MENUJU SURGAMU

MENUJU SURGAMU
Eps 38


__ADS_3

Saat ini di kediaman hanif.....


Hanif sedang duduk di teras dan menatap taman belakang rumahnya.


''Mas danil, tumben ngabarin. '' ucap hanif saat melihat handphone nya berdering.


Hanif menyimpan handphone nya di meja dan kembali duduk santai sambil menatap kembali pemandangan taman belakang rumahnya.


''Mamah, itu dede diranya nangis ajjah. '' ucap fiya menghampiri hanif.


''Kan ada omah, bilang ke omah dede diranya ke mba rina ajah, mamah nya lagi pusing. '' ucap hanif dan fiya langsung masuk menghampiri omah nya.


Bunda langsung menghampiri hanif setelah memberikan dira pada rina.


''Kamu kenapa sayang, kasihan anak anak kamu loh, biarkan masalah kamu itu berlalu dan jangan di fikirkan, gak baik untuk kesehatan kamu. '' ucap bunda saat menghampiri hanif.


''Iya bunda, hanif hanya butuh sendiri sekarang, gak lama bunda cuma sejam ajah. '' jawab hanif dan bunda hanya mengangguk dan mengusap punggung hanif.


''Bunda mau ke rumah sakit yah, ingat jagain anak anak kamu, fiya lagi aktif aktif nya sekarang sayang. '' ucap bunda dan hanif mengangguk.


Bunda pamit pada fiya dan menitipkan dira pada rina, bunda berpesan jangan ganggu hanif dan rina mengiyakannya.


Satu jam kemudian hanif masuk kedaoam rumah dan kaget melihat fiya tertidur di karpet tempat mainannya dan hanif segera memindahkannya ke kamar fiya.


''Cantik nya mamah, maafin mamah sayang. '' ucap hanif saat menidurkan fiya dan mencium kening fiya.


Hanif keluar kamar dan mencari dira yang di asuh oleh rina.


''Sini rina biar dira saya yang gendong, kamu beresin mainan fiya yah rina, fiya sudah saya pindahkan ke kamarnya. '' ucap hanif saat menghampiri dira dan mengambil dira dari gendongan rina.



''Mirip banget papah kamu tuh sayang, mas danil persi wanita. '' ucap hanif saat melihat dira yang sedang terlelap.


Hanif membawa dira ke kamarnya dan menidurkan nya di ranjang.


Hanif langsung masuk ke kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya dan mendinginkan kepalanya.


Sepuluh menit kemudian hanif selesai dan segera memakai pakaiannya.


Hanif membuka pintu kamarnya saat ada yang mengetuk dan memberitahukan kalau ada tamu di bawah, hanif langsung memakai cadarnya dan menggendong dira karena dira terbangun.


Hanif kaget saat melihat tamu nya, ternyata dina dan suaminya tito yang datang bertamu.


''Hanif maaf saya jadi ganggu kamu deh. '' ucap dina dan hanif menggelengkan kepalanya.


Hanif langsung meminta bibi membuatkan minuman dan membawa cemilan untuk dina dan tito.


''Kamu kemana ajah dina, waktu nisa nikah juga kamu gak hadir loh?? '' tanya hanif.


''Aku di luar kota hanif tinggalnya dan sekarang datang karena mas tito mau berkumpul dengan alatif dan yang lainnya nanti malam, aku ingat terus ke kamu hanif makanya aku kesini, ini anak kamu yang ke berapa hanif, cantik banget loh?? '' ucap dina.


''Ini anak aku yang ketiga din. '' jawab hanif.

__ADS_1


Dina langsung menggendong dira dan dira mau di gendong oleh dina.


''Anak kamu bukannya dua cewe dua duanya yah??, aku kata nisa loh hanif. '' tanya dina.


''Sauqy anak tetap anak sulung saya dina, anak nya mas danil suami aku, anak kedua cewe dan ketiga ini cewe lagi deh. '' jawab hanif dan dina pun mengerti karena nisa sudah menceritakan semuanya.


''Kamu belum punya anak din?? '' tanya hanif.


''Belum hanif, mudah mudah secepatnya nyusul kamu dan nisa yang lagi hamil sekarang. '' jawab dina.


''Mamah, fiya mau makan eskrim. '' ucap fiya saat menghampiri hanif.


''Masa bangun bobo minta eskrim, rambutnya masih acak acakan lagi, cuci muka dulu yah kakanya, terus kesini lagi salim ke tante sama om. '' ucap hanif dan fiya langsung ke belakang.


''Itu anak kedua kamu hanif?? '' tanya dina.


''Iya dina, itu anak kedua aku namanya fiya. '' jawab hanif.


''Cantik banget mirip kamu banget yah, kalau anak ketiga kamu pasti mirip bapa nya yah?? '' ucap dina.


''Betul banget din, fiya mirip ke aku banget, sauqy sama dira mirip suami aku. '' ucap hanif.


Fiya menghampiri kembali dan mencium tangan dina dan tito.


''Namanya siapa cantik?? '' tanya tito.


''Aku kaka fiya om dan bukan cantik nama aku. '' jawab fiya dan membuat tito tersenyum.


Hanif langsung menyisiri dan mengikat rambutnya fiya yang berantakan.


''Anak pertama kamu mana hanif, kok ga terlihat?? '' tanya dina.


''Sauqy di bawa suami aku ke pangandaran, suami aku dampingin ayah kesana untuk launching hotel baru disana. '' jawab hanif.


''Anteng banget yah dira di pangkuan aku. '' ucap dina.


''Alhamdulilah anak aku tiga tiganya bisa di gendong selain aku din, makanya aku ga kesusahan, anak aku kan tiga tiganya susu formula loh, ASI aku ga keluar sama sekali. '' ucap hanif.


''Gak apa apa susu formula juga hanif, yang penting dede nya sehat kan. '' ucap dina.


''Alatif nikah ketiga kalinya berarti sama yang sekarang yah hanif?? '' tanya dina.


''Iya dina, ini pernikahan ketiga mas alatif. '' jawab hanif.


''Adiknya mas tito juga setelah keluar dari penjara dan bertemu anaknya, dia sekarang sudah menikah dan di bawa suaminya ke luar kota. '' ucap dina dan hanif hanya mengangguk.


''Mas alatif memang susah di tebak jalan fikirannya dina, saya ajah masih kebingungan sekarang. '' ucap hanif.


''Akatif sangat mencintai kamu hanif, kamu coba bicara ke dia agara bisa membuka hati untuk istri yang sekarang dia nikahi, saya rasa ada perjanjian deh di pernikahannya, soalnya alatif orang nya gak mau berkomitmen, makanya saya kaget pas riko bilang malam ini kumpul untuk merayakan pernikahan alatif. '' ucap tito.


''Bosen akunya mas tito, aku tadi udah bicara baik baik tapi jawabannya sangat bikin saya syok, mas alatif bicaranya ngawur dan ngelantur. '' ucap hanif.


''Kalau kata aku sih, biarkan ajah hanif jangan bicara pada alatif, nanti kalau bosen juga dia akan berhenti ngejar ngejar kamu nya. '' ucap dina.

__ADS_1


''Iya dina, aku udah membiarkan mas alatif sekarang, aku kan sangat mencintai suami aku din dan gak akan pernah tergantikan. ucap hanif.


''Aku juga udah bilang tentang semua kebiasaan, kesukaan sama yang di benci alatif ke istrinya, biar alatif bisa membuka hati dan menerima istrinya. '' ucap hanif kembali.


''Iya benar hanif, biarin ajah lah alatif nya, kamu kan udah bahagia sekarang, suami kamu juga lebih dari alatif kan semuanya, fokus sama anak dan suami ajah, anak alatif kan sekarang ada istri barunya. '' ucap dina dan hanif hanya mengangguk.


''Kamu tinggal dimana sekarang din?? '' tanya hanif.


''Itu dia hanif, aku kesini mau minta bantuan kamu loh, mas tito punya satu unit di apartement kamu loh, tapi pas kita mau kesana untuk mengeceknya, apartement nya jadi ga bisa di buka, aku udah nanya sama resepsionisnya, ternyata unitnya sudah d blokir dan di pindah tangan kan, katanya milik kamu jadi hak milik ownernya, bisa ga kamu bantu aku hanif?? '' ucap dina.


''Apartement mana dan yang mana?? '' tanya hanif.


''Itu satu bangunan sama aksel. '' jawab tito.


''Surat suratnya ada ga?? coba saya lihat dulu dan mudah mudahan bisa di urus deh. '' ucap hanif.


Aksel langsung memberikan surat surat kepemilikannya dan hanif langsung mempelajarinya.


''Unit ini tuh waktu itu kena grebeg narkoba loh dan cicilannya itu tinggal dua tahun kalau ga salah dan jadi hak milik saya karena hampir setahun gak ada konfirmasinya. '' ucap hanif.


''Iya hanif, itu unit milik saya dan saya menyewakannya pada orang yang di grebek narkoba, bisa saya dapatkan lagi ga dan saya akan cicil ko sisa cicilannya. '' ucap tito.


''Besok ajah mas tito dan dina ke apartement nya, nanti saya tunggu disana untuk mengurus semuanya yah, saya ga bisa ngurusin disini soalnya, ini kan di rumah loh, besok jam sembilan lah saya tunggu. '' ucap hanif.


''Iya hanif, makasih yah untuk bantuannya, makasih banget. '' ucap dina dan tito.


''Udah gak apa apa, besok bawa surat surat ini dan kunci lama unit nya, nanti kita bahas di kantor yah, insya allah semua akan selesai ko. '' ucap hanif dan membuat dina tersenyum.


Hanif mengambil dira dari pangkuan dina dan meminta dina dan tito untuk minum.


''Mamah kaka bilang nanti malam pulang loh, papah nya nangis katanya. '' ucap fiya saat menghampiri hanif dan hanif tersenyum.


''Papah siapa yang nangis kak?? '' tanya dina.


''Papah danil, papah nya kaka fiya tapi bukan papahnya kak sauqy sama dede dira. '' jawab fiya sambil memakan eksrimnya.


''Anak gadis ko makannya blepotan, malu sama om dan tante nya loh. '' ucap hanif sambil mengelap tumpahan eksrim di dagu nya fiya dan bajunya juga.


Dina dan tito langsung pamit dan akan bertemu besok di apartement dengan hanif.


Setelah dina dan tito pergi, bibi langsung merapihkan mejanya dan hanif membawa kedua anaknya untuk mandi karena hari sudah sore.



.


.


.


.


.

__ADS_1


..........


__ADS_2