Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 35


__ADS_3

Author POV


Pertandingan kembali dilanjutkan. Kagami menyadari bahwa Akashi terasa berbeda dari yang tadi saat ia kembali menghadapi Akashi.


Saat berhasil melewati Kagami, Akashi kemudian menghadapi Kuroko.


"Lama tidak bertemu, Kuroko." Ucap Akashi yang membuat Kuroko terkejut.


Akashi memasuki zone, begitu juga dengan keempat anggota Rakuzan lainnya. Seirin mengalami kesulitan, Kagami juga sudah mencapai batasnya sehingga keluar dari zone. Anggota yang lain juga mulai menunjukkan tanda-tanda keputusasaan.


'Bagaimana ini? Mereka sudah kelelahan dan terlihat akan menyerah.' Batin Rei.


"Berjuanglah, Kuroko!" Teriak seseorang dari bangku penonton.


Orang itu adalah teman Kuroko, Ogiwara. Ia memberinya semangat dari bangku penonton. Kuroko begitu terkejut, ia bahkan sampai menangis.


"Hei Tetsu, Kagami! Kalian sudah mengalahkan kami, kan? Kalau kalian tak bisa mengalahkan Rakuzan, kubunuh kalian!" Teriak Aomine dari bangku penonton.


"Aku juga ingin mengatakan hal yang sama! Kalian harus menang, Seirin!" Teriak Kise dari bangku penonton.


"Kalahkan Akashi dan juga Rakuzan!" Teriak Midorima dari bangku penonton.


Semuanya memberi dukungan nya pada Seirin. Melihat itu, anggota tim Seirin begitu terkesima. Semangat dan tenaga mereka juga kembali.


Kagami terlihat mendiskusikan sesuatu dengan yang lain. Kagami dan anggota tim yang lain juga bermain dengan baik.


Kagami memasuki zone dan bekerja sama dengan anggota tim yang lain. Serangan tim Seirin menjadi sangat cepat dan membuat tim Rakuzan tertekan.


Seirin berhasil mencetak angka didetik-detik terakhir dan memenangkan pertandingan. Seirin menjadi juara Winter Cup.


Mereka semua bersorak senang berbeda dengan Rakuzan yang terdiam mematung dan menunjukkan wajah kecewa.


Rei menangis bahagia, ia tidak tau apa yang harus dikatakan.


Akashi mendekati Kuroko dan mengulurkan tangannya dan memberi ucapan selamat.


"Selamat, kalianlah pemenangnya. Tapi lain kali, kamilah yang akan menang!" Ucap Akashi.


"Ya! Mari kita bermain lagi! Selanjutnya, dan selanjutnya lagi...sebanyak apapun." Ucap Kuroko sambil menyambut uluran tangan Akashi.


Setelah pertandingan itu, Rei memisahkan diri dari yang lain secara diam-diam. Ia berniat menemui Akashi.


Akashi sedang berada di atap stadion sambil menikmati angin yang berhembus untuk menjernihkan pikirannya karena ia kalah dari Seirin.


"Doumo, Akashi-kun." Ucap Rei begitu tiba di atap dan melihat Akashi.


Akashi menoleh, ia begitu terkejut dengan sosok yang berdiri di depannya sekarang.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Akashi.


"Tentu saja karena aku ingin bertemu denganmu. Aku kan sudah pernah bilang kalau aku ingin bertemu dengan dirimu yang lain saat kalian semua berkumpul waktu itu." Jawab Rei.


"Senang bertemu denganmu, Akashi Seijuro." Lanjutnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa tau ini bukan aku yang sebelumnya bertemu denganmu?" Tanya Akashi.


"Dari warna mata dan sikapmu. Itu terlihat jelas. Kalau matamu berwarna sama itu artinya Akashi yang lembut dan hangat tapi kalau matamu heterocrom itu artinya Akashi yang sadis dan kejam." Jawab Rei.


Cerita bersambung di bawah ini


"Apa kau benar berasal dari dunia lain seperti yang kau bilang?" Tanya Akashi.


"Ya, itu benar." Ucap Rei dengan serius.


Tiba-tiba ponsel Rei berbunyi menandakan adanya panggilan masuk. Panggilan itu berasal dari Kuroko, Rei segera mengangkatnya


"Moshi moshi"


"Moshi moshi Rei-san, kau dimana? Kami semua mencarimu."


"Gomen ne. Aku ada urusan mendadak jadi pulang lebih dulu. Katakan pada mereka permintaan maaf ku. Jaa ne."


Rei mematikan sambungan teleponnya sepihak lalu menghela nafas berharap Riko tidak memarahinya besok.


"Kurasa aku harus pergi sekarang. Hari sudah semakin larut." Gumam Rei yang masih dapat didengar oleh Akashi.


"Aku akan mengantarmu." Ucap Akashi yang membuat Rei terkejut.


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Kau juga harus kembali ke Kyoto." Ucap Rei.


"Aku akan mengantarmu baru kembali ke Kyoto." Ucap Akashi.


Mereka lalu menunggu di halte yang dekat dengan stadion. Tidak lama kemudian, mobil milik Akashi datang.


Mereka pun masuk ke dalam mobil. Akashi terus melihat keluar jendela mobil begitu juga dengan Rei. Akashi sesekali melirik pada Rei. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Suasana menjadi sangat canggung.


'Kenapa jadi canggung seperti ini?' Batin Rei yang tidak nyaman.


Tak terasa, mereka sudah tiba di depan rumah Rei.


"Arigatou, sudah mengantarku pulang." Ucap Rei.


"Masuklah. Cuaca semakin dingin, jangan sampai sakit." Ucap Akashi sambil tersenyum.


Rei lalu mengangguk dan masuk ke dalam rumahnya. Ia lalu merebahkan dirinya di sofa.


'Apa aku baru saja bermimpi? Seorang Akashi Seijuro mengantarku pulang? Tidak dapat dipercaya. Tapi itu karena dia sedang menjadi dirinya yang hangat dan lembut. Daripada aku terus memikirkannya lebih baik aku mandi saja.' Batin Rei lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya di lantai 2.


Setelah ia mandi, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ia segera turun ke bawah dan membukakan pintu.


Rei begitu terkejut dengan sosok yang berdiri di depan pintu rumahnya. Sosok itu berambut merah dan memiliki warna mata yang senada dengan rambutnya.


"Akashi-kun, kupikir kau sudah kembali ke Kyoto." Ucap Rei.


"Aku tidak bisa kembali karena salju yang menutupi jalan jadi mobilku tidak bisa lewat." Ucap Akashi.


"Ayo masuk." Ucap Rei lalu melebarkan pintu rumahnya untuk membiarkan Akashi masuk.

__ADS_1


Setelah Akashi masuk, Rei kembali menutup pintu rumahnya. Akashi sudah duduk di sofa.


"Bagaimana dengan supirmu?" Tanya Rei.


"Dia bilang akan tidur di mobil saja." Jawab Akashi.


Rei hanya mengangguk mengerti lalu menuju dapur untuk membuat coklat panas untuk dirinya dan Akashi.


Setelah itu, ia kembali ke ruang tamu dengan membawa coklat panas yang telah dibuatnya untuk mereka berdua dan meletakkan salah satunya di depan Akashi lalu duduk di sofa bersebelahan dengan Akashi.


"Apa kau tinggal sendiri?" Tanya Akashi.


"Tentu saja. Aku datang ke dunia ini juga karena kebetulan." Ucap Rei lalu meminum coklat panasnya.


Akashi yang sedang meminum coklat panasnya mengalihkan pandangannya pada Rei.


"Apa maksud mu dengan kebetulan?" Tanya Akashi.


"Saat itu aku berharap untuk bisa ke duniamu, lalu tiba-tiba saja saat aku bangun tidur aku sudah berada di duniamu." Jawab Rei.


"Apa kau pernah berpikiran untuk kembali ke duniamu?"


"Tidak sama sekali."


"Kenapa?"


"Karena aku tidak bisa bahagia disana." Ucap Rei lalu diam sejenak kemudian melanjutkan. "Ibuku meninggal karena kecelakaan saat aku masih kecil. Ayah menganggap, akulah penyebab ibu meninggal. Semenjak itu, aku jadi hidup mandiri dan ayah hanya mengirimkan uang untuk biaya hidupku. Ia tidak pernah sekalipun mengunjungiku hanya untuk sekedar memeriksa keadaanku."


'Dia sama denganku.' Batin Akashi.


"Sedangkan aku bahagia disini. Aku memiliki anggota tim Seirin yang peduli padaku dan kalian, Kiseki no Sedai." Ucap Rei lalu tersenyum.


Hening. Tidak ada yang berbicara.


"Aku akan mempersiapkan kamar untukmu." Ucap Rei lalu berdiri dan menuju lantai 2 untuk mempersiapkan kamar tamu yang akan dipakai oleh Akashi.


Selang beberapa menit, ia turun lagi. Rei lalu mengantarkan Akashi ke kamar yang sudah ia sediakan.


"Kau bisa memanggilku jika perlu sesuatu." Ucap Rei.


"Arigatou, sudah membiarkan ku menginap dirumahmu." Ucap Akashi.


"Tidak masalah. Beristirahat lah, kau pasti sangat lelah." Ucap Rei.


Akashi lalu mengangguk sambil tersenyum.


"Oyasumi." Ucap Akashi.


"Oyasumi." Ucap Rei sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Akashi dan kembali ke kamarnya.


Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2