Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket

Menjadi Manajer Di Kuroko No Basket
Chapter 39


__ADS_3

Setelah membuat kesepakatan itu, Kiseki no Sedai dan Kagami beristirahat di kamar tamu di rumah Rei karena hari yang sudah larut. Sedangkan Rei dan Momoi tidur sekamar di kamar Rei.


Momoi mandi terlebih dahulu dengan air hangat di kamar mandi yang berada di kamar Rei. Setelah itu giliran Rei untuk mandi.


Selang beberapa menit, Rei keluar dari kamar mandi dan melihat Momoi yang sedang duduk di pinggir ranjangnya sambil menatap lurus kedepan dengan pandangan mata kosong.


'Apa ini karena pernyataan Kuroko tadi? Dia pasti lagi patah hati.' Batin Rei lalu mendekati Momoi dan menepuk bahunya.


Momoi pun tersadar dari lamunannya.


"Momoi-san..." Panggil Rei.


"Ada apa, Rei-chan?" Tanya Momoi.


"Daijoubu? Kau tadi melamun, apa ada masalah?" Tanya Rei khawatir lalu duduk di sebelah Momoi.


Momoi tidak menjawab, ia justru mengalihkan pandangannya.


"Ini pasti karena Kuroko-kun, kan? Kau masih menyukainya, kan?" Tanya Rei memastikan.


Momoi tidak menjawab, ia justru menangis dan memeluk Rei. Rei lalu membalas pelukan Momoi dan berusaha menenangkan nya.


'Ini salahku. Karena aku datang ke dunia ini, aku membuat Momoi sedih. Apa aku memang tidak seharusnya berada di dunia ini?' Batin Rei.


Setelah Momoi kembali tenang, ia melepaskan pelukannya dan menatap Rei tepat di matanya.


"Gomen, Rei-chan. Aku malah menangis." Ucap Momoi.


"Ie, justru aku yang seharusnya meminta maaf. Karena aku datang ke dunia ini, aku justru membuatmu sedih." Ucap Rei.


"Apa maksudmu, Rei-chan? Kau bukan berasal dari dunia ini?" Tanya Momoi tidak mengerti.


"Sebenarnya, aku berasal dari dunia lain. Dan entah bagaimana, aku bisa berada di dunia kalian di saat aku berharap bisa berada di dunia kalian." Ucap Rei lalu menjeda ucapannya. "Gomen, karena aku datang ke dunia ini. Kau harus sedih karena Kuroko-kun memilih ku. Seharusnya aku tidak datang ke dunia ini." Lanjutnya.


Momoi langsung memeluk Rei erat.


"Jangan bicara seperti itu. Aku senang kau berada disini." Ucap Momoi lalu melepaskan pelukan dan menatap Rei. "Aku sudah merelakan Tetsu-kun. Aku yakin Tetsu-kun akan bahagia bersama denganmu, Rei-chan."


"Kau yakin? Tapi kau kan sangat mencintai Kuroko-kun." Ucap Rei.

__ADS_1


"Aku yakin, asalkan Tetsu-kun bahagia." Ucap Momoi penuh keyakinan.


"Momoi-san..." Ucap Rei lalu memeluk Momoi. Momoi juga balas memeluknya.


'Meskipun aku datang ke dunia ini hanya karena kebetulan, aku sangat bahagia karena mereka semua menerimaku. Kuharap, ibu dan ayah juga bahagia meskipun kita tidak... bersama lagi.' Batin Rei lalu setitik air mata mengalir di pipinya.


Saat melepaskan pelukannya, ia cepat-cepat menghapus jejak air matanya.


"Sekarang ayo kita tidur." Ucap Rei sambil tersenyum.


"Sebelum itu, aku ingin tau siapa yang Rei-chan sukai. Kira-kira, siapa yang akan kau pilih?" Tanya Momoi dengan pandangan mata berbinar-binar dan senyuman yang menunjukkan jika ia sangat ingin tau tentang hal yang ia tanyakan.


"E-Eh! Bukannya aku sudah bilang kalau aku belum tau siapa yang aku pilih?" Ucap Rei dengan wajah memerah.


"Kalau begitu, aku akan mengganti pertanyaanku." Ucap Momoi lalu berpikir. "Menurutmu, mereka itu orang yang seperti apa?" Tanya Momoi lagi.


"Em...menurutku, Akashi-kun itu orang yang bisa diandalkan dan memiliki keahlian dalam memimpin dengan caranya sendiri. Dia juga sangat pintar dan atletis, bisa dibilang dia itu perfect people. Yah... meskipun dia memiliki kepribadian ganda dan terkadang terlihat menyeramkan, dia sebenarnya adalah orang yang baik." Ucap Rei.


"Kalau Midorin?"


"Dia itu orang yang tsundere. Aku jadi sangat senang saat menggodanya. Dia sangat lucu saat berhasil kugoda." Ucap Rei sambil tertawa kecil mengingat saat ia mencium Midorima dulu.


"Kise-kun itu orang yang ceria, aku selalu merasa senang saat didekatnya."


"Kalau Muk-kun?"


"Dia itu seperti anak kecil karena dia terlihat sangat polos. Dia juga terkadang menyebalkan karena terlalu jujur. Benar-benar seperti anak kecil. Menurutku, dia itu unik."


"Kalau Dai-chan?"


"Hentai!" Ucap Rei lalu mereka tertawa bersama. "Tapi, dia itu punya sisi lembut dan terkadang bisa mengerti apa yang kita inginkan." Lanjutnya.


"Kalau Tetsu-kun?"


"Saat bersamanya aku merasa nyaman. Dia juga sangat manis dan imut menurutku."


"Kalau Kagamin?"


"Dia itu orang yang mandiri dan juga gampang emosi. Meskipun dia orang yang sulit menjaga emosinya, dia adalah orang yang benar-benar perduli pada orang yang disayanginya." Ucap Rei. "Intinya, mereka itu sangat luar biasa dan memiliki sifat yang unik." Lanjutnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Begitu..." Ucap Momoi sambil mengangguk-angguk kan kepalanya tanda mengerti.


"Sekarang, ayo kita tidur. Ini sudah larut." Ucap Rei lalu berbaring dan mengamankan posisinya untuk tidur yang kemudian diikuti oleh Momoi.


Esok paginya, Rei bangun terlebih dahulu dari mereka dan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Saat ia turun ke lantai 1 dan menuju dapur, ia melihat Kagami yang sedang berada di dapur dan sedang memasak. Ia berjalan mendekatinya.


"Kagami-kun, kenapa kau bangun sepagi ini? Dan kenapa kau yang memasak? Kau harusnya istirahat saja." Ucap Rei yang sudah berdiri di samping Kagami.


"Aku ingin membantumu. Aku yakin kau akan bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk kami padahal kau juga pasti sangat lelah." Ucap Kagami yang masih sibuk dengan masakannya.


"Arigatou, kau memang sangat baik." Ucap Rei sambil tersenyum senang. "Aku akan membantu." Lanjutnya.


"Tidak perlu, ini sudah hampir selesai." Ucap Kagami lalu memeriksa sup yang telah dibuatnya.


"Tapi kau kan tamuku. Tidak seharusnya kau yang..." Ucapan terhenti karena Kagami yang berdiri menghadapnya dan meletakkan jari telunjuknya di bibir Rei.


"Ssh...aku melakukan ini karena aku memang ingin melakukannya." Ucap Kagami lalu wajah mendekat pada Rei. "Kau duduk saja disana."Lanjutnya sambil menjauhkan wajahnya dan mengarahkan dagunya ke salah satu kursi di meja makan dan melepaskan jari telunjuknya dari bibir Rei.


Rei hanya mengedipkan matanya beberapa kali dan tidak bergerak dari posisinya.


'Wajahnya tadi terlalu dekat!' Batin Rei dengan wajah yang bersemu merah.


Tidak lama kemudian Kiseki no Sedai dan Momoi datang.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Midorima sambil menaikkan kacamatanya dan menatap curiga.


"I-Ie, nandemonai." Ucap Rei berusaha bersikap normal.


Kiseki no Sedai menatap curiga Kagami dan Rei, tapi Momoi segera menormalkan keadaan.


"Ayo kita makan! Aku sudah lapar." Ucap Momoi.


Mereka semua lalu sarapan bersama. Tapi Kiseki no Sedai masih menaruh kecurigaan bahwa telah terjadi sesuatu antara Kagami dan Rei. Mereka berniat menanyai Kagami nanti.


Jangan Lupa Like Favorit Dan Votenya


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2