
Sesuai dengan yang dikatakan Kuroko kemarin, dia menjemput Rei untuk berangkat sekolah bersama. Selama di perjalanan, mereka hanya diam saja. Rei pun memutuskan untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"Kuroko-kun, kemarin kau sebenarnya ingin mengatakan kepada kami kan kalau kau ingin dia menjadi cahayamu?" Ucap Rei.
"Bagaimana kau tau?" Tanya Kuroko.
"Sebenarnya, aku sudah mendengar percakapan kalian dari awal dan aku kemudian menyimpulkannya seperti itu. Benarkan?"
"Kau benar"
"Hari ini kita akan menunjukkan kepada Bakagami kemampuanmu yang sesungguhnya." Ucap Rei berapi-api.
Kuroko hanya mengangguk dan tersenyum tipis melihat semangat Rei yang begitu membara.
SKIP TIME
Saatnya jam latihan klub basket.
"Hari ini kita akan mengadakan mini game antara senior dan junior." Ucap Riko.
Diadakanlah mini game antara senior dan junior. Tim junior langsung menyerang dengan Kagami yang melakukan dunk terus menerus dengan skor dipimpin oleh tim junior. Pada saat Kuroko mendapatkan bola, bolanya berhasil dicuri oleh tim senior.
'Kuroko, kau pasti bisa. Keluarkan kemampuanmu yang sesungguhnya.' Batin Rei yang cemas dengan keadaan Kuroko. Ia sekarang sedang berada di pinggir lapangan memperhatikan permainan mereka bersama Riko disebelahnya yang menjadi wasit.
Tim senior mulai menyerang balik dengan tidak membiarkan Kagami menyentuh bola dan mencetak skor. Tim junior pun terdesak. Setelah istirahat sebentar, pertandingan pun kembali dilanjutkan. Kuroko pun menunjukkan kemampuannya yaitu misdirection dengan melakukan passing ke anggota timnya sehingga mereka bisa mencetak skor dan memenangkan pertandingan melawan senior.
"Kalian melakukannya dengan baik." Ucap Rei sambil menyerahkan mereka botol minuman.
"Akhirnya, kau menunjukkan kemampuanmu. Kerja bagus." Ucap Rei sambil tersenyum saat menyerahkan botol minuman untuk Kuroko.
"Terima kasih" Ucap Kuroko sambil menerima botol minuman yang diberikan Rei.
"Kalian untuk hari ini cukup sampai disini. Kalian bisa pulang sekarang!" Perintah Riko.
Mereka lalu kembali ke ruang ganti dan mengganti pakaian, sedangkan Rei hanya duduk di bench bersama Riko untuk menunggu Kuroko.
"Rei-chan, bolehkah aku bertanya?" Ucap Riko yang membuat Rei mengalihkan pandangan nya yang awalnya menatap lurus ke arah lapangan menjadi menatap Riko.
"Ada apa, senpai?" Tanya Rei.
"Sebenarnya, ada hubungan apa antara kau dan Kuroko?"
"Hanya teman"
__ADS_1
"Kau pasti sudah mengetahui tentang kemampuan misdirection miliknya kan? Kenapa kau tidak mengatakan apapun?"
"Aku memang sudah mengetahuinya, tapi aku tidak berhak mengatakannya karena aku hanya temannya. Meskipun, aku sudah mengetahui kemampuan itu sejak dulu dan selalu memperhatikan dirinya dari jauh." Ucap Rei sambil menatap lurus kearah lapangan seolah menerawang.
Rei jadi teringat saat dulu ia selalu dikamar menonton berbagai macam anime saat pulang sekolah hingga. Akhirnya, ia menjadi sangat menyukai anime Kuroko no Basket dari sekian banyak anime yang ia tonton.
Pintu ruang ganti pun terbuka dan para senior pun keluar, Kuroko keluar paling terakhir dengan Kagami disampingnya. Kuroko lalu menghampiri Rei.
"Ayo pulang, Rei-san." Ucap Kuroko. Rei hanya tersenyum dan berdiri dari bench.
"Kami duluan ya, senpai." Ucap Rei.
Riko pun hanya tersenyum lalu pergi keluar gym dan mengunci pintunya sedangkan Hyuga sudah menunggunya diluar. Mereka pun pulang bersama.
Rei dan Kuroko yang sudah lebih dulu pergi sedang singgah sebentar di maji burger untuk menghilangkan rasa lapar mereka.
Rei memesan burger dan vanila milkshake sedangkan Kuroko hanya memesan vanila milkshake. Mereka duduk di dekat jendela dan menikmati pesanan mereka. Mereka duduk bersebelahan.
Terlihat Kagami yang sedang memasuki maji burger dan memesan banyak sekali burger. Ia lalu duduk di depan Kuroko dan Rei tanpa menyadari adanya mereka yang duduk didepannya. Saat ia memakan burgernya, ia hampir tersedak.
"Halo" Ucap Kuroko sedangkan Rei hanya menikmati burgernya.
"Sejak kapan?! Apa yang kalian lakukan disini?!" Ucap Kagami.
"Aku suka vanila milkshake restoran ini." Ucap Kuroko.
"Aku juga lapar dan sedang malas memasak jadi kuputuskan untuk makan disini saja bersamanya." Ucap Rei sambil mengarahkan jempol menunjuk Kuroko yang duduk disebelahnya.
"Tapi, sejak kapan kau juga tidak terlihat oleh ku." Ucap Kagami sambil mengarahkan jari telunjuknya menunjuk Rei. "Apa ini karena kau sering bersamanya jadi kau semakin tidak terlihat?"
Rei terlihat sedang berpikir.
"Itu mungkin saja." Ucap Rei.
"Sekarang kalian cepat pergi dari sini, aku tidak mau ada yang melihat kita dan mengira kita berteman." Ucap Kagami.
"Tidak mau, kami yang duluan berada disini. Kau tidak berhak mengusir kami." Ucap Rei.
"Iya, iya, terserah saja." Ucap Kagami lalu kembali melanjutkan makannya begitu juga Rei dan Kuroko yang kembali menikmati pesanannya.
Setelah selesai makan, mereka pun pulang bersama.
"Kiseki no Sedai itu memangnya sekuat apa? Kalau aku menantang mereka sekarang, menurut kalian bagaimana?" Tanya Kagami.
__ADS_1
"Sama saja bunuh diri." Ucap Kuroko.
"Ucapanmu emangnya nggak bisa enakan dikit ya?" Kesal Kagami.
"Tapi itu memang benar. Kalau kita bandingkan levelmu dan mereka, kau berada sangat jauh. Mereka itu tidak bisa diremehkan." Ucap Rei.
Kuroko pun mengangguk dan setuju dengan ucapan Rei.
"Kelima orang pemain berbakat itu memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah yang berbeda. Tapi meskipun berbeda sekolah, kelima orang itu akan tetap menjadi yang terhebat." Ucap Kuroko.
"Menarik sekali. Aku jadi bersemangat. Sudah kuputuskan, akan kukalahkan mereka semua dan jadi pemain terbaik di Jepang." Ucap Kagami.
"Kurasa itu mustahil." Ucap Kuroko.
"Woi!" Kesal Kagami.
Rei mengambil langkah dan berdiri di hadapan mereka berdua sehingga mereka harus menghentikan langkah mereka.
"Dengar Kagami-kun, itu akan jadi mustahil jika kau sendirian. Tapi jika kau bersama Kuroko sebagai bayanganmu, maka itu mungkin saja bisa terjadi." Ucap Rei dengan wajah serius. Ia lalu menatap Kuroko. "Kuroko-kun, apa kau setuju untuk menjadi bayangan Kagami?"
"Aku setuju" Ucap Kuroko.
Rei pun beralih menatap Kagami. "Kagami-kun, apa kau setuju menjadi cahaya bagi Kuroko?"
"Lakukan sesukamu." Ucap Kagami.
"Kalau begitu sudah diputuskan. Dan satu hal lagi, aku akan selalu mendukung kalian hingga kalian berhasil." Ucap Rei sambil tersenyum.
Wajah Kuroko dan Kagami pun bersemu merah melihat senyuman Rei. Tak terasa, mereka sudah sampai di rumah Rei.
"Terima kasih sudah mengantarku sampai rumah." Ucap Rei.
"Tidak masalah, lagipula kau itu seorang gadis dan seorang gadis tidak baik jika berjalan pulang sendirian saat malam, itu sangat berbahaya." Ucap Kagami.
"Aku akan menjemputmu lagi besok Rei-san." Ucap Kuroko.
Rei pun mengangguk dan masuk ke dalam rumahnya. Ia langsung menuju kamarnya dan berbaring di atas kasurnya.
"Kira-kira, bagaimana keadaan ayah sekarang ya? Kuharap dia baik-baik saja." Rei pun mulai memejamkan matanya dan menuju alam mimpi.
Jangan Lupa Like
(Bersambung)
__ADS_1