
Semua anggota klub basket berkumpul di gym dan berbaris.
"Baiklah, semua anak kelas satu sudah berkumpul disini." Ucap salah seorang senior kepada Riko.
Riko pun maju ke depan dan memperkenalkan dirinya.
"Aku adalah pelatih tim basket putra, namaku Aida Riko, salam kenal." Ucap Riko.
Anak kelas satu langsung kaget kecuali Rei, Kagami dan Kuroko yang sama-sama memasang wajah datar.
"Baiklah sekarang, lepaskan baju kalian!" Perintah Riko.
Semua anak kelas satu pun kaget kecuali Kagami, Rei dan Kuroko yang masih memasang wajah datar.
'Aku tau ini akan terjadi. Apa aku juga harus melepas bajuku? Tidak mungkin kan?' Batin Rei.
"Ano...senpai, apa aku juga perlu melepas bajuku?" Tanya Rei.
Mereka semua yang mendengarnya pun langsung memerah wajahnya.
"Tentu saja tidak perlu Rei-chan, kau juga sudah resmi jadi manajer tim basket jadi kau hanya perlu ikut pemanasan dengan mereka dan membantuku." Ucap Riko.
"Ha'i senpai" Ucap Rei.
'Untunglah aku tidak perlu melepas bajuku.' Batin Rei.
"Senpai, tapi kenapa aku juga harus ikut pemanasan? Aku kan hanya sebagai manajer?" Tanya Rei bingung.
"Itu hanya untuk melatih fisik mu saja. Setelah pemanasan kau hanya perlu membantuku." Ucap Riko.
Rei pun hanya mengangguk kan kepala seperti anak kecil yang mengerti apa yang dikatakan ibunya.
'Imutnya~' Batin mereka semua saat melihat tingkah Rei.
Setelah anak kelas satu melepas baju mereka, Riko mulai menganalisa kemampuan mereka satu persatu yang nantinya data tersebut disajikan dalam bentuk angka. Saat ia memeriksa tubuh Kagami, ia tertegun.
'Apa ini? Semua angkanya melewati batas, ini bukan angka dari anak kelas satu SMA! Bahkan aku tidak bisa melihat potensinya. Ini pertama kali aku melihatnya. Bakat alami!' Batin Riko.
"Pelatih, ngapain bengong begitu?" Tegur Hyuga yang membuat Riko kembali sadar.
"Ah, maaf! Selanjutnya, ng..."
"Kau sudah melihat semuanya, Kagami yang terakhir." Ucap Hyuga.
"Ah, benarkah? Eh? Apa Kuroko-kun ada disini?" Ucap Riko lalu memeriksa sekeliling dan tidak melihat orang dimaksud.
__ADS_1
"Senpai!" Panggil Rei.
"Ada apa Rei-chan?" Tanya Riko.
"Kuroko-kun sudah daritadi ada disebelahku." Ucap Rei.
"Ano...Kuroko itu aku." Ucap Kuroko sambil mengangkat tangannya.
"AH!!!!!" Teriak Riko kaget.
"Apa? Sejak kapan dia disana?" Ucap salah satu anak kelas satu.
"Sudah kubilang kalau dia ada disebelahku daritadi, hanya saja senpai tidak menyadarinya."
'Padahal ada didekatku, tapi aku tidak menyadarinya? Eh? Tadi dia bilang namanya Kuroko? Apa? Maksudnya seperti...tidak terlihat!' Batin Riko.
"Kalau begitu berarti dia adalah anggota Kiseki no Sedai? Apa kau anggota tim inti?" Tanya Koganei.
"Mana mungkin. Iya kan, Kuroko-kun?" Tanya Hyuga.
"Aku pernah ikut pertandingan utama." Jawab Kuroko.
'Kiseki no Sedai? Siapa sebenarnya dia?' Batin Kagami.
Cerita bersambung di bawah ini
Mereka yang mendengar hanya mengangguk paham dengan penjelasan panjang Rei.
"Rei-san, bagaimana kau tau banyak tentangku?" Tanya Kuroko.
"Eh, itu...bukankah sudah kukatakan aku tau banyak tentangmu? Sebenarnya masih banyak yang kuketahui tapi aku rasa aku tidak perlu mengatakan tentang itu." Jawab Rei.
"Le-Lepas bajumu!" Perintah Riko. Riko pun sungguh terkejut dengan apa yang ia lihat karena yang ia lihat berdasarkan analisa nya adalah kemampuan Kuroko yang dibawah rata-rata.
"Ayo mulai latihan!" Perintah Riko.
"Senpai tidak perlu terkejut seperti tadi, bukankah aku sudah katakan kalau dia adalah bayangan? Karena itulah dia seperti itu." Bisik Rei pada Riko
SKIP TIME
Disebuah lapangan basket saat malam hari, terlihat Kagami yang sedang latihan basket seorang diri. Ia men-shoot bola kering namun tidak masuk dan bola memantul lalu ditangkap Kuroko. Rei yang kebetulan lewat jalan itu lalu menghentikan langkahnya dan memperhatikan mereka dari jauh.
'Ini adalah saat Kuroko mengatakan bahwa ia adalah bayangan kepada Kagami. Aku cukup memperhatikan mereka dari sini.' Batin Rei.
"Sejak kapan kau disitu?" Tanya Kagami.
__ADS_1
"Halo" Ucap Kuroko.
"Apa maumu?"
"Kau sendiri, kenapa kau bermain sendirian?" Ucap Kuroko lalu melemparkan bola basket kembali pada Kagami.
"Tidak ada apa-apa. Hanya sedang tidak ada kerjaan."
"Begitu ya?"
"Sampai SMP kelas dua, aku tinggal di Amerika. Aku benar-benar kaget saat pulang ke Jepang, level permainan disini terlalu lemah. Yang ingin kucari bukanlah permainan basket yang menyenangkan. Aku ingin bermain di pertandingan yang membuat darahku mendidih!" Ucap Kagami.
"Aku sudah mendengar semuanya. Mengenai Kiseki no Sedai yang seumuran denganku yang katanya adalah pemain-pemain terkuat itu. Kau juga salah seorang anggota tim itu bukan? Aku bisa tau seberapa kuatnya seseorang. Orang-orang yang kuat, baunya berbeda dari yang lain." Ucap Kagami lagi lalu melempar bola basket pada Kuroko. "Tapi, kau ini aneh. Orang lemah seharusnya berbau seperti orang lemah, tapi kau tidak berbau apapun. Berarti kekuatanmu tak terukur. Tunjukkanlah padaku, sekuat apa Kiseki no Sedai itu!"
"Kebetulan sekali, aku juga berharap bisa bertanding melawanmu. One on one." Ucap Kuroko lalu melepaskan seragam bagian luarnya.
Kagami pun menyeringai. "Boleh juga." Ucapnya.
Mereka pun mulai bertanding. Namun, Kuroko tidak berhasil mencetak satu skor pun. Sementara Rei mulai mendekat karena ia sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
'Aku tidak mau melihat Kuroko yang dibentak oleh Kagami. Aku tidak suka!' Batin Rei.
Kagami pun mulai jengkel yang melihat Kurok begitu lemah, bahkan lebih lemah dari seorang amatiran.
"Jangan main-main! Kau mendengarku kan? Kau kira dengan kemampuanmu yang segitu, kau akan bisa mengalahkanku? Padahal kau sudah ngomong sok jago begitu tadi!" Bentak Kagami.
"Sudah cukup Kagami-kun!" Ucap Rei yang muncul dari balik bayangan lampu. "Apa kau tidak dengar penjelasan ku tadi saat di gym? Dia adalah bayangan, itu artinya dia adalah pendukung untuk membuat cahaya menjadi lebih terang. Karena itulah dia tidak bisa mengalahkanmu, karena dia adalah bayangan yang akan membantumu menjadi lebih terang sebagai cahayanya. Apa kau sekarang paham?" Jelas Rei panjang lebar, tapi sepertinya Kagami masih tidak mengerti.
"Kau akan mengetahuinya besok, ayo pergi Kuroko-kun." Ucap Rei lalu pergi meninggalkan lapangan dengan diikuti oleh Kuroko.
Kuroko lalu mensejajarkan langkahnya dengan Rei.
"Rei-san, kau ini sebenarnya siapa?" Tanya Kuroko.
"Maaf, aku juga tidak bisa menjelaskannya karena aku juga tidak terlalu mengerti apa yang terjadi."
Mereka pun terus berjalan dalam keadaan hening hingga tidak terasa mereka sudah sampai di rumah yang sekarang ditempati Rei.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang." Ucap Rei.
"Tidak masalah. Bagaimana kalau besok kita pergi ke sekolah bersama?" Tanya Kuroko.
Rei pun mengangguk dengan disertai senyuman di wajahnya.
"Besok aku akan menjemputmu." Ucap Kuroko lalu pergi.
__ADS_1
Rei pun masuk ke rumahnya dengan disertai senyuman. Setelah menutup pintu, Rei kemudian bersender di pintu. "Aku tidak menyangka akan seperti ini. Aku sangat bahagia. Aku tidak sabar menantikan hari esok." Ucap Rei.
(Bersambung)