Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 21


__ADS_3

Tak terasa sudah masuk musim dingin dan akan diadakan babak kualifikasi Winter Cup. Kagami sampai tidak bisa tidur lagi saking bersemangatnya. Mereka sudah bersiap untuk berangkat ke stadion.


"Kita akan segera berangkat! Apa semuanya sudah lengkap?" Tanya Riko memastikan anggota timnya sudah lengkap.


"Kita masih kekurangan 1 orang." Ucap Hyuga sambil memperhatikan anggota timnya, ia lalu menyadari sesuatu. "Oh, Kuroko?"


"Aku ada disini." Ucap Kuroko yang lagi-lagi muncul dengan tiba-tiba dan membuat mereka terkejut. "Aku disini sejak tadi." Lanjutnya.


Kuroko terlihat menghela nafas lega dan Kagami menyadari hal itu.


"Tidak, kali ini kau berbohong! Kau baru saja sampai disini dengan berlari!" Ucap Kagami sambil menunjuk Kuroko.


Kuroko hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Kagami. Kagami menjadi kesal.


"Sudahlah, Kagami-kun. Kita harus segera berangkat." Ucap Rei yang berhasil menenangkan Kagami.


Mereka lalu pergi ke stadion tempat dilangsungkannya pertandingan kualifikasi.


Di babak kualifikasi, SMA Seirin akan melawan SMA Josei. Kagami juga dihadang oleh 2 orang dan ia terlihat kesal.


"Kagami-kun, tenanglah!! Jangan terbawa emosi!!" Teriak Rei dari bench dan itu sukses membuat Kagami kembali tenang.


Seirin terlihat kesulitan melawan Josei pada awalnya. Tapi, dengan adanya Kiyoshi Teppei mereka berhasil unggul.


Sedangkan Kagami kembali kesal, bahkan ia lebih kesal dari sebelumnya karena ia sangat sedikit mencetak angka berbanding terbalik dengan Hyuga yang banyak mencetak angka.


'Kagami...kau ini tidak bisa dibilang. Apa yang harus kulakukan supaya dia kembali tenang?' Batin Rei yang melihat Kagami sangat kesal hingga wajahnya memerah.


Kuroko lalu melempar wrister hitam yang biasa dipakainya mengenai wajah Kagami dan membuatnya bertambah kesal.


"Sudah cukup." Ucap Kuroko masih dengan wajah datarnya.


"Apa katamu, Kuroko?!" Ucap Kagami yang masih kesal.


"Mereka mudah untuk menembak karena pertahanan mereka terlalu mengawasimu. Seharusnya kau tidak perlu risau. Ketika kau sudah tenang, kita tunjukkan kemampuan kita." Ucap Kuroko.


"Aku tidak bisa melakukannya dengan kepala dingin. Tapi, serahkan saja padaku. Aku akan membuat mereka merasakannya." Ucap Kagami.


'Sepertinya sudah tidak apa-apa. Syukurlah.' Batin Rei yang melihat interaksi antara Kagami dan Kuroko.


Setelah itu, Kagami melompat tinggi dan akan melakukan dunk. Secara bersamaan, kelima anggota Kiseki no Sedai merasakan sesuatu.


Yaitu, kehadiran seseorang yang kemampuannya bisa menyamai Kiseki no Sedai. Kagami berhasil melakukan dunk dan mencetak angka. Seirin menang dengan telak melawan Josei.


'Sudah waktunya.' Batin Rei sambil menyeringai.

__ADS_1


SMA Shutoku, SMA Senshinkan, SMA Kirisaki Dai Ichi, dan SMA Seirin lolos ke putaran liga. Diantara empat tim ini, akan ada dua sekolah yang mewakili Tokyo di Winter Cup.


Di putaran liga pertama, SMA Seirin akan melawan SMA Senshinkan. Saat ini, tim Seirin sedang berjalan pulang ke rumah masing-masing. Kuroko lalu mengajak Kagami ke lapangan basket. Rei hanya mengikuti mereka berdua.


"Jadi, apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Kagami saat mereka sudah berada di lapangan basket. Rei hanya berdiri di pinggir lapangan sambil memperhatikan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Maukah kau membantuku melatih drive ku yang baru?" Tanya Kuroko sambil memegang bola basket.


"Apa? Kau masih belum menyempurnakannya?"


"Aku sudah melakukan semua yang kubisa. Aku hanya membutuhkanmu untuk menyempurnakannya."


"Aku mengerti. Baiklah. Majulah."


Kagami dalam posisi untuk menghadang Kuroko, sedangkan Kuroko melakukan dribble. Kuroko berhasil melewati Kagami, tapi sayangnya ia kehilangan bolanya. Kagami mulai mengomeli Kuroko.


"Pffttt" Rei berusaha menahan tawanya yang membuat mereka berdua melihat ke arahnya. "Maaf, maaf, kalian berdua sangat lucu sehingga membuatku ingin tertawa."


"Ayo kita pulang." Ucap Rei yang berdiri dan berjalan terlebih dahulu mendahului mereka. Mereka berdua segera mengikutinya. Hanya terjadi keheningan diantara mereka.


"Seandainya drive itu sudah sempurna, tidak akan ada yang bisa menghentikan mu, Kuroko-kun. Kagami-kun juga bertambah kuat. Kalian luar biasa." Ucap Rei memuji mereka yang membuat mereka berdua sedikit salah tingkah. "Aku lapar, ayo kita makan dulu."


Mereka berdua hanya mengangguk. Mereka lalu memutuskan untuk makan di maji burger. Kagami memesan burger dalam porsi yang banyak sedangkan Kuroko hanya memesan vanila milkshake. Rei memesan satu burger, kentang goreng dan coklat milkshake. Tidak ada yang berbicara, mereka makan dengan tenang.


'Kise? Apa yang dia lakukan? Apa dia dikejar fansnya?' Batin Rei.


Pria itu masuk ke dalam toilet yang ada di restoran. Toilet tersebut berada di pojok ruangan. Sedangkan di luar restoran, banyak gadis yang terlihat mencari sesuatu atau seseorang. Karena mereka tidak menemukannya, mereka pun memutuskan untuk menyerah dan pulang. 


"Aku ingin ke toilet sebentar." Ucap Rei lalu berdiri dari kursinya dan berjalan ke toilet. Ia berdiri di depan toilet menunggu orang didalam sana keluar. Tidak lama kemudian, orang itu keluar setelah merasa keadaan sudah aman. 


"Sangat merepotkan ya, menjadi seorang model." Ucap Rei sambil tersenyum.


Orang itu terlihat terkejut tapi kemudian ia bernafas lega.


"Reicchi mengagetkan ku saja. Kupikir kau tadi fans ku." Ucap Kise lalu melepaskan kacamatanya.


"Fansmu sudah pergi. Bergabunglah dengan kami. Kebetulan, kami juga sedang makan disini."


Kise hanya mengangguk dan mengikuti Rei menuju meja mereka. Setelah sampai dimeja mereka, Kise langsung saja duduk di sebelah Rei. Sedangkan Kuroko dan Kagami sedikit terkejut dengan kemunculan Kise tapi mereka kemudian kesal karena Kise duduk disebelah Rei.


"Apa yang kau lakukan disini, Kise-kun?" Tanya Kuroko.


"Aku ada pemotretan di dekat sini. Setelah pemotretan aku berniat untuk pulang, tapi ditengah jalan aku dikejar fansku jadi aku bersembunyi di toilet restoran ini. Lalu aku bertemu dengan Reicchi di toilet. Dia lalu mengajakku bergabung." Ucap Kise menjelaskan.


"Kise-kun, apa kau sudah makan? Biar aku pesankan makanan untukmu." Ucap Rei lalu berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Tidak usah, Reicchi. Aku sama sekali tidak lapar." Ucap Kise yang menahan Rei.


"Kau bohong, kau terlihat lebih kurus. Kau harus makan." Rei lalu memesan makanan untuk Kise. Setelah selesai memesan makanan untuk Kise, ia segera mengambil pesanannya dan meletakkannya di depan Kise. "Makanlah." Ucapnya sambil tersenyum.


"Arigatou, Reicchi. Kau sangat perhatian." Ucap Kise lalu memakan makanannya dengan lahap. Rei yang melihatnya pun tersenyum. Sedangkan Kuroko dan Kagami merasa semakin tidak senang.


"Reicchi, buka mulutmu..." Ucap Kise sambil menyodorkan kentang goreng milik nya pada Rei. Rei lalu membuka mulutnya dan langsung memakannya.


"Kau tidak perlu menyuapiku. Aku bisa makan sendiri." Ucap Rei.


"He...tapi aku ingin menyuapi Reicchi." Ucap Kise lalu memasang wajah sedih. Melihatnya membuat Rei tidak tega.


"Ha'i, ha'i, kau boleh menyuapiku." Ucap Rei yang membuat Kise kembali tersenyum senang.


Sedangkan Kuroko dan Kagami semakin panas melihat adegan mesra di depan mereka. Setelah selesai makan, mereka keluar dari restoran dan Kise kembali memakai penyamarannya.


"Reicchi, aku akan mengantarmu pulang." Ucap Kise.


"Apa tidak apa-apa? Bukankah kau harus segera pulang? Kau pasti lelah." Ucap Rei.


"Kami akan mengantar Rei-san pulang. Kau tidak perlu khawatir, Kise-kun." Ucap Kuroko.


"Itu benar. Lebih baik kau segera pulang. Kami akan menjaganya." Ucap Kagami.


Mereka berdua berniat mengusir Kise dengan cara halus. Namun Kise tetap tidak pergi.


"Pulanglah, Kise-kun. Aku bisa pulang bersama mereka." Ucap Rei sambil tersenyum.


"Kalau terjadi sesuatu segera hubungi aku ya, Reicchi. Aku pasti segera datang." Ucap Kise.


Rei hanya mengangguk sambil tersenyum. Kise lalu pergi meninggalkan mereka. Mereka lalu berjalan pulang bersama. Hanya terjadi keheningan sampai Rei membuka pembicaraan.


"Sebenarnya, ada apa dengan kalian?" Ucapnya yang membuat mereka berdua mengalihkan pandangan mereka padanya. "Aku merasakan aura tidak menyenangkan dari kalian sejak Kise muncul. Apa kalian begitu tidak menyukainya? Bukankah kalian berteman?" Lanjutnya.


"Kami hanya tidak suka kau terlalu dekat dengannya." Ucap Kagami.


"Kenapa?" Tanya Rei.


Mereka tidak menjawab pertanyaannya dan hanya diam sampai mereka tiba di rumah Rei. Sebelum masuk ke rumahnya, Rei berbalik menghadap mereka berdua.


"Baiklah, kalau kalian tidak mau menjawab pertanyaanku. Aku tidak akan memaksa. Tapi kuharap kalian jujur padaku suatu saat nanti." Ucap Rei lalu masuk ke rumahnya, sedangkan Kuroko dan Kagami hanya diam. Mereka lalu pulang ke rumah mereka masing-masing.


Jangan Lupa Like 😁


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2