamaan dan menikmati makanan yang telah dimasak oleh Rei dan Kagami juga dengan sedikit bantuan dari Momoi.
Mereka sudah selesai menghabiskan makan malam mereka.
"Masakan Reicchi sangat enak!" Ucap Kise.
"Arigatou, Kise-kun. Kau terlalu memuji, Kagami-kun juga membantuku." Ucap Rei sambil melihat ke arah Kagami dan menunjukkan senyumannya.
Kagami sedikit merona karenanya.
"Rei-chin jangan cuma tersenyum pada Kagami-chin. Aku tidak suka." Ucap Murasakibara menunjukkan wajah cemberutnya.
Rei sedikit terkejut mendengar ucapan Murasakibara. Kiseki no Sedai yang lain juga menunjukkan aura tidak menyenangkan.
'Kenapa dengan mereka semua?' Batin Rei bingung.
Mereka sedang berkumpul di ruang tamu dan duduk di lantai. Sedangkan Rei sedang mencuci peralatan makan yang tadi dipakai.
"Rei-san, apa aku boleh membantumu mencuci?" Tanya Kuroko yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Rei membuatnya sedikit terkejut.
Rei kemudian menoleh.
__ADS_1
"Aku bisa mencuci semuanya sendiri." Ucap Rei sambil tersenyum.
"Aku akan tetap membantumu." Ucap Kuroko lalu membantu Rei mencuci.
"Arigatou." Ucap Rei sambil tersenyum.
Setelah selesai, Rei meminta Kuroko menunggu di ruang tamu bersama yang lain. Ia lalu mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat kue. Ia berniat membuat strawberry shortcake.
Sedangkan Kiseki no Sedai, Kagami dan Momoi sebenarnya penasaran dengan apa yang sedang dikerjakan oleh Rei di dapur. Mereka pun diam-diam mengintipnya.
Rei sedang membuat kue dengan senyum yang tidak berhenti menghias wajahnya.
Saat Rei sudah selesai membuat kue, Kiseki no Sedai, Kagami dan Momoi segera kembali duduk di ruang tamu.
'Kuharap mereka akan suka.' Batin Rei memperhatikan kue yang telah dibuatnya.
Ia lalu membawa kue itu, ke ruang tamu dimana mereka semua sedang berkumpul.
"Minna!" Ucap Rei ceria lalu menunjukkan kue yang telah dibuatnya. "Ayo kita makan sama-sama!" Lanjutnya.
Mereka pun menikmati kue yang telah dibuat oleh Rei.
"Kuenya sangat enak." Komentar Akashi sambil tersenyum.
"Ini enak. Bukan berarti aku suka." Ucap Midorima kembali menaikkan kacamatanya.
"Reicchi sangat pandai memasak." Puji Kise lalu mendekatkan wajahnya pada Rei. "Reicchi, maukah kau menjadi istriku?" Lanjutnya membuat mereka semua terkejut.
Rei terdiam dengan wajah merona merah. Aomine segera menjauhkan wajah Kise dari Rei.
"Oi, Kise! Jangan macam-macam kau!" Ucap Aomine.
"Ryota, jangan seenaknya. Dia itu milikku." Ucap Akashi lalu mengeluarkan guntingnya.
"Rei-chin itu punyaku!" Ucap Murasakibara sambil memeluk Rei dari belakang.
"Kau tidak boleh begitu, Murasakibara-kun. Aku juga menyukai Rei-san." Ucap Kuroko sambil melepaskan pelukan Murasakibara pada Rei.
"Rei lebih cocok denganku." Ucap Midorima.
"Rei lebih pantas untukku." Ucap Kagami.
"Siapa yang bilang kau pantas untuknya, Bakagami?!" Ucap Aomine.
"Apa kau bilang?!" Ucap Kagami yang tersulut emosi.
Terjadilah pertengkaran antara mereka. Rei hanya bisa diam dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.
'Bagaimana ini? Mereka semua menyukaiku. Aku harus bagaimana?' Batin Rei yang bingung.
"Stop! Stop!" Teriak Momoi melerai mereka.
Mereka pun berhenti bertengkar dan memperhatikan Momoi.
"Kalian ini seperti anak kecil saja. Kenapa kalian tidak tanya pada Rei-chan siapa yang dia suka?" Ucap Momoi sambil berkacak pinggang.
"E-Eh...aku?" Ucap Rei semakin bingung.
"Siapa yang kau suka diantara mereka, Rei-chan?" Tanya Momoi serius.
"Aku..." Rei memperhatikan mereka satu persatu. "Aku...aku tidak tau. Gomen, Minna!" Lanjutnya sambil membungkuk.
"Kalau begitu, kita akan putuskan saat valentine nanti. Dan saat itu, kau harus memilih diantara kami dengan cara memberikan coklat pada orang yang kau suka." Ucap Akashi. "Bagaimana? Kalian setuju?" Lanjutnya.
Kiseki no Sedai dan Kagami mengangguk setuju.
'Kenapa semuanya jadi begini?!' Batin Rei.
Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya
(Bersambung)
__ADS_1