
Libur sekolah telah berakhir, para siswa dan siswi kembali masuk ke sekolah dan memulai kembali kegiatan klub dan belajar mengajar.
Anggota klub basket sedang berkumpul di gym. Riko sedang memberikan pengarahan.
"Karena kita sudah lama tidak melakukan latihan tanding, maka aku putuskan untuk mengirimkan undangan latih tanding pada Shutoku. Jadi, persiapkan diri kalian untuk latih tanding nanti." Ucap Riko.
"Ha'i!!" Ucap mereka semua.
Riko lalu memanggil Rei yang sedang memperhatikan anggota klub yang sedang berlatih.
"Rei-chan, bisa bicara sebentar?" Ucap Riko.
Rei pun menghampirinya.
"Ada apa senpai?" Tanya Rei.
Riko lalu mengeluarkan sebuah amplop. Amplop itu berisi undangan untuk melakukan latih tanding.
"Aku ingin kau memberikan ini pada pelatih tim basket Shutoku. Kau bisa kan?" Ucap Riko.
"Ha'i senpai. Aku akan segera menyerahkannya." Ucap Rei sambil menerima amplop yang diberikan Riko.
Setelah itu, Rei bersiap-siap membereskan barang-barangnya dan keluar dari gym.
Tidak butuh waktu lama hingga Rei tiba di SMA Shutoku. Ia segera mencari gym dimana anak klub basket sedang latihan.
Saat sedang berkeliling, ia melihat Takao dari jauh.
"Takao-kun!" Panggil Rei karena jaraknya dengan Takao cukup jauh.
Takao yang merasa namanya dipanggil pun menoleh. Sedangkan Rei dengan segera menghampiri Takao.
"Rei-chan, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Takao begitu Rei sudah berdiri di depannya. Ia bingung melihat Rei sedang berada di sekolahnya.
"Aku disuruh pelatih untuk mengantarkan undangan latih tanding melawan tim kalian. Bisakah kau mengantarkan ku menemui pelatih kalian?" Ucap Rei.
Takao pun mengangguk dan mengantarkan Rei menuju gym dan menemui pelatih tim Shutoku.
Kedatangan Rei menarik perhatian beberapa anggota klub basket Shutoku. Midorima yang juga menyadari kedatangan Rei merasa tidak senang karena Rei yang menjadi pusat perhatian anggota klub basket Shutoku.
"Bukankah dia manajer tim Seirin? Kenapa dia datang kesini?" Ucap salah satu anggota klub basket.
"Tapi kalau dilihat baik-baik, dia cantik juga. Aku jadi ingin berkenalan dengannya." Ucap anggota lain.
"Fokus pada latihan kalian!" Tegur Otsubo pada mereka.
__ADS_1
"Ha'i!" Ucap mereka lalu kembali fokus latihan.
'Kenapa dia datang kesini? Dia tidak seharusnya datang.' Batin Midorima lalu berusaha kembali fokus pada latihan three points shoot nya tapi tidak bisa karena ia tidak bisa melepaskan pandangannya dari Rei.
Rei menghampiri pelatih tim Shutoku bersama Takao. Setelah itu Takao pergi ke ruang ganti untuk bergabung dengan anggota lain untuk berlatih.
Rei awalnya terlihat membungkuk lalu menyerahkan amplop yang tadi di berikan Riko, ia kemudian berbincang-bincang dengan pelatih tim Shutoku. Setelah menyelesaikan pembicaraan, Rei kembali membungkuk dan hendak keluar dari gym.
Matanya sempat melirik pada Midorima yang sedang melihat kearahnya. Dengan cepat, Midorima mengalihkan pandangannya dan fokus pada latihannya.
'Sepertinya hanya perasaanku saja.' Batin Rei lalu keluar dari gym.
Cerita bersambung di bawah ini
Pelatih tim basket Shutoku sudah setuju untuk mengadakan latih tanding melawan Seirin. Latih tanding itu akan dilakukan minggu depan.
Masing-masing tim mempersiapkan dirinya dengan baik menjelang akan diadakan latih tanding.
Pada hari latih tanding, tim basket Shutoku datang ke SMA Seirin setelah jam pelajaran selesai dengan menggunakan bus. Sedangkan Seirin melakukan pemanasan di gym sambil menunggu Shutoku tiba di sekolah mereka.
Rei ditugaskan untuk menyambut kedatangan Shutoku sementara yang lain mempersiapkan diri untuk latih tanding.
Seirin sedang menunggu kedatangan Shutoku. Tidak lama kemudian, bus yang digunakan oleh Shutoku tiba di halaman sekolah. Anggota tim Shutoku turun satu persatu.
Setelah sampai di gym, Rei mengatakan pada mereka letak ruang ganti lalu ia pergi membeli keperluan untuk latih tanding kali ini.
Setelah selesai membeli barang-barang yang diperlukan, ia kembali ke gym. Midorima sedang berdiri di depan gym seperti sedang menunggu seseorang.
'Apa dia sedang menungguku?' Batin Rei lalu menghampiri Midorima.
"Midorima-kun, kenapa kau diluar? Apa kau menungguku?" Tanya Rei.
"Tidak, aku tidak menunggumu. Aku hanya sedang mencari udara segar." Ucap Midorima.
Rei lalu melihat Midorima tepat dimatanya. Midorima yang dilihat seperti itu menjadi salah tingkah, hal itu terbukti dengan ia yang menaikkan kacamatanya beberapa kali.
'Dasar tsundere. Kelihatan sekali kalau dia sedang berbohong.' Batin Rei lalu tertawa kecil.
"Aku masuk dulu. Mereka pasti sudah menungguku." Ucap Rei.
Saat akan melewati Midorima, Rei berbisik padanya.
"Ganbatte ne." Midorima yang mendengarnya merasa senang dan tersenyum kecil.
'Aku tidak akan kalah.' Batin Midorima lalu kembali masuk ke dalam gym dan bergabung bersama anggota timnya.
__ADS_1
Latih tanding pun dimulai, kedua tim bermain seimbang. Tidak ada yang ingin mengalah satu sama lain. Kombinasi dari Kagami dan Kuroko sangat mengesankan, begitu juga dengan Takao dan Midorima yang semakin baik dalam melakukan kombinasi.
Akhirnya, Shutoku lah yang memenangkan latih tanding kali ini. Kedua tim saling memberi hormat lalu mengganti kembali pakaian mereka dengan pakaian seragam.
Rei sedang sibuk membereskan barang-barang yang tadi digunakan selama latih tanding, sementara yang lain sedang mengganti pakaian mereka.
Midorima yang sudah selesai mengganti pakaiannya membantu Rei.
"Midorima-kun, kau tidak perlu membantuku. Aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Rei berusaha menolak bantuan Midorima.
"Aku bukannya ingin membantumu. Aku hanya tidak suka melihat sesuatu yang berantakan." Ucap Midorima.
'Masih saja tsundere.' Batin Rei sambil diam-diam tersenyum. 'Coba saja dia lebih jujur.'
Saat Rei akan mengangkat keranjang berisi bola basket, Midorima menghentikannya.
"Biar aku saja." Ucap Midorima lalu mengambil keranjangnya. "Dimana harus kuletakkan?"
Rei lalu mengantar Midorima ke ruang penyimpanan alat-alat olahraga. Midorima lalu meletakkan keranjangnya di pojok ruangan.
"Arigatou, Midorima-kun." Ucap Rei sambil tersenyum.
Saat Rei akan keluar dari ruangan itu, Midorima tiba-tiba menarik tangannya dan memeluknya. Rei sangat terkejut, tapi ia tidak melakukan apapun.
"Aku mencintaimu." Ucap Midorima berbisik tapi masih bisa didengar oleh Rei.
'Bahkan Midorima juga. Dia yang biasanya tsundere sekarang justru mengakui perasaannya. Tidak kusangka dia jadi lebih jujur dengan perasaannya.' Batin Rei yang berusaha menetralkan detak jantungnya.
Midorima memeluknya beberapa saat lalu melepaskan pelukannya dan keluar dari ruang penyimpanan terlebih dahulu.
Rei lalu menyusul Midorima keluar dari ruang penyimpanan lalu menguncinya.
Setelah itu, mereka berkumpul dengan tim masing-masing. Tim Seirin lalu mengantarkan tim Shutoku hingga halaman sekolah.
Rei terus melihat kearah Midorima hingga bus milik tim Shutoku berangkat kembali ke sekolah mereka.
Sedangkan Kuroko dan Kagami menyadari arah pandang Rei yang terus melihat ke arah Midorima.
'Kenapa Rei-san terus melihat Midorima-kun?' Batin Kuroko.
'Apa yang sebenarnya sedang dia pikirkan?' Batin Kagami.
Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya
(Bersambung)
__ADS_1