
Besoknya, sepatu basket Kagami dan Kuroko rusak sehingga mereka harus membeli yang baru. Rei juga ikut bersama mereka untuk membeli beberapa perlengkapan P3K.
"Dasar, kenapa sepatu basketmu juga ikut-ikutan rusak?" Tanya Kagami.
"Aku yang seharusnya bilang begitu." Ucap Kuroko.
Mereka pun masuk ke beberapa toko sepatu. Kuroko sudah membeli sepatunya saat mereka mengunjungi toko pertama. Sedangkan Kagami tidak menemukan sepatu yang pas dengan ukurannya.
"Nggak ada sepatu yang ukurannya pas denganku." Ucap Kagami yang murung.
"Kagami-kun, soalnya kakimu besar. Besarnya sia-sia." Ucap Kuroko.
"Apa maksudmu bilang 'sia-sia'?!" Ucap Kagami kesal.
Mereka lalu masuk ke toko sepatu lainnya. Saat Kagami sedang menaiki tangga menuju lantai 2 toko itu, seorang laki-laki melewatinya dengan melakukan salto. Dia menggunakan seragam tim basket SMA Rakuzan.
'Hayama Kotaro. Salah satu raja tanpa mahkota seperti Kiyoshi dan Hanamiya.' Batin Rei.
"Ah, maaf ya! Soalnya aku sedang buru-buru." Ucap Hayama lalu melihat waktu di ponselnya dengan wajah terkejut. "Pokoknya, maaf!" Ucapnya lagi lalu pergi.
"Sepatunya ada?" Tanya Rei.
"Nggak ada." Ucap Kagami semakin murung dari sebelumnya.
Rei pun menghela nafas berat. Kuroko lalu mengeluarkan ponselnya.
"Coba kutanyakan terlebih dahulu. Biasanya 'dia' bisa diandalkan dalam situasi seperti ini." Ucap Kuroko lalu terlihat menelepon seseorang.
'Pasti Momoi.' Batin Rei.
Kuroko, Kagami dan Rei pun bertemu dengan Momoi. Momoi langsung saja memeluk Kuroko begitu tiba, tapi ia segera melepaskan nya lagi.
Rei yang melihat Kuroko sempat dipeluk oleh Momoi berusaha menahan kekesalan nya.
"Maaf, karena tiba-tiba menghubungimu." Ucap Kuroko.
"Ah, tidak apa-apa, kok. Aku justru senang!" Ucap Momoi.
"Terima kasih karena mau mencarikan sepatu basket untukku..." Ucap Kagami lalu ia terkejut melihat Aomine juga disana. "Tapi kenapa kau juga ikutan datang?!" Ucapnya kesal.
"Aku sendiri juga mau tau alasannya." Ucap Aomine.
Rei lalu berdiri di hadapan Aomine.
"Aomine-kun, bisakah kau memberikan salah satu sepatumu pada Kagami?" Tanya Rei dengan sopan.
Sebelum sempat Aomine menjawab, Momoi sudah memberikan sepasang sepatu basket kepada Kagami.
__ADS_1
"Hei! Jangan seenaknya ngambil sepatu basketku!" Ucap Aomine yang kesal.
Tapi Momoi tidak peduli sedangkan Kagami sudah menerima sepatunya.
"Sepatu ini...mirip dengan yang kupakai sebelumnya..." Ucap Kagami sambil memperhatikan sepatu yang diberikan Momoi.
"Kebetulan ada sepatu yang sama persis, walau beda warna. Tapi Kagamin tipe orang yang suka memakai sepatu dengan model yang sama, kan?" Ucap Momoi.
Kagami yang mendengarnya begitu terkejut.
"Tapi, warna sepatu ini boleh juga..." Ucap Kagami memperhatikan sepatunya lagi.
Aomine pun menghela nafas
"Apa boleh buat...akan kuberikan kalau menang one on one melawanku." Ucap Aomine sambil memainkan bola basket yang dibawanya.
"Kenapa malah jadi begitu?! Hari ini aku ada pertandingan, tau!" Ucap Kagami.
"Cuma rebutan bola tiga kali. Nggak bakalan lama, kok." Ucap Aomine lalu berhenti memainkan bolanya.
"Tapi..." Saat Kagami akan membantah, Aomine memotong ucapannya.
"Sudah, lakukan saja. Sambil melakukannya, akan kuberi tau beberapa saran." Ucap Aomine yang memotong ucapan Kagami.
Mereka pun melakukan pertandingan one on one. Tidak lama kemudian pertandingan mereka pun selesai. Aomine mendekati Kuroko, Momoi dan Rei yang sedang duduk.
"Cepat banget?" Ucap Momoi yang terkejut karena pertandingan baru berlangsung beberapa detik.
"Sudah kubilang nggak bakalan lama, kan?" Ucap Aomine.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Kuroko.
"Menang telak." Ucap Aomine.
"Tunggu dulu! Sekali lagi! Sekali lagi! Aku memang juga ingin sepatunya, tapi aku lebih tidak ingin kalah darimu! Ayo bertanding sekali lagi!" Ucap Kagami.
"Kagami-kun, apa kau lupa kita ada pertandingan lagi? Jangan keras kepala!" Ucap Rei.
Aomine lalu melemparkan kotak yang berisi sepatu tadi pada Kagami. Kagami lalu menangkapnya.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Kagami.
"Entah gimana hasilnya, aku juga nggak butuh sepatu itu." Ucap Aomine.
"Ma-Mana bisa aku menerimanya kalau kalah darimu?! Kukembalikan!" Ucap Kagami.
"Sudah ambil saja! Baka!" Ucap Aomine yang kesal. "Nanti kau akan melawan Kise, kan? Kalau sampai kalah darinya karena memakai sepatu yang ukurannya kurang pas, akan kubunuh kau nanti. Kita tunda saja pertandingan antara kita di lain waktu." Lanjutnya dengan wajah serius
__ADS_1
"Begitu..maaf, ya...kuterima kalau begitu...tapi cuma untuk sementara, ya!" Ucap Kagami yang masih bersikeras untuk mengembalikan sepatu itu pada Aomine lagi.
"Sudah, pergi saja!" Ucap Aomine yang kembali kesal.
"Arigatou, Aomine-kun. Kau sangat membantu kami." Ucap Rei sambil tersenyum lalu mereka segera pergi ke stadion karena pertandingan akan dilaksanakan hari itu pada sore hari.
Setelah tiba di stadion, mereka segera memasuki ruang ganti dimana anggota yang lain sudah menunggu.
"Maaf, kamu terlambat." Ucap Rei.
"Lama sekali kalian!" Ucap Hyuga.
"Apa kalian sudah membeli sepatunya?" Tanya Riko.
Mereka pun mengangguk sebagai jawaban.
"Sebentar lagi pertandingan antara Shutoku dan Rakuzan akan segera dimulai." Ucap Teppei saat melihat ke arah jam.
Pertandingan antara Shutoku dan Rakuzan pun dimulai.
"Pelatih, boleh aku menonton pertandingan?" Tanya Rei.
"Kau boleh menonton, tapi segeralah kembali saat pertandingan selesai." Ucap Riko dengan tegas.
"Ha'i" Ucap Rei sambil tersenyum lalu segera pergi meninggalkan ruang ganti dan menonton pertandingan.
Saat Rei tiba disana, babak pertama baru saja dimulai. Ia memperhatikan pertandingan dengan serius.
'Akashi masih mengamati keadaan, ya. Dia juga belum menggunakan Emperor Eyes miliknya.' Batin Rei.
Hayama melakukan dribble yang tidak biasa dan mencetak angka untuk timnya. Ia juga melakukan operan dengan baik.
Shutoku semakin kesulitan, tapi mereka tidak menyerah. Skor menjadi seri, babak pertama pun telah berakhir.
Di babak kedua, terjadi one on one antara Midorima dan Akashi. Akashi berhasil merebut bola dari Midorima dan menggagalkan pertahanan yang dilakukan Takao.
'Dia sudah menggunakan matanya.' Batin Rei.
Tidak yang bisa menghentikan Akashi. Shutoku belum menyerah, mereka terus mengejar ketertinggalan angka.
Saat Takao mengumpan bola pada Midorima, Akashi menghentikannya.
'Sudah berakhir.' Batin Rei sambil menutup matanya dan pergi.
Tidak lama setelah kepergian Rei, pertandingan antara Rakuzan dan Shutoku pun berakhir dengan Rakuzan yang memenangkan pertandingan.
Jangan Lupa Like 😁
__ADS_1
(Bersambung)