
Rei sedang berjalan di koridor dan karena melamun, ia pun tanpa sadar sudah berada di koridor kelas para senior. Rei pun tidak sengaja mendengar sebuah suara yang kukenal.
'Kagami? Pasti ini ada hubungannya dengan keinginannya untuk ikut dalam pertandingan. Aku ingat mereka tidak bisa ikut pertandingan karena mereka masih anggota sementara. Pftt, aku ingat saat Riko jadi menyemburkan susu yang diminumnya saat Kagami dan Kuroko meminta menjadi anggota resmi, itu sangat lucu.' Batin Rei yang kemudian tersenyum kecil.
Setelah menemui Riko, Kagami pun melewati mading yang memuat berita tentang kehebatan tim basket Seirin yang berhasil masuk semifinal. Ia pun berhenti sejenak melihat berita itu.
"Jadi mereka memang kuat ya?" Ucap Kagami.
"Ya, mereka memang kuat." Ucap Kuroko yang sudah berdiri di sebelah Kagami.
Kagami pun kaget dan reflek meninggikan suaranya.
"Apa kau tidak bisa muncul dengan biasa saja?!" Ucap Kagami.
Rei pun muncul dari belakang Kagami yang membuat Kagami mematung sesaat karena kaget.
"Apa yang kalian berdua lakukan disini?" Tanya Rei.
"Kami hanya sedang melihat mading." Jawab Kuroko.
"Ngomong-ngomong, kalian sepertinya sudah tidak sabar ya untuk menjadi anggota resmi. Kalian bahkan langsung menemui Riko-senpai saat tau kalian tidak bisa ikut pertandingan jika masih menjadi anggota sementara dan meminta padanya untuk bisa menjadi anggota resmi." Ucap Rei.
"Aku memang sudah tidak sabar lagi, aku ingin segera bisa mengikuti pertandingan dan melawan anggota Kiseki no Sedai yang lain." Ucap Kagami lalu menyeringai.
Kuroko hanya mengangguk karena ia juga pasti merasakan hal yang sama.
"Oh iya, kuperingatkan kalian agar menyiapkan mental kalian saat hari senin nanti." Ucap Rei lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
SKIP TIME
Senin, pukul 8.40 di atap
Riko sedang berdiri di hadapan anggota sementara yang ingin menjadi anggota resmi. Dari atap, terlihat lapangan yang digunakan untuk melaksanakan upacara.
"Sekarang, kalian harus meneriakkan apa tujuan kalian untuk ikut tim basket dengan sepenuh hati dan jika perasaan kalian tidak sampai kepada mereka." Ucap Riko sambil menunjuk ke arah anak-anak yang sedang melakukan upacara. "Kalian harus menyatakan perasaan kalian kepada gadis yang kalian sukai dalam keadaan telanjang."
"Apa?!" Mereka semua kecuali Kagami dan Kuroko tentu tidak menyetujui ide Riko, tapi mereka harus melakukannya supaya bisa bergabung menjadi anggota resmi.
'Rei-san...' Batin Kuroko dengan wajah bersemu merah.
'Rei' Batin Kagami. 'Tunggu sebentar, apa yang kupikirkan? Kenapa aku tiba-tiba teringat padanya?'
"Riko-senpai, apa Rei-san tidak ikut kita untuk melakukannya juga?" Tanya salah satu dari mereka.
"Oh, Rei-chan tidak perlu melakukannya karena aku memang sudah menerimanya dan membutuhkannya." Jawab Riko sambil tersenyum.
"Eh...itu tidak adil senpai."
"Seharusnya dia juga ikut bersama kita."
"Apa kalian sedang membicarakan ku?" Tanya seseorang yang baru saja memasuki atap.
Mereka semua kaget dengan kemunculan Rei yang tiba-tiba.
"Rei-chan, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Riko.
"Aku juga akan melakukannya bersama mereka, senpai. Aku ingin menyampaikan perasaanku kepada semua orang." Ucap Rei sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa kau serius? Kalau kau gagal maka kau harus menyatakan perasaan mu kepada orang yang kau sukai." Ucap Riko.
"Tidak apa, senpai. Itu juga karena aku tidak memiliki seseorang yang kusukai jadi aku ingin melakukannya." Ucap Rei.
"Ya sudah, terserah padamu." Ucap Riko.
Mereka pun maju satu persatu kedepan untuk meneriakkan tujuan mereka dengan sepenuh hati. Tersisalah Kuroko, Kagami dan Rei yang belum melakukannya.
"Aku ingin mengalahkan Kiseki no Sedai dan menjadi pemain basket terbaik di Jepang!!" Teriak Kagami.
"Aku selalu bersama Kagami dan Kuroko dan mendukung mereka hingga berhasil mencapai apa yang mereka inginkan!!" Teriak Rei yang kemudian tersenyum pada Kagami dan Kuroko.
Mereka berdua langsung merona merah melihat senyumannya. Sedangkan anggota yang lain tidak menduga bahwa Rei akan memiliki keinginan untuk mendukung dua orang yang menurut mereka tidak akrab itu. Saat giliran Kuroko untuk meneriakkan tujuannya, tiba-tiba seorang guru datang sehingga mereka pun diceramahi panjang lebar. Mereka pun diperbolehkan kembali ke kelas masing-masing setelah diceramahi panjang lebar.
Kuroko, Kagami dan Rei berjalan bersama menuju kelas. Kuroko dan Kagami sesekali melirik Rei yang berjalan di tengah mereka. Rei pun menghentikan langkahnya karena merasa risih.
"Kenapa kalian selalu melirikku?" Tanya Rei bingung.
"Kami tidak melirik mu, mungkin cuma perasaan mu saja." Ucap Kagami.
Rei hanya mengangkat bahu dan meneruskan langkahnya.
'Sebenarnya, ada apa dengan mereka berdua?' Batin Rei.
SKIP TIME
Esoknya, saat jam pulang sekolah, seorang pria yang bekerja sebagai model dengan rambut pirang nya memasuki gerbang sekolah Seirin. Kedatangannya menjadi pusat perhatian terutama untuk para wanita. Ia lalu memasuki gym dan melihat latihan tim basket Seirin lalu menyeringai.
"Semuanya, ayo berkumpul!!" Perintah Riko.
"Baik!" Ucap mereka bersamaan.
"Benar. Mereka tidak akan mengecewakan kita. Anak kelas satu juga akan turun dalam pertandingan ini!" Ucap Riko.
"Mengecewakan kita? Mereka lebih kuat daripada kita?" Ucap Koganei.
"Klub basket mereka sudah masuk dalam tingkat nasional. Mereka selalu lolos dalam kejuaraan Inter High." Ucap Hyuga.
"Dan tahun ini, SMA Kaijou menerima salah satu anggota Kiseki no Sedai, Kise Ryota." Ucap Riko.
Mereka pun terkejut. Berbeda dengan Kagami yang menyeringai senang karena akan melawan salah satu anggota Kiseki no Sedai.
Tanpa mereka sadari, seketika gym sudah dikelilingi oleh para gadis yang ingin meminta tanda tangan seorang pria berambut pirang.
"Hah? Kenapa banyak orang yang berkerumun disini?" Ucap Riko.
"Ah, aku tidak bermaksud hal seperti ini terjadi." Ucap pria itu masih memberikan tanda tangan untuk fans nya.
'Dia, Kise Ryota. Aku lupa kalau dia akan datang hari ini.' Batin Rei.
"Lama tak bertemu." Ucap Kuroko.
"Lama tak bertemu juga!" Ucap Kise. "Maaf, begini, sebenarnya...maukah kalian menunggu 5 menit?" Ucapnya lagi.
"A-Ada urusan apa kau disini?" Tanya Hyuga.
"Yah, karena lawan kami berikutnya adalah Seirin, dan kudengar Kurokocchi juga ada disini, jadi aku datang untuk menyampaikan salam. Saat SMP, kita berdua teman dekat lho." Ucap Kise.
__ADS_1
"Perasaan biasa aja deh." Ucap Kuroko.
"Kejam!" Ucap Kise, ia pun mulai menangis bombai.
Setelah selesai nangis bombai, ia pun melihat Rei yang sedang berdiri disebelah Riko. Rei sedang menatapnya. Rei pun tersenyum saat melihat Kise menyadari keberadaannya.
Deg
Deg deg
'Kenapa dengan jantungku?' Batin Kise yang masih terpaku melihat senyuman Rei.
Tiba-tiba, sebuah bola basket dilemparkan oleh seseorang ke arah Kise. Untung saja Kise dapat menahannya. Yang melemparkan bola itu ternyata adalah Kagami.
"Kau kemari tidak hanya untuk mengucapkan salam saja kan? Ayo bertanding denganku sebentar, cowok tampan!" Tantang Kagami.
"Hah? Memangnya siapa yang berpikiran begitu? Kalau begitu yang barusan..." Ucap Kise sambil memasang pose berpikir dengan memegang dagunya. "Baiklah, aku juga ingin membalas perbuatanmu yang tadi." Ucap nya lagi.
Mereka pun mulai bertanding one on one. Kise pun berhasil mengalahkan Kagami dengan mudahnya. Ia menggunakan kemampuan menirunya untuk meniru gerakan Kagami saat latihan tadi dan meningkatkan kekuatannya.
"Jadi hanya segini. Setelah dikecewakan seperti ini, mana bisa aku langsung pulang hanya dengan mengucapkan salam. Kurokocchi, ikutlah bersama kami." Ucap Kise sambil berjalan mendekati Kuroko. "Ayo ikut bersama kami. Ayo bermain basket bersama-sama lagi."
Mereka semua pun terdiam.
"Aku sebenarnya benar-benar mengagumi permainan Kurokocchi! Sangat disayangkan kalau kau membuang-buang bakatmu disini. Jadi, bagaimana?" Ucap Kise.
"Aku merasa terhormat mendengar permintaan mu. Tapi maaf, aku harus menolak permintaanmu." Ucap Kuroko kemudian membungkuk 90 derajat.
"Penolakan macam apa itu?" Ucap Kise. "Tapi tak apa, aku harap kau tidak menyesali keputusanmu Kurokocchi. Kau bisa bergabung dengan kami suatu saat nanti jika kau ingin." Ucapnya lagi.
Kise lalu melihat Rei dan mendekatinya.
"Boleh aku tau namamu?" Tanya Kise.
"Nama ku Rei Nabila." Jawab Rei.
"Reicchi, apakah kau mau bergabung dengan kami sebagai manajer? Kebetulan tim basket kami tidak ada manajer." Ucap Kise.
"Apa?!" Mereka semua kaget mendengar tawaran yang diberikan Kise pada Rei.
Rei pun melihat mereka satu persatu. 'Apa yang harus kulakukan? Aku memang mengagumi sosok Kise sejak dulu, menurutku dia sangat tampan tapi juga sangat lucu. Tapi, jika aku pergi bagaimana dengan tim basket ini?' Batin Rei.
"Maaf, Kise-kun, tapi aku tidak bisa pergi. Aku sudah berjanji akan mendukung Kagami dan Kuroko hingga bisa berhasil dan membantu tim basket ini menjadi tim basket nomor satu di Jepang." Ucap Rei dengan penuh keyakinan.
"Jadi aku sudah ditolak dua kali." Ucap Kise dengan wajah sedih dan kepala menunduk.
"Tapi, kau bisa menghubungiku jika kau membutuhkan ku." Ucap Rei.
"Benarkah?" Tanya Kise yang kembali riang.
Rei pun mengangguk yang membuat Kise tersenyum riang dengan menampakkan giginya. Mereka pun bertukar nomor.
'Apa bagusnya dia? Dia hanya cowok tampan.' Batin Kagami.
'Menyebalkan.' Batin Kuroko.
"Arigato Reicchi, aku akan menghubungi mu nanti." Ucap Kise lalu beranjak pergi. Sedangkan Rei hanya tersenyum sambil melihat kepergian Kise.
__ADS_1
Jangan Lupa Like
(Bersambung)