
Satu bulan kemudian......
Hanif masih betah dengan koma nya dan babby nya hari ini di ijinkan pulang, karena berat badan nya normal dan seluruh tubuhnya sudah pulih, risa sudah melahirkan babby berjenis kelamin perempuan.
Danil dengan setia mengikuti perkembangan hanif dan alat alat di tubuh hanif sudah mulai di lepas satu persatu, namun keadaan hanif belum ada perubahan.
Hukuman yang di berikan pada pita sangat berat dan membuat danil juga seluruh keluarganya bernafas lega karena setimpal dengan kesalahan yang pita lakukan pada hanif dan memberatkan pita karena rekaman cctv nya sangat jelas.
Di rumah sakit saat ini....
Bunda dan ibu rosa menjemput babby nya hanif yang belum di beri nama oleh danil, karena danil akan menunggu hanif sadar untuk memberikan nama pada babby nya.
''Bunda sama ibu pulang yah, sekalian babby nya kami bawa pulang. '' ucap bunda dan danil mengiyakannya.
''Gimana kalau kita bawa babby nya ke hanif untuk pamit pulang. '' ucap ibu rosa dan danil menyetujuinya.
Ibu rosa menggendong babby nya dan menidurkan di samping hanif.
Danil berharap ada keajaiban dan naluri keibuan hanif akan membuat hanif sembuh, sentuhan babby nya juga membuat hanif sadar.
''Kamu gak kangen ke anak anak kamu danil??, kasihan fiya pengen ketemu kamu loh, sauqy udah besar jadi mengerti. '' ucap ibu rosa.
''Danil akan pulang kalau hanif juga pulang, danil akan setia menunggu hanif sadar disini dan menemani hanif sampai sadar dan bangun dari komanya. '' jawab danil.
''Kamu itu harus menjaga kondisi kamu juga dan jangan sampai kesehatan kamu jadi terganggu karena kamu terlalu menjaga hanif, ada suster yang menjaga dua puluh empat jam untuk selalu mengontrol hanif, ingat danil ada tiga anak kamu di rumah yang selalu menunggu kamu pulang, walaupun hanif belum sadar juga tapi kamu sempatkanlah untuk pulang. '' ucap bunda dan danil hanya tersenyum.
''Percuma kita bicara pada danil juga, karena hanya ucapan hanif yang akan di dengar oleh danil, lebih baik kita pulang ajah bunda, gak baik untuk pernafasan babby nya nanti. '' ucap ibu rosa.
''Pokonya danil gak akan pulang sebelum hanif sadar, anak anak kan ada ayah, bunda dan ibu yang menjaga, kalau danil pulang ke rumah, siapa yang jagain hanif disini. '' jawab danil.
Bunda dan ibu rossa hanya geleng geleng kepala mendengar jawaban danil, saat bunda akan menggendong babby nya hanif, babby nya hanif memegang rambut hanif dan membuat bunda melepaskan pegangannya, saat terlepas bunda langsung menggendong dan kaget saat hanif membuka matanya.
''Danil cepat kesini, hanif membuka matanya. '' teriak bunda dan danil langsung cepat menghampiri hanif dan meminta bunda dan ibunya menunggu di sofa untuk duduk.
Danil terus mengucap syukur karena hanif membuka matanya dan danil memeriksa keadaan hanif keseluruhan, tekanan darah hanif masih rendah dan membuat danil ekstra menjaga hanif.
__ADS_1
''Sayang, nama kamu siapa?? '' tanya danil saat hanif terus menatap wajah danil.
''Kenapa kamu jadi kusam dan kurus mas danil, kenapa mas danil jadi brewokan gini siih, kenapa perut aku gak menonjol mas, dimana babby nya?? tanya hanif sambil menangis tiba tiba dan danil tersenyum lalu memeluk tubuh hanif dengan erat.
Bunda dan ibu rosa yang mendengarkan pertanyaan hanif langsung menghampiri hanif dan memberikan babby nya pada hanif.
''Ini babby kamu sayang, babby nya ganteng dan mirip sekali dengan papahnya. '' jawab bunda dan membuat hanif tersenyum saat menggendong babby nya.
Hanif menciumi seluruh wajah babby nya dan tak hentinya mengucap syukur atas kelahirannya.
''Saat nya kamu istirahat sayang, biarkan babby nya di bawa pulang oleh bunda dan ibu yah, gak baik untuk pernafasannya loh. '' ucap danil dan hanif mengiyakannya.
Hanif memberikan babby nya pada ibu rosa dan menitipkannya.
''Titip anak anak hanif yah ibu, bunda juga titip anak anak hanif yah dan maafkan kalau anak anak hanif nakal dan susah di atur. '' ucap hanif.
''Kamu itu ngaco sekali, anak kamu baik semuanya dan nurut sekali, fiya dan sauqy tinggal sama ibu dan dira tinggal di rumah kamu, di jaga ayah dan bunda. '' jawab ibu rosa.
Hanif mengangguk dan tersenyum, ibu dan bunda langsung pamit dan akan kembali besok dengan membawa ketiga anak hanif, karena hanif ingin bertemu dengan anak anaknya.
''Mas danil, babby nya lahiran prematur yah, karena belum sembilan bulan kan?? '' tanya hanif.
''Iya sayang, gak apa apa yang penting kamu dan babby nya selamat kan dan sehat sehat juga kan. '' jawab danil.
''Aku kangen, sauqy, fiya dan dira loh mas, pengen ketemu sama mereka. '' ucap hanif kembali.
Danil mencium kening hanif dan memeluknya erat, wanita yang disayanginya kini telah sadar dan membuka matanya.
''Besok ibu akan membawa anak anak kesini kan, jadi kamu jangan terus menanyakan nya, kamu juga harus jaga kesehatan karena kamu baru bangun dari tidur panjang. '' ucap danil.
Hanif menutup kembali matanya dan tertidur karena efek obat yang danil berikan, hanif langsung di urus untuk di pindahkan ke ruangan yang lebih nyaman dan bisa di tiduri juga oleh danil.
Suster sudah danil bubarkan dan kembali ke kerjaannya masing masing, karena danil sendiri yang menangani hanif.
''Apa kamu akan marah sama mas, kalau kamu mengetahui babby nya yang satu meninggal dan kamu juga gak akan punya anak lagi, karena rahim kamu sudah di angkat. '' ucap danil saat mencium kening hanif yang sedang tertidur.
__ADS_1
Danil langsung menyelimuti tubuh hanif dan memeriksa infusnya hanif, danil menyuntikan obat dan setelahnya duduk di kursi dan memegang tangan hanif yang sedang tertidur.
Dikediaman rumah hanif....
Fiya dan sauqy tidak ikut dengan ibu rosa karena besok akan ke rumah sakit bersama sama untuk menemui hanif.
''Omah, mamah beneran kan udah sadar?? '' tanya sauqy.
''Iya kaka, mamahnya kaka sudah sadar dan besok omah akan jemput kaka dan kedua adik kaka untuk menemui mamah dan papah di rumah sakit yah. '' jawab ibu rosa.
''Kaka senang sekali karena mamah ahirnya sadar dan bisa membuka matanya kembali, besok kaka akan menemui mamah ikut dengan omah yah, bolehkan kaka besok gak sekolah sehari ajah??, kaka pengen ketemu sama mamah. '' ucap sauqy dan ibu rosa mengijinkannya.
Ibu rosa pamit pulang dan besok pagi akan datang untuk menjemput cucunya.
Bunda senang dengan anak hanif yang sekarang, anak yang tampan dan gak rewel sama sekali, membuat bunda gak kewalahan untuk mengurusnya.
Dira juga sama dia tidak rewel dan menurut dengan ssemua yang di ucapkan oleh bunda, hanif memiliki anak yang pintar pintar dan aktif.
.
.
.
.
.
.
.
..................................................................
__ADS_1