
Saat Rei membuka matanya, ternyata sudah pagi. Ia segera mandi dan bersiap ke sekolah karena akan diadakan ujian.
Setelah sampai di sekolah, ia kembali membuka buku pelajaran yang akan diujiankan untuk dipelajari ulang.
Sekolah masih sepi sehingga ia bisa belajar dengan tenang. Beberapa menit kemudian, satu persatu siswa memasuki kelas, tapi ia tetap fokus belajar.
"Ohayou, Rei-san." Sapa Kuroko.
Rei mengalihkan pandangannya dari buku.
"Ohayou, Kuroko-kun." Sapa Rei balik lalu kembali fokus pada bukunya.
Kuroko duduk di kursi. Tidak lama kemudian, Kagami datang.
"Ohayou, Rei, Kuroko." Sapa Kagami sambil menguap.
Rei mengalihkan pandangannya lagi dari buku.
"Ohayou." Sapa balik Rei dan Kuroko bersamaan. Rei kembali memfokuskan diri membaca.
"Kenapa kau terlihat serius sekali?" Tanya Kagami yang melihat Rei sibuk membaca.
"Benarkah? Aku hanya sedang membaca ulang materi pelajaran untuk ujian nanti. Aku tidak mau nilai ku jelek." Ucap Rei tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
Guru pun memasuki kelas dan ujian pun dimulai. Beberapa siswa terlihat frustasi mengerjakan soal ujian termasuk Kagami.
Sedangkan Kuroko mengerjakan soal dengan tenang begitu juga dengan Rei. 30 menit kemudian, Rei sudah selesai mengerjakan soal, ia segera mengumpulkannya.
Beberapa siswa ada yang terlihat tidak percaya, tapi kembali fokus pada soal yang mereka kerjakan.
Siswa yang sudah selesai dipersilahkan untuk keluar kelas. Rei yang tidak tau harus melakukan apa akhirnya menuju halaman belakang sekolah dan duduk di sebuah kursi panjang.
Ia menikmati hembusan angin di musim dingin. Ia mengenakan seragam musim dinginnya jadi ia tidak kedinginan. Rei baru teringat sesuatu.
'Sebentar lagi natal, ya. Kira-kira apa yang akan kulakukan saat natal nanti, ya.' Batin Rei.
Rei lalu menepuk kedua tangannya.
'Aku tau! Aku bisa mengundang mereka ke rumah untuk merayakan natal.' Batin Rei bersemangat.
Ia lalu kembali masuk ke sekolah karena cuaca yang semakin dingin.
Kring kring kring
Suara bel yang menandakan waktu istirahat sudah berbunyi. Rei kembali masuk ke kelasnya.
Disana, Kagami terlihat frustasi berbeda dengan Kuroko yang tetap memasang wajah datar sedang duduk di kursi mereka. Rei menghampiri mereka.
"Bagaimana ujian kalian?" Tanya Rei.
"Berkat Rei-san, aku bisa mengerjakan nya dengan mudah." Ucap Kuroko.
"Aku tidak tau, aku sudah mengerjakan nya sebisaku." Ucap Kagami yang masih frustasi.
Rei hanya menghela nafas.
__ADS_1
Kring kring
Suara bel tanda masuk kembali berbunyi menandakan ujian berikut nya akan segera dimulai.
Seperti sebelumnya, Rei mengerjakannya tanpa kesulitan. Karena sudah selesai, ia diperbolehkan pulang lebih dulu.
Saat sampai di rumah, Rei segera mengganti ganti pakaiannya. Ia pun ke dapur untuk memasak makan siang.
Cerita bersambung di bawah ini
'Bahannya tinggal sedikit. Aku harus belanja nanti.' Batin Rei.
Ia lalu memasak dan memakan makan siangnya.
"Makan sendiri lagi." Gumam Rei saat sudah menyelesaikan makan siangnya.
Ia lalu mencuci piring. Setelah itu, ia menuju kamarnya yang ada di lantai 2 untuk mengambil jaket karena ia harus keluar di cuaca yang sangat dingin.
Rei berjalan menuju supermarket yang dekat dengan rumahnya. Ia berkeliling membeli sayur, daging dan bahan-bahan lain yang ia butuhkan.
Ia lalu berjalan menuju rak cemilan. Disana, ia bertemu dengan sosok berambut ungu dengan tinggi yang luar biasa.
"Murasakibara-kun." Panggil Rei yang membuat Murasakibara yang hendak mengambil cemilan di rak menoleh padanya.
"Rei-chin, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Murasakibara.
"Tentu saja aku sedang berbelanja. Seharusnya aku yang bertanya padamu, sedang apa di Tokyo?" Tanya Rei.
Ia bertanya seperti itu karena Murasakibara tinggal di Akita bukan di Tokyo.
"Lalu dimana Himuro-kun?" Tanya Rei lagi sambil menoleh kanan dan kiri mencari Himuro.
"Mencariku?" Ucap Himuro yang muncul tiba-tiba di belakang Rei.
Rei terlonjak kaget karenanya.
"Oh astaga! Kau mengagetkan ku." Ucap Rei sambil memegang dada sebelah kirinya.
"Apa urusanmu sudah selesai?" Tanya Rei setelah berhasil menghilangkan kekagetannya.
"Sudah selesai." Jawab Himuro.
Rei mengangguk, ia lalu mengambil beberapa cemilan. Ia hendak mengambil cemilan yang berada di rak paling atas. Ia berjinjit berusaha menggapai cemilan itu.
Murasakibara pun mengambilkan cemilan itu untuknya.
"Arigatou, Murasakibara-kun." Ucap Rei sambil tersenyum.
"Aku mengambilkannya karena Rei-chin terlalu pendek." Ucap Murasakibara.
Jleb
Seolah ada panah yang tidak terlihat menusuk hati Rei.
'Kau juga tidak usah menyebutkannya, kan? Aku tau aku pendek.' Batin Rei yang kesal tapi ia tetap mempertahankan senyumannya.
__ADS_1
"Ah, Murasakibara-kun, Himuro-kun, apa kalian mau mampir ke rumahku? Kebetulan rumahku dekat dari sini." Tawar Rei.
Murasakibara dan Himuro terlihat berfikir. Lalu mereka mengangguk sebagai jawaban.
Mereka lalu menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka, kecuali Himuro karena ia hanya menemani Murasakibara yang ingin membeli cemilan. Setelah membayar, mereka keluar supermarket.
Rei , Himuro dan Murasakibara berjalan beriringan. Mereka berjalan di trotoar dengan Rei yang berada di dekat jalan tol, lalu Murasakibara disebelahnya lalu Himuro disebelah Murasakibara. Murasakibara terus saja memakan cemilannya.
Tiba-tiba ada motor yang hendak menyerempet Rei, dengan cepat Murasakibara merangkulnya dan mendekatkan Rei padanya.
Bahkan Murasakibara menjatuhkan cemilannya. Ia tidak berniat melepas rangkulannya. Tangan kanan ia gunakan untuk merangkul Rei dan tangan kiri memegang kantong belanjaannya.
"Itu tadi berbahaya sekali." Ucap Murasakibara yang masih merangkul Rei.
"Umm, Arigatou Murasakibara-kun. Tapi, bisakah kau lepaskan rangkulanmu?" Tanya Rei yang gugup dan wajah bersemu merah.
"Tidak mau. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Rei-chin." Ucap Murasakibara tanpa melepaskan rangkulannya.
Wajah Rei semakin memerah. Saat mereka sampai di depan rumah Rei barulah Murasakibara melepaskan rangkulannya. Dan mengambil cemilan lagi untuk ia makan.
"Ayo masuk." Ajak Rei.
Mereka berdua lalu masuk ke rumahnya dan melihat-lihat. Sedangkan Rei langsung menuju dapur untuk menaruh belanjaannya. Himuro lalu berjalan menuju dapur.
"Apa kau tinggal sendiri?" Tanya Himuro.
"Iya. Ibuku sudah meninggal, sedangkan ayahku hanya sibuk dengan pekerjaannya." Jawab Rei.
'Aku tidak mungkin memberitahukannya pada Himuro.' Batin Rei.
"Apa kalian ingin minum?" Tawar Rei.
"Tidak usah repot-repot. Kami juga harus segera kembali ke Akita." Ucap Himuro menolak tawaran Rei.
"Oh begitu." Ucap Rei lalu mengantar mereka sampai di depan rumah.
"Berhati-hatilah saat dirumah, kau tidak tau kapan penjahat bisa masuk ke rumah." Ucap Himuro menasihati.
"Ha'i, ha'i oni-chan." Ucap Rei sambil tersenyum.
Himuro yang gemas lalu mengacak rambut Rei, sedangkan Murasakibara melihatnya dengan tatapan tidak suka.
"Kami pergi dulu." Ucap Himuro lalu pergi bersama Murasakibara.
Rei hanya melambaikan tangannya, setelah mereka tidak terlihat barulah ia masuk ke rumah.
Murasakibara yang berjalan bersama Himuro terus melirik Himuro dengan tatapan tidak suka sambil terus memakan cemilannya.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan merebutnya darimu." Ucap Himuro dengan pandangan tetap lurus ke depan.
Murasakibara tidak menjawab, tapi ia merasa lega mendengar ucapan Himuro. Ia tau Himuro tidak akan mengkhianatinya.
Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya
(Bersambung)
__ADS_1