
Pertandingan antara Seirin melawan Shutoku pun dimulai. Izuki mengoper bola pada Kuroko lalu dioper lagi oleh Kuroko pada Kagami. Setelah menerima operan Kuroko, Kagami dengan segera melakukan dunk. Tapi, usaha nya digagalkan oleh Midorima.
Kedua tim terus bertahan dan menyerang untuk dapat mencetak angka terlebih dahulu dan memimpin quarter pertama. Setelah Midorima mencetak skor terlebih dahulu. Dengan segera Kuroko mengoper bola dari sisi lapangan yang satu ke sisi yang lain, lalu Kagami menerima operannya dan melakukan dunk.
Untuk menghadapi Kuroko, pelatih dari tim Shutoku mengganti formasi timnya.
'Gawat! Bagaimana ini?!' Batin Rei.
"Apa yang kau rencanakan?" Tanya Kagami. "Tidak peduli secepat apa si Takao itu, hal itu bukan masalah bagi Kuroko."
"Aku sudah sangat mengetahui kemampuan Kuroko. Kau juga akan segera mengerti." Ucap Midorima.
Takao berhasil merebut bola yang dioper pada Kuroko. Lalu mengoper nya pada anggota tim nya sehingga Shutoku berhasil mencetak skor lagi.
"Yah, ini pertama kalinya aku merasa ingin mengalahkan seseorang, tapi mungkin, ini karena ada sesuatu yang berbeda darimu." Ucap Takao.
"Maaf. Ini pertama kalinya ada yang berkata seperti itu padaku, jadi aku bingung harus berkata apa." Ucap Kuroko.
"Eh?" Ucap Takao yang tidak mengerti.
"Tapi, kurasa aku juga punya perasaan yang sama denganmu." Ucap Kuroko.
"Bagus, seperti kita sudah sama-sama siap." Ucap Takao lalu Kuroko sudah menghilang entah kemana.
"Tunggu dulu! Mana sopan santunmu kalau kau tiba-tiba menghilang seperti itu?!" Ucap Takao yang jengkel. Takao lalu menyeringai
Saat Kuroko akan mengoper bola pada Hyuga, Takao berhasil menghentikannya.
'Bagaimana ini? Keadaan menjadi semakin rumit?' Batin Rei yang gelisah.
Rei lalu menghampiri Riko.
"Pelatih, kita butuh time out." Ucap Rei. Riko lalu mengangguk dan meminta time out.
"Hei, jangan bilang kalau kau akan terus membiarkan mereka menghentikanmu." Ucap Kagami sambil mencekram kepala Kuroko.
"Aku juga tidak mau." Ucap Kuroko.
"Semangat yang bagus!" Ucap Kagami. "Pelatih! Tolong biarkan kami tetap bermain seperti ini. Kumohon."
"Seperti ini?" Ucap Riko. "Tapi misdirection mu tidak berguna pada Takao, kan? Apa akan baik-baik saja?"
"Tidak akan baik-baik saja. Itu akan menyulitkan." Ucap Kuroko.
"Ya, kau benar. Sebenarnya, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Riko curiga.
"Kalau begitu, kuserahkan Takao padamu." Ucap Kagami.
"Baik" Ucap Kuroko.
Kedua tim lalu kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan. Midorima melakukan shoot jarak jauh dari ujung lapangan. Tak terasa, quarter pertama telah selesai.
__ADS_1
Tim Seirin yang melihat shoot Midorima sebelumnya tampak sangat shock karena dia berhasil melakukan shoot dari ujung lapangan. Mereka sedang kebingungan bagaimana cara menghentikan Midorima.
Quarter kedua pun dimulai. Kuroko sedang menghadang Midorima.
"Kau pikir bisa menghentikanku?" Ucap Midorima lalu melewati Kuroko. Saat Kuroko akan mencuri bola dari Midorima, Takao menghentikannya.
"Tidak sopan melakukan hal seperti itu." Ucap Takao.
'Selama masih ada Takao, mereka tidak bisa melakukan apa-apa.' Batin Rei yang semakin cemas.
Tak terasa quarter kedua telah selesai. Seirin tertinggal jauh dari Shutoku. Kedua sedang berkumpul diruang ganti. Di ruang ganti tim Seirin, semuanya tampak murung.
'Semuanya tak ada yang berbicara. Bagaimana ini? Setidaknya aku harus mengatakan sesuatu untuk menyemangati mereka. Apa yang harus kukatakan?' Batin Riko.
Sedangkan Rei terlihat sedang memberikan rekaman pertandingan babak pertama pada Kuroko. Kuroko pun menonton rekaman itu dengan seksama.
"Apa yang sedang kau lakukan, Kuroko?" Tanya Izuki.
"Aku sedang menonton rekaman Takao saat babak pertama." Ucap Kuroko.
"Apa kau memiliki cara untuk melawannya?" Tanya Izuki.
"Entahlah, aku selalu berpikir bahwa aku ingin menang. Tapi, aku tidak pernah memikirkan apakah bisa menang atau tidak." Ucap Kuroko.
Kuroko dan anggota tim yang lain mendapatkan semangat nya lagi dari ucapan Rei. Mereka pun memutuskan untuk membalikkan keadaan di babak kedua.
Quarter ketiga pun dimulai. Kuroko digantikan oleh Koganei. Kagami terus berusaha menghentikan Midorima, lompatnya semakin lama semakin tinggi. Hampir saja ia berhasil membuat tembakan Midorima meleset, namun bola tetap masuk ke ring.
Kagami kembali berusaha menghentikan Midorima. Kali ini, ia berhasil memblok shoot Midorima. Semua yang melihatnya tidak ada yang percaya, dan melihat dengan takjub.
Berkat Kagami, Seirin pun berhasil mengejar ketertinggalan. Saat Midorima akan melakukan shoot kembali, Kagami tidak berhasil menghentikannya karena kelelahan melakukan lompatan terus menerus.
'Dia kelelahan...' Batin Rei. 'Selain itu, bukan hanya Kagami yang kelelahan. Tapi mereka semua juga.'
Kagami lalu melakukan serangan balik sendirian tanpa berpikir panjang. Namun, ia tetap gagal mencetak angka. Quarter ketiga telah selesai.
"Sial!" Kesal Kagami.
"Kagami, kau terlalu terburu-buru. Coba perhatikan sekelilingmu!" Ucap Izuki.
"Itu benar. Kau seharusnya mengoper bolanya terlebih dahulu." Ucap Hyuga.
"Memangnya kenapa jika aku tidak mengoper bolanya terlebih dahulu. Yang bisa mengimbangi Shutoku sekarang hanyalah aku. Yang kita butuhkan sekarang bukanlah kerja sama tim. Tapi aku yang mencetak angka." Ucap Kagami.
"Apa kau bilang?!" Ucap Rei yang terpancing emosinya saat mendengar ucapan Kagami. "Basket bukanlah permainan yang dilakukan seorang diri!"
"Apa kau tidak peduli kalau kalah, asalkan semua sudah berusaha bersama-sama?! Kalau kalah tidak akan ada artinya, kan?!" Ucap Kagami.
"Kalau bermain sendiri juga tidak akan ada artinya, kan?! Kau sama saja dengan mereka. Aku kecewa padamu." Ucap Rei lalu pergi.
"Apa artinya sebuah kemenangan? Kalau tidak ada seorang pun yang gembira, maka itu bukanlah kemenangan!" Ucap Kuroko.
__ADS_1
"Itu benar, bukan berarti kami ingin kalah!" Ucap Koganei.
"Kami hanya ingin mengatakan kalau kau tidak perlu melakukan semuanya sendiri." Ucap Izuki.
"Kalau begitu, apa kau masih ada keberatan?" Tanya Hyuga.
"Tidak ada...Tapi..." Ucap Kagami. "Maaf, tentu saja aku lebih senang kalau kita menang dengan gembira."
"Maaf, yang bisa kulakukan hanyalah mengoper bola. Tapi, aku bisa menaikkannya ke tingkat yang lebih tinggi." Ucap Kuroko.
Di toilet, Rei sedang cemas dengan keadaan tim Seirin sekarang. Setelah keluar dari toilet ia tidak kembali ke bench, tapi ia menonton dari bangku penonton paling atas yang kebetulan kosong.
'Saat dulu aku menonton pertandingan basket antar sekolah, rasanya tidak seperti ini. Rasanya sangat berbeda. Apalagi saat aku sedang duduk di bench, rasanya sangat luar biasa.' Batin Rei. Ia lalu menatap lurus ke arah bench tim Seirin.
Di bench
"Pass Kuroko-kun yang baru?" Ucap Riko.
"Kenapa kau tidak menggunakannya dari tadi?" Tanya Hyuga.
"Karena hanya sedikit yang bisa menangkapnya. Tapi, Kagami-kun yang sekarang mungkin bisa menangkapnya. Tapi, kita tidak bisa hanya mengandalkan pass kepada Kagami-kun sampai pertandingan berakhir. Aku juga harus bisa lepas dari penjagaan Takao-kun dan juga menggunakan pass biasa." Ucap Kuroko.
"Kurasa, masalah itu juga bisa dipecahkan. Soalnya mataku juga sudah di ambang batas." Ucap Izuki.
"Apa maksudmu?" Tanya Koganei tidak mengerti.
Quarter keempat pun dimulai. Di quarter ini Kagami tidak menyerang sendirian seperti sebelumnya.
'Akhirnya dia sadar.' Batin Rei saat melihat permainan Kagami.
Kuroko berhasil menghadapi kemampuan hawk eye yang dimiliki Takao. Selain itu, Kuroko juga menambah kecepatan dalam mengoper bola. Kagami juga berhasil mengalahkan Midorima di quarter ini. Seirin pun terus mengejar ketertinggalan. Akhirnya, Seirin menang dengan selisih angka sangat tipis yaitu 82-81.
Mereka semua bersorak senang. Rei yang menonton dari bangku penonton pun menyunggingkan senyuman.
'Mereka menang.' Batin Rei.
Rei kembali ke ruang ganti lalu untuk mengambil barangnya sebelum tim Seirin datang dan keluar stadion. Di luar stadion, ia melihat Midorima sedang hujan-hujanan.
'Dia pasti sangat sedih karena kalah.' Batin Rei. Ia lalu mendekati Midorima dengan membawa payung. Ia lalu berbagi payung dengan Midorima.
"Kau tidak seharusnya berada diluar sambil hujan-hujanan seperti ini. Kau bisa sakit." Ucap Rei.
"Itu bukan urusanmu!" Ucap Midorima sinis.
"Itu memang bukan urusanku, tapi aku tidak ingin kau sakit Midorima-kun." Ucap Rei sambil tersenyum.
Wajah Midorima bersemu merah saat melihat senyuman Rei.
Tidak jauh dari mereka, tim Seirin baru saja keluar dari stadion dan mereka tidak sengaja melihat Midorima dan Rei yang sedang bersama.
Menyadari keadaan mereka berdua, Riko segera mengajak mereka semua pergi.
__ADS_1
Jangan Lupa Like
(Bersambung)