
Rei lalu menghalangi Kuroko. Kagami langsung bersembunyi dibelakang punggung Rei.
"Kuroko-kun, kau tidak boleh seperti itu. Kasihan Kagami-kun jadi ketakutan." Ucap Rei mengomeli Kuroko.
Kuroko hanya diam saat diomeli oleh Rei. Sedangkan Kagami sedang bersyukur karena Rei melindunginya. Wajah datar Kuroko sangat imut sehingga Rei harus berusaha menahan diri untuk tidak memeluknya.
"Kagami-kun, maaf ya. Karena aku, kau kemarin jadi pingsan." Ucap Rei dengan memasang wajah bersalah.
"Itu bukan apa-apa. Tidak usah dipikirkan. Aku juga mau minta maaf atas perkataanku saat bertanding melawan Shutoku kemarin. Maaf, sudah membuatmu kecewa." Ucap Kagami sambil mengelus dengan lembut kepala Rei.
"Kau tidak membuatku kecewa karena kau sudah sadar setelah itu, benarkan? Aku memang pergi saat itu, tapi aku tetap menonton pertandingan hingga selesai dari bangku penonton karena aku tidak ingin melewatkan setiap moment penting." Ucap Rei sambil tersenyum.
Rei lalu mendekati Kuroko.
"Saat itu, kau yang berhasil menyadarkannya kan, Kuroko-kun? Terima kasih." Ucap Rei sambil tersenyum.
Mereka berdua ikut tersenyum dengan wajah bersemu merah.
Tim Seirin kali ini sedang latihan di kolam renang. Kagami masih belum diperbolehkan latihan.
"Latihan di kolam renang itu berat sekali, ya." Ucap Izuki.
Sedangkan Kuroko sudah mengambang di kolam.
"Kuroko, jangan tidur! Jangan mengambang begitu saja!" Ucap Hyuga.
Rei lalu masuk bersama Nigou ke tempat latihan mereka dengan menggunakan pakaian renang yang imut. Pakaian itu sangat cocok dengan tubuh Rei dan tidak terlalu menunjukkan lekuk tubuhnya.
"Anjingnya imut sekali, ya?" Ucap seseorang dari belakang Rei.
Mereka pun melihat ke arah asal suara. Mereka terkejut dengan kedatangan gadis berambut pink yang menggunakan bikini yang tergolong sexy.
"Apa yang kau lakukan disini, Momoi Satsuki-san?" Tanya Rei dingin.
"Aku adalah pacar Tetsu-kun, jadi tidak anehkan jika aku ingin bertemu dengannya sebelum liga final?" Ucap Momoi.
"Memang tidak aneh, tapi kau bukan pacarnya. Kalian hanya ngedate sekali dan kau sudah mengklaim dia sebagai pacarmu padahal dia tidak menyatakan perasaan padamu." Ucap Rei yang membuat mereka semua memandangnya tidak percaya karena sudah tau sampai seperti itu.
"Tetsu-kun dan aku memang berpacaran." Ucap Momoi dengan wajah sok imutnya.
"Apa benar kau berpacaran dengannya, Kuroko-kun?" Tanya Rei.
"Bukan, dia adalah manajerku saat di SMP Teikou" Ucap Kuroko dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Kau dengar itu, kan? Sebaiknya kau pergi sekarang." Ucap Rei berusaha mengusir Momoi.
"Ehh...kau kejam sekali Rei-san. Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa tau namaku dan masa laluku, hm?" Tanya Momoi.
"Kau tidak perlu tau tentang hal itu." Ucap Rei.
"He...jadi kita sama ya. Tapi anehnya aku tidak dapat menemukan banyak hal tentangmu. Ini aneh sekali." Ucap Momoi.
"Momoi-san, Jadi benar kau bersekolah di sekolah yang sama dengan Aomine-kun?" Tanya Kuroko.
"Ya. Sebenarnya aku sungguh-sungguh ingin sekolah di tempat yang sama denganmu, Tetsu-kun. Tapi, kalau tidak kuawasi, entah apa yang akan dia lakukan." Ucap Momoi lalu berjongkok di depan Nigou. "Anjing ini mirip denganmu, ya?" Saat Momoi hendak menyentuhnya, Nigou memalingkan wajahnya dan menjauh dari Momoi. Ia lalu mendekati kaki Rei.
"Dia imut sekali!" Ucap Momoi.
"Kau sampai seperti itu karena dia adalah teman masa kecilmu, kan?" Tanya Rei. "Yah...aku tidak heran sih dengan kedekatan kalian berdua sejak dulu."
"Sebenarnya, kau sudah tau sampai mana mengenaiku? Tadi kau mengatakan sejak dulu. Apa kita dulu saling mengenal?" Tanya Momoi.
"Yah...kalau dikatakan...kau tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu." Ucap Rei terdengar ambigu dan misterius.
Setelah latihan yang dilakukan di kolam tadi, diam-diam Kagami melakukan latihan seorang diri di sebuah lapangan. Tapi, saat akan melompat dia tidak bisa melakukannya. Rei yang saat itu kebetulan sedang jalan-jalan melihat Kagami yang sedang latihan dari kejauhan.
'Dia sangat keras kepala. Padahal kakinya masih sakit. Bagaimana kalau dia tidak bisa berjalan lagi?' Batin Rei. Saat akan mendekati Kagami, ada seorang pria berambut dark blue disana sedang berbicara dengan Kagami.
'Warna kulit itu. Warna rambut itu. Suara itu. Tidak salah lagi. Aomine Daiki. Dia pasti ingin menguji Kagami.' Batin Rei. Diam-diam, Rei memperhatikan mereka dari jauh.
"Hah? Siapa kau? Aku tidak suka menerima tantangan dari orang yang bahkan tidak memberitahukan namanya." Ucap Kagami.
"Aku tidak peduli dengan perasaanmu. Kalau kau kusuruh main ya main. Yah, setidaknya akan kuberitahu namaku. Namaku Aomine Daiki." Ucap Aomine yang membuat Kagami terkejut.
"Aku pernah mendengar tentangmu, tapi jangan harap kalau aku akan menerima begitu saja bila kau merendahkan ku seperti.." Ucapan Kagami lalu dipotong oleh Aomine.
"Oi, oi! Sudah kubilang aku tidak peduli dengan perasaanmu. Sudah diam saja, ayo kita main. Nggak ada juga yang mengharapkan untuk bertanding denganmu. Sudah kubilang, kan? Aku hanya ingin mengujimu." Ucap Aomine.
Ucapannya membuat Kagami sedikit kesal.
"Aku tidak mencari sesuatu yang tidak ada, seperti pemain yang lebih kuat dariku. Aku cuma mau tau sampai sejauh apa kau bisa mengusir kebosananku." Ucap Aomine lagi yang membuat Kagami sangat kesal.
Kagami lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya.
"Dari Kise sampai Midorima, Kiseki no Sedai itu isinya hanya orang-orang yang bisa membuatku kesal saja. Tapi kau pengecualian diantara mereka. Akan kuhancurkan kau!" Ucap Kagami.
Mereka pun bertanding one on one. Tapi karena belum pulih sepenuhnya, Kagami mengalami kelelahan.
__ADS_1
"Ini sih konyol. Apa benar kau menang saat melawan Midorima?" Ucap Aomine.
"Sialan..." Ucap Kagami.
"Tetsu pasti sudah salah menilaimu. Kau nggak akan bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya. Dia itu bayangan. Semakin kuat cahayanya maka semakin gelap bayangannya. Dengan kata lain, dia akan menjadi lebih kuat atau lemah tergantung pada kekuatan cahayanya. Cahaya mu itu, terlalu redup." Ucap Aomine.
Rei lalu keluar dari persembunyiannya.
"Kau memang selalu menyebalkan ya, Aomine-kun?" Ucap Rei.
Aomine lalu menoleh pada Rei dan langsung melihat kearah dadanya.
'Hm, lumayan besar juga.' Batin Aomine.
Rei yang menyadari Aomine yang melihat kearah dadanya langsung menutupinya.
"Dasar mesum!" Bentak Rei. "Hah...tapi...memang beginilah Aomine, mesum, suka bolos latihan, tidak suka belajar, dan suka membaca majalah Mai-chan." Ucap Rei.
"Darimana kau tau tentangku?" Tanya Aomine yang kaget mendengar ucapan Rei.
"Sebelum itu, perkenalkan, namaku Rei Nabila. Manajer tim basket Seirin. Kau bertanya aku tau darimana, kan? Bisa dibilang, aku sama seperti Momoi. Kau mengerti maksudku, kan?" Ucap Rei.
"Tapi kau tau terlalu banyak. Siapa kau sebenarnya?" Tanya Aomine.
"Bukankah sudah kubilang? Aku Rei Nabila, manajer tim basket Seirin." Ucap Rei lalu tersenyum. Kemudian, ia menoleh pada Kagami. "Kagami-kun, kau seharusnya tidak latihan sendiri seperti ini. Kau harus sembuh dulu, kalau tidak, kita tidak tau apa yang akan terjadi pada kakimu. Bisa saja kau tidak bisa berjalan lagi." Ucap Rei dengan wajah serius.
Kagami hanya menundukkan kepalanya. Mereka lalu meninggalkan Aomine seorang diri. Mereka lalu duduk di sebuah bangku taman. Rei lalu berjongkok didepan Kagami.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Kagami.
"Aku akan memijat kakimu." Ucap Rei lalu mulai memijat kaki Kagami.
"Kau tidak perlu sampai seperti ini." Ucap Kagami.
"Salah siapa sampai aku harus seperti ini. Ini gara-gara kau latihan padahal belum pulih sepenuhnya." Ucap Rei sambil memijat kaki Kagami.
Rei lalu berdiri setelah memijat kaki Kagami.
"Lain kali, jangan seperti ini. Kau membuatku khawatir, baka (bodoh)." Ucap Rei dengan wajah khawatir.
Mendengar hal itu membuat Kagami sangat senang. Ia lalu menganggukkan kepalanya.
Jangan Lupa Like
__ADS_1
(Bersambung)