
Setelah cukup lama tidak saling berbicara, hubungan Kuroko dan Kagami seperti sudah baik-baik. Kami sudah saling berbicara lagi meskipun lebih sering bertengkar. Saat liburan musim panas, tim Seirin sudah memutuskan untuk melakukan latihan di pantai dan di gunung.
Latihan pertama, mereka harus bermain basket di pantai. Setelah itu mereka mencoba kembali bermain basket di gedung olahraga. Saat ini mereka sedang beristirahat di penginapan.
Esoknya, Kagami lah yang bangun paling pagi dari yang lain. Kagami lalu menggosok gigi di wastafel. Tiba-tiba, Kuroko sudah berada di sebelahnya.
"Dasar, kau sengaja, kan?!" Ucap Kagami yang terkejut dengan kehadiran Kuroko.
"Ohayo gozaimasu." Ucap Kuroko yang rambutnya masih berantakan.
"Ohayo." Ucap Rei yang baru saja datang dengan wajah masih mengantuk dan membawa peralatan untuk menggosok gigi ditangannya.
Mereka berdua memperhatikan wajah Rei yang masih kusut. Meskipun begitu, dia tetap imut.
"Apa kita akan benar-benar menginap disini?" Ucap sebuah suara yang mereka kenal.
Mereka pun mengalihkan pandangan pada asal suara. Tidak lama kemudian lewatlah Midorima dan Takao. Midorima dan Takao lalu berhenti karena merasa menyadari sesuatu. Mereka pun berbalik dan terkejut karena bertemu Kagami, Kuroko dan Rei. Begitu juga sebaliknya, mereka juga terkejut karena bertemu Midorima dan Takao.
"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Midorima sambil menunjuk Kagami.
"Harusnya aku yang nanya begitu!" Ucap Kagami.
"Sudah tradisi bagi Shutoku untuk datang kesini sebagai bagian dari training camp." Ucap Takao menjelaskan.
"Saat kami sedang latihan, kalian malah enak-enakan liburan, kan?! Kenapa kulit kalian jadi gosong begitu!" Ucap Midorima.
"Midorima-kun, kami tidak sedang liburan. Kami juga latihan sama seperti kalian." Ucap Rei lalu mengucek matanya yang masih mengantuk.
Ia lalu menuju wastafel dan mencuci wajahnya serta menggosok giginya. Sedangkan mereka berempat hanya sedang memperhatikan apa yang ia lakukan. Setelah selesai, Rei mendekati mereka lagi.
"Kagami-kun, Kuroko-kun, kita harus segera ke kantin. Mereka pasti sedang menunggu kita." Ucap Rei. Kagami dan Kuroko lalu mengangguk dan berjalan mengikuti Rei menuju ke kantin.
Setelah sarapan, kedua tim pun memutuskan untuk melakukan latihan gabungan. Tapi, saat Kagami akan memasuki lapangan, ia diminta oleh Riko untuk membeli minuman di mini market yang letaknya cukup jauh.
Rei pun memutuskan untuk menemani Kagami dan membantunya untuk membawa minuman yang jumlahnya sangat banyak itu. Mereka saat ini sedang berjalan berdampingan.
"Sebenarnya, apa maksudmu dengan 'karena aku sudah melihat semuanya' waktu itu?" Tanya Kagami dengan tatapan lurus ke depan.
__ADS_1
"Apa kau begitu ingin tau?" Tanya Rei balik.
"Aku hanya penasaran. Bagaimana bisa kau bersikap seolah kau tau segalanya tentang apa yang terjadi? Kau mengatakan sudah melihat semuanya, siapa kau sebenarnya?" Tanya Kagami yang menghentikan langkahnya lalu berdiri menghadap Rei.
"Kau akan segera tau. Saat Winter Cup selesai, aku akan mengatakan semuanya." Ucap Rei dengan senyuman yang semakin membuat Kagami tidak mengerti. Tapi Kagami memilih untuk diam dan melanjutkan perjalanan mereka.
Saat sudah tiba di mini market, mereka membeli minuman dalam jumlah yang banyak. Kagami terlihat tidak kesulitan membawa minuman itu begitu juga dengan Rei.
"Bagaimana kau bisa membawa itu semua? Apa tidak berat?" Tanya Kagami yang terheran-heran bagaimana seorang gadis kecil seperti Rei bisa membawa dua kantong plastik minuman dalam jumlah yang banyak itu tanpa kesulitan.
"Karena aku tinggal sendiri, aku sering pergi ke super market untuk membeli keperluan memasak dan lain sebagainya. Karena barangnya berat, jadi aku sudah terbiasa membawanya. Ini bukan apa-apa." Ucap Rei.
Setelah mereka kembali, latihan gabungan baru saja selesai. Rei segera memberikan minuman itu pada para pemain basket. Sedangkan Kagami terlihat kesal karena tidak dapat bermain.
"Otsukare" Ucap Rei sambil memberikan minuman pada Kuroko.
"Arigatou" Ucap Kuroko sambil menerima minuman yang diberikan Rei.
"Kau tidak perlu memikirkan perkataan Midorima-kun tadi." Ucap Rei yang membuat Kuroko terkejut. Karena ia seolah tau apa yang dikatakan Midorima pada Kuroko saat latihan gabungan tadi.
"Ha'i" Ucap Kuroko sambil tersenyum.
"Otsukare" Ucap Rei sambil memberikan minuman pada Midorima. Midorima hanya diam dan menerima minuman yang diberikan Rei.
"Kau tau, Kuroko-kun akan jadi lebih kuat. Jangan pernah meremehkannya." Ucap Rei yang mendapat lirikan dari Midorima yang sedang minum.
Ia lalu menghentikan minumnya dan menatap Rei.
"Aku tidak pernah meremehkannya. Aku selalu mengagumi kemampuannya." Ucap Midorima.
Rei hanya tersenyum lalu kembali bergabung dengan Tim Seirin.
Esoknya, saat malam hari, Kagami sedang latihan sendirian di lapangan basket yang dekat dengan penginapan. Saat mendribble bola dan akan melakukan dunk, tiba-tiba ada seseorang yang menginterupsi kegiatannya.
"Rajin sekali, ya." Ucap Rei yang menginterupsi Kagami.
"Ah, tidak. Soalnya ada ring basket disini , jadi aku ingin latihan sebentar. Dan juga..." Ucap Kagami yang terlihat menggaruk pipinya dengan jari telunjuk karena tertangkap basah sedang latihan sendiri.
__ADS_1
"Selama training camp ini, aku sama sekali tidak dibiarkan ikut bergabung melawan tim Shutoku." Lanjut Kagami dengan aura suram di sekitarnya.
"Jadi kau masih belum menyadarinya?" Ucap Rei dengan senyumannya yang membuat Kagami menatap bingung.
"Kalau begitu, akan kuberi tau." Lanjut Rei lalu meminta Kagami untuk melompat.
Kagami pun melompat dan menyentuh papan pada ring basket. Takao yang kebetulan sedang lewat dibuat terkejut oleh aksi Kagami itu. Ia refleks langsung bersembunyi di semak-semak.
'Rei dan Kagami? Apa yang sedang mereka lakukan?' Batin Takao sambil memperhatikan Rei dan Kagami lalu melihat kearah ring basket dimana sudah terdapat bekas tangan Kagami. 'Selain itu, dia melompat lebih tinggi dari ring.'
"Kau sudah kelelahan, jadi sekarang hanya bisa segitu, ya." Ucap Rei melihat bekas tangan Kagami pada ring sambil melipat tangannya didepan dada. "Sekarang cobalah melompat dari sisi sebaliknya."
Kagami pun melompat dan kembali menyentuh papan pada ring, yang membuat ring jatuh dan hampir menimpa Takao yang sedang bersembunyi di semak-semak. Untung saja Takao berhasil menghindarinya.
Kagami kemudian berbaring di lapangan sambil menatap langit.
"Kau mengerti. Senjata terkuatmu adalah kekuatan lompatan, hanya saja kau masih belum menguasainya sepenuhnya. Untuk saat ini, pelatih ingin memperkuat otot-otot tubuhmu dulu. Setelah itu, pikirkan sendiri apa yang ingin kau lakukan" Ucap Rei sambil berkacak pinggang.
"Jangan lupa mendirikan ringnya lagi, ya!" Ucap Rei lalu pergi.
"Sepertinya aku sudah memberitaunya terlalu banyak. Meskipun masih ada yang belum kuberitau. Biarlah Midorima yang membuatnya menyadarinya." Gumam Rei sambil berjalan menjauh kembali ke penginapan.
Setelah kepergian Rei, Midorima datang ke lapangan dan bertanding one on one melawan Kagami. Midorima lalu membuat Kagami menyadari apa yang kurang. Tapi, hal itu membuat Kagami kesal karena yang membuat ia menyadarinya adalah Midorima. Ia pun memutuskan untuk lari di pantai dengan Kuroko yang menemaninya.
Di tempat lain, Rei sedang berdiri di bawah lampu jalan menuju penginapan. Ia sedang menunggu Midorima.
"Apa tidak masalah kau memberitau Kagami? Kau harusnya tau hal itu juga akan membuat Kuroko sadar apa yang harus dia lakukan untuk berkembang menjadi lebih kuat, kan?." Ucap Rei saat Midorima akan berjalan melewatinya.
"Itu tidak masalah, justru itulah yang kuinginkan." Ucap Midorima sambil menaikkan kacamatanya.
Rei lalu berjalan mendekati Midorima dan berdiri di depannya.
"Kau memang terkadang sulit ditebak. Untuk orang yang tsundere sepertimu." Ucap Rei sambil tersenyum.
Midorima lalu menaikkan kacamatanya yang sama sekali tidak turun. "Aku tidak tsundere."
"Terserah kau sajalah." Ucap Rei sambil mengedikan bahunya dan pergi mendahului Midorima menuju penginapan.
__ADS_1
Jangan Lupa Like
(Bersambung)