
Setelah bertemu dengan Aomine, Rei kembali berkumpul bersama anggota yang lain. Senyuman tidak hilang dari wajahnya.
Anggota yang sebelumnya bertanding terlihat kelelahan sampai tertidur di ruang ganti. Rei yang baru saja datang diminta membangunkan mereka.
"Rei-chan, tolong bangunkan mereka. Kita harus segera pergi." Ucap Riko.
"Hyuga-senpai, ayo bangun...kita harus segera pergi." Ucap Rei sambil sedikit mengguncangkan tubuh Hyuga.
Hyuga pun mulai membuka matanya.
"Ayo bangun Kiyoshi-senpai..." Ucap Rei melakukan hal yang sama pada Teppei.
Teppei yang baru sadar langsung mengusap wajahnya.
"Izuki-senpai, ayo bangun..." Ucap Rei yang membuat Izuki bangun.
"Kagami-kun, kita harus pergi. Bangun..." Ucap Rei, tapi Kagami sama sekali tidak bangun.
Akhirnya, Rei mencubit pipi Kagami yang membuat Kagami bangun dan langsung berteriak kesakitan.
"Ittai!! Apa yang kau lakukan?!" Teriaknya.
"Waktunya bangun, kita harus segera pergi." Ucap Rei dengan tenang.
Rei lalu membangunkan Kuroko.
"Kuroko-kun, ayo bangun..." Ucap Rei sambil menepuk pelan pipi Kuroko.
Kuroko pun bangun. Setelah itu, mereka pun membereskan barang-barang mereka dan pergi. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Saat Rei sampai dirumah, ponselnya tiba-tiba bergetar tanda ada pesan masuk. Ia pun membuka memeriksanya.
From:xxxxx
To:Rei
Ini aku, Aomine. Besok jam 9, aku akan menjemputmu.
Rei pun menyimpan nomornya dan membalas pesannya.
From:Rei
To: Aomine-kun
Ha'i, Aomine-kun.
Setelah itu, Rei menuju ke kamarnya dan berbaring di kasur. Perlahan, ia pun masuk ke alam mimpi.
SKIP TIME
__ADS_1
Besoknya, Rei bingung harus pakai baju apa. Ia pun memutuskan untuk memakai dress selutut berwarna merah dengan hiasan pita berwarna putih di pinggangnya.
Rei juga menggunakan tas selempang berwarna merah dan sepatu kets berwarna putih. Rambut hitamnya yang panjang ia gerai.
Tidak lama kemudian pintu rumahnya diketuk.
Tok tok tok
Rei segera turun dari lantai 2 dan membuka pintu depan. Berdirilah di sana seorang Aomine yang memakai baju dalaman berwarna putih tanpa lengan dan jaket berwarna hitam diluar.
Aomine juga memakai celana jeans dan sepatu kets berwarna hitam. Ia terlihat sangat keren seperti itu. Rei sampai tidak bisa mengatakan apa pun.
Sama halnya dengan Aomine yang melihat Rei dengan dress yang terlihat sederhana tapi sangat cocok di tubuh. Ia juga semakin cantik saat rambutnya digerai.
Rei tersadar terlebih dulu dari lamunannya.
"Aomine-kun" Panggil Rei yang melambaikan tangannya di depan wajah Aomine.
Aomine pun tersadar dari lamunannya.
"Oh, maaf. Ayo kita pergi." Ucap Aomine lalu berjalan terlebih dulu.
Rei segera menutup pintu rumahnya dan menguncinya. Ia berlari kecil menyusul Aomine yang sudah jalan terlebih dulu.
Suasana terasa canggung diantara mereka. Tidak ada satu pun yang berbicara.
'Aku sudah pernah jalan dengan Satsuki, tapi aku hanya menganggapnya temanku. Kali ini berbeda, aku harus bagaimana?' Batin Aomine.
Terdapat berbagai macam sepatu di sana, mulai dari basket, futsal, voli, dan sepatu lainnya.
Rei langsung saja menuju rak sepatu basket. Ia lalu melihat-lihat merek, ukuran dan warnanya. Ia mengambil sepatu merek Air Jordan yang berukuran 29,5 cm dan berwarna dark blue.
"Bagaimana dengan yang ini?" Ucapnya menyodorkan sepatu tersebut pada Aomine.
"Bagaimana kau tau ukuranku dan merek yang biasa kupakai?" Ucap Aomine setelah menerima sepatu yang disodorkan Rei.
"Apa kau lupa? Aku tau semuanya tentangmu. Bukankah aku sudah pernah bilang?" Ucap Rei sambil tersenyum.
Aomine lalu teringat kejadian kemarin saat Rei mengatakan ia berasal dari dunia lain.
"Kurasa aku akan mengambil yang ini saja." Ucap Aomine lalu berjalan menuju kasir.
Setelah membayar di kasir, mereka pun keluar dari toko itu. Tiba-tiba terbersit di pikiran Rei untuk makan es krim.
"Aku ingin es krim." Gumam Rei yang didengar oleh Aomine.
"Kau ingin es krim?" Ucap Aomine.
Rei lalu menoleh padanya. Ia berniat membantah, tapi Aomine sudah menarik tangannya dan membawanya ke sebuah cafe.
__ADS_1
"Es krim disini sangat enak, aku sudah pernah kesini bersama Satsuki. Aku yang traktir, karena kau sudah menemaniku berbelanja." Ucap Aomine.
'Kenapa dadaku rasanya sakit saat Aomine menyebut nama Momoi? Ada apa denganku?' Batin Rei.
Tidak lama kemudian datang seorang pelayan. Ia lalu memberikan menunya.
Rei pun memesan es krim coklat dengan beberapa topping diatasnya. Sedangkan Aomine menyamakan pesanannya dengan Rei.
Setelah itu, keadaan kembali canggung. Pesanan pun datang.
"Oishi!" Ucap Rei saat menyuapkan satu sendok es krim ke dalam mulutnya.
Wajah Rei terlihat sangat senang seperti anak kecil. Ia menikmati es krimnya, begitu juga dengan Aomine.
Di sudut bibir Rei terdapat sisa es krim. Aomine lalu menyekanya dengan ibu jarinya. Rei pun terdiam dengan wajah bersemu merah karenanya.
"Pffft, kau seperti anak kecil saja." Ucap Aomine menertawakan Rei.
"Urusai!" Ucap Rei kesal lalu kembali fokus memakan es krimnya.
'Kawai...' Batin Aomine lalu tersenyum kecil.
Setelah selesai makan, Aomine pun membayar pesanan mereka tadi lalu mereka keluar dari cafe.
Setelah itu, mereka memutuskan untuk keluar dari pusat perbelanjaan. Mereka lalu berjalan menuju taman dan duduk di salah satu kursi panjang.
Aomine langsung saja berbaring dan meletakkan kepalanya di pangkuan Rei. Rei begitu terkejut tapi ia membiarkannya saja.
"Aku ingin tidur sebentar." Ucap Aomine yang sudah menutup matanya.
Nafas Aomine mulai terdengar teratur. Ia sudah tertidur.
Rei pun tersenyum lalu mengelus rambut Aomine dengan lembut sambil memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus.
Setelah menikmati angin berhembus, Rei kembali membuka matanya. Ia lalu mengamati wajah Aomine setiap incinya.
'Dia memang tampan.' Batin Rei.
"Sudah puas memperhatikan wajahku?" Ucap Aomine yang tiba-tiba membuka matanya.
"Tidak, itu hanya perasaanmu saja." Ucap Rei lalu memalingkan wajahnya.
Aomine yang melihatnya terkekeh geli. Ia lalu berdiri dari posisi berbaringnya tadi.
"Ayo pulang. Ini sudah sore." Ucap Aomine.
Rei berdiri dari posisi duduknya dan berjalan di samping Aomine. Aomine pun mengantar nya pulang. Hingga sampai di rumah Rei, mereka sama sekali tidak berbicara satu sama lain.
"Arigatou, sudah mengantarku pulang." Ucap Rei, ia lalu masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Aomine sudah pergi setelah ia melihat Rei sudah masuk ke rumah.
__ADS_1
Jangan Lupa Like 😁
(Bersambung)