
Dua hari berikutnya, diadakan babak kedua Winter Cup. Akan diadakan 16 pertandingan. Pertandingan kedua SMA Seirin akan melawan SMA Nakamiya Selatan akan segera dimulai.
Kali ini, Seirin tidak memasukkan Kuroko dan Kagami. Seirin mengalami kesulitan.
"Pelatih, menurutku kita harus memakai time out." Ucap Rei.
"Kau benar." Ucap Riko lalu meminta time out.
Hyuga lalu mengatakan sesuatu yang membuat mereka sadar bahwa mereka lengah karena sudah berhasil mengalahkan Touou. Setelah itu, pertandingan kembali dilanjutkan.
Akhirnya Seirin menang di pertandingan kedua mereka. Anggota Kiseki no Sedai yang lain juga lolos ke pertandingan ketiga mereka.
Di hari keempat, dilakukan pertandingan keempat. Seirin berhasil memenangkan pertandingan tersebut dan menuju quarter final. Tim yang berikutnya harus dilawan oleh Seirin adalah Yosen.
Anggota tim Seirin saat ini sedang menonton pertandingan Yosen sebelumnya.
"Ini berbeda sekali dengan gaya permainan Touou yang sangat agresif. Yosen tidak membiarkan lawannya mencetak satu angka pun." Ucap Teppei.
"Pertahanan mereka tidak bisa ditembus. Inilah kekuatan SMA Yosen." Ucap Riko.
Hari berikutnya, saatnya pertandingan antara SMA Seirin melawan SMA Yosen. Riko sedang memberikan arahan pada anggota timnya.
"Aku yakin kalian sudah tau, tapi lawan kita sekarang sama kuatnya dengan Touou. Kita tidak akan menang jika tidak bersungguh-sungguh. Kita akan memakai pemain terbaik kita. Berjuanglah sebisa mungkin!" Ucap Riko.
"Yosha!" Teriak Hyuga.
"Kau sedikit kaku, Hyuga." Ucap Teppei mengomentari. "Ayo bersenang-senang." Lanjutnya.
"Aku tau." Ucap Hyuga.
"Aku tidak sabar melihat hasil latihan mu." Ucap Izuki.
"Tentu saja!" Ucap Kagami.
"Aku siap." Ucap Kuroko.
"Aku harap bisa melihat sesuatu yang bagus." Ucap Izuki.
"Jangan mengganggu dengan lawakan basi." Ucap Kagami.
Rei sedikit tertawa saat Kagami mengatakan hal itu.
"Kenapa kau tertawa?" Ucap Kagami yang menyadari Rei tertawa.
"Ie, nandemonai." Ucap Rei.
Pertandingan quarter final Winter Cup antara SMA Seirin melawan SMA Yosen pun dimulai.
Murasakibara melakukan pelanggaran karena menyentuh bola terlalu cepat saat melakukan tip off.
Saat akan mencetak angka, Murasakibara terus saja menghadang anggota dari tim Seirin untuk mencetak angka.
Yosen lalu berhasil mencetak angka terlebih dahulu. Seirin mengalami kesulitan untuk melakukan serangan balik sementara Yosen terus mencetak angka.
Kuroko akhirnya berhasil mencetak angka untuk Seirin dengan teknik shooting nya.
"Jujur, aku terkejut. Aku tidak menyangka kalau kau yang pertama mencetak angka melawanku di turnamen ini." Ucap Murasakibara.
"Sou desu ka? Kalau begitu, berhati-hatilah setelah ini." Ucap Kuroko lalu bergabung kembali dengan anggota timnya.
__ADS_1
Pertandingan kembali dilanjutkan. Yosen dan Seirin terus menyerang dan bertahan satu sama lain. Seirin berhasil mengejar ketertinggalan angka dan membuat selisih antara kedua tim semakin kecil.
Cerita bersambung di bawah ini
Babak pertama pun telah berakhir. Kedua tim sedang berada di ruang ganti dan sedang membahas strategi untuk menghadapi lawannya.
"Kita harus mencetak angka melawan Murasakibara-kun tanpa bantuan Kuroko-kun. Untuk itu, Teppei..." Ucap Riko lalu melihat kearah Teppei. "Kekuatanmu akan sangat dibutuhkan." Lanjutnya.
"Dan untuk defense. Pemain penyerang Yosen akan bergerak di babak kedua. Nomor 12, Himuro-kun. Hanya Kagami-kun yang bisa menghentikannya. Dengan kata lain, jika kita ingin menang..." Ucap Riko menggantungkan kalimatnya. "Kagami-kun harus mengalahkan Himuro-kun dan Teppei harus mengalahkan Murasakibara-kun." Lanjutnya.
Babak kedua pun dimulai. Kuroko tidak dimasukkan kedalam pertandingan dan digantikan oleh Mitobe. Terjadi one on one antara Himuro dan Kagami.
"Maaf membuatmu menunggu. Jangan setengah-setengah, Tatsuya!" Ucap Kagami.
"Aku menyukai tatapan matamu. Aku merasa lega. Sepertinya yang kau katakan sebelum pertandingan memang benar. Tapi aku yang akan menang, Taiga!" Ucap Himuro.
Himuro berhasil melewati pertahanan Kagami dan mencetak angka. Kagami masih saja bermain dengan perasaannya dan menganggap Himuro sebagai kakaknya karena itu ia tidak bisa bermain dengan serius.
"Pelatih, kita perlu mengganti Kagami." Ucap Rei.
Riko lalu mengangguk dan mengganti Kagami dengan Tsuchida.
Pertandingan kembali dilanjutkan. Seirin terus melakukan serangan. Tim Yosen pun meminta time out.
Rei mulai memberikan handuk kepada setiap pemain.
"Kiyoshi-senpai. Silahkan handuknya." Ucap Rei memberikan handuk pada Teppei.
"Sankyu." Ucap Teppei menerima handuk yang diberikan oleh Rei.
"Kuroko, aku butuh bantuan. Bisakah kau keluar membuang ini?" Ucap Kagami sambil memberikan cincin yang telah ia jadikan kalung yang merupakan kenangannya bersama Himuro.
"Apa kau yakin? Ku pikir ini adalah barang yang berharga." Ucap Kuroko.
"Tidak apa-apa. Menyimpannya hanya membuatku semakin sulit melepaskannya." Ucap Kagami. "Selain itu, antara masa laluku dengan Tatsuya dan masa depanku denganmu, sudah jelas mana yang lebih penting." Lanjutnya lalu menunjukkan sebuah cengiran.
Setelah itu, Kagami kembali dimasukkan kedalam pertandingan. Terjadi one on one lagi antara Kagami dan Himuro. Kali ini Kagami berhasil menghentikan Himuro. Kagami lalu berhasil dihentikan oleh Murasakibara saat akan mencetak angka.
Teppei tiba-tiba kehilangan keseimbangan nya, untung saja Kuroko menyadari hal itu dan segera menahan tubuh nya.
"Maaf, Kuroko. Aku hanya tersandung dan jatuh. Jangan khawatirkan aku." Ucap Teppei lalu memaksa tubuh nya untuk berdiri.
Teppei tidak ingin diganti dan tetap bermain. Riko pun menuruti kemauannya.
Murasakibara terlihat berubah. Ia menunjukkan kemampuannya sekarang dan mulai serius. Seirin mengalami kesulitan. Bahkan Murasakibara membuat ring dari tim Seirin hancur.
'Murasakibara-kun terlihat menakutkan saat marah.' Batin Rei yang sedikit takut melihat perubahan Murasakibara.
Pertandingan kembali dilanjutkan setelah ring yang hancur diganti dengan yang baru.
Seirin tetap tidak bisa menghentikan Murasakibara ditambah lagi dengan Teppei yang kelelahan.
Akhirnya Teppei digantikan oleh Kuroko. Kuroko lalu berdiri dihadapan Murasakibara.
"Aku tidak akan kalah dari orang yang tidak menghargai usaha orang lain sepertimu!" Ucap Kuroko.
"Sudah kubilang, kata-kata indah mu sangat mengganggu, Kurochin." Ucap Murasakibara.
Kuroko lalu melakukan kombinasi serangan dengan Kagami. Seirin pun berhasil kembali mencetak angka. Kuroko lalu menghadang Murasakibara.
__ADS_1
Murasakibara pun melakukan pelanggaran karena tidak sengaja mendorong Kuroko dengan tubuhnya yang besar.
Seirin kembali mengubah strategi yang memudahkan Kuroko untuk merebut bola.
Diberikan istirahat selama 2 menit sebelum quarter keempat dimulai. Riko kembali menjelaskan strategi yang akan digunakan.
Teppei menangis tanpa disadarinya, Hyuga yang menyadari hal itu begitu terkejut. Dan membuat mereka semua memperhatikan Teppei.
"Kenapa kau menangis?" Ucap Hyuga yang terkejut.
"Oh, ini..." Ucap Teppei. "Kenapa aku menangis?" Tanyanya balik.
"Mana aku tau!" Ucap Hyuga.
"Aku tidak tau cara mengatakannya, tapi ini mungkin karena kalian sangat bisa diandalkan. Aku merasa lega. Saat aku menyadari aku tidak sendirian, aku tidak bisa menghentikan diriku." Ucap Teppei sambil tersenyum.
"Ha? Kenapa sekarang kau mengatakan hal yang sudah jelas? Aku benar-benar kesal!" Ucap Hyuga yang kesal.
"Apa?" Ucap Teppei yang terkejut karena Hyuga kesal.
"Maaf. Jujur saja, aku juga kesal." Ucap Kagami.
"Aku juga." Ucap Kuroko.
Teppei lalu tersenyum.
Kedua tim kembali memasuki lapangan.
"Sepertinya kalian saling mendorong satu sama lain, tapi..." Ucap Murasakibara menggantungkan kalimatnya. "Aku akan menghancurkan semuanya." Lanjutnya.
"Seirin tidak selemah itu." Ucap Kuroko.
"Aku akan bersungguh-sungguh." Ucap Kagami.
"Tentu saja. Ayo selesaikan ini." Ucap Himuro.
"Rei-chan, aku butuh bantuanmu. Tolong urus yang disini karena aku harus mengurus sesuatu." Ucap Riko.
"Ha'i" Ucap Rei.
'Pasti karena dia harus membantu Kiyoshi memulihkan tubuhnya.' Batin Rei.
Seirin mengalami kesulitan. Seirin lalu meminta time out. Rei mulai menjelaskan strategi yang sempat dikatakan Riko sebelum pergi.
Kagami berhasil menghentikan Murasakibara. Semua yang melihat begitu terkejut. Kagami lalu memasuki zone. Ia kembali membawa harapan untuk Seirin.
Murasakibara mengikat rambutnya setelah time out di quarter keempat.
'Dia sangat serius sekarang.' Batin Rei.
Setelah memulihkan diri, Teppei kembali memasuki pertandingan.
Didetik-detik terakhir. Ada yang aneh dengan Murasakibara. Rei pun menyadari hal itu.
'Murasakibara memasuki zone. Bagaimana ini? Kagami sudah mencapai batasnya.' Batin Rei yang khawatir.
Meskipun sudah mencapai batasnya, Kagami berhasil mencetak angka dan membuat keadaan berbalik. Pertandingan berakhir dengan Seirin yang memenangkan pertandingan dan menuju semi final.
Jangan Lupa Like 😁
__ADS_1
(Bersambung)