
Di dalam ruangan fiya sangat ramai, mamah hana dan ayah erlangga datang menjenguk fiya dan kalandra juga ikut, karena kalandra ingin ketemu hanif.
''Hasil cek darahnya keluar kapan?? '' ucap bunda.
''Nanti juga suster kasih tau kesini bunda. '' jawab hanif dan bunda mengangguk.
Danil pamit untuk ke kantin rumah sakit, hanif tetap duduk dan tidak mengiyakan kode dari danil.
Ayah yang mengerti pun langsung meminta hanif menyusul danil, dengan terpaksa hanif menyusul danil, namun saat hanif keluar ruangan, danil sedang berbicara dengan seseorang berpakaian dokter.
Hanif langsung berjalan melewati danil, danil yang melihatpun langsung mengejar hanif tanpa pamit pada wanita yang mengobrol dengannya.
Danil berhasil meraih tangan hanif dan hanif langsung menepisnya, hanif terus berjalan menuju taman belakang rumah sakit dan duduk di kursi taman.
Danil tersenyum dan duduk di samping hanif, danil langsung memegang tangan hanif.
''Sayang, tadi itu dokter gigi di rumah sakit ini, dia hanya menyapa dan menanyakan fiya yang di rawat. '' ucap danil.
''Lepas mas danil, aku gak nanya tentang siapa wanita yang mengobrol dengan kamu. '' ucap hanif sambil menepis tangan danil.
''Udah yah, jangan marah marah ajah, kasian dede bayinya loh. '' ucap danil dan hanif hanya diam.
''Ayo kita ke kantin, mas pengen minum teh hangat sayang, temenin yah. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Hanif dan danil sedang di kantin mengobrol biasa dengan hanif yang hanya menjawab seperlunya.
Danil hanya bisa mengelus dadanya karena merasakan sakit saat hanif mengacuhkannya.
''Plis sayang jangan gini dong, mas harus bagaimana biar kamu memaafkan mas, jawab hanif. '' ucap danil dan hanif hanya diam.
''Aku duluan ke ruangan fiya, permisi. '' ucap hanif.
Danil menghadang jalan hanif dan langsung mengangkat hanif dan membawanya keluar rumah sakit, hanif terus meronta meminta di turunkan, namun danil seakan tuli dan terus menuju mobil, danil mendudukan hanif di jok mobilnya dan danil langsung masuk.
''Mau kemana ini, kamu jangan gila mas danil. '' ucap hanif panik dan danil tidak menjawab ucapan hanif.
''Kamu yang membuat mas jadi nekad hanif, mas udah baik baik meminta maaf tapi kamu seakan tidak mendengarkan semua ucapan permintaan maaf suami kamu ini. '' ucap danil.
Hanif hanya bisa menangis dan terdiam, sungguh dia merasa bimbang dan ragu.
Mobil yang danil kendarai telah sampai di sebuah rumah minimalis dan begitu sederhana, sekitar dua jam perjalanan dari rumah sakit.
Danil keluar mobil dan membuka pintu mobil, danil langsung mengangkat tubuh hanif menuju kedalam rumah.
__ADS_1
Hanif tidak berontak karena dia sadar, saat ini danil sedang dalam keadaan marah dan hanif sedang hamil, hanif hanya bisa pasrah.
''Ini dimana mas danil, bawa aku pulang mas, kasian anak anak pasti mencariku. '' ucap hanif.
''Anak anak ada omah dan opahnya yang menjaga mereka. '' ucap danil dengan nada dingin dan marah.
Hanif hanya diam dan menangis, dia tidak tau harus bagaimana dan harus apa, suaminya sedang dalam amarah.
''Ya allah, aku harus bagaimana, baru kali ini aku melihat mas danil seperti ini, dimana sosok penyayang dan murah senyum nya, dia menjadi sosok yang menakutkan dan penuh amarah. '' ucap hanif sambil menangis.
Danil keluar dari kamar untuk mencari minuman dan makanan untuk hanif.
''Maafkan mas sayang, mas sungguh bingung dan sangat pusing, gimana caranya agar kamu kembali seperti dulu lagi, mas sangat takut kehilangan kamu. '' ucap danil saat menyiapkan makanannya.
Danil membawa makanan dan minuman ke kamarnya, hanif sedang duduk di sofa yang menghadap ke jendela, hanif saat ini tidak memakain cadar dan hijabnya.
Danil duduk di samping hanif dan menyodorkan makanan dan minumannya.
''Mas danil, maafkan aku yah untuk semua sikapku ke kamu mas, aku akui memang aku yang salah, semuanya adalah jebakan dan aku seakan tidak mempercayai semuanya mas, itu karena aku begitu mencintai kamu mas danil dan tidak rela kamu dengan wanita lain, saat itu kamu bertelanjang dengan wanita itu dan semua itu yang membuat aku sakit mas. '' ucap hanif sambil menangis.
Danil membawa hanif kedalam pelukannya, hanif membalas pelukan danil, danil mencium kepala hanif.
''Maafkan mas juga sayang, mas begitu mencintai dan tidak mau kehilangan kamu, mas sadar dengan apa yang mas lakukan, kembalilah jadi hanifah anandina yang dulu, begitu cerewet dan sangat perhatian, mas rindu semuanya sayang. '' ucap danil.
Hanif melepas pelukannya dan menatap wajah danil, laki laki yang berhasil membuatnya merasakan begitu mencintai dan takut kehilangan.
''Mas sangat mencintai kamu dan menyayangi kamu, jangan pernah meninggalkan mas lagi, tetap di samping mas dan percaya dengan semua yang mas ucapkan sayang, karena kepercayaan adalah kunci langgeng sebuah ikatan dan hubungan. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Hanif kembali memeluk erat tubuh danil dan danil membalas pelukannya, sungguh begitu rindu dia dengan hanif, dunia seakan hancur jauh dari hanif, hidupnya begitu kacau.
Danil menggendong hanif menuju ranjang dan hanif melingkarkan tangannya di leher danil.
Danil dengan perlahan merebahkan tubuh hanif di ranjang, hanif mengerti dengan tatapan danil dan hanif mengangguk tersenyum.
Danil langsung mencium bibir hanif dan menjelajahi setiap inci tubuh hanif, hanif hanya bisa mendesah menerima semuanya, sungguh dia begitu merindukan sentuhan dari suaminya yang membuatnya melayang.
Danil melepas pakaiannya dan memulai penyatuannya, tubuh hanif yang padat berisi pun membuat danil begitu menggilainya, tak hentinya hanif menyadarkan danil untuk pelan pelan memainkannya, karena ada bayi di dalam perut hanif, danil pun menurutinya dan memainkannya dengan sangat lembut, namun membuat hanif terus mengerang.
Dua jam kemudian danil menyeburkan cairannya dan mencium kening hanif.
''Makasih sayang. '' ucap danil sambil tersenyum dan hanif hanya tersenyum mengagguk.
Hanif dan danil pun langsung tertidur dengan saling memeluk.
__ADS_1
Saat ini danil dan hanif sedang bahagia namun tidak dengan alatif, dia harus berurusan dengan seorang wanita yang begitu bawel dan membuat kepala alatif meledak.
''Cepat katakan, apa mau kamu sebenarnya?? '' ucap alatif yang kesal karena wanita dihadapannya terus berbicara.
''Ganti rugi, karena kamu telah menabrak mobil saya dan asal kamu tahu yah, mobil ini tuh satu satunya yang membantu aku mencari sebongkah uang. '' ucap wanita itu.
''Oke, berapa mau kamu?? '' ucap alatif.
''Tidak banyak, hanya sepuluh juta. '' ucap wanita itu.
''Oke. '' ucap alatif dan segera membuka handphone nya untuk mentransfer uangnya.
''Berapa nomer rekening nya, biar saya transfer sekarang juga. '' ucap alatif.
''Saya ga punya rekening, gimana dong. '' ucap wanita itu dan membuat alatif prustasi.
''Zaman sudah moderen kamu gak punya rekening, kampungan sekali kamu ini. '' ucap alatif.
''Jangan menghina saya yah, dasar. '' ucap wanita itu.
''Yasudah minta alamat rumah kamu, biar saya kirim ke rumah kamu, saat ini saya tidak memiliki uang cash. '' ucap alatif.
''Gak gak, kamu pasti penipu kan, saya ambil ke rumah kamu ajah, mana alamatnya saya minta dan nanti saya akan ke rumah kamu. '' ucap wanita itu.
''Oke siapa takut dan ingat yah, saya bukan penipu seperti kamu. '' ucap alatif.
Alatif memberikan kartu nama yang tertera alamat rumahnya.
''Datang kapan pun kamu mau, saya akan membayarnya dan ingat satu hal, jangan bilang kalau saya penipu, karena kamu lah penipu sebenarnya. '' ucap alatif sambil menjalankan kembali mobilnya.
''Dasar laki laki gilaaaaaaa.....'' ucap wanita itu teriak pada alatif.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.........