Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 20


__ADS_3

Setelah mengganti pakaian mereka yang basah, tim Seirin memutuskan untuk ke sekolah atas perintah dari Riko. Saat tiba disekolah, ternyata sudah ada Momoi yang langsung berlari menghampiri Kuroko dan memeluknya hingga ia terduduk di lantai. Sedangkan mereka yang melihat kedatangan Momoi begitu terkejut dan iri dengan Kuroko. Berbeda dengan Rei yang memasang ekspresi datar.


Mereka kemudian mempersilahkan Momoi untuk duduk di kursi yang telah mereka sediakan sedangkan mereka hanya berdiri di depannya untuk mendengarkan ceritanya.


"Apa yang kau lakukan disini, Momoi-san? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Rei.


"Sepertinya...Aomine-kun sudah membenciku." Ucap Momoi mengawali ceritanya. "Aomine-kun tidak ikut bermain di semifinal atau final Inter High tahun ini."


"Kami sudah mendengarnya. Tapi, kenapa?" Tanya Rei lagi.


"Cedera. Disikunya." Ucap Momoi.


"Ya. Aku sudah menduganya. Alasannya pasti karena pertandingan perempat final melawan Kise-kun dan Kaijou, kan?" Ucap Riko.


"Itu benar." Ucap Momoi.


"Jika 5 anggota generasi keajaiban memiliki kelemahan, itu adalah beban talenta mereka." Ucap Kuroko yang membuat mereka terkejut. "Generasi keajaiban memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari murid SMA mana pun. Tapi, karena tubuh mereka belum berkembang secara sempurna, tubuh mereka tidak bisa mengikuti talenta mereka." Lanjutnya.


"Karena itu, mereka harus menahan kekuatan mereka. Jika tidak, mereka hanya akan melukai diri sendiri." Ucap Rei.


"Aomine-kun sudah ceroboh saat berhadapan dengan Kise-kun. Aku meminta pelatih untuk tidak memainkannya. Aomine-kun terus marah, tapi pelatih terus memaksa dia untuk tidak bermain selama kejuaraan. Tapi, akhirnya dia tau..." Ucap Momoi menggantungkan kalimatnya.


"Dan marah padamu, kan?" Tanya Rei.


Momoi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan menunduk.


"Aku akan coba bicara padanya." Ucap Rei sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mendengar itu, Momoi langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum senang.


"Arigatou, Rei-chan!" Ucap Momoi yang langsung saja memeluk Rei erat sehingga membuat Rei sulit bernafas. Untung saja Momoi segera menyadarinya dan melepaskan pelukannya. "Tapi tunggu dulu, sejak kapan kau dekat dengan Aomine-kun?" Tanya Momoi yang membuat Rei gelagapan.


"Itu..." Ucap Rei sambil menggaruk pipinya dengan jari telunjuk.


'Bagaimana ini? Mereka pasti akan mulai bertanya macam-macam. Apa aku jawab dengan jujur saja?' Batin Rei


"Aku permisi!!" Ucap Rei segera berlari keluar gym.

__ADS_1


Rei yang tidak menjawab pertanyaan itu dan langsung kabur menyisakan banyak pertanyaan di benak mereka.


"Sebenarnya, ada hubungan apa antara Rei dan Aomine?" Tanya Hyuga yang membuat mereka semua berpikir.


"Apa jangan-jangan...mereka pacaran?" Ucap Riko berusaha menebak hubungan Rei dan Aomine.


Mendengar ucapan Riko, Kuroko dan Kagami sudah mengeluarkan aura hitam mereka.


Tak terasa, hujan sudah reda. Ditempat lain, Rei sedang berjalan sendirian. Dia kebetulan melihat Aomine yang sedang berdiri di depan mini market dengan menggunakan hoodie nya dan memandang langit yang mendung.


"Aomine-kun!!!" Panggil Rei sambil berlari mendekati Aomine. Aomine yang mendengar panggilan Rei sontak menoleh padanya.


"Apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Aomine yang masih terkejut.


"Aku kebetulan sedang mencari mu. Ini mengenai masalahmu dengan Momoi." Ucap Rei saat sudah berdiri di depan Aomine. "Kau tau, dia sampai menemui kami di gym dan menangis. Kau tidak seharusnya bicara seperti itu padanya. Dia hanya khawatir padamu." Lanjutnya.


"Aku tidak bermaksud mengatakan hal itu padanya." Ucap Aomine dengan kepala menunduk dan wajah bersalah.


"Minta maaf lah padanya. Kalian sudah berteman sejak kecil, dia pasti mengerti dan memaafkanmu." Ucap Rei dengan senyumannya.


Aomine terlihat ragu-ragu dan Rei menyadari hal itu.


Mendengar ucapan Rei, membuat Aomine yakin untuk langsung menemui Momoi dan meminta maaf. Mereka berdua berjalan menuju gym SMA Seirin untuk bertemu dengan Momoi.


"Momoi-san, aku sudah membawanya." Ucap Rei saat memasuki gym.


Anggota yang lain langsung mengalihkan perhatian pada mereka berdua. Mereka lalu berjalan mendekat pada anggota yang lain.


"Ada yang ingin dia katakan padamu, Momoi-san." Ucap Rei sambil tersenyum dan mendorong tubuh Aomine agar lebih dekat pada Momoi.


"A-Aku minta maaf sudah bicara kasar padamu, Momoi." Ucap Aomine dengan wajah bersalah dan kepala menunduk. Momoi diam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.


"Aku memaafkanmu, Aomine-kun." Ucap Momoi sambil tersenyum.


Melihat mereka berdua sudah berbaikan, mereka semua ikut tersenyum senang. Setelah itu, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Aomine, Momoi, Kagami, Kuroko dan Rei pulang bersama. Tidak ada yang berbicara sama sekali membuat keadaan menjadi canggung.


"Rei-chan, kalau boleh tau..." Ucap Momoi yang menggantungkan kalimatnya dan membuat mereka memperhatikan apa yang akan dia katakan selanjutnya. "Siapa orang yang kau sukai?" Lanjutnya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, membuat mereka semua terkejut.


"Aku pikir..." Ucap Rei yang menggantungkan kalimatnya dan memasang pose berpikir. Sedangkan Kagami, Kuroko dan Aomine berharap nama mereka lah yang disebut. "Aku belum menyukai siapapun." Lanjutnya yang membuat mereka speechless.


"Kalau kalian bagaimana? Siapa yang kalian sukai?" Tanya Rei yang membuat ketiga pria itu memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan semburat merah di wajah mereka.


"Aku tentu saja Tetsu-kun!" Ucap Momoi sambil memeluk lengan Kuroko.


"Kalau kalian bertiga?" Tanya Rei.


"I-Itu rahasia." Ucap Kagami.


"Itu benar, kami tidak akan mengatakannya pada kalian." Ucap Aomine.


Kuroko hanya diam.


"Apa jangan-jangan..." Ucap Rei menggantungkan kalimatnya. "Dia ada disini? Ataukah dia seseorang yang aku atau Momoi-san kenal?" Lanjutnya membuat wajah mereka semakin memerah.


'Orang yang kusukai itu kau, Rei.' Batin Kagami.


'Rei-san, aku menyukaimu.' Batin Kuroko.


'Sudah jelas orang yang kusukai itu kau.' Batin Aomine.


"Sepertinya aku benar." Ucap Rei yang tersenyum penuh kemenangan. "Aku tidak akan memaksa kalian untuk mengatakan siapa orang yang kalian sukai itu, karena itu hak kalian." Lanjutnya.


Mereka lalu berpisah di persimpangan jalan. Aomine pergi bersama Momoi, sedangkan Rei bersama Kagami dan Kuroko. Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Rei.


"Terima kasih sudah mengantarku pulang, Kuroko-kun, Kagami-kun." Ucap Rei sambil membungkuk 90 derajat.


"Kau tidak perlu selalu bersikap formal seperti ini, kan?" Tanya Kagami yang sedikit risih karena sikap Rei.


"Maaf, tanpa sadar ini sudah jadi kebiasaan." Ucap Rei sambil tersenyum. "Kalau begitu aku masuk dulu." Lanjutnya lalu masuk ke rumahnya.


Setelah Rei masuk ke rumahnya, Kagami dan Kuroko masih memikirkan tentang pertanyaan Rei tadi. Wajah mereka lalu bersemu merah. Mereka berusaha melupakan pertanyaan itu dari benak mereka dan pulang ke rumah masing-masing.


Jangan Lupa Like 😁

__ADS_1


(bersambung)


__ADS_2