MENUJU SURGAMU

MENUJU SURGAMU
Eps 36


__ADS_3

Spesial pernikahan alatif dan risa.


Dikediaman hanif saat ini....


Hanif dengan telaten merias wajah risa dan hanif memakaikan hijab di kepalanya risa, satu jam kemudian risa selesai dengan riasannya dan hanif tampak.senang dengan hasilnya.


''Kamu cantik banget pakai hijab loh risa, ini kalau ga percaya lihat hasilnya sendiri. '' ucap hanif sambil menyodorkan kaca pada risa.


''Ini beneran saya, kok beda yah. '' ucap risa sambil meraba raba wajahnya, karena tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


''Makasih nona hanif, saya senang sekali mendapatkan perlakuan baik dari nona dan semua keluarga nona juga sangat baik pada saya. '' ucap risa dan hanif hanya tersenyum.


''Bisa gak jangan panggil saya nona, berasa saya itu majiksan kmu loh risa. '' ucap hanif.


''Saya gak berani nona. '' jawab roisa dan hanif langsung tersenyum.


''Atau panggil saya kaka atau adik kalau kamu mau. '' ucap hanif.


''Saya panggil mba hanif ajah yah, boleh kan?? '' tanya risa dan membuat hanif mengangguk.


''Yasudah sekarang kita turun dan menuju kantor KUA nya yah, kan akad nya jam sembiln pagi. '' ucap hanif dan risa langsung beerdiri dan hanif merapihkan gaun pengantinnya.


Hanif langsung menggunakan cadarnya dan menuntun risa keluar kamar dan menuju lantai satu.


Danil dan ayah tidak bisa menghadiri pernikahan alatif dan risa, karena launching hotel nanti malam dan sangat terpaksa ayah dan danil pergi menghadirinya dan sauqy di bawa oleh danil.


''Ayo kita pergi sekarang, mobil iudah siap. '' ucap bunda saat hanif menghampirinya menuntun risa.


Hanif menggendong dira dan rina menuntun fiya, semuanya langsung masuk mobil dan hanif duduk di kursi depan samping linda.


Selama dalam perjalanan, risa sangat tegang dan tangannya keringatan, bunda tersenyum dan menenangkan risa.


''Linda besok kamu siapkan, karena besok saya udah mulai keliling store dan butik lagi ?? '' ucap hanif.


''Saya siap nona jangan khawatir dan saya akan siapkan mobilnya juga yang biasa di pakai nona untuk keliling dan ke kantor. '' jawab linda dan hanif hanya mengangguk.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian mobil sampai dan hanif keluar terlebih dahulu, di susul bunda yang menuntun risa dan terahir rina dan fiya.


''Mamah ayah meminta maaf karena gak bisa hadir, karena nanti sore ada launching hotel di kawasan pantai pangandaran dan mas danil juga dampingi ayah, jadi gak bisa ikut hadir. '' ucap hanif saat mencium tangan mamah hana.


''Gak apa apa sayang, ada kamu ajah mamah udah senang loh, sini fiya mamah yang gendong yah. '' jawab mamah hana dan hanif langsung memberikan fiya pada mamah hana.


Kalandra dan fiya di jaga oleh rina dan hanif menggandeng risa untuk duduk di samping alatif yang sudah duduk terlebih dahulu.


Hanif langsung duduk di samping anisa dan hanif langsung berpelukan dengan anisa.


Tak butuh lama pak penghulu datang dan duduk di hadapan calon pengantin dan memulai proses akad nikah nya.


Ayah erlangga menjadi saksi untuk alatif dan fatih saksi untuk risa, sepuluh menit kemudian saksi mengucapkan SAH, alatif dan risa resmi menjadi sepasang suami istri.


''Hanif bernafas lega dan tersenyum, karena alatif bersedia untuk menikah dan tanpa paksaan.


''Mamah hanif, bilang ke ayah sama tante, eh salah, ibu risa maksudnya, kalandra mau adik seperti fiya, kata omah suruh mamah yang bilang ke ayah. '' ucap kalandra saat menghampiri hanif dan hanif langsung tersenyum.


''Oke sayangnya mamah, nanti setelah selesai ayahnya mengurus semua nya, mamah akan bicarakan pada ayah dan ibu risa. '' jawab hanif dan membuat kalandra bersorak bahagia.


Risa ikut mobil alatif dan mereka hanya berdua dalam satu mobil, karena alatif yang menyetirnya.


''Ingat kan kamu dengan semua perjanjiannya dan saya gak mau kalau semua nya sampai diketahui pihak ketiga yah, awas ajah kalau sampai ketahuan karena saya gak akan mengampuni kamu. '' ucap alatif.


''Baik tuan terhormat. '' jawab risa dengan nada kesalnya.


''Dasar laki laki gila, awas ajah kamu tuan terhormat, aku gak akan pernah mau di tindas sama kamu. '' gumam risa dalam hatinya.


''Dan satu lagi, jangan panggil saya dengan sebutan tuan, karena saya bukan tuan kamu atau pun majikan kamu, kamu harus merawat putra saya dan jangan sampai lecet yah, kalau lecet dan terluka, awas kamu. '' ucap alatif kembali dan risa hanya diam tidak menjawabnya.


Dua puluh menit kemudian mobil alatif sampai di kediaman mamah hana dan mobil alatif paling terahir datang.


Alatif masuk terlebih dahulu dan meninggalkan risa dari belakang.


'Mana istri kamu latif, kenapa masuk sendiri?? '' tanya mamah hana karena alatif berjalan masuk kedalam rumah sendii tanpa risa.

__ADS_1


''Jalannya lama, makanya latif tinggal. ' jawab latif dan langsung duduk di kuirsi meja makan.


Saat mamah hana akan menyusulnya, risa sampai terlebih dahulu dan mamah hana langsung membantu risa duduk di kursi meja makan samping alatif.


Hanif tidak ikut makan karena dira rewel dan menangis terus.


''Hanif mana mamah, ko ga terlihat disini?? '' tanya alatif dan membuat semua kaget.


''Kamu itu, ngapain nanyain hanif segala, makan dulu baru nanya. '' Jawab mamah hana dan alatif hanya diam tanpa menjawabnya.


Alatif menghentikan makannya dan menyusul hanif ke teras belakang rumah.


''Kamu kenapa gak makan dulu hanif, biarkan dira di jaga sama rina ajah. '' ucap alatif saat menghampiri hanif dan membuat hanif kaget.


''Mas alatif, harusnya mas alatif mendampingi risa kenapa malahan kesini nyusulin hanif. '' ucap hanif dan alatif langsung duduk samping hanif.


''Saya mau nmenemani kamu ajah disini, makannya nanti sajah. '' jawab alatif dan hanif langsung bisa menebak kalau ada sesuatu di pernikahan alatif saat ini.


''Mas alatif, harusnya jaga perasaan risa yang sekarang sudah menjadi istri kamu mas alatif, kasihan kan risa nya mas alatif, sana balik lagi ke ruang makan dan mas alatif ikut makan sana. '' ucap hanif dan alatif hanya duduk tidak mendengar ucapan hanif.


''Mas alatif, saya ga tau ada apa diantara kamu dan risa, yang pasti ada sesuatu menurut saya, mas alatif harusnya bisa membuka hati untuk menerima wanita lain mas, karena perasaan kamu ke saya itu bukan cinta atau sayang, tapi obsesi loh mas, walaupun saat ini mas alatif belum mencintai risa tapi setidaknya kamu bisa menerima risa dan menerima kenyataan kalau kamu sudah menikah dan saya juga sudah mempunyai kehidupan baru dengan suami saya mas, mas alatif bisa kan berdamai dengan perasaan mas ke saya, kasihan risa mas, dia sebatang kara di dunia ini, jaga risa dan bahagiakan risa, risa walaupun urakan atau bar bar, dia tetap wanita lembut dan baik hati, saya yakin risa akan. isa menjaga kalandra dan ibu yang baik untuk kalandra, berhentilah mas dengan obsesi kamu, sakit loh nantinya yang akan kamu terima, bisa kan mas alatif berjanji ke saya, kalandra juga bilang ingin memiliki adik seperti dira loh, mas latif harus mulai berubah dan saya ingin kalau pernikahan sekarang menjadi pernikahan terahir kamu dan langgeng sampai menua bersama, kasihan mamah hana dan ayah erlangga karena harus menerima obrooan dari orang orang tentang kehidupan kamu, buatlah masa tua mamah hana dan ayah erlangga tenang dan gak banyak memimirkan kamu yang selalu bergonta ganti wanita mas, demi kalandra, demi mamah hana dan demi saya mas. '' ucap hanif dan latif hanya diam.


''Saya masih sangat mencintai kamu hanif, saya ingin menikah dengan kamu dan bersatu kembali dalam rumah tangga dengan kamu hanif, saya bersedia menerima anak anak kamu dan menganggap nya seperti anak aku sendiri. '' jawab alatif dan membuat hanif beristighfar dan mengelus dadanya.


''Mas alatif itu sangat mustahil dan tidak akan mungkin terjadi, saya sudah menikah dan saya sangat mencintai suami saya, sadarlah mas alatif. '' jawab hanif dan langsung meninggalkan alatif.


.


.



.


.

__ADS_1


.............


__ADS_2