Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 25


__ADS_3

Tak terasa, Winter Cup sudah dimulai. Sebelum pertandingan dimulai, dilakukan upacara pembukaan terlebih dahulu yang dihadiri setiap pemain.


Pertandingan pertama antara Seirin melawan Touou akan dimulai pada siang hari, tapi Kagami juga belum datang.


"Sial! Bakagami itu ada dimana?! Upacara pembukaan sudah selesai!" Ucap Riko yang kesal.


"Sepertinya dia lupa perbedaan waktunya. Dia akan segera datang." Ucap Fukuda.


"Sulit dipercaya." Ucap Hyuga yang berusaha bersabar.


Tiba-tiba, ponsel Kuroko bergetar tanda ada pesan masuk. Ia pun memeriksanya lalu terlihat sedikit terkejut.


"Sumimasen, tapi apa aku bisa keluar sebentar?" Tanya Kuroko meminta izin.


"Sudah kubilang untuk tidak keluar seenaknya." Ucap Riko dengan wajah kesalnya.


"Tapi...aku dipanggil." Ucap Kuroko.


"Dipanggil?" Ucap Teppei tidak mengerti.


"Aku ingin bertemu Akashi-kun." Ucap Kuroko.


Riko terlihat menghela nafas sejenak.


"Baiklah, siang ini kita akan bermain. Kembalilah sebelum itu." Ucap Riko dengan tegas.


"Baik." Ucap Kuroko lalu melangkah pergi.


"Rei-chan, bisa kau temani dia?" Tanya Riko.


"Ha'i." Ucap Rei lalu menyusul Kuroko.


Diluar stadion, berkumpul anggota Kiseki no Sedai.


"Kau membawa pengasuh ya, Tetsu?" Ucap Aomine sambil memainkan bola basketnya dengan jarinya.


"Minechin, kau juga punya Sacchin." Ucap Murasakibara sambil mengunyah coklatnya.


"Satsuki tidak ada hubungannya dengan ini." Ucap Aomine.


"Midorimacchi, kenapa kau membawa gunting?" Ucap Kise yang baru saja mengalihkan perhatian nya dari ponsel nya.


"Sudah jelas ini adalah benda keberuntunganku, baka." Ucap Midorima sambil menunjukkan guntingnya.


"Tapi berbahaya." Tegur Kise. "Aku tidak suka melihatmu berjalan-jalan membawa gunting seperti itu." Lanjutnya.


"Maaf membuat kalian menunggu." Ucap Kuroko begitu tiba di tempat mereka berkumpul.

__ADS_1


"Doumo, minna-san." Ucap Rei menyapa mereka semua.


Ponsel Kise tiba-tiba berdering tanda adanya pesan masuk.


"Ponselmu sangat mengganggu, Kise. Apa itu dari Akashi?" Ucap Aomine.


Kise memeriksa ponselnya dan terkejut melihat isinya.


"Ini...pesan dari fansku." Ucap Kise.


"Matilah!" Ucap Aomine yang kesal.


Murasakibara sedang berusaha membuka sebungkus keripik kentangnya. Tapi tidak bisa dibuka.


"Midochin, pinjamkan aku guntingmu." Ucap Murasakibara.


Midorima menghela nafas berat.


"Aku tidak mau." Ucap Midorima.


"Apa? Kurochin, apa kau punya?" Tanya Murasakibara.


"Aku tidak punya." Ucap Kuroko.


Rei mengeluarkan guntingnya dari saku roknya.


"Kau bisa menggunakan punya ku, Murasakibara-kun." Ucap Rei sambil memberikan guntingnya.


"Kenapa orang yang memanggil kita harus datang paling akhir?" Ucap Kise yang mulai mengeluh.


"Tidak perlu mengeluh. Dia memang seperti itu." Ucap Midorima.


"Dasar..." Ucap Aomine.


Datanglah seorang pria berambut merah yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu." Ucap pria itu yang membuat mereka semua melihat ke arahnya.


"Akashi-kun." Gumam Rei.


"Daiki, Ryota, Shintaro, Atsushi, dan Tetsuya. Aku senang bisa bertemu kalian lagi. Aku sudah lama menantikan pertemuan kita. Tapi, ada orang yang tidak seharusnya ada disini." Ucap Akashi yang melihat kearah Rei. "Saat ini aku hanya ingin berbicara dengan rekan satu timku. Maaf, tapi apa kau bisa pergi?" Lanjutnya.


"Maaf Akashi-kun, tapi aku tidak mau. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu dan dirimu yang lain." Ucap Rei yang membuat Akashi menatapnya tajam.


Mereka semua terkejut mendengarnya. Lalu seseorang datang dari belakang dan menepuk kepala Rei pelan. Dia adalah Kagami.


"Kau tidak seru sama sekali. Jangan mengabaikan kami." Ucap Kagami.

__ADS_1


"Kagami-kun!" Ucap Rei yang sedikit terkejut dengan kedatangan Kagami.


"Tadaima, kita bicara nanti saja. Sebelum itu..." Ucap Kagami lalu melihat kearah Akashi. "Kau Akashi, ya? Senang bisa bertemu denganmu." Lanjutnya.


"Shintaro, apa aku boleh meminjam gunting itu?" Ucap Akashi sambil mendekati Midorima.


"Untuk apa?" Tanya Midorima.


"Rambutku sedikit mengganggu. Aku ingin memangkasnya. Tapi sebelum itu..." Ucap Akashi lalu menerima gunting yang diberikan Midorima. "Kau Kagami-kun, kan?" Lanjutnya sambil berjalan mendekati Kagami.


"Kagami-kun, berhati-hati lah!" Ucap Rei memperingatkan Kagami.


Akashi lalu menyerang Kagami dengan gunting yang dipegangnya dan menyebabkan terdapat luka gores di pipi Kagami. Untung saja Kagami bisa menghindari, kalau tidak ia akan terluka lebih parah.


"Akashi-kun, kau keterlaluan!" Ucap Rei. "Aku tau kau itu absolut, tapi tidak sampai seperti ini juga." Lanjutnya.


"Apa yang kau tau tentangku?" Tanya Akashi kembali memberikan tatapan tajamnya pada Rei. Tapi itu sama sekali tidak membuatnya takut.


"Aku tau semuanya, bukan hanya tentang mu. Tapi kalian semua. Karena aku..." Ucap Rei. "Berasal dari dunia lain."


Mereka yang mendengarnya terkejut.


"Aku sudah lama memperhatikan kalian dari duniaku. Karena itu aku tau tentang kalian. Itu semua sudah terbukti dengan ucapan dan tindakanku saat bertemu dengan kalian." Ucap Rei dengan serius.


Rei lalu menyalakan ponselnya untuk melihat jam.


"Gawat! Aku harus pergi sekarang! Kita akan berbicara lagi nanti!" Ucap Rei lalu berlari kecil meninggalkan mereka yang masih mencerna apa yang dia katakan.


'Gadis yang menarik.' Batin Akashi.


Mereka memutuskan untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Rei meskipun terdengar tidak masuk akal, tapi itu semua sudah terbukti.


Sementara itu, Rei berlari kecil kembali ke dalam stadion. Sebenarnya tidak ada hal penting yang ia perlu lakukan, ia hanya ingin melarikan diri untuk sementara. Ia lalu masuk ke dalam toilet dan masuk ke salah satu bilik yang kosong. Ia lalu menyandarkan dirinya di pintu bilik.


'Aku sudah mengatakan semuanya. Apa yang harus kulakukan? Apa aku sudah melakukan hal yang tepat? Apa alur cerita di anime ini akan berubah? Kuharap tidak.' Batin Rei yang khawatir. Ia lalu teringat sesuatu. 'Tunggu sebentar! Aku hanya mengatakan aku berasal dari dunia lain. Aku tidak mengatakan apa yang akan terjadi kedepannya dan siapa pemenang dari Winter Cup nanti. Berarti tidak akan ada yang berubah.' Ia lalu menghela nafas lega.


Rei segera keluar dan kembali bergabung dengan anggota tim Seirin yang saat ini berada diruang ganti karena sebentar lagi akan diadakan pertandingan antara Seirin melawan Touou. Di sana sudah ada Kuroko dan Kagami.


"Kau darimana saja Rei-chan?" Tanya Riko dengan wajah kesalnya.


"Gomen pelatih, aku tadi habis dari toilet." Ucap Rei dengan wajah bersalah yang membuat Riko tidak jadi memarahinya.


Kagami dan Kuroko hanya menatap Rei dengan rasa ingin tau.


'Dunia lain? Itu terdengar tidak masuk akal tapi...' Batin Kagami. 'Semua yang dikatakannya dulu seolah dia sudah mengenal kami sejak lama.'


'Rei-san, dia mengatakan dia berasal dari dunia lain. Itu sangat sulit dipercaya, tapi...' Batin Kuroko. 'Aku sangat senang bisa bertemu dengannya.'

__ADS_1


Jangan Lupa Like 😁


(Bersambung)


__ADS_2