
"Apa? Sungguh?" Ucap Hyuga.
"Akhir-akhir ini, banyak hal yang terjadi, ya?" Ucap Izuki.
"Senpai. Teppei-san itu siapa?" Tanya Furihata.
"Kiyoshi Teppei, dia adalah ace dari tim basket Seirin. Tapi, karena mengalami cedera, dia harus dirawat di rumah sakit beberapa bulan. Benarkan, senpai?" Ucap Rei pada Riko dengan senyumannya.
Mereka yang mendengar sedikit terkejut.
"Iya, kau benar." Ucap Riko.
Saat ini, para pemain sedang mengganti pakaiannya.
"Ngomong-ngomong, apa Kagami baik-baik saja?" Ucap Hyuga.
"Dia disuruh beristirahat, tapi aku sudah menyuruhnya untuk tetap datang saat latihan." Ucap Hyuga.
"Sudah seminggu dia tidak datang, ya?" Ucap Koganei.
"Mau cedera sekalipun, berani juga dia nggak datang latihan. Kalau ketemu, kuhajar dia!" Ucap Hyuga yang sudah kesal dan berganti kepribadiannya yang lain.
"Kuroko, kau sekelas dengan Kagami, kan? Kau bicara padanya?" Ucap Koganei.
"Tidak. Akhir-akhir ini dia tidak mengajakku berbicara." Ucap Kuroko.
"Coba sesekali kau yang mengajaknya bicara!" Ucap Hyuga.
"Maaf. Tapi, akhir-akhir ini rasanya sedikit lebih sulit berbicara dengan Kagami-kun. Terima kasih untuk hari ini." Ucap Kuroko lalu mengambil tasnya dan pergi.
"Apa dia baik-baik saja?" Ucap Izuki.
"Jangan khawatir." Ucap Hyuga.
__ADS_1
"Tidak, yang kumaksud bukan Kagami. Si Kuroko itu, aku merasa terjadi sesuatu padanya. Kurasa dia merasa kemampuannya tidak bisa berkembang lagi, atau semacamnya." Ucap Izuki.
Setelah yang lain pulang, Kuroko diam-diam latihan di gym sendirian.
"Aku tau kau pasti ada disini. Kau pasti memikirkan kata-kata Aomine-kun kan?" Ucap Rei yang sedang berdiri di pintu gym. Rei lalu berjalan mendekati Kuroko dan mengambil bola basket yang ada ditangan Kuroko.
"Rei-san, kenapa kau disini?" Tanya Kuroko.
"Kebetulan, aku juga ingin bermain. Karena itu aku kesini." Ucap Rei. Ia lalu melakukan dribble dan memasukkan bola ke ring. "Sudah sangat lama aku tidak bermain."
Rei lalu berbalik menghadap Kuroko. "Kuroko-kun, aku tau kau sedang meragukan dirimu kan?" Ucap Rei. Kuroko terlihat terkejut sesaat tetapi tetap diam.
"Kau bertanya-tanya, 'Apa kemampuanku masih bisa berkembang? Apa hanya ini batas kemampuanku?' Dengar Kuroko-kun, yang perlu kau lakukan adalah percaya pada kemampuanmu. Kau itu masih bisa berkembang, percayalah. Dan juga, Kagami tetap percaya padamu." Ucap Rei lalu tersenyum.
Ucapan Rei itu seolah menyadarkan Kuroko bahwa ia bisa menjadi lebih kuat dan menjadi pendorong untuknya tetap percaya pada Kagami.
SKIP TIME
Dua minggu kemudian, Kagami kembali latihan.
Mereka semua terlihat senang dengan kedatangan Kagami. Hyuga langsung mengomelinya yang sama sekali tidak datang selama dua minggu, ia pun dengan segera meminta maaf yang membuat Hyuga jadi tidak tega.
"Siang!" Ucap Teppei saat memasuki gym. "Ayo, kita latihan."
"Lama tak bertemu, ya, Kiyoshi." Ucap Koganei.
"Ya" Ucap Teppei.
Kemudian, terjadilah perdebatan kecil antara Teppei dan Hyuga.
"Aku diopname di rumah sakit sejak musim panas tahun lalu. Aku beristirahat karena operasi dan rehabilitasi. Namaku Kiyoshi Teppei, tinggi 193 sentimeter, berat 81 kilo. Posisiku center. Salam kenal, ya!" Ucap Teppei memperkenalkan diri.
"Teppei, kau sudah tidak apa-apa, kan?" Tanya Riko.
__ADS_1
"Ya, aku sudah pulih total! Memang aku tidak berlatih, tapi bukan berarti aku tidak melakukan apa pun saat dirumah sakit." Ucap Teppei.
"Apa kau mempelajari sesuatu?" Tanya Izuki yang tertarik.
"Ya, Hanafuda (permainan kartu Jepang)" Ucap Teppei yang membuat mereka semua speechless. "Aku diajari oleh kakek yang sekamar dengan ku!"
"Jadi.." Ucap Koganei.
"Asik juga!" Ucap Teppei.
"Itu nggak ada hubungannya dengan basket!" Ucap Hyuga dan Izuki bersamaan.
"Selain itu, ada satu hal yang ingin kukatakan. Waktu tiga tahun SMA adalah waktu yang sangat singkat. Karena itulah kita harus bersungguh-sungguh! Tujuan kita, sudah pasti...dimana?!" Ucap Teppei yang membuat mereka semua bingung.
"Hah?" Ucap Riko.
"Begini, Turnamen Inter High diadakan dimana?" Ucap Teppei.
"Tiap tahun berubah, lagipula kita juga sudah kalah! Sekarang tujuan kita itu, Winter Cup!" Ucap Izuki.
"Kalau itu diadakan dimana?" Ucap Teppei.
"Di Tokyo, tiap tahun sama, kan!" Ucap Hyuga.
"Yah, intinya kalau kita ingin mendaki gunung, sudah pasti tujuan kita adalah puncak. Tapi jangan sampai lupa untuk menikmati pemandangannya juga." Ucap Teppei.
Latihannya pun dimulai. Tapi, Kagami terus saja melakukan pelanggaran. Ia sama sekali tidak memperhatikan orang disekitarnya dan hanya bermain sendiri.
"Hei, Kagami-kun." Panggil Teppei yang membuat Kagami menoleh padanya. "Aku juga ingin segera turun di pertandingan selanjutnya. Tapi kurasa tak adil, kalau aku langsung dijadikan pemain starter hanya karena aku kakak kelas kalian. Karena itulah, bagaimana kalau kita bertanding one on one untuk posisi pemain starter?" Ucap Teppei.
Pertandingan one on one antara Kagami dan Teppei pun dimulai. Mereka berdua bermain dengan seimbang. Akhirnya, Kagami lah yang menang.
Jangan Lupa Like 😁
__ADS_1
(Bersambung)