
Seirin dan Kaijou pun memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan. Rei juga sudah bersama dengan anggota timnya.
Kise lalu berlari menghampiri ring tim Seirin dengan mendribble bola lalu melakukan lane up.
"Deklarasi perang." Ucap Kise.
Kagami juga melakukan hal yang sama ditambah dengan operan Kuroko, ia melakukan lane up plus alley oop.
Mereka lalu kembali bergabung bersama yang lain
"Kapten, dari tadi aku berusaha menahannya. Aku tidak tahan lagi." Ucap Kuroko lalu mengepalkan tangannya. "Aku terlalu senang. Sampai-sampai aku tidak sabar menunggu pertandingan dimulai." Lanjutnya.
"Aho, kami juga sama. Dan," Ucap Hyuga menggantungkan kalimatnya lalu melihat ke arah tim Kaijou. "Lawan kita juga begitu." Lanjutnya.
Kise lalu menghampiri Kagami dan Kuroko.
"Kagamicchi. Hari itu, saat aku pertama kali merasakan kekalahan dalam hidupku. Tidak pernah kulupakan sedikit pun." Ucap Kise. "Tapi...berkat itu, aku akhirnya sadar. Aku benar-benar menyukai basket, sampai-sampai aku rela memberikan segalanya. Jadi, tidak mungkin aku akan kalah lagi." Lanjutnya.
"Kise, kau ini lembek ya?" Ucap Kagami yang membuat Kise terkejut. "Kami sudah tau hal itu sejak lama. Tidak usah dijelaskan sekarang. Kita akan membuktikannya sebentar lagi. Ayo cepat kita mulai." Lanjutnya.
"Apa Kurokocchi juga merasakan hal yang sama?" Tanya Kise.
"Ya. Aku juga memikirkan tentang betapa aku tidak menyukai Kise-kun." Ucap Kuroko yang membuat Kise terkejut "Tapi maksudku dalam hal yang baik. Aku menanggap Kise-kun sebagai rivalku." Lanjutnya yang membuat Kise terkejut tapi Kise kemudian tersenyum.
Pertandingan pun dimulai. Seirin menyerang terlebih dahulu dan berhasil mencetak angka. Sedangkan Kise juga mencetak three point dengan kemampuan perfect copy nya segera setelah Seirin mencetak angka terlebih dahulu.
"Sebelum pertandingan Kagamicchi membuat satu kesalahan. Siapa bilang aku lembek?" Ucap Kise.
Seirin kembali menyerang tapi dihentikan oleh Kise. Kise kembali menggunakan kemampuan perfect copy nya. Kagami berusaha menghentikannya tapi gagal.
'Mereka mengungguli kita! Mereka menyadari kalau Kagami tidak bisa memasuki zone ketika pertandingan dimulai.' Batin Rei.
Kise bahkan menghentikan phantom shoot milik Kuroko.
"Kuroko, kau baik-baik saja?" Tanya Kagami yang menghampiri Kuroko.
"Tidak..., aku menyerah. Kise-kun memang luar biasa..., aku kalah telak darinya." Ucap Kuroko sambil melihat kearah Kise. "Dia lawan kuat yang bahkan bisa membuatku tertawa." Lanjutnya lalu tersenyum.
Tidak ada yang bisa menghentikan Kise. Ia terus saja mencetak angka dan membuat selisih angka sekalian melebar. Kise lalu menghentikan memakai perfect copy untuk menyimpan tenaganya.
Seirin bermain dengan gelisah sehingga tembakan mereka selalu meleset.
Riko lalu memasukkan Furihata untuk menggantikan Izuki. Furihata terlihat sangat gugup.
'Pftt aku tau maksud pelatih memasukkan Furihata. Tapi, ekspresinya itu membuatku ingin tertawa.' Batin Rei yang berusaha menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Untung saja yang lain tidak melihat kalau tidak, mungkin ia akan diomeli.
Mood Seirin berubah menjadi lebih tenang, tidak seperti sebelumnya yang penuh nafsu. Seirin bermain dengan lebih waspada dan tidak terburu-buru. Itulah perubahan yang dibawa Furihata. Seirin mulai mengejar ketertinggalan.
__ADS_1
Furihata kembali diganti dengan Izuki di quarter kedua.
Terjadi one on one antara Kagami dan Kise. Kagami berhasil melewati Kise dan mencetak angka.
Tim Kaijou lalu mengganti Kise.
"Chotto, kenapa aku? Kalau aku diganti sekarang..." Ucap Kise hendak memprotes tapi ucapannya dipotong oleh Kasamatsu.
"Kise. Ikuti perintah pelatih." Ucap Kasamatsu yang memotong ucapan Kise. "Kakimu, kan?" Lanjutnya yang membuat Kise terkejut.
'Pasti cedera saat melawan Haizaki. Meskipun aku sudah mengompresnya, memang tidak mungkin sembuh secepat itu.' Batin Rei.
"Oh. Jadi sudah ketahuan." Ucap Kise. "Tapi..., biarkan aku bermain! Aku bisa berjuang! Aku tidak bisa kalah seperti ini." Lanjutnya yang masih memaksa untuk bermain.
"Meski begitu, kau akan semakin terpuruk jika terus seperti ini." Ucap Kasamatsu. "Aku tau semua kerja keras mu tadi karena kau sangat ingin menang. Aku juga tidak bisa menerima saat Haizaki mencederai kakimu juga. Tapi kau tidak bisa memakainya sebagai alasan. Pertandingan melibatkan segalanya, termasuk hal-hal semacam itu. Tidak ada hubungannya dengan hasil." Lanjutnya dengan tegas.
Kise pun akhirnya menurut dan digantikan oleh pemain lain. Meski begitu Kaijou tidak mengalami kesulitan.
"Pelatih, apa belum waktunya?" Tanya Rei.
"Sudah saatnya." Ucap Riko.
"Oh, mengganti Kuroko?" Tanya Kawahara.
"Ya." Jawab Riko.
"Itu karena Kuroko-kun berusaha untuk tidak terlalu menonjol. Tapi, kita harus segera menggantinya." Ucap Rei dengan wajah serius.
'Karena akan jadi masalah saat Kasamatsu mengetahui rahasia phantom shoot milik Kuroko.' Batin Rei.
Saat Kuroko akan melakukan phantom shoot, Kasamatsu menghentikannya. Kuroko pun digantikan oleh Mitobe.
"Maaf. Aku diblok sebelum pergantian. Maaf sudah menghentikan momentum kita." Ucap Kuroko saat sudah tiba di bench.
"Syukurlah kau tidak syok." Ucap Rei sambil tersenyum lalu kembali fokus pada pertandingan.
Kagami terus saja mencetak angka dan membuat skor menjadi seri. Babak pertama pun berakhir.
"Kagami-kun." Panggil Kuroko sambil mendekati Kagami yang tengah mengikat tali sepatunya. Ia lalu berdiri di depan Kagami
"Sepatu yang kudapat dari si brengsek Aomine sangat cocok. Di babak selanjutnya aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku." Ucap Kagami.
"Ha'i" Ucap Kuroko.
"Tapi, apa kau baik-baik saja? Mereka sudah menghentikan phantom shoot. Apa kau ada teknik yang kau sembunyikan?" Tanya Kagami saat sudah selesai mengikat tali sepatunya dan melihat Kuroko yang berdiri di depannya.
"Aku tidak tau." Ucap Kuroko.
__ADS_1
"Oi! Apa benar kau tidak apa-apa?" Tanya Kagami.
"Tapi, aku tidak boleh terus frustrasi." Ucap Kuroko.
Babak kedua pun dimulai, Kise tetap tidak dimasukkan kedalam pertandingan. Ia sedang duduk di bench dengan wajah kesal.
Seirin telah unggul. Tapi Kaijou terus bertahan meskipun kesulitan menghentikan Kagami.
Seirin dan Kaijou kembali menyerang dan bertahan satu sama lain. Tapi jalannya pertandingan masih dikuasai Seirin.
Kise kembali masuk ke pertandingan begitu juga dengan Kuroko.
"Yo, akhirnya kau datang juga. Aku sudah menunggu..." Ucap Kagami saat Kise memasuki lapangan, tapi ucapannya terpotong saat melihat wajah Kise yang begitu mengerikan.
'Kise sekarang jadi lebih berbahaya dari yang tadi.' Batin Rei.
Kise kembali mengaktifkan kemampuan perfect copy nya dan membuat Seirin kesulitan. Ia bahkan bisa meniru teknik Kuroko yang sebelumnya sama sekali tidak bisa ia tiru.
'Kita tidak akan bisa menang jika tidak bisa menghentikan perfect copy milik Kise. Dan kalau Kaijou menang, apa aku akan benar-benar menjadi pacarnya Kise?' Batin Rei yang teringat janjinya dengan Kise. 'Apa yang harus kulakukan jika itu benar-benar terjadi? Aku bukannya tidak menyukainya, tapi...aku belum siap. Aku masih tidak mengerti dengan perasaanku.'
'Tunggu sebentar, kenapa aku harus khawatir. Aku harusnya percaya mereka bisa menang. Aku tidak boleh meragukan mereka.' Batin Rei lagi.
Seirin terus berusaha menghentikan Kise tapi selalu gagal. Ditambah dengan kerja sama tim Kaijou yang baik membuat Seirin mengalami kesulitan dalam menembus pertahanan Kaijou.
Di sisi lain, tekanan dari sorakan penonton yang mendukung juga berpengaruh besar bagi mental anggota tim Seirin. Keadaan Seirin yang semakin buruk membuat Riko segera meminta time out.
"Pelatih, ada satu cara untuk menghentikan Kise-kun." Ucap Rei yang membuat mereka memperhatikannya.
"Apa itu?" Tanya Riko.
"Kita harus memprediksi siapa yang akan ditiru olehnya. Untuk itu," Rei lalu melihat Kuroko. "Bisakah kau memperhatikannya, Kuroko-kun? Dengan kebiasaanmu memperhatikan orang lain itu seharusnya bisa membantu." Lanjutnya.
"Ha'i" Ucap Kuroko.
"Kita akan melakukannya." Ucap Riko menyetujui.
Sementara Kagami dan Kise bertanding one on one, Kuroko terus memperhatikan gerakan Kise.
Kaijou terus menyerang dan berhasil membalikkan keadaan. Seirin juga berhasil membalikkan keadaan lagi dengan melakukan serangan cepat.
Kise menggunakan kemampuan perfect copy dan itu sudah diperkirakan oleh Kuroko. Mereka berhasil menghentikan Kise, tapi Kise dengan segera mengoper bola pada Kasamatsu. Kasamatsu melakukan shoot yang membuat keadaan berbalik lagi.
Kagami segera menyerang balik saat ada kesempatan. Kagami yang dihadang oleh Kise segera mengoper bola pada Kuroko. Kuroko pun melakukan shoot di detik-detik terakhir. Seirin berhasil memenangkan pertandingan dan akan melawan Rakuzan di final.
Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya
(Bersambung)
__ADS_1