Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 45


__ADS_3

Setelah pelajaran selesai, Rei membereskan buku-buku nya yang ada diatas meja. Ia lalu bersiap untuk menuju gym, tapi Kuroko menghentikannya.


"Ada apa Kuroko-kun?" Tanya Rei bingung.


"Pelatih bilang hari ini kita tidak latihan, jadi tidak perlu ke gym dan bisa langsung pulang." Ucap Kuroko.


"Apa kau sudah memberitahu Kagami-kun?" Ucap Rei.


"Aku sudah memanggilnya tapi dia tidak dengar lalu pergi begitu saja." Ucap Kuroko.


"Aku akan mengirim pesan padanya." Ucap Rei lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mulai mengetik pesan kepada Kagami. Setelah selesai mengirim pesan, ia memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.


"Ano...Rei-san." Panggil Kuroko.


Rei yang baru saja memasukkan ponselnya ke dalam tas mengangkat kepala.


"Ada apa, Kuroko-kun?" Tanya Rei.


"Apa Rei-san bisa membantuku belajar matematika? Ada yang tidak kumengerti." Ucap Kuroko.


"Kenapa kau tidak bertanya pada sensei? Jika belajar dengan sensei kau akan lebih mudah mengerti." Ucap Rei.


"Aku pernah mencobanya, tapi sensei tidak menyadari keberadaan ku dan pergi begitu saja. Jadi aku tidak bisa bertanya pada sensei." Ucap Kuroko.


"Pasti sulit sekali untukmu berkomunikasi dengan yang lain. Apalagi dengan hawa keberadaan mu yang tipis itu." Ucap Rei. "Tidak masalah, aku akan membantu sebisaku." Lanjutnya sambil tersenyum.


Mereka memutuskan untuk belajar dirumah Rei. Setelah sampai dirumah Rei, mereka duduk di ruang tamu dan mengeluarkan buku matematika.


Kuroko menanyakan hal-hal yang tidak bisa dia mengerti dan Rei menjelaskannya sesederhana mungkin agar mudah dipahami.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Rei memutuskan untuk memasak makan malam.


"Kuroko-kun, kau ingin makan apa? Biar aku yang masak untukmu." Ucap Rei.


"Apa saja boleh." Ucap Kuroko.


"Kalau kare tidak masalah kan?" Tanya Rei yang dijawab anggukan oleh Kuroko.


Rei berjalan menuju dapur dan membuka kulkas. Ia mengeluarkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kare dan mulai memasak.


'Tunggu sebentar. Kenapa baru terpikirkan sekarang? Bukankah kita jadi seperti sepasang suami istri?' Batin Rei dengan wajah bersemu merah lalu menggelengkan kepalanya. 'Apa yang kupikirkan?! Bodohnya aku!'


Rei lalu memukul kepalanya sendiri karena berpikir yang tidak-tidak.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, kare nya sudah jadi. Rei menyiapkan dua piring kare untuk nya dan Kuroko. Ia lalu membawanya ke ruang tamu dimana Kuroko masih sibuk belajar sendiri.


"Kuroko-kun, waktunya makan." Ucap Rei yang membuat Kuroko mengangkat kepalanya.


Rei lalu memberikan kare yang sudah dibuatnya kepada Kuroko.


"Arigatou, Rei-san." Ucap Kuroko sambil menerima kare yang diberikan oleh Rei.


Mereka menikmati kare mereka masing-masing. Setelah selesai makan, mereka kembali melanjutkan belajar hingga larut.


Rei yang sedang sibuk sendiri tidak menyadari Kuroko yang sudah tertidur dengan lelap.


"Kuroko-kun, apa kau ingin kopi?" Tanya Rei sambil melihat Kuroko.


Cerita bersambung di bawah ini


Kuroko sudah tertidur dengan posisi kepala berada di atas meja dengan kedua tangan ia jadikan sebagai bantal dan kepala menghadap ke samping.


'Dia sudah tidur? Untung besok hari libur, jika tidak, bagaimana aku membangunkannya?' Batin Rei lalu berjalan ke lantai dua untuk mengambil selimut.


Rei menyelimuti Kuroko lalu diperhatikannya wajah Kuroko setiap incinya.


'Mau bagaimana pun dia tetap imut. Aku ingin sekali mencubit pipinya, tapi nanti dia terbangun.' Batin Rei.


Rei lalu berjalan menaiki tangan menuju kamar dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan Kuroko. Setelah sampai dikamar, ia memutuskan untuk mandi.


Saat sudah selesai mandi, ia duduk di depan meja rias dan mengeringkan rambutnya.


Setelah itu, ia naik ke tempat tidurnya dan berbaring.


'Apa tidak apa-apa membiarkan Kuroko tidur seperti itu? Apa lebih baik ku bangun kan dia dan menyuruhnya tidur di kamar tamu saja?' Batin Rei lalu mengambil posisi duduk. 'Besok pasti badannya akan sakit. Lebih baik ku suruh pindah saja.' Ia lalu turun dari tempat tidurnya.


Rei lalu turun ke lantai bawah dan menuju ruang tamu. Kuroko masih tertidur dengan posisi yang sama seperti tadi. Didekatinya Kuroko yang masih tertidur lelap.


"Kuroko-kun, Kuroko-kun." Ucap Rei sambil mengguncang pelan tubuh Kuroko. Kuroko pun membuka matanya sedikit dan masih dalam keadaan setengah sadar.


"Rei-san, ada apa?" Tanya Kuroko dalam keadaan setengah sadar.


"Tidurlah di kamar tamu, kalau tidur disini badanmu akan sakit besok." Ucap Rei yang hanya dibalas gumaman oleh Kuroko.


Rei lalu memapah tubuh Kuroko yang masih setengah sadar ke kamar tamu. Ia lalu menyelimutinya dan keluar dari kamar itu.


Rei kembali ke kamarnya dan memutuskan untuk langsung tidur. Besok paginya, ia bangun pada pukul 6 seperti biasanya. Setelah selesai mandi, ia turun ke lantai satu dan menyiapkan sarapan.

__ADS_1


Kuroko turun dari lantai dua dengan rambut yang masih berantakan dan dalam keadaan setengah sadar.


"Ohayou gozaimasu, Rei-san." Ucap Kuroko sambil mengucek matanya.


"Ohayou, Kuroko-kun." Ucap Rei sambil menoleh untuk melihat Kuroko.


'Kawai...' Batin Rei saat melihat Kuroko.


"Kuroko-kun, rambutmu perlu dirapikan." Ucap Rei lalu berjalan mendekati Kuroko dan mulai merapikan rambut Kuroko.


"Rei-san, apa kau menganggapku seperti anak kecil?" Tanya Kuroko tiba-tiba.


Rei yang sedang merapikan rambut Kuroko terhenti. Ia lalu menurunkan tangannya.


"Apa maksudmu, Kuroko-kun?" Tanya Rei bingung.


"Aku merasa kau memperlakukanku seperti anak kecil. Aku hanya tidak suka diperlakukan seperti itu. Aku ingin Rei-san memperlakukanku seperti pria dewasa." Ucap Kuroko.


"Aku tidak menganggapmu seperti anak kecil, hanya saja...kau terlalu imut. Aku tidak bisa menahan diriku, gomen." Ucap Rei merasa bersalah.


Kuroko lalu memeluk Rei dan meletakkan kepalanya di bahu Rei.


"Aku mencintaimu, Rei-san." Ucap Kuroko. "Rei-san, berjanjilah padaku kau tidak akan pernah meninggalkanku."


Kuroko lalu mengendurkan pelukannya dan menatap mata Rei. Ia menantikan jawaban dari Rei.


'Apa yang harus ku jawab? Aku...' Batin Rei sedikit ragu. Akhirnya ia memantapkan hatinya dan mengambil keputusan.


"Aku berjanji." Ucap Rei lalu tersenyum.


Kuroko lalu ikut tersenyum dan kembali memeluknya. Setelah mereka selesai sarapan bersama, Kuroko pulang ke rumahnya.


Rei lalu membersihkan rumahnya. Setelah selesai, ia merebahkan dirinya di atas sofa untuk menghilangkan rasa lelahnya. Ditatapnya langit-langit rumahnya dengan pandangan menerawang.


'Kenapa mereka bisa menyukai gadis sepertiku? Aku tidak mengerti.' Batin Rei lalu menutup wajahnya dengan bantal yang ada di sofa dan bergerak gelisah.


Ia lalu menyingkirkan bantal dari wajahnya dan mengambil posisi duduk.


"Mau dipikirkan berapa kali pun aku tetap tidak mengerti." Gumamnya.


Akhirnya, ia memutuskan untuk melakukan aktivitas nya seperti biasa sambil menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya.


Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya

__ADS_1


( Bersambung )


__ADS_2