Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 26


__ADS_3

Kedua tim memasuki stadion dan disambut oleh sorakan dari penonton. Anggota Kiseki no Sedai yang lain juga menonton pertandingan mereka.


'Mereka terlihat bersemangat.' Batin Rei yang melihat ekspresi pemain tim Seirin yang sedang duduk di bench. Ia lalu tersenyum kecil.


Saat kedua tim diminta memasuki lapangan, Kagami menghampiri Aomine yang sedang menunduk seperti memikirkan sesuatu.


"Yo" Panggil Kagami yang membuat Aomine mengangkat kepalanya dan melihat Kagami yang berdiri di depannya.


Aomine terkejut melihat Kagami, ia lalu menyeringai.


"Sepertinya kau sudah sedikit berkembang." Ucap Aomine.


"Begitulah." Ucap Aomine.


Kuroko juga ikut menghampiri Aomine lalu menutup matanya mengingat semuanya kenangannya bersama Aomine dan Kagami. Ia lalu membuka matanya.


"Kali ini, kami pasti tidak akan kalah." Ucap Kuroko.


Aomine terlihat menyeringai lagi.


"Baiklah. Kalau begitu, ayo kita selesaikan sekarang juga." Ucap Aomine.


Pertandingan antara Seirin melawan Touou pun dimulai. Aomine berhasil mencetak angka terlebih dahulu untuk tim Touou dengan melakukan Alley-oop.


Kuroko lalu mengoper bola kepada Teppei dengan menggunakan teknik Ignite Pass Kai. Teppei menerimanya dengan baik, tapi saat ia akan melakukan dunk Wakamatsu mencegahnya. Teppei lalu mengoper bola kepada Kagami yang berada dibelakang. Kagami lalu melakukan Alley-oop dan mencetak angka untuk Seirin.


Lalu terjadi one on one antara Kagami dan Aomine. Tapi Kagami langsung mengoper bola Izuki. Ia lalu menghela nafas.


"Aku tidak bisa." Ucap Kagami yang membuat Aomine tidak mengerti. "Memang menjengkelkan, tapi aku tidak bisa menang. Saat ini, aku belum bisa." Lanjutnya lalu pergi dari hadapan Aomine.


Riko lalu meminta time out. Seirin memikirkan rencana menghadapi Touou terutama Aomine.


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan mulai mencetak angka dari luar. Izuki, berikan bolanya padaku." Ucap Hyuga.


"Apa?" Itulah reaksi yang diberikan anggota lain.


"Pertahanan Touou di dalam juga sangat kuat, jadi aku akan menarik perhatian mereka keluar." Ucap Hyuga menjelaskan rencananya. "Kita mulai strategi dari sana." Lanjutnya lalu berdiri dari duduknya.


"Baiklah. Kami mengandalkanmu, Hyuga-kun." Ucap Riko menyetujui rencana Hyuga.


"Ya." Ucap Hyuga.


Waktu time out sudah habis, kedua tim kembali memasuki lapangan. Hyuga pun mencetak tiga angka dengan cepat. Touou juga tidak mau kalah, Sakurai lalu mencetak angka dengan cepat.


Hyuga dan Sakurai terus saja mencetak angka. Tidak ada yang mau menyerah. Quarter pertama pun selesai dengan seri, kedua tim sedang beristirahat di bench.

__ADS_1


"Kita berhasil bertahan. Kuroko, sebaiknya kau beristirahat sebentar." Saran Kagami.


"Tidak, aku masih bisa bertahan sebentar lagi." Tolak Kuroko. "Pelatih. Saat quarter kedua sudah dimulai, ijinkan aku memakai vanishing drive lagi. Kita memang seri, tapi kita sudah payah mengejar mereka. Aku tidak mau terus tertinggal." Ucapnya dengan wajah serius.


Riko lalu menyetujuinya. Di quarter kedua, terjadi one on one antara Kuroko dan Aomine. Kuroko melakukan vanishing drive, tapi Aomine berhasil merebut bola darinya dan mencetak angka.


Cerita bersambung di bawah ini


"Jangan salah sangka, Tetsu. Bayangan tidak akan ada tanpa adanya cahaya. Seberapa pun besarnya kau berjuang, usahamu tidak akan berhasil." Ucap Aomine lalu mendekati Kuroko dan berdiri di hadapannya. "Bayangan tidak akan pernah bisa mengalahkan cahaya." Lanjutnya lalu pergi.


Kuroko yang mendengar kalimat itu sangat mempengaruhi mentalnya. Ia lalu melakukan Ignite Pass Kai dan diarahkan pada Aomine. Tapi, Aomine berhasil menahan bolanya. Kuroko begitu terkejut.


"Jangan terus membuatku kecewa, Tetsu." Ucap Aomine. "Jika ini adalah jawabanmu untuk mengalahkanku, maka biar kutegaskan. Usahamu sia-sia." Lanjutnya lalu kembali mencetak angka.


Sedangkan Kuroko masih tertekan. Riko segera meminta time out lagi.


"Kuroko-kun, kau keluar." Ucap Riko.


Kuroko yang mendengarnya begitu terkejut sampai mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk.


"Ha'i." Ucap Kuroko yang kembali menunduk.


Riko mulai menjelaskan strategi. Sedangkan Kuroko sibuk dengan pikirannya. Tanpa sadar, ia menangis. Rei lalu menepuk bahu Kuroko untuk menenangkannya.


"Jangan menyerah, Kuroko-kun. Di dunia ini, tidak ada usaha yang sia-sia." Ucap Rei dengan senyumannya.


Pertandingan dimulai tanpa adanya Kuroko di tim Seirin. Meskipun Kuroko tidak ada, Kagami berhasil menghadang Aomine seorang diri.


'Kekuatan terpendamnya telah bangkit.' Batin Rei tersenyum.


Semua yang melihatnya begitu terkejut. Aomine menjadi lebih serius, tapi ia tetap bermain sendiri. Kagami bisa bermain seimbang melawan Aomine. Terus terjadi one on one antara mereka.


Babak pertama telah selesai. Istirahat selama 10 menit sebelum babak kedua dimulai.


Aomine sedang berada di lapangan luar yang dekat dengan stadion. Aomine sedang tersenyum. Rei bermaksud menemuinya.


"Kau sepertinya sangat senang ya?" Ucap Rei.


Aomine lalu menoleh padanya masih dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Ya, sudah lama aku tidak merasa sesenang ini." Ucap Aomine.


"Bersenang-senang lah." Ucap Rei lalu pergi kembali bergabung dengan yang lain. Ia lalu berhenti. "Satu lagi," Ucapnya lalu menoleh. "Kuroko-kun belum menyerah." Lanjutnya sambil tersenyum lalu benar-benar pergi.


Babak kedua pun dimulai. Kuroko kembali masuk ke pertandingan. Aomine berhasil melawan Kagami, lalu Kuroko menghadangnya sehingga Aomine melakukan pelanggaran.

__ADS_1


"Jika Aomine-kun mengetahui semua gerakan ku. Tentu akan sebaliknya juga, kan? Kita telah banyak menghabiskan waktu bersama. Pemikiran kita akan sejalan jika dalam basket, Aomine-kun." Ucap Kuroko.


"Kau melakukannya, Tetsu." Ucap Aomine lalu pergi.


'Jadi ini yang dia maksud belum menyerah.' Batin Aomine lalu menyeringai.


Seirin mulai melakukan serangan balik. Tapi Touou juga mengeluarkan kemampuan mereka yang sesungguhnya. Seirin mengalami kesulitan.


Selisih angka semakin besar. Tapi Seirin belum menyerah. Justru semangat mereka semakin besar.


Seirin terus mengejar ketertinggalan. Kedua tim terus saja menyerang dan bertahan satu sama lain.


Aomine tersenyum. Ia memasuki zone. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Seirin lalu berharap pada Kagami untuk menghentikan Aomine.


Kagami terus saja gagal menghentikan Aomine sampai akhirnya, ia juga memasuki zone.


Semua yang melihatnya begitu terkejut.


'Duel yang sesungguhnya baru saja dimulai!' Batin Rei sambil menyeringai.


Terjadilah pertarungan antara kedua pengguna zone. Hasil dari pertandingan bergantung pada mereka berdua yang merupakan Ace dari kedua tim.


Dengan kepercayaan dari teman-teman nya, Kagami berhasil memasukkan bola di detik-detik terakhir dan membuat Seirin memenangkan pertandingan.


Setelah pertandingan, Aomine membaringkan dirinya di luar stadion sambil melihat langit malam.


"Mitsuketa!" Ucap Rei yang menghampiri Aomine lalu duduk di sampingnya yang masih berbaring.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Aomine tanpa melihat pada Rei.


"Hanya sedang jalan-jalan saja." Jawab Rei seadanya.


"Maukah kau menemaniku berbelanja besok?" Ucap Aomine lalu melihat Rei yang juga melihatnya. "Aku ingin membeli sepatu basket baru. Aku ingin latihan." Lanjutnya.


"Tentu. Kau tau, kau tadi sangat keren." Ucap Rei sambil tersenyum.


Wajah Aomine bersemu merah karenanya. Ia pun mengalihkan pandangannya.


"Ini nomorku. Tempat dan waktu bertemu kau yang tentukan." Ucap Rei memberikan nomornya. Ia lalu berdiri dari duduknya. "Aku harus pergi sekarang. Mereka pasti sudah menunggu ku." Lanjutnya lalu pergi meninggalkan Aomine.


Aomine lalu teringat sesuatu.


'Itu berarti aku sudah mengajaknya kencan!' Batin Aomine lalu wajahnya kembali memerah. 'Apa yang harus kulakukan?!' Batinnya lagi yang mulai frustasi.


Jangan Lupa Like 😁.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2