Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 36


__ADS_3

Rei bangun lebih pagi daripada biasanya. Ia berniat membuatkan sarapan untuk Akashi sebelum Akashi kembali ke Kyoto. Perjalanan dari Tokyo ke Kyoto membutuhkan waktu satu jam sehingga ia juga bangun satu jam lebih awal.


Saat sarapan sudah selesai, Akashi sudah turun dari lantai 2, ia terkejut melihat Rei yang sudah bangun dan menyiapkan sarapan.


"Ayo makan, Akashi-kun." Ucap Rei sambil tersenyum.


Akashi duduk di meja makan berhadapan dengan Rei.


'Kuharap dia menyukainya.' Batin Rei.


"Ittadakimasu!" Ucap mereka bersamaan dan mulai menikmati sarapan.


"Bagaimana? Enak?" Tanya Rei.


"Ini enak sekali." Ucap Akashi.


"Yokkata, aku takut masakan ku tidak sesuai dengan seleramu." Ucap Rei lalu melanjutkan makannya.


Setelah mereka selesai makan, Rei mengantarkan Akashi sampai di depan rumahnya dimana supirnya juga sudah menunggu.


"Arigatou, untuk semuanya." Ucap Akashi.


Rei mengibaskan tangannya di depan wajahnya.


"Ie, aku senang kau disini. Datanglah lagi kapan-kapan." Ucap Rei.


Akashi lalu mengangguk sambil tersenyum lalu masuk ke mobilnya dan pergi.


Akashi tidak berhenti tersenyum, ia terus memikirkan Rei.


Rei kembali masuk ke rumahnya, karena ia bangun lebih pagi ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Kalau ke sekolah, pasti masih sepi.


Rei memutuskan untuk memainkan game di ponselnya selama beberapa menit lalu ia pergi ke sekolah.


Saat perjalanan menuju sekolah, ia bertemu dengan Kagami yang menguap. Kagami terlihat kelelahan setelah pertandingan kemarin.


"Ohayou, Kagami-kun" Sapa Rei yang sudah berjalan di samping Kagami dan membuatnya terkejut.


"Jangan muncul tiba-tiba. Kau jadi seperti Kuroko." Ucap Kagami.


"Aku tidak muncul tiba-tiba. Kau yang tidak menyadari keberadaan ku dan sibuk menguap." Ucap Rei.


Mereka terus berjalan ke sekolah bersama hingga memasuki kelas. Di kelas sudah ada Kuroko yang duduk di kursinya sambil membaca buku.


"Ohayou, Kuroko-kun." Sapa Rei yang membuat Kuroko menoleh padanya dan Kagami.


"Ohayou, Rei-san." Sapa Kuroko balik.


Rei berjalan menuju kursinya dan duduk. Kagami sama sekali tidak peduli, ia hanya berjalan menuju kursinya lalu duduk. Ia meletakkan tangannya di atas meja sebagai bantal untuk kepalanya. Ia berniat untuk tidur.


"Kagami-kun, kau tidak boleh tidur. Sebentar lagi guru masuk." Ucap Rei menegur Kagami.


Tapi Kagami tidak mendengarkan dan melanjutkan tidurnya. Rei lalu menjewer telinga Kagami yang membuatnya mengaduh kesakitan. Tidak lama kemudian, guru memasuki kelas dan membawa kabar buruk.


"Anak-anak, minggu depan kita akan mengadakan ujian. Sensei berharap kalian belajar dengan serius sehingga nanti nilai kalian semua bagus." Ucap guru itu.

__ADS_1


"Ha'i sensei!" Ucap semua siswa.


Ada beberapa siswa yang terlihat khawatir dengan nilai mereka nanti. Kagami juga termasuk salah satu yang khawatir. Berbeda dengan Rei dan Kuroko yang biasa-biasa saja karena mereka memang termasuk siswa yang pintar.


'Ujian ya, tak terasa sebentar lagi akan kelas 2.' Batin Rei.


Guru itu mulai menjelaskan materi pelajarannya.


SKIP TIME


Saat jam istirahat, Rei makan siang bersama dengan Kuroko dan Kagami. Mereka menikmati makan siang mereka masing-masing. Setelah selesai makan Rei membuka pembicaraan.


"Bagaimana kalau kita belajar bersama untuk ujian?" Ucap Rei.


Mereka berdua terlihat berfikir.


"Boleh juga." Ucap Kagami.


"Ya." Ucap Kuroko.


"Kita akan belajar dimana?" Ucap Rei, mereka terlihat berfikir lagi.


"Dirumah mu saja." Ucap Kagami.


Mereka pun sepakat untuk belajar di rumah Rei saat hari libur nanti.


SKIP TIME


Seperti rencana mereka beberapa hari lalu untuk belajar bersama. Saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang tamu rumah Rei dengan duduk di lantai dan tersedia meja untuk belajar.


"Kagami-kun, apa ada yang bisa kubantu?" Tanya Rei.


"Aku tidak mengerti ini." Ucap Kagami sambil menyodorkan bukunya dan menunjuk sebuah rumus matematika.


Rei mulai menjelaskan padanya secara sederhana sehingga mudah dipahami.


"Rei-san, tolong jelaskan yang ini untukku." Ucap Kuroko sambil menyodorkan bukunya dan menunjuk sebuah rumus matematika yang berbeda dengan Kagami.


Rei mulai menjelaskan lagi. Tak terasa hari sudah siang, Rei berniat menyiapkan makan siang untuk mereka. Ia berdiri dari posisi duduknya.


"Rei-san, mau kemana?" Tanya Kuroko.


"Mau memasak." Ucap Rei lalu berjalan menuju dapur.


"Biar kubantu." Ucap Kagami lalu ikut berdiri.


"Aku tau kau bisa memasak, tapi disini akulah tuan rumahnya jadi akulah yang harus melayani kalian. Kalian lanjutkan saja belajarnya." Ucap Rei.


Kagami akhirnya hanya menggaruk belakang kepalanya lalu kembali duduk.


Rei terlihat sedang memasak dengan menggunakan celemek dan bersenandung kecil.


'Aku sangat senang karena tidak makan sendirian hari ini.' Batin Rei.


Diam-diam, Kuroko dan Kagami memperhatikan Rei yang sedang memasak di dapur.

__ADS_1


'Rei-san terlihat semakin cantik. Dia cocok jadi ibu rumah tangga.' Batin Kuroko.


'Aku penasaran bagaimana rasa masakannya.' Batin Kagami.


Mereka lalu masuk ke dapur dan berdiri di dekat meja makan saat melihat makanannya hampir selesai.


"Ah, Kuroko-kun, Kagami-kun. Chotto matte ne, makanannya hampir selesai." Ucap Rei yang menoleh pada mereka sesaat lalu kembali fokus pada masakannya.


Saat masakannya selesai, Rei menyusun alat makan di atas meja dengan sangat telaten.


'Dia cocok jadi istri idaman.' Batin Kagami dan Kuroko.


"Ayo makan." Ucap Rei sambil melepaskan celemeknya lalu duduk di meja makan.


Kagami dan Kuroko ikut duduk. Mereka duduk bersebelahan, sedangkan Rei duduk di depan Kuroko.


"Ittadakimasu!" Ucap mereka bersamaan.


Mereka berdua terlihat menikmati makanan yang Rei buat.


'Syukurlah mereka suka.' Batin Rei sambil tersenyum.


"Tambah!" Ucap Kagami dengan bersemangat sambil menyodorkan mangkuk nasinya yang sudah kosong.


"Ha'i, ha'i" Ucap Rei sambil tersenyum dan mengambil mangkuk nasi Kagami.


Rei mengambilkannya nasi lagi.


'Untung aku masak banyak.' Batin Rei sambil tersenyum.


Kagami terus tambah beberapa kali hingga masakan yang Rei buat sudah habis tanpa sisa.


"Masakanmu sangat enak Rei-san." Puji Kuroko.


"Hontou ni? Kalau begitu, lain kali aku akan masakan lagi untuk kalian." Ucap Rei bersemangat.


Setelah itu mereka melanjutkan belajarnya lagi. Kagami dan Kuroko terus bertanya pada Rei yang mereka tidak pahami. Rei menjawab dengan sesederhana mungkin agar mudah dipahami.


Saat sudah sore, Kuroko dan Kagami membereskan buku-buku mereka dan bersiap untuk pulang. Mereka saat ini sedang berada di depan rumah Rei.


"Arigatou, Rei-san. Untuk makanannya dan penjelasan mu juga sangat mudah dipahami." Ucap Kuroko.


"Itu benar." Ucap Kagami menyetujui.


"Ie, itu bukan apa-apa." Ucap Rei sedikit malu-malu.


Setelah itu mereka berdua pergi. Rei kembali masuk ke rumahnya dan merebahkan dirinya di sofa.


Rei tersenyum sambil membayangkan semua yang ia alami selama ini.


'Kuharap ini tidak pernah berakhir.' Batin Rei lalu memejamkan matanya.


Perlahan, ia masuk ke alam mimpi dengan senyuman masih menghias wajah cantiknya


Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2