
"Kagami tidak mampu menghadapi Kise, tapi kelemahannya adalah pemain terlemah di lapangan yang hanya bisa mengoper. Kuroko-kun?" Ucap Riko yang tidak mengerti.
"Itu karena, kemampuan Kise adalah meniru gerakan pemain lain. Dia tidak bisa menghadapi Kuroko karena dia tidak bisa meniru kemampuan yang dimiliki Kuroko. Itulah kelemahannya." Ucap Rei.
"Lalu? Memang benar hanya permainan Kurokocchi yang tidak bisa kutiru. Tapi, kalau cuma itu apanya yang bisa berubah?" Ucap Kise.
Quarter pertama pun selesai.
"Itu akan mengubah segalanya. Akan kami buat kalian menangis di quarter kedua." Ucap Kagami.
Para pemain sedang beristirahat di bench. Riko pun mendapatkan ide untuk menghadapi tim Kaijou.
"Kuroko-kun dan Kagami-kun, kerja sama kalian akan menentukan segalanya. Apa kalian bisa?" Ucap Riko.
Kagami terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu. Kuroko pun menusuk pinggang Kagami.
"Sial, apa yang kau lakukan?" Ucap Kagami sambil menahan sakit dipinggang nya.
"Kau akan mengalahkan Kise-kun kan?" Tanya Kuroko dengan wajah datarnya.
"Sudah pasti!" Ucap Kagami lalu membalas menusuk pinggang Kuroko.
Quarter kedua pun dimulai. Kagami dan Kuroko melakukan kombinasi dengan baik saat menghadapi Kise dan berhasil mencetak skor.
"Kise-kun memang kuat. Aku tidak bisa apa-apa, Kagami-kun juga tidak bisa menandingimu. Tapi, bila kami menyatukan kekuatan, kami berdua bisa melawanmu." Ucap Kuroko.
"Kau benar-benar sudah berubah, Kurokocchi. Kau tidak pernah bermain seperti ini saat di Teikou. Tapi, kau tetap tidak bisa menghentikanku! Akulah yang akan menang!" Ucap Kise. "Memang benar aku tidak akan bisa meniru permainan kombinasi kalian. Tapi, karena Kurokocchi hanya bisa menggunakan kemampuannya selama 40 menit. Semuanya akan berbalik setelah quarter ketiga!"
"Apa benar begitu?" Ucap Kagami.
"Apa?!" Kise dihadang oleh Kuroko.
Semua yang melihatnya pun terkejut karena perbedaan kekuatan diantara mereka berdua.
"Tak pernah kubayangkan akan jadi seperti ini. Melawan Kurokocchi dalam satu lawan satu." Ucap Kise.
"Aku juga." Ucap Kuroko.
"Aku tidak tau apa tujuanmu, tapi Kurokocchi tidak akan bisa menghentikanku!" Ucap Kise lalu melakukan dribble dan melewati Kuroko, tapi ia kemudian dihadang oleh Kagami.
"Kau salah. Kami tidak akan menghentikanmu!" Ucap Kagami.
"Kami merebut bolanya!" Ucap Riko.
Kuroko lalu melakukan back tip dan merebut bola dari Kise.
__ADS_1
"Tidak masalah sehebat apa kau bermain melawan kami. Karena tujuan kami adalah merebut bolanya!" Ucap Kagami.
Bola lalu dioper kepada Izuki. Tim Seirin berhasil mencetak skor lagi. Tidak sengaja tangan Kise memukul wajah Kuroko yang membuat kepalanya berdarah. Permainan pun dihentikan. Rei pun segera menghampiri Kuroko.
"Kuroko-kun, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Rei memastikan keadaan Kuroko.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing." Ucap Kuroko.
Tidak lama kemudian, Kuroko pun pingsan dengan bersender di bahu Rei. Anggota yang lain segera membantunya membawa tubuh Kuroko yang pingsan kembali ke bench.
'Padahal aku tau ini akan terjadi. Seharusnya aku memperingatkannya untuk lebih berhati-hati. Ini salahku.' Batin Rei yang merasa bersalah.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Rei yang terlihat cemas.
"Kuroko-kun tidak bisa bermain lagi. Kita harus menutupinya dengan sisa anggota kita." Ucap Riko. "Offense (serangan) diserahkan kepada anak kelas dua. Ini masih quarter kedua, tapi kita tidak boleh tertinggal jauh dari mereka. Aku tau ini terlalu cepat tapi waktunya serius, Hyuga-kun."
"Iya" Ucap Hyuga sambil mengangguk.
"Kise-kun bisa menirumu, jadi jangan menyerang Kagami-kun. Fokuslah dalam bertahan. Lakukan semua yang kau bisa untuk mencegah Kise-kun mencetak angka." Ucap Riko.
"Apa? Memangnya tidak apa-apa?" Ucap Kagami.
"Tidak apa-apa. Percayalah pada kami." Ucap Hyuga.
"Tapi..."
'Hyuga memang menakutkan saat kepribadiannya yang lain muncul.' Batin Rei yang bergidik ngeri.
Pertandingan pun kembali dilanjutkan. Kuroko digantikan oleh Koganei. Hyuga pun menunjukkan kemampuannya sebagai seorang shooting guard (orang yang ahli dalam mencetak skor). Ia juga menunjukkan kepribadiannya yang lain saat serius.
Ditempat lain, terlihat seorang pria berambut hitam sedang menarik gerobang dengan sepedanya dengan seorang pria berambut hijau yang duduk didalamnya.
"Sial! Padahal kita selalu suit setiap melewati perempatan!" Ucap pria berambut hitam. "Tapi kau sama sekali belum mengayuh sepeda!"
"Sudah pasti aku tidak akan mengayuh sepeda. Karena, acara ramalan bintang 'Oha Asa' tadi pagi mengatakan, bahwa hari ini adalah hari keberuntungan bagi yang berzodiak cancer sepertiku." Ucap pria berambut hijau lalu meminum minuman kaleng.
"Memangnya apa hubungannya?" Ucap pria berambut hitam. "Selain itu, kita jauh-jauh datang kemari hanya untuk menonton latih tanding, memangnya temanmu itu sekuat apa?"
"Pemain peniru, dan pemain bayangan." Ucap pria berambut hijau.
"Apanya yang kuat?!"
"Pokoknya kayuh yang cepat, nanti pertandingannya keburu selesai!"
"Ini gara-gara kau kelamaan baca ramalan bintang, kan!" Keluh pria berambut hitam
__ADS_1
Di gym SMA Kaijou, pertandingan kembali dilanjutkan setelah insiden yang menimpa Kuroko. Sedangkan kepala Kuroko berada dipangkuan Rei di bench.
'Cepatlah sadar, Kuroko.' Batin Rei sambil memperhatikan wajah Kuroko yang pingsan.
Tidak lama kemudian, Kuroko pun sadar. Rei yang melihat Kuroko sadar pun senang bercampur khawatir.
"Kuroko-kun, kau baik-baik saja? Apa masih pusing?" Tanya Rei.
"Aku baik-baik saja." Ucap Kuroko lalu berdiri. "Aku pergi dulu." Ia lalu berjalan mendekati lapangan.
"Tunggu!" Rei lalu menghadang Kuroko. "Apa kau yakin? Kau masih butuh istirahat."
"Mereka membutuhkanku."
"Tapi..."
"Tenang saja, Rei-san. Aku baik-baik, kau tidak perlu khawatir." Ucap Kuroko lalu menepuk pelan kepala Rei untuk menenangkannya yang masih khawatir.
Riko yang mendengar percakapan mereka pun menghela nafas lalu mendekati mereka.
"Aku akan menurunkanmu, Kuroko-kun. Tapi, kalau aku melihat kondisimu semakin parah aku akan segera menggantimu!" Ucap Riko.
Koganei kembali digantikan dengan Kuroko. Tim Seirin pun berhasil mengejar ketertinggalan dan membuat skor menjadi seri. Kise pun tersulut emosinya dan menjadi lebih kuat.
"Aku tidak akan kalah. Tidak dari siapapun. Tidak dari Kurokocchi!" Ucap Kise yang menunjukkan wajah yang menyeramkan.
'Kise menjadi berbeda dari biasanya. Menyeramkan.' Batin Rei yang melihat perubahan wajah Kise.
"Gawat, semuanya berjuanglah! Aliran pertandingannya akan kembali seperti saat quarter pertama tadi. Perjuangan untuk memperebutkan angka!" Ucap Hyuga.
Tim Seirin pun akhirnya menang dengan skor 100-98. Mereka bersorak senang dengan kemenangan mereka. Rei segera menghampiri Kuroko.
"Apa kau baik-baik saja, Kuroko-kun?" Tanya Rei yang masih khawatir.
"Aku baik-baik saja." Ucap Kuroko.
"Kau sudah berjuang dengan baik, Kuroko-kun. Kau sangat luar biasa." Ucap Rei lalu tersenyum. Kuroko pun ikut tersenyum.
"Aku...kalah?" Ucap Kise yang tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Tanpa sadar, Kise pun menangis. Rei yang menyadari hal itu segera menghampirinya. Sedangkan Kise segera menghapus air matanya saat melihat Rei yang menghampirinya.
"Kau tidak perlu menyembunyikan air matamu, Kise-kun. Saat kau ingin menangis maka menangislah. Jadikan ini sebagai pelajaran dan jadilah lebih kuat." Ucap Rei yang kembali memberikan senyumannya. Kise pun tertegun sejenak.
"Arigatou, Reicchi." Ucap Kise ikut tersenyum.
__ADS_1
Jangan Lupa Like
(Bersambung)