Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 23


__ADS_3

Saat ini, Rei sedang berjalan pulang bersama Kuroko, Kagami dan Hyuga.


"Ada apa, Kagami-kun?" Tanya Kuroko saat melihat ekspresi wajah Kagami yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Apakah itu mengenai lutut Kiyoshi-senpai?" Ucap Rei yang membuat mereka terkejut. "Hyuga-senpai, bisakah kau cerita tentang apa yang terjadi tahun lalu?" Pintanya dengan wajah serius.


Hyuga terlihat menghela nafas sejenak.


"Cepat atau lambat kalian juga akan tau. Ini berawal saat musim panas tahun lalu..." Hyuga mulai bercerita. Sedangkan mereka bertiga memperhatikannya dengan seksama.


Hyuga mulai bercerita dari awal pertemuannya dengan Kiyoshi sampai bagaimana Kiyoshi mengalami cedera dan harus di opname di rumah sakit karena cederanya.


"Begitulah ceritanya." Ucap Hyuga mengakhiri ceritanya.


"Hanamiya Makoto, dia adalah pemain paling curang. Aku sangat kesal jika mengingat wajahnya itu." Ucap Rei dengan wajah kesalnya. 


Rei memang sangat tidak suka dengan hal-hal berbau kecurangan seperti yang dilakukan oleh Hanamiya, tidak heran ia sangat kesal karenanya.


"Jangan terlalu menganggap serius masalah ini. Itu hanya cerita masa lalu. Kalian tidak perlu mengkhawatirkannya." Ucap Hyuga.


Mereka lalu berpisah. Seperti biasa, Rei pulang diantar oleh Kagami dan Kuroko.


SKIP TIME


Saat ini, tim Seirin dan Kirisaki Dai Ichi sedang melakukan pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Bahkan tim Touou juga datang untuk menonton pertandingan meskipun Aomine datang dengan dipaksa oleh anggota tim yang lain. Tim dari Kaijou juga datang.


"Aku tidak tertarik melihat pertandingan ini, tapi mereka terlihat sangat ganas hari ini." Ucap Aomine yang memperhatikan anggota tim Seirin. Perhatiannya lalu tertuju pada Rei yang sedang mencatat dan memperhatikan anggota tim Kirisaki Dai Ichi.


'Dia terlihat semakin cantik saat fokus seperti itu.' Batin Aomine sambil menyeringai.


Disisi lain, Kise juga sedang memperhatikan Rei.


'Reicchi membuat ku semakin jatuh cinta saja saat melihatnya serius seperti itu.' Batin Kise.


Rei lalu melihat kearah Hanamiya Makoto, ia lalu melihatnya dengan tatapan tajam.


'Kami pasti akan mengalahkan mu hari ini, lihat saja!' Batin Rei.


Pertandingan dimulai, tapi Kirisaki Dai Ichi sudah banyak melakukan kecurangan dan wasit sama sekali tidak menyadari hal itu.


Rei terlihat sangat kesal sampai-sampai ia mencengkram clipboard yang biasa ia gunakan. Kagami juga tersulut emosinya dan hendak memukul salah satu pemain lawan yang melakukan kecurangan padanya. Untung saja Kuroko menghentikannya sebelum hal itu terjadi.


"Aku juga marah. Tapi memukul mereka demi senpai kita, bukan cara yang tepat. Kita harus mengalahkan mereka dengan basket." Ucap Kuroko.


"Kau benar. Maaf." Ucap Kagami sambil menunduk dan mengepalkan tangannya. Ia lalu berbalik menghadap para senpai dan menunduk meminta maaf.

__ADS_1


Riko lalu meminta time out. Anggota tim yang bermain sedang beristirahat di bench. Dilengan Hyuga sudah ada memar. Melihat itu, Rei segera membawa kompres untuk mengurangi memarnya.


Teppei terus saja diserang oleh tim dari Kirisaki Dai Ichi. Ia tetap bertahan meskipun tubuhnya sudah penuh dengan memar.


'Kiyoshi sangat luar biasa. Dia mampu menahan sakit yang diterimanya.' Batin Rei.


Cerita bersambung di bawah ini


Teppei kembali diserang dan kali ini bukan main-main. Dahi nya sampai berdarah. Pertandingan dihentikan sementara. Rei segera masuk ke lapangan dan mengobati lukanya.


Babak pertama pun berakhir. Semua anggota tim Seirin sedang berada di ruang ganti. Kagami langsung saja menendang bangku panjang yang telah disediakan hingga mengenai loker. Riko pun memukulnya dengan clipboard yang biasa digunakan Rei.


"Dasar! Jangan melampiaskan kemarahanmu pada benda mati." Omel Riko.


"Kiyoshi, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Izuki yang khawatir dengan keadaan Teppei.


"Ya, aku baik-baik saja." Jawab Teppei.


"Sialan! Aku benar-benar marah!" Ucap Kagami sambil menundukkan dirinya di bangku panjang.


"Jangan merusak apa-apa." Nasihat Kuroko.


"Diam! Aku tau itu! Tapi, aku tidak menyangka kau akan setenang..." Kagami lalu menggantungkan kalimatnya karena terkejut melihat Kuroko dengan wajah marahnya dan aura gelap disekelilingnya.


'Kuroko saat marah ternyata memang sangat menyeramkan. Saat dulu aku masih menontonnya di laptopku tidak terasa apa pun, tapi sekarang...aku merasa sedikit takut karenanya.' Batin Rei.


Tim dari Kirisaki Dai Ichi juga berniat mengganti pemainnya. Sejak berganti pemain, Hanamiya terus saja mencuri bola dari tim Seirin terutama dari Izuki. Seirin mengalami kesulitan karenanya.


Saat istirahat, Izuki tersulut emosinya karena bolanya selalu di curi. Koganei berusaha menenangkannya.


"Kita mungkin bisa membebaskan diri." Ucap Kuroko yang membuat mereka semua memperhatikannya. "Jika aku berhenti bermain sebagai tim."


"Apa maksudmu, Kuroko?" Tanya Kagami.


"Seperti yang kukatakan tadi, kalian berempat tetap bermain seperti biasa." Ucap Kuroko.


"Begitu ya." Ucap Riko.


"Tim kita pasti bisa melakukannya." Ucap Rei penuh keyakinan.


Pertandingan kembali dilanjutkan. Kuroko kembali dimasukkan dalam pertandingan. Seirin mulai mengejar ketertinggalan. Tapi, Teppei kembali diserang lagi. 


'Aku sangat kesal! Ingin sekali aku menghajar mereka!' Batin Rei yang marah melihat hal itu.


Riko segera meminta time out saat melihat hal itu. 

__ADS_1


"Ada beberapa hal yang ingin kukatakan, tapi..." Riko menarik nafas sejenak dan menghembuskannya sebelum melanjutkan kalimatnya. "Pertama, kau sudah mencapai batasmu. Kau akan diganti, Teppei." Ucap Riko sambil melihat ke arah Teppei.


"Apa? Tunggu dulu! Sedikit lagi! Jika kau mengeluarkanku sekarang..." Ucap Teppei hendak memprotes tapi ucapannya dipotong oleh Riko.


"Tidak. Jika kejadian yang sama seperti tahun lalu terulang, lebih baik kau membenciku." Ucap Riko dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Teppei yang melihat Riko seperti itu langsung tertegun.


"Aku setuju." Ucap Rei dengan mata yang memperlihatkan kesedihan. "Aku tidak mempunyai kakak, aku sudah menganggap senpai sebagai kakakku. Jadi tolong...jangan memaksakan dirimu lagi..." Lanjutnya dengan nada memohon.


"Aku sudah muak!" Ucap Hyuga yang lalu berdiri dihadapan Teppei. "Maksud kami adalah serahkan semuanya pada kami! Diam dan duduklah!"


Teppei terlihat diam sejenak.


"Aku serahkan sisanya pada kalian." Ucap Teppei lalu ia digantikan oleh Mitobe.


Anggota tim yang akan bertanding kembali memasuki lapangan. Tim Seirin berhasil mengejar ketertinggalan dan memimpin angka. Hanamiya sangat kesal dan berniat menyerang Kuroko, untung saja Kuroko berhasil menghindarinya.


Akhirnya, Seirin berhasil memenangkan pertandingan dan lolos ke Winter Cup. Mereka semua bersorak senang merayakan kemenangan mereka. Rei hanya memperhatikan mereka semua.


'Aku...tanpa sadar...menganggap mereka sebagai keluarga ku. Aku sangat bersyukur...bisa datang ke dunia ini...dan bertemu dengan mereka semua.' Batin Rei. Tanpa sadar air mata nya mengalir di pipinya dan senyuman menghiasi wajahnya.


Di sisi lain, Shutoku juga memenangkan pertandingan melawan Senshinkan dan lolos ke Winter Cup.


Kuroko sedang bermain basket sendirian di lapangan basket yang berada di luar stadion.


"Semuanya mau pergi." Ucap Kagami yang muncul tiba-tiba.


"Jangan menakutiku seperti itu. Kau membuatku marah." Ucap Kuroko.


"Itulah yang kurasakan sejak tadi! Dasar...kau sedang apa?" Ucap Kagami yang mulai kesal dan menghampiri Kuroko. Ia lalu meletakkan tasnya begitu saja di sembarang tempat.


"Maaf. Aku hanya tidak bisa diam." Kuroko lalu melemparkan bola yang tadi di pegangnya dan Kagami menerimanya.


"Terlalu bersemangat, ya?" Kagami lalu memainkan bola itu.


"Aku tidak tau. Sejak kita menang dan lolos ke Winter Cup, aku sudah tidak sabar sampai badanku tidak berhenti bergetar." Ucap Kuroko.


Kagami lalu tersenyum. "Itu namanya terlalu bersemangat." Kagami melemparkan kembali bola ditangannya pada Kuroko. Kuroko lalu menangkapnya.


"Apa yang kalian lakukan disini? Yang lain sudah menunggu. Ayo." Ucap Rei yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Rei lalu berjalan mendahului mereka menuju tempat anggota yang lain sedang menunggu. Mereka berdua segera mengikuti langkahnya dalam diam.


Jangan Lupa Like 😁

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2