Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 9


__ADS_3

Papa Myabe begitu terkejut dengan kombinasi yang dilakukan oleh Kuroko dan Kagami.


"Hebat juga yang barusan. Memangnya Kuroko selalu sehebat ini, ya?" Ucap Hyuga saat mereka berlari kecil kembali ke posisi mereka masing-masing. "Apakah ini karena dia marah karena disebut anak-anak?"


"Sepertinya begitu." Ucap Kagami. "Mungkin dia ingin bilang bahwa jangan bicara bila kau belum pernah melawan mereka."


Quarter pertama pun selesai.


"Karena kemampuan Kuroko memiliki batas waktu, kita akan menggantinya sekarang." Ucap Riko. "Karena untuk sementara, kita harus menyimpan kekuatan Kuroko-kun, kekuatan offense (menyerang) kita akan sedikit berkurang. Walaupun begitu, jangan biarkan mereka mengejar. Selain Papa Myabe, tidak ada pemain lain yang berbahaya di tim mereka. Itu berarti, semua tergantung pada seberapa baik Kagami-kun bisa mengatasi Papa Myabe. Apakah kau bisa melakukannya?" Tanya Riko.


"Serahkan saja padaku!" Ucap Kagami.


Pada quarter kedua, Kagami gagal menghadang Papa Myabe sehingga ia berhasil mencetak skor.


"Sekarang aku serius! Aku takkan kalah!" Ucap Papa Myabe.


"Baguslah kalau begitu. Aku juga mulai bersemangat, Papa!" Ucap Kagami.


Kagami terus saja menghadang Papa, lagi, lagi, dan lagi. Di bench, anggota tim Seirin yang berada di bangku cadangan terkejut dengan kemampuan Kagami yang luar biasa.


"Kuroko-kun, apakah kau bisa bermain di lima menit terakhir?" Tanya Riko.


"Sebenarnya, aku sudah bersiap dari tadi." Ucap Kuroko.


"Ah, maaf. Kalau begitu, go!" Ucap Riko sambil berdiri dari bench dan menunjuk ke arah lapangan.


Tim Seirin pun memenangkan pertandingan dengan skor 67-79. Dari bangku penonton, terlihat Midorima yang sedang menonton pertandingan.


Papa Myabe lalu menghampiri Kagami yang merapikan barangnya di bench.


"Aku kalah. Demi bagianku, tolong berjuanglah sekuat tenaga di pertandingan berikutnya." Ucap Papa Myabe.


"Hah? Ah, baik." Ucap Kagami.


"Mana mungkin aku mengatakan itu, bodoh!" Ucap Papa Myabe lalu ditarik oleh Yusuke. "Lain saja, yang berikutnya aku tidak akan kalah!" Ucap Papa Myabe sambil ditarik oleh Yusuke.


Karena perkataan Papa Myabe, Kagami merasa sangat kesal. Rei yang menyadari hal itu pun menenangkannya.


"Sudahlah jangan dipikirkan." Ucap Rei yang berhasil membuat Kagami tenang.


Setelah melawan Perguruan Shinkyo, berikutnya SMA Seirin melawan SMA Jitsuzen. Tim Seirin berhasil mengalahkan mereka dengan skor 118-51 tanpa menurunkan Kuroko.


Lalu, pertandingan ketiga mereka melawan SMA Kinga. Tapi yang mengejutkan, Seirin berhasil mengalahkan mereka dengan skor 71-92 tanpa menurunkan Kuroko lagi.

__ADS_1


Lalu, pertandingan keempat adalah melawan Perguruan Meijo. Mereka adalah anak-anak berandal yang kemarin dikalahkan oleh Kuroko, Kagami dan Kise. Mereka pun mengalahkan Perguruan Meijo dengan skor 108-41.


Tim Seirin pun memutuskan untuk menonton pertandingan SMA Shutoku.


"Mereka sudah datang." Ucap Izuki.


"Aku mau memberi salam dulu." Ucap Kagami lalu berdiri dari bench dan menghampiri tim Shutoku.


"Ya" Ucap Hyuga tanpa sadar menyetujui perkataan Kagami.


'Midorima selalu membawa lucky item. Lucky item hari ini adalah boneka beruang kecil. Sangat imut.' Batin Rei lalu tersenyum.


Kagami lalu berhenti di depan Midorima.


"Yo. Kau Midorima Shintaro, kan?" Ucap Kagami.


"Itu benar, tapi kau siapa?" Ucap Midorima.


Pertanyaan itu membuat pria berambut hitam menahan tawanya. Kagami lalu menyodorkan tangannya pada Midorima.


"Mau jabat tangan?" Tanya Midorima.


Midorima lalu mengulurkan tangan kirinya. Kagami lalu menuliskan nama, nomor punggungnya dan asal sekolahnya. Rei yang mengetahui apa yang terjadi segera menghampiri mereka.


"Kagami-kun, jangan bersikap kurang ajar!" Ucap Rei.


"Hah? Aku tidak bersikap kurang ajar. Aku hanya menuliskan namaku ditangannya agar dia bisa mengingat namaku." Ucap Kagami.


"Itu namanya kurang ajar." Ucap Rei lalu mengalihkan pandangannya pada Midorima. "Maafkan perbuatannya, Midorima-kun. Tolong jangan dipikirkan."


Midorima lalu menaikkan kacamatanya. Datanglah pria berambut hitam dari belakang Midorima.


"Kau dari Seirin, kan?" Tanya pria berambut hitam itu pada Kagami. "Apa senpaimu belum bercerita apa-apa?"


"Kau tidak perlu mengatakannyakan, Takao?" Ucap Rei dengan memberikan tatapan tajam pada Takao. "Itu adalah masa lalu, kita bisa menjadikannya sebagai pelajaran. Tahun ini, tidak akan sama dengan yang dulu."


"Tunggu sebentar, darimana kau tau namaku?" Ucap Takao. "Apa aku seterkenal itu?" Ia lalu berpose dan bersikap sok keren.


Rei yang melihatnya langsung merasa jijik.


"Ayo kembali, Kagami-kun." Ucap Rei sambil menarik lengan Kagami.


"Hoi, hoi, aku masih belum selesai bicara." Ucap Kagami.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi." Ucap Rei dengan nada dingin tanpa menoleh padanya.


Kagami yang mendengarnya langsung diam dan hanya mengikuti langkah Rei. Setelah mereka kembali, tidak ada satu pun yang berbicara.


Mereka pun menonton pertandingan Shutoku melawan Kinka. Shutoku pun menang telak melawan Kinka. Setelah selesai menonton, mereka kembali melihat jadwal pertandingan. Berikutnya, Seirin akan melawan Seiho lalu jika mereka menang maka mereka akan melawan Shutoku. Itu artinya mereka akan melawan dua dari tiga raja yang sangat kuat.


SKIP TIME


Esoknya, saat jam istirahat, Riko memaksa Kagami dan Kuroko untuk membawa dua kotak barang yang isinya dvd dalam jumlah banyak.


"Padahal badan kami sedang nyeri. Pelatih ini iblis, ya?" Ucap Kagami saat mereka sedang berjalan di koridor sekolah.


"Kalau kau tidak mau membawanya, biar aku saja yang bawa." Ucap Rei yang sudah berdiri diantara Kagami dan Kuroko."


"Uwah!!" Ucap Kagami yang kaget dengan kemunculan Rei yang tiba-tiba.


Rei langsung mengambil kotak yang dibawa Kagami, ia langsung kesulitan membawanya karena terlalu berat.


"Biar aku saja. Kau tidak akan sanggup membawanya." Ucap Kagami lalu langsung mengambil kembali kotak yang dibawa Riko.


"Kalian memang tidak seharusnya membuat gadis manis membawa barang yang berat seperti itu." Ucap Riko. "Sudah jelas itu tugas kalian sebagai laki-laki."


"Aku tidak melihat ada gadis manis disini kecuali satu orang." Ucap Kagami sambil melirik Rei.


"Apa maksudmu akulah gadis manis itu?" Ucap Riko sambil menunjukkan wajah sok imut.


"Tentu saja bukan kau." Ucap Kagami lalu mendapat pukulan dari Riko di pinggangnya.


"Ngomong-ngomong, apa sih ini?" Tanya Kagami yang melihat banyaknya dvd dalam kotak itu.


"Itu dvd pertandingan dari tahun ini dan tahun kemarin yang kupindahkan dari ruang klub. Itu untuk membuat strategi, tapi ruangan klub kita terlalu kecil. Tidak heran jumlah nya banyak karena kita akan melawan dua raja dalam satu hari." Ucap Riko.


Setelah itu, semua anggota tim Seirin menonton dvd itu bersama.


'Ada yang aneh dengan gerakan mereka.' Batin Kagami sambil tetap memperhatikan layar tv.


"Meskipun kemungkinan kita menang 9 banding 10, kita harus tetap berusaha." Ucap Riko.


"Sebenarnya, aku punya ide untuk menghadapi mereka." Ucap Hyuga.


Jangan Lupa Like


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2