
Danil saat ini sedang di ruang kerja bersama ayah mertuanya, danil duduk di depan kursi yang di duduki oleh ayah mertuanya.
''Duduklah danil, ayah mau bertanya sesuatu ke kamu dan ayah harap kamu jujur dan jangan ada yang di tutupi, sebelum hanif tau semuanya, kamu harus tau kalau hanif bisa meretas dan menemukan celah kesalahan walaupun semuanya tertutup oleh penghalang. '' ucap ayah.
''Baik ayah, danil akan menjawab sejujur jujujurnya dan gak akan ada yang di tutupi. '' ucap danil.
''Kamu kenapa memutuskan tidak melanjutkan kerjasama dengan perusahaan tuan arka, ada apa?? '' ucap ayah.
''Begini ayah, tuan arka tidak bisa menghadiri setiap kali ada meeting atau ada pertemuan perusahaan dan wakilnya itu adalah anaknya bernama nabila, dia itu teman sewaktu danil kuliah dan dia yang selalu mengejar danil, kemarin selasai meeting di mall pusat kota, danil saat akan keluar dan meninggalkan tempat meeting, nabila memeluk danil secara tiba tiba dan saat itu hanif melihatnya, makanya danil gak bisa melanjutkan semuanya ayah, danil gak mau ada masalah kedepannya, lagian tuan arka kemarin minta bertemu itu mau memutuskan kontrak kerja nya, tapi kenapa jadi mau memperpanjang. '' ucap danil.
''ceritanya begitu ternyata, ayah terserah kamu ajah danil dan ayah mempercayakannya ke kamu, kalau kamu butuh bantuan, ayah akan siap membantu. '' ucap ayah dan danil mengangguk.
''Terimakasih ayah percaya dengan keputusan danil, semua demi hanif dan keutuhan keluarga danil juga. '' ucap danil.
Danil dan ayah pun mengobrol ringan, hingga sauqy di suruh menyusul ke ruang kerja di perintah oleh hanif.
''Papah kata mamah berangkatnya jadi gak?? '' ucap sauqy sambil menghampiri papah dan opahnya.
''Mau kemana emangnya?? sauqy jangan ikut yah, disini ajah sama opah dan omah ajah. '' ucap ayah.
''Gak mau, mau ikut mamah sama papah. '' ucap sauqy dan ayah langsung tersenyum.
''Mau pada kemana memangnya kalian ini?? '' ucap ayah.
''Mau periksa hanif dan tadinya mau titipin sauqy sama fiya ke rumah ibu, tapi ayah sama bunda ada di rumah kan sekarang, jadinya gak akan danil bawa. '' ucap danil.
''anak anak gak usah di bawa ajah, biarkan mereka sama ayah dan bunda ajah. '' ucap ayah.
''Gak mau opah, sauqy mau ikut sama papah sama mamah ajah, dede fiya ajah yang jangan di bawa opah jangan sauqy. '' ucap sauqy sambil memeluk leher danil.
''Kaka sama adee di bawa laah, nanti adee nya nangis kalau ga di bawa. '' ucap danil.
Danil pamit pada ayahnya dan segera menghampiri hanif.
''Di kira aku gak jadi loh mas. '' ucap hanif saat danil menghampirinya.
''Jadi lah sayang, ini sangat penting buat kita berdua juga kan. '' ucap danil.
Hanif dan danil langsung pamit pada ayah dan bunda menuju rumah ibu rossa, sauqy dan fiya sangat antusias dan senang saat di ajak jalan jalan, hanif hanya senyum melihat tingkah kedua anaknya.
Satu jam kemudian mobil yang di kemudian danil sampai di halaman rumah ibu rossa, sauqy membuka pintu mobil dan langsung masuk kedalam rumah, di ikuti oleh fiya.
''Omaaaah...... '' teriak sauqy dan fiya bersamaan.
''Cucu omah... '' ucap ibu rosa yang kaget melihat kedua cucunya dan langsung merentangkan kedua tangannya.
Sauqy dan fiya langsung memeluk ibu rosa dengan erat dan mencium tangan ibu rossa.
''Assalamualaikum.... '' ucap salam hanif dan danil bersamaan.
__ADS_1
''Walaikumsalam.... '' jawab ibu rossa.
Hanif langsung mencium tangan ibu rosa, danil pun mengikutinya dan ibu rosa langsung memeluk hanif.
''Bagaimana kabar kamu sayang?? '' ucap ibu rosa
''Alhamdulillah..... hanif baik, ibu gimana?? '' ucap hanif.
''Ibu juga baik. '' ucap ibu rosa.
Ibu rosa membawa hanif duduk di sofa.
''Kalian itu kebiasaan, kalau kesini gak ngabarin dulu, gimana kalau ibu gak ada di rumah. '' ucap ibu rosa.
''Tinggal pulang lagi ajah kalau ibu gak ada di rumah, gampang kan. '' ucap danil.
''Mas danil ngasal ajah kalau bicara. '' ucap hanif.
''Danil mau nitip anak anak sebentar bu, danil mau periksa hanif ke rumah sakit. '' ucap danil dan membuat ibu rosa kaget.
''Kamu sakit sayang ?? '' ucap ibu rosa.
''Bukan sakit bu, ini semua ulah mas danil tuh. '' ucap hanif sambil cemberut dan membuat danil tersenyum.
''Memangnya ada apa, apa ada yang serius?? '' ucap ibu rosa yang masih belum mengerti.
''Hanif hamil lagi dan hanif ga mau hamil dulu ibu, kasian anak anak masih kecil. '' ucap hanif dan ibu rosa langsung tersenyum.
''Tuh kan sayang, mas pokonya mau punya anak banyak dan kita harus menerimanya. '' ucap danil dan membuat hanif melotot.
''Emang aku induk kucing, pokonya aku ga mau mas dan ini hamil terahir aku. '' ucap hanif dan danil hanya senyum menjawabnya.
''Udah jangan debat terus, katanya mau periksa kehamilan, sekarang ajah biar ga terlalu siang juga dan di rumah sakit ga penuh. '' ucap ibu rosa.
''Danil pemilik nya, jadi kapan pun mau yah harus ada yang meriksa dan ga mau mengantri. '' ucap danil.
''Kamu itu, selalu seenaknya ajah deh. '' ucap hanif.
''Ayo kita berangkat sekarang dan kamu jangan debat terus, pokonya terserah mas ajah. '' ucap danil.
''Ibu, hanif nitip anak anak yah, nanti pulang nya hanif jemput lagi. '' ucap hanif dan ibu rosa langsung mengiyakannya.
Sauqy dan fiya sedang asik bermain dengan mainannya yang ada di rumah ibu rosa, hanif dan danil langsung pamit berangkat menuju rumah sakit.
Sepanjang perjalanan hanif hanya diam dan tidak banyak berbicara, danil sudah mengajak mengobrol tapi di jawab seperlunya oleh hanif.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di rumah sakit dan danil langsung memarkirkannya.
Hanif turun terlebih dahulu dan di ikuti danil yang langsung memegang tangan hanif.
__ADS_1
Danil sudah membuat jadwal nya hari ini, jadi dia tinggal masuk kedalam poli kandungan, karena danil ingin sterill tanpa pasien lainnya.
''Selamat dokter danil. '' ucap dokter.
''Siang juga, sterill kan ga ada yang periksa disini. '' ucap danil.
''Tidak dokter, hari ini kami kosongkan sengaja. '' ucap dokter.
Hanif langsung tiduran di brangkar dan di lakukan USG.
''Ibu bisa lihat, ini ada janinnya yah bu. '' ucap dokter dan membuat hanif kaget.
Hanif selesai di USG dan duduk kembali di kursi samping danil.
''Janinnya berusia sekitar sepuluh minggu, apa ibu ada keluhan, seperti mual dan pusing?? '' ucap dokter dan hanif menggelengkan kepalanya.
''Saya siapkan resep ajah, ini vitamin dan penambah darah, darah ibu aga rendah soalnya, obatnya di minum teratur dan di habiskan yah bu, semoga janin nya sehat selalu dan sampai ketemu bulan depan. '' ucap dokter dan hanif dengan danil langsung pamit.
Danil menggandeng tangan hanif menuju farmasi untuk mengambil obatnya, hanif duduk di kursi tunggu saat danil menyerahkan resep nya.
Saat danil akan menghampiri hanif, dia di panggil oleh seorang wanita dan membuat hanif menatapnya tajam.
''Danil kamu jahat banget sih, kenapa mutusin kontrak begitu ajah, lihat sekarang hasilnya, ayah aku sampe drop dan masuk rumah sakit. '' ucap nabila.
''Ayah kamu sendiri kan yang memutuskan kontrak sebelum saya ketemu kamu, kenapa saya yang di salahkan, kalau ayah kamu sakit dan masuk rumah sakit, itu bukan salah saya, semua sudah takdir. '' ucap danil dingin dan menghampiri loket karena nama hanif di panggil.
''Danil, kamu itu nyebelin banget sih. '' ucap nabila namun danil mengacuhkannya.
Hanif hanya menatap interaksi wanita di hadapannya kepada danil, hanif tidak berbicara dan sengaja membiarkannya.
Danil tersenyum menghampiri hanif dan membuat nabila kesal melihatnya.
''Ayo sayang, kita pulang sekarang. '' ucap danil sambil mengulurkan tangan pada hanif dan hanif menerimanya.
Danil menggandeng tangan hanif dan segera keluar dari rumah sakit.
''Wanita bercadar itu siapa, apa dia istrinya danil?? '' ucap nabila yang melihat danil begitu dekat dengan hanif.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...............