
Seirin menang di putaran liga pertama melawan Senshinkan. Begitu juga dengan Shutoku yang menang melawan Kirisaki Dai Ichi. Tapi tim dari Kirisaki Dai Ichi tidak memasukkan tim inti dalam pertandingan melawan Shutoku dan itu membuat Midorima tidak senang.
Turun hujan yang lebat di luar stadion, membuat Midorima yang berada di ruang ganti merenung mengingat kekalahan melawannya Seirin sebelumnya. Takao lalu memanggilnya karena sebentar lagi pertandingan antar tim Seirin dan tim Shutoku akan segera dimulai.
Kise pun juga datang untuk menonton pertandingan tersebut. Ia lalu tersenyum dari bangku penonton.
Pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang menegangkan antara Seirin melawan Shutoku. Kedua tim sama-sama haus akan kemenangan.
Pertandingan baru saja dimulai tapi suasana sudah sangat menegangkan. Saat Midorima akan menembak, Kagami terus memblock tembakannya.
"Jangan harap kau bisa menembak selama masih ada aku!" Ucap Kagami.
"Asal kau tau, aku tidak punya teknik baru. Satu-satunya yang kulatih adalah ketahananku. Kau mungkin bisa menandingiku, tapi jangan meremehkanku. Tembakanku tidak semudah itu, jadi aku membutuhkan jarak yang pas untuk menghentikanmu." Ucap Midorima dengan aura menyeramkan sambil menaikkan kacamatanya.
Riko lalu menyadari sesuatu.
"Aku yakin kau sudah menyadarinya, jika aku tidak bisa terus melakukan tembakan seperti itu. Tapi, lompatanmu juga sama. Aku hanya perlu terus menembak sampai kau tidak bisa melompat lagi." Ucap Midorima lagi.
"Ini akan menjadi uji ketahanan, ya. Menarik sekali." Ucap Kagami sambil menyeringai.
'Jadi dia berencana terus menembak sampai Kagami tidak bisa melompat? Ini akan sulit.' Batin Rei.
"Aneh sekali." Ucap Kuroko sambil memperhatikan Midorima.
"Nani ga?" Tanya Teppei.
"Aku tidak tau bagaimana cara menjelaskannya, tapi sikap Midorima-kun tidak seperti biasanya." Ucap Kuroko.
Di quarter kedua juga terjadi hal yang sama, Kagami terus saja memblock tembakan Midorima. Kagami terlihat ngos-ngosan karena terus melompat untuk memblock tembakan Midorima.
"Ada apa? Apa kau sudah lelah? Jika memang begitu, aku kecewa padamu." Tanya Midorima.
"Tentu saja tidak. Kau harus berusaha lebih keras lagi." Ucap Kagami.
'Ini tidak bagus. Kagami sudah kelelahan. Bagaimana ini? Ditambah lagi ada Takao yang selalu menghadang Kuroko. Dia jadi tidak bisa membantu Kagami.' Batin Rei yang khawatir melihat kondisi Kagami.
Kuroko berusaha lepas dari Takao, tapi ia tidak berhasil.
"Kau tak akan bisa lari. Itu tak akan bekerja lagi padaku." Ucap Takao.
Saat Midorima melakukan fake, Kagami melompat dan berhasil tertipu oleh gerakan Midorima. Saat Midorima melakukan shoot, Kagami melompat lagi dan berhasil menyentuh bolanya sehingga bolanya meleset.
Saat Midorima mendapatkan bola, kali ini dia tidak melakukan shoot atau fake, tapi dia mengoper bolanya pada Takao. Mereka yang melihatnya tidak percaya bahwa Midorima yang biasanya bermain sendiri kini mengoper bola pada teman setimnya.
Anggota cadangan tim Seirin mulai panik karena tim Shutoku semakin bertambah kuat apalagi dengan adanya kerja sama tim.
"Jangan panik!" Ucap Riko yang membuat mereka mengalihkan pandangan mereka padanya. "Tetap dukung mereka."
Cerita bersambung di bawah ini
__ADS_1
Koganei mengangguk sebagai tanggapan atas ucapan Riko.
"Tak hanya Shutoku yang bertambah kuat. Selain itu, kita punya dia sekarang." Ucap Koganei sambil melihat kearah Teppei. "Pada saat seperti ini, Kiyoshi orang yang paling bisa diandalkan."
Rei lalu mendekat pada Riko.
"Pelatih, kurasa kita harus mengganti Kuroko-kun." Ucap Rei yang langsung disetujui oleh Riko.
Kuroko pun digantikan oleh Mitobe.
"Kau belum berakhir. Jangan kehilangan konsetrasi." Ucap Rei sambil memberikan handuk pada Kuroko begitu ia duduk di bench.
"Terima kasih." Ucap Kuroko sambil menerima handuk yang di berikan Rei dan menggunakannya.
"Jangan khawatir. Serahkan saja pada tim."
"Aku baik-baik saja. Lagipula, ini akan memudahkanku menggunakan drive baru ku. Selain itu..." Ucap Kuroko menggantungkan kalimatnya. "Aku tak khawatir. Aku percaya pada mereka." Ia lalu tersenyum.
Mendengar itu, Rei ikut tersenyum dan kembali fokus pada pertandingan.
Di bangku penonton, Momoi yang baru datang bertemu dengan Kise yang juga menonton pertandingan.
"Are, Momoicchi. Apa kau kesini untuk melihat pertandingan antara Kurokocchi dan Midorimacchi?" Tanya Kise.
"Ki-chan, kau sendirian?" Tanya Momoi.
"Huh?"
"Ini sedikit aneh karena menonton pertandingan bersama dengan orang mengalahkan tim ku. Tapi kita akan bermain di Winter Cup. Bagaiman kalau kita damai dulu sebentar."
"Tentu." Momoi lalu mengingat sesuatu. "Bagaimana dengan pertandingannya?"
"Ini akan semakin menarik." Ucap Kise yang kembali fokus pada pertandingan.
Tim Seirin terus berusaha menghentikan Midorima dan memutuskan untuk menghadangnya dengan dua orang. Bukan lagi Kagami sendiri yang menghadangnya. Mereka menggunakan gaya permainan offensive yaitu dengan terus menyerang dan mencetak angka lebih banyak.
Babak pertama pun telah berakhir. Setelah istirahat sepuluh menit, babak kedua dimulai. Shutoku berhasil mencetak angka lebih dulu dan membalikkan keadaan dengan memimpin angka.
'Dia tersenyum...Midorima tersenyum...' Batin Rei yang melihat Midorima tersenyum meskipun cuma sekilas. 'Dia sudah berubah ya...' Rei lalu tersenyum.
Shutoku melakukan serangan balik yang membuat tim Seirin kesulitan. Saat akan menghentikan Midorima, Kagami tidak bisa lagi melompat.
"Pelatih, kurasa aku sudah bisa melakukannya sekarang. Drive baruku" Ucap Kuroko.
Kuroko pun masuk kembali ke dalam pertandingan menggantikan Mitobe. Kuroko dihadang oleh Midorima, tapi ia berhasil melewatinya dengan menggunakan vanishing drive. Dengan masuknya Kuroko, Seirin berhasil menyamakan kedudukan.
Sementara itu, Kagami terlihat kelelahan karena terus menghadapi Midorima. Saat ini, mereka sedang beristirahat sebelum quarter keempat dimulai.
"Kagami, kau tidak apa-apa?" Tanya Izuki.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa. Lagipula, aku tidak boleh menyerah melawannya." Ucap Kagami sambil melirik kearah bench tim Shutoku, atau lebih tepatnya kearah Midorima.
Bel berbunyi tanda dimulainya quarter keempat.
"Jangan terlalu memaksakan dirimu." Ucap Rei dengan wajah khawatir.
"Tenang saja. Ini belum apa-apa." Ucap Kagami sambil berdiri lalu menepuk pelan kepala Rei.
Di quarter ini, Seirin berhasil mencetak angka terlebih dahulu karena dunk yang dilakukan Kagami. Ia bahkan berhasil melewati dua orang yang menghadangnya.
Midorima juga tidak mau kalah. Meskipun kelelahan, ia tetap berusaha mencetak angka three point.
Kedua tim terus saja mencetak angka. Pertandingan berakhir dengan seri.
"Kagami, pasti kau tidak puas dengan hasil ini." Ucap Midorima.
"Tentu saja. Kita selesaikan masalah kita lain kali." Ucap Kagami.
"Tidak akan ada hasil seri di Winter Cup nanti. Kita selesaikan masalah kita di sana." Ucap Takao.
"Tentu saja." Ucap Kuroko.
Setelah pertandingan, Midorima sedang membeli sup kacang merah di vending machine. Saat akan menekan tombol, tiba-tiba muncul sebuah tangan yang menekan tombol terlebih dahulu.
Ternyata itu adalah Rei, ia lalu mengambil kalengnya dan menyodorkannya pada Midorima.
"Ini yang kau mau kan?" Ucap Rei sambil menyodorkan minuman kaleng nya pada Midorima.
Midorima menerimanya lalu menaikkan kacamatanya.
"Kenapa kau disini?" Tanya Midorima.
"Aku hanya ingin memberikanmu hadiah." Ucap Rei.
Ia lalu berjinjit dan secepat kilat mencium pipi Midorima. Midorima hanya bisa mematung. Wajahnya lalu memerah.
"Itu hadiah karena kau telah berjuang keras di pertandingan tadi." Ucap Rei sambil tersenyum.
Midorima lalu memalingkan wajahnya dan menaikkan kacamatanya beberapa kali untuk menstabilkan emosinya.
Tidak lama kemudian, Takao menghampiri mereka.
"Ayo pergi, Takao." Ucap Midorima.
Takao yang tidak mengerti hanya mengikutinya. Rei hanya tersenyum. Saat mereka sudah tidak terlihat lagi, ia segera kembali ke tempat dimana anggota yang lain sedang berkumpul.
Jangan Lupa Like 😁
(Bersambung)
__ADS_1