Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 24


__ADS_3

Saat ini, tim Seirin sedang berada di pemandian air panas setelah berhasil memenangkan pertandingan yang cukup menguras tenaga mereka. Para pria telah berendam di tempat yang ditentukan.


"Kagami-kun, sebaiknya handukmu jangan sampai terkena air." Nasihat Kuroko.


"Apa? Benarkah?" Ucap Kagami.


"Terkadang Riko bisa pintar juga." Ucap Teppei.


"Ya, membawa kita ke pemandian air panas untuk menyegarkan tubuh kita." Ucap Tsuchida membenarkan ucapan Teppei.


"Besok kita akan langsung mulai latihan kembali. Jangan lengah." Ucap Hyuga.


"Aku tau." Ucap Teppei.


Di pemandian wanita, Riko dan Rei sedang berendam bersama. 


'Ah...rasanya nyaman sekali.' Batin Rei menikmati saat berendam.


Tidak lama kemudian, seorang gadis dengan rambut pinknya masuk ke pemandian. Ia adalah Momoi.


"Boleh aku duduk di sebelahmu?" Tanya Momoi pada Riko.


"Silahkan." Ucap Riko tanpa melihatnya.


"Doumo." Ucap Momoi lalu ikut berendam bersama mereka.


"Riko-senpai, aku keluar duluan." Ucap Rei lalu keluar dari pemandian dengan menggunakan yukata yang telah disediakannya.


Di pemandian pria, juga masuk beberapa orang yang mereka kenali. Mereka dari Akademi Touou.


Ditempat lain, Kuroko sedang berbaring di kursi panjang dekat vending machine karena pusing akibat terlalu lama berendam. Ia menutup matanya dengan handuk kecil.


"Dasar...mau minum apa?" Tanya Kagami yang ingin membeli minuman di vending machine.


"Minuman ion." Ucap Kuroko.


"Hah? Sudah habis." Ucap Kagami saat menyadari minuman yang ia cari tidak ada. "Aku akan mencarinya diluar." Lanjutnya lalu pergi meninggalkan Kuroko.


"Arigatou."


"Ini." Ucap Aomine yang meletakkan minuman ion disebelah Kuroko.


"Arigatou gozaimasu." Ucap Kuroko lalu terkejut melihat orang tersebut setelah ia mengangkat handuk yang digunakannya. Ia langsung mengambil posisi duduk.


"Lama tidak bertemu, Tetsu."

__ADS_1


"Aomine-kun."


"Aku sudah menonton pertandinganmu. Apa itu teknik barumu?" Ucap Aomine sambil bersender pada dinding di dekatnya dan menghadap Kuroko.


"Ya. Aku mengembangkannya untuk melawanmu." Ucap Kuroko.


Aomine lalu berdiri tegak.


"Maaf, tapi itu percuma saja. Tim yang akan memenangkan Winter Cup..." Ucapan Aomine lalu dipotong oleh seseorang yang merangkul pundaknya.


"Adalah kami!" Ucap Kagami yang merangkul pundak Aomine dan memotong ucapannya.


"Jangan letakkan tanganmu di pundakku." Ucap Aomine dengan tatapan tajam pada Kagami.


Melihat kedatangan Kagami, Kuroko langsung berdiri dari duduknya.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kagami.


"Kalian ingin menang, ya? Itu belum cukup. Lebih kuat lagi. Kau masih belum mendekati Kiseki no Sedai. Kau bahkan belum bisa menghiburku." Ucap Aomine mengabaikan pertanyaan Kagami padanya. "Asal kalian tau, Momoi memperkirakan kalian akan melawan kami di pertandingan pertama kalian di Winter Cup."


Kuroko dan Kagami terlihat terkejut. Tapi, ekspresi wajah Kuroko yang terkejut berubah menjadi senyuman.


"Maaf, Kagami-kun. Aku tiba-tiba merasa sangat senang." Ucap Kuroko masih dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Apa maksudmu? Aku juga sangat senang. Tidak ada yang menganggap bisa menang dengan mudah. Jika kita bisa menang, cepat atau lambat juga kita akan bertemu dengan mereka." Ucap Kagami dengan senyumannya di wajahnya. "Tidak ada yang lebih baik dari pertandingan pembalasan ini." Lanjutnya.


Rei datang dengan menghampiri mereka masih dengan yukata yang dikenakannya tadi.


"Kenapa kalian terlihat senang sekali?" Tanyanya pada mereka.


Mereka sedikit terkejut dengan kedatangan Rei. Tapi mereka lebih terkejut dengan penampilan Rei yang menggunakan yukatanya. Wajah mereka pun bersemu merah.


'Dia sangat cantik.' Batin Kagami.


'Rei-san sangat cocok menggunakan yukata itu.' Batin Kuroko.


'Yukata itu sangat cocok ditubuhnya. Dia terlihat...ugh...semakin cantik.' Batin Aomine.


Rei yang melihat mereka sibuk dengan pikiran masing-masing melambaikan tangannya di depan wajah mereka.


"Oi...kalian belum menjawab pertanyaanku." Ucapnya.


Mereka langsung tersadar dari lamunan mereka.


"Etto...tim kita akan melawan tim Touou di pertandingan pertama kita di Winter Cup." Ucap Kuroko.

__ADS_1


"Jadi lawan kita itu mereka? Aku menantikannya...Aomine-kun." Ucap Rei sambil melihat ke arah Aomine dengan senyumannya.


Aomine terlihat salah tingkah. Ia lalu hanya mengangguk sebagai jawaban.


SKIP TIME


Hari ini, tim Seirin memulai latihan tanpa Kagami. Sedangkan anggota yang lain dilatih langsung oleh ayah Riko.


"Kita mulai dengan melepas pakaian kalian." Ucap Kagetora, ayah Riko.


Kagetora lalu memperhatikan tubuh mereka satu persatu dengan teliti.


"Ya, kalian lumayan. Kalian sepertinya sudah terbiasa dengan latihan Riko sejak musim panas tahun ini. Stamina dan otot-otot kalian meningkat dengan seimbang." Ucap Kagetora. "Bagi menjadi 2 tim. Pergi dan bermainlah polisi dan perampok digunung selama 3 jam. Setelah itu, yang kalah akan berlatih lebih keras." Lanjutnya.


Kedua tim pun memulai latihan mereka. Sedangkan Riko masih di gym bersama ayahnya.


"Papa, apa ini fartlek? Dengan memakai seluruh tubuh untuk beradaptasi dengan medan apa pun, mereka bisa meningkatkan kebugaran mereka." Ucap Riko.


"Kau benar. Seperti yang kukatakan tadi, mereka semua meningkat secara fisik, tapi tubuh mereka kaku. Mereka tidak bisa hanya dengan melatih otot. Mereka juga harus melatih tubuh mereka. Mereka perlu menyesuaikan diri dengan otot-otot yang mereka bangun. Berlari dipegunungan adalah cara tercepat." Ucap Kagetora.


Setelah itu, mereka kembali berkumpul di gym.


"Aku akan memberitaukan apa yang harus kalian lakukan dalam bulan ini. Kalian semua harus mengembangkan senjata kalian masing-masing untuk Winter Cup. Dengan kata lain, senjata itu akan menjadi kemampuan spesial kalian. Aku akan melatih kalian sebanyak mungkin tanpa ampun." Ucap Kagetora.


"Arigatou gozaimasu!!" Ucap mereka semua serempak dan membungkuk 90 derajat.


Di bandara, Kagami sedang bersiap untuk keberangkatannya ke Amerika. Ia sudah meminta izin pada Riko bahwa ia akan berangkat pagi ini.


Setelah latihan bersama ayahnya Riko, Riko pun menjelaskan kenapa Kagami tidak ada dan itu membuat mereka terkejut.


"Kagami sepertinya ingin bertemu dengan guru yang mengajarkannya basket di Amerika." Ucap Riko.


"Begitu ya. Ternyata dia memiliki guru di sana." Ucap Hyuga.


"Murid kelas satu tahun ini benar-benar suka datang dan pergi seenaknya. Mereka seperti sedang bermain-main denganku." Ucap Riko sambil mencengkram kepala Kuroko dan tersenyum padahal sebenarnya ia sangat kesal.


"Kenapa aku? Itta." Ucap Kuroko menahan rasa sakitnya.


"Senpai, tolong jangan seperti itu. Kuroko sama sekali tidak salah." Ucap Rei berusaha membujuk Riko.


Riko pun melepaskan cengkraman nya. Meskipun ia sebenarnya masih kesal.


"Arigatou, Rei-san." Ucap Kuroko sambil mengusap kepalanya.


Rei hanya tersenyum.

__ADS_1


Jangan Lupa Like 😁


(Bersambung)


__ADS_2