
Saat ini, tim Seirin sedang berada di sebuah restoran keluarga. Kagami terlihat sedang bersusah payah untuk memakan brokolinya dengan menggunakan sumpit. Karena gagal, ia lalu berteriak.
"Kagami, apa kau tidak bisa diam?!" Ucap Hyuga.
"Uh, maaf." Ucap Kagami.
"Brokoli itu sangat licin." Ucap Teppei.
"Apa hubungannya?" Ucap Hyuga tidak mengerti.
"Apa yang dia lakukan?" Tanya Koganei.
"Dia sedang berlatih." Jawab Tsuchida.
"Berlatih?" Ucap Kawahara tidak mengerti.
"Dia sedang berlatih menggunakan tangan kirinya." Ucap Rei.
Brokoli yang hendak dimakan Kagami terjatuh lalu dimakan oleh Nigou.
"Sialan kau Nigou! Cepat kembalikan!" Ucap Kagami kesal sambil berdiri dari kursinya.
"Kagami!" Tegur Hyuga.
Kagami langsung terdiam dan kembali duduk. Kuroko diam-diam tersenyum.
"Ngomong-ngomong, apa yang akan kalian lakukan besok? Akhirnya kita punya waktu libur juga." Ucap Kawahara.
"Mungkin aku akan tidur seharian." Ucap Fukuda.
"Bagaimana kalau kita ikut ini?" Ucap Furihata sambil menunjukkan selembar brosur.
"Oh, basket jalanan. Sepertinya menarik." Ucap Rei.
"Hey anak kelas satu. Apa kalian tidak tau apa itu hari libur? Istirahat, kalian harus istirahat." Ucap Riko.
"Kami tau kok, tapi Kagami dan Kuroko selalu bermain dalam pertandingan, tapi kami juga kadang-kadang ingin bermain." Ucap Furihata.
"Bagus! Bagus sekali!" Ucap Teppei sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Itu baru semangat, kelas satu! Benarkan Hyuga?"
"Y-Ya" Ucap Hyuga.
"Hey, Riko. Karena mereka bersemangat biarkan saja mereka melakukannya." Ucap Teppei.
"Tunggu dulu, aku..."
"Kelas satu ingin mengikutinya. Biarkan saja mereka." Ucap Teppei yang memotong ucapan Riko.
"Ya sudah, tapi hanya untuk kelas satu." Ucap Riko yang akhirnya menyetujui.
"Yosh! Aku sudah mendapatkan izin. Semuanya, lakukan yang terbaik." Ucap Teppei yang memberi semangat pada anak kelas satu.
"Baik." Ucap Fukuda, Kawahara dan Furihata bersamaan.
"Okay, ayo pergi!" Ucap Kagami yang berdiri dari kursinya mendahului yang lain.
__ADS_1
Besoknya, mereka mengikuti pertandingan basket jalanan seperti yang direncanakan kemarin. Tapi karena Kawahara sedang demam, maka Teppei menggantikannya. Saat memasuki tempat akan dilakukannya pertandingan basket jalanan, Kagami terus mengusap cincin yang ia jadikan kalung.
Saat akan mendaftar, tim Seirin bertemu dengan tim Seiho di tempat pendaftaran. Akhirnya mereka mengobrol bersama. Setelah selesai mengobrol, tidak lama pertandingan pun dimulai.
Saat tiba di tempat pertandingan, tim Seiho sudah kalah di pertandingan pertama. Ada seseorang yang Kagami kenali disana, seorang pria berambut hitam.
"Kenapa dia ada disini?" Ucap Kagami tidak percaya.
Pria itu lalu berbalik, ia juga memakai kalung yang sama dengan yang Kagami pakai. Salah satu matanya tertutupi oleh poni nya yang panjang dan ia memiliki tahi lalat di bawah mata kanannya.
"Himuro Tatsuya!" Ucap Kagami belum terlepas dari keterkejutannya.
"Taiga?" Ucap Himuro yang juga mengenali Kagami. Ia lalu berjalan mendekati Kagami. "Aku terkejut bisa bertemu denganmu disini." Ucap Himuro.
"Kau tidak terkejut sama sekali, tetap berekspresi datar seperti biasanya?" Ucap Kagami.
"Aku tidak berekspresi datar, memang beginilah keadaanku." Ucap Himuro.
"Kau, Himuro? Temannya Kagami?" Tanya Teppei.
"Kami bukan teman. Bisa dibilang, aku saudara laki-lakinya." Ucap Himuro.
Mereka semua begitu terkejut kecuali Rei yang sudah mengetahui tentang Himuro dan memasang ekspresi datar. Kagami pun menceritakan tentang masa lalunya pada mereka semua. Lalu tentang janji mereka, jika Kagami kalah maka mereka bukan lagi saudara.
"Pada saat itu aku sangat kecewa, tapi tahun ini aku ada di Jepang, dan sekarang aku di SMA Yosen. Pertemuan seperti inilah yang aku inginkan. Tepatilah, janji pada hari itu." Ucap Himuro lalu berjalan menjauh.
"Tatsuya!" Panggil Kagami yang menghentikan langkah Himuro.
"Apa?" Ucap Himuro yang sedikit menoleh ke belakang.
"Aku...sebenarnya..." Saat akan melanjutkan kalimatnya, Kagami dipukul oleh Nigou yang diangkat Kuroko.
"Aku tidak suka saat kau ragu-ragu." Ucap Kuroko.
"Hah?!"
"Kupikir aku bisa memahami cerita itu. Berarti, itu adalah salahmu karena tidak bersungguh-sungguh melawannya."
Kagami yang mendengar ucapan Kuroko terkejut.
"Itu kan...kalau aku menang..." Ucap Kagami berusaha menyangkal.
"Kau tidak bisa memanggil Himuro-san kakak, dan mungkin menang disaat kondisinya tidak baik adalah bukan hal yang kau inginkan. Tapi, pada permainan basket yang kita cintai, tidak ada yang namanya mengalah dengan sengaja. Bahkan jika bukan saudara lagi, bukan berarti kalian berdua akan berubah." Ucap Kuroko.
Ucapan Kuroko itu lalu membuatnya sadar akan apa yang harus ia lakukan dan tidak ragu-ragu lagi.
"Benar juga. Aku menyukai basket karena aku menikmati melawan pemain yang kuat. Walaupun lawannya adalah Tatsuya. Sankyu, Kuroko. Sudah kuputuskan! Jika nanti kita berhadapan, aku akan bermain dengan sungguh-sungguh, Tatsuya!" Ucap Kagami sambil menggenggam cincin yang ia jadikan kalung tersebut dengan penuh keyakinan.
"Ya, aku juga berharap seperti itu." Ucap Himuro sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong, maaf, kau siapa?" Tanya Himuro pada Kuroko.
"Kuroko Tetsuya desu, hajimemashite" Ucap Kuroko.
"Oh...jadi itu kau. Kau telah menemukan partner yang menarik ya, Taiga." Ucap Himuro yang seperti mengenali siapa Kuroko.
__ADS_1
"Eh, Tatsuya! Kau tau Kuroko?!" Ucap Kagami yang terkejut karena Himuro mengenali Kuroko.
"Ya, sedikit sih. Di timku juga ada orang yang menarik." Ucap Himuro.
Akhirnya, pertandingan antara SMA akan segera dimulai. Saat akan melakukan tip off, seorang pria yang tinggi dan berambut ungu muncul ditengah lapangan.
"Maaf, bisa tunggu sebentar?" Ucap pria itu.
"Kau telat, Atsushi." Ucap Himuro.
"Maaf, tadi aku tersesat." Ucap pria itu.
"Lama tak jumpa, Murasakibara-kun." Ucap Kuroko.
Mendengar hal itu membuat Kagami terkejut.
"Ah? Ada Kuro-chin. Sedang apa disini? Seperti biasa, kau selalu serius. Kau begitu serius, sampai-sampai aku ingin menghancurkanmu." Ucap Murasakibara.
Rei pun berjalan mendekat.
"Doumo, Murasakibara-kun." Ucap Rei lalu mengeluarkan maibou dari kantongnya dan menyodorkannya di depan Murasakibara. "Ini, sebagai salam perkenalan. Ambillah."
Murasakibara terlihat berbinar saat melihat apa yang diberikan Rei padanya.
"Arigatou!" Ucap Murasakibara yang menerima pemberian Rei dengan semangat. "Ngomong-ngomong, namamu siapa? Nyam" Ucapnya lagi sambil mengunyah maibou yang diberikan Rei.
"Rei Nabila desu, yoroshiku Murasakibara-kun." Ucap Rei sambil tersenyum manis.
Deg Deg
"Aku jadi ingin memakanmu." Ucap Murasakibara.
"Eh?" Ucap Rei yang tidak mengerti lalu memiringkan kepalanya.
Murasakibara lalu meletakkan tangannya diatas kepala Rei dan mengusap kepalanya. Perlahan, wajah Rei timbul semburat merah atas perlakuan yang diberikan Murasakibara.
'Ahhhh! Apa yang harus kulakukan?! Aku sangat malu!' Batin Rei yang lalu menunduk untuk menutupi wajahnya yang memerah.
'Apa dia lakukan?! Membuatku kesal saja!' Batin Kagami.
'Murasakibara-kun sangat menyebalkan.' Batin Kuroko.
Setelah selesai mengusap kepala Rei, Murasakibara mulai mengeluarkan sebungkus keripik kentang dari kantong belanjaan yang dibawanya, lalu membuka dan memakan isinya.
"Oh, aku sampai lupa." Ucap Murasakibara lalu mengalihkan perhatiannya pada Himuro. "Muro-chin, kita tidak boleh bermain di pertandingan tidak resmi. Aku kesini untuk menghentikanmu." Lanjutnya.
"Begitu ya. Sayang sekali." Ucap Himuro yang terlihat kecewa.
"Ayo kita pergi." Ajak Murasakibara.
Kagami menghentikan Murasakibara saat akan menantangnya. Murasakibara lalu menarik alis Kagami dan membuat Kagami sangat kesal. Saat Murasakibara akan pergi lagi, Kagami memprovokasinya. Dan cara Kagami itu berhasil dan mereka pun memutuskan untuk bertanding. Rei hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kagami tadi.
Pertandingan pun dimulai. Tim Seirin berhasil mencetak angka terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, Himuro mencetak angka untuk timnya. Di saat sedang berlangsungnya pertandingan, turun hujan deras sehingga pertandingan terpaksa dihentikan. Untung saja Rei menggunakan kaos berwarna hitam dan ia tidak berniat untuk berteduh, ia justru menghampiri timnya.
Himuro dan Murasakibara memutuskan untuk pergi. Sebelum pergi, Himuro menunjukkan pada Kagami teknik yang belum diketahuinya. Sedangkan Murasakibara mengelus kepala Rei lagi sebelum pergi yang membuat Kuroko dan Kagami kembali kesal.
__ADS_1
Jangan Lupa Like 😁
(Bersambung)