
Setelah menyelesaikan Training Camp, Tim Seirin memutuskan untuk menonton pertandingan Inter High antara Kaijou melawan Touou. Mereka pergi dengan menggunakan bus. Di dalam bus, Kagami hanya menatap keluar melihat jalanan jika saja Kuroko tidak menginterupsinya. Sedangkan, Rei duduk di sebelah Kuroko
"Kagami-kun" Panggil Kuroko yang duduk didepan Kagami dengan menyembulkan kepala ke belakang. Kagami yang melihatnya pun terkejut.
"Apaan sih?" Ucap Kagami yang sedikit kesal dengan tingkah Kuroko. Rei yang melihat mereka hanya tertawa kecil.
"Sebelum kita pergi, Midorima-kun memberiku pesan."
"Hah?"
Flashback on
Midorima dan Kuroko sedang berada di lapangan basket indoor didekat penginapan.
"Terima kasih" Ucap Kuroko yang membuat Midorima menatapnya.
Flashback off
Mendengar hal itu membuat Kagami menjadi sangat kesal.
"Si keparat itu..." Ucap Kagami.
"Lalu, 'Jangan kalah sebelum aku mengalahkanmu.'" Ucap Kuroko melanjutkan.
Mendengar itu Kagami yang awalnya kesal menjadi terkejut.
"Sepertinya dia mau bilang begitu." Ucap Kuroko.
"Mana mungkin aku kalah, bodoh! Katakan itu padanya!" Ucap Kagami sambil menyeringai.
Tak butuh waktu lama, bus yang mereka tumpangi sudah sampai di tempat dimana pertandingan berlangsung. Begitu mereka memasuki stadion, terdengar suara riuh dari penonton yang bersemangat menunggu pertandingan berikutnya dimulai.
"Kuroko" Panggil Kagami yang membuat Kuroko menoleh padanya.
"Menurutmu siapa yang akan menang?" Tanya Kagami.
"Aku tidak tau. Ini pertama kalinya aku melihat dua pemain starter Kiseki no Sedai saling berhadapan. Hanya saja...Kise-kun mulai bermain basket karena mengagumi Aomine-kun." Ucap Kuroko
"Benarkah?" Ucap Kagami.
"Mereka dulu sering sekali bertanding one on one, tapi Kise-kun sama sekali belum pernah menang." Ucap Kuroko.
Dari bangku penonton, tim Seirin sedang menunggu pertandingan dimulai. Sedangkan kedua tim sedang melakukan pemanasan. Setelah pemanasan selesai dilakukan, pertandingan pun dimulai.
Tim Touou berhasil mencetak angka terlebih dahulu. Kedua tim bermain dengan sangat sengit. Terus mengejar ketertinggalan satu sama lain. Kise dan Aomine juga bertanding one on one. Mereka berdua bermain dengan sangat baik. Saat Aomine melakukan shoot, Kise berhasil menghentikannya.
'Kau sudah berkembang Kise.' Batin Rei sambil tersenyum.
Quarter pertama selesai dengan Kaijou yang memimpin angka 18-13.
"Jangan-jangan Aomine sedang menahan diri lagi, ya?" Ucap Kagami.
"Tidak, kurasa dia bermain dengan serius. Jadi kurasa, kali ini Kise-kun lah yang lebih unggul." Ucap Kuroko.
"Kise sudah menjadi lebih kuat dibandingkan dengan saat latih tanding dulu." Ucap Rei.
"Boleh bertanya sesuatu?" Ucap Teppei yang membuat semua anggota tim Seirin memperhatikannya. "Bagaimana cara kalian mengalahkan Kaijou?" Lanjutnya yang membuat mereka semua tertegun sejenak.
__ADS_1
Cerita bersambung di bawah ini
Mereka terlihat bingung untuk menjawab.
"Dengan semangat?" Jawab Kagami tidak yakin.
Mendengar jawaban Kagami, mereka semua langsung speechless.
"Selain itu, saat kubilang Aomine-kun bermain dengan serius,"
"Dia akan bertambah kuat seiring berjalannya permainan." Ucap Rei yang memotong ucapan Kuroko. "Kalau dia akan bertambah kuat, sebentar lagilah saatnya." Lanjut Rei sambil memperhatikan Aomine dari bangku penonton.
Di quarter kedua, Tim Touou berhasil mengejar ketertinggalan dan membuat angka menjadi seri. Terjadi one on one lagi antara Kise dan Aomine. Aomine terus saja berhasil memasukkan bola ke ring dan mencetak angka.
"Jangan-jangan?!" Ucap Kagami yang menyadari sesuatu.
"Kurasa, memang itulah yang dia rencanakan. Yang ingin Kise-kun coba lakukan adalah..." Ucap Kuroko.
"Meniru gaya permainan milik Aomine-kun." Ucap Rei melanjutkan kalimat yang akan diucapkan Kuroko.
"Mustahil, apa dia bisa?" Ucap Hyuga.
"Pada dasarnya, gerakan yang Kise-kun tiru hanyalah gerakan yang bisa dia lakukan. Dia tidak bisa meniru apa yang tidak bisa dia lakukan." Ucap Rei.
"Hah?" Ucap Koganei yang tidak mengerti.
"Dengan kata lain, dia hanyalah orang yang bisa mempelajari gerakan dengan cepat, ya? Dia tidak bisa meniru gerakan orang lain yang lebih kuat darinya." Ucap Riko.
"Tapi sebaliknya, karena dia bilang dia akan melakukannya, berarti dia percaya bahwa dia akan bisa melakukannya." Ucap Teppei
Quarter kedua selesai dengan tim Touou yang memimpin angka 34-43. Diberikan istirahat selama 10 menit sebelum quarter ketiga dimulai. Kise memutuskan untuk menghirup udara segar diluar. Ia lalu kebetulan bertemu dengan Rei.
"Reicchi?!" Ucap Kise yang terkejut. "Kenapa Reicchi bisa ada disini?"
"Kami mengadakan training camp di dekat disini sampai kemarin, jadi sebelum pulang, sekalian kami menonton pertandingan Inter High." Ucap Rei.
"Eeh...jadi bukan untuk mendukungku, ya?" Ucap Kise yang terlihat kecewa.
"Tidak juga, sebenarnya aku memang ingin menonton pertandingan antara kau melawan Aomine. Karena aku tidak ingin melewatkan sesuatu yang menarik." Ucap Rei.
"Kalau begitu, antara Aominecchi dan aku, siapa kira-kira yang akan menang?" Tanya Kise
"Aku sudah mengetahui siapa yang akan menang. Tapi aku tidak akan mengatakannya padamu." Ucap Rei sambil tersenyum.
"Ehh!! Kenapa?! Tolong beritahu aku Reicchi~" Ucap Kise dengan wajah memelas.
"Tidak, aku tidak boleh mengatakannya. Biarlah kau mengetahuinya sendiri nanti. Aku sangat menantikan apa yang akan kau lakukan nanti. Jangan pernah menyerah, Kise-kun." Ucap Rei masih dengan senyumannya.
"Aku akan berusaha sekuat tenaga." Ucap Kise sambil tersenyum.
Quarter ketiga pun dimulai. Tim Touou terus saja melakukan foul saat akan menghentikan Kise. Selain itu, Kise terus saja meniru gerakan Aomine meski belum sempurna. Kedua tim terus saja bertahan dan menyerang. Terjadi one on one lagi antara Kise dan Aomine. Kise sudah berhasil melakukannya.
'Dia sudah berhasil melakukannya.' Batin Rei lalu tersenyum.
Saat akan menghentikan Kise, Aomine lagi-lagi melakukan foul. Dia sudah melakukan pelanggaran keempat kalinya. Sedangkan tim Kaijou mulai melakukan serangan balik. Saat Kise akan melakukan shoot, Aomine berhasil menghentikannya. Mereka berdua mengeluarkan aura yang tidak biasa.
'Permainan baru saja dimulai!' Batin Rei.
__ADS_1
Setelah istirahat, quarter keempat pun dimulai.
"Touou tidak mengganti pemain mereka." Ucap Hyuga.
"Tapi, siapapun juga pasti akan ragu-ragu kalau sudah mendapatkan empat foul. Apakah tidak apa-apa." Ucap Izuki.
Aomine terus mencetak angka, sedangkan Kise terus meniru Aomine dan mencetak angka. Kedua tim sudah terlihat kelelahan. Terutama Kise dan tim Kaijou. Tapi, mereka sama sekali belum menyerah.
Akhirnya, pertandingan berakhir dengan dimenangkan oleh tim Touou dengan angka 98-110. Kise yang jatuh terduduk saat melawan Aomine di detik-detik terakhir tidak bisa berdiri.
'Kise..' Batin Rei.
Kasamatsu membantu Kise berdiri dan memapahnya. Kise terlihat menangis saat dipapah oleh Kasamatsu. Itu diakibatkan rasa kekesalan akibat kekalahan mereka.
'Kau sudah berjuang dengan baik, Kise.' Batin Rei sambil tersenyum.
Setelah pertandingan selesai, tim Seirin berencana segera kembali ke Tokyo dan melanjutkan latihan mereka. Saat akan keluar stadion, tim Seirin berpapasan dengan seorang pria yang tinggi dan berambut ungu dengan membawa banyak snack ditangannya.
"Lho...? Tadinya kukira aku pernah melewati tempat ini. Ini dimana sih? Bagaimana pun juga, main basket itu malesin. Bikin capek aja. Tapi ngomong-ngomong, rasa snack yang baru ini enak juga." Ucap pria itu sambil memakan salah satu snacknya.
Saat ia melewati Kuroko, Kuroko seakan terkejut dan berhenti lalu menoleh. Rei yang menyadari ekpresi Kuroko ikut menoleh dan melihat pria itu dengan lebih teliti.
"Murasakibara...Atsushi." Ucap Rei yang terdengar seperti gumaman.
"Oi, apa yang sedang kalian lakukan? Nanti ditinggal loh." Ucap Hyuga menginterupsi pikiran Rei dan Kuroko.
Setelah keluar dari stadion, Kuroko langsung saja bermain basket seorang diri di lapangan terdekat.
"Seperti biasa, kau nggak bisa melakukan apa pun selain passing." Ucap Kagami yang datang menghampirinya bersama Rei disampingnya.
"Kenapa bisa tau aku ada disini?" Tanya Kuroko.
"Apa kau lupa? Aku bisa melihatmu." Ucap Rei sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Lagipula, setelah menonton pertandingan tadi, isi kepalamu jadi agak membara, kan?" Ucap Kagami.
"Darahku rasanya jadi panas." Ucap Kuroko.
"Kalau darahmu jadi panas, maka darahku malah sampai mendidih!" Ucap Kagami.
"Permainan mereka memang memiliki kekuatan untuk membuat orang lain jadi seperti itu. Sejak dulu." Ucap Kuroko sambil mengambil bola yang tadi dimainkannya.
"Kedua anggota Kiseki no Sedai yang tersisa, sekuat apa mereka?" Tanya Kagami.
"Yang kutau hanyalah, sebatas kekuatan mereka saat masih SMP. Tapi Kise-kun, Midorima-kun, dan juga Aomine-kun berkembang dengan pesat sejak saat itu. Sudah pasti begitu pula dengan dua anggota yang tersisa." Jawab Kuroko.
"Murasakibara-kun dan Akashi-kun, kan?" Ucap Rei. "Kalau dipikir lagi, tadi kita berpapasan dengan Murasakibara-kun, kan? Laki-laki tinggi dengan rambut ungu dan membawa banyak snack ditangannya."
"Kau benar, Rei-san. Aku bahkan tidak bisa membayangkan sekuat apakah mereka sekarang." Ucap Kuroko.
Kagami lalu berlari mendekati ring, sedangkan Kuroko mengoper bola yang ada ditangannya pada Kagami. Kagami lalu melakukan dunk.
"Akan kita kalahkan mereka satu persatu. Ayo kita tunjukkan pada mereka. Basketku dan basketmu." Ucap Kagami.
"Baik!" Ucap Kuroko.
Rei yang melihat mereka berdua hanya tersenyum.
__ADS_1
Jangan Lupa Like
(Bersambung)