
Saat ini hanif sedang menunggu risa dengan kedua anaknya dan tak lama risa datang dengan kalandra dan juga alatif.
Risa langsung berpelukan dengan hanif dan hanif juga tersenyum kepada alatif.
''Kamu sehat kan hanif?? '' tanya alatif saat kalandra di peluk hanif.
''Alhamdulilah seperti yang terlihat. '' jawab hanif.
''Syukur laah kalau begitu. '' ucap alatif.
Dari arah pintu masuk, danil datang dengan menuntun sauqy dan menghampiri hanif.
''Mamaaah.....'' ucap sauqy dan hanif langsung tersenyum.
''Kaka.....kamu sama papah kesininya. '' ucap hanif.
Sauqy langsung mencium tangan hanif, risa dan alatif.
Danil bersalaman dengan alatif dan menyapa risa, fiya langsung menghampiri danil, namun saat danil akan menggendong fiya, dira menangis dan danil memilih menggendong dira.
''Sini, fiya sama om alatif ajah yah. '' ucap alatif dan fiya memilih dengan sauqy dan kalandra.
Risa mengajak hanif untuk mulai berbelanja, danil dan alatif langsung membawa anak anak untuk mengikutinya, danil menggendong dira dan menuntun fiya, sedangkan sauqy dengan kalandra berjalan beriringan.
Danil dan alatif memutuskan untuk menunggu di tempat makan, karena mereka gak mau ikut berkeliling, anak anak pun ikut dengan danil dan alatif, kecuali sauqy yang terus ingin menjaga hanif.
Hanif memilih toko depan tempat menunggu danil, karena danil yang memintanya, alatif pun menyetujuinya.
Dari arah pintu masuk seorang wanita sedang menatap tajam ke arah risa dan hanif, risa yang menyadari karena ada yang menatapnya pun langsung menatap ke arah wanita itu.
''Siapa wanita itu yah, tatapannya sangat bikin takut sekali dan sangat sinis. '' gumam risa.
''Ada apa risa, kenapa kamu melamun?? '' tanya hanif saat melihat risa melamun.
''Gak apa apa mba, cuma saya melihat wanita itu ko terlihat sangat beda tatapannya yah mba. '' jawab risa dan hanif melihat sekelilingnya.
''Gak ada loh, wanita mana sih risa. '' ucap hanif.
''Gak ada mba, udah pergi kayanya. '' ucap risa dan hanif mengangguk.
Hanif dan risa kembali memilih milih belanjaannya, danil terus menatap ke arah hanif dan alatif yang mengerti pun langsung tersenyum masam melihatnya.
''Hanif gak akan ada yang nyulik, itu masih terlihat dari sini, ketakutan sekali kamu. '' ucap alatif.
''Kamu gak mengerti sih latif. '' jawab danil.
''Iya iya mengerti. '' ucap latif sambil tertawa.
__ADS_1
Latif dan danil mengobrol ringan sambil menyuapi fiya dan kalandra.
Saat mereka asik tiba tiba sauqy menjerit dan memanggil danil, danil seketika langsung berlari menggendong dira dan kaget saat melihat hanif di lantai dan risa pun di lantai, alatif langsung berlari mengejar perempuan yang di tunjuk sauqy dan alatif berhasil mendapatkan tangan wanita itu.
''Kurang ajar kamu wanita murahan, sampai terjadi sesuatu pada risa dan hanif, saya akan membuat kamu menyesal karena telah hidup di dunia ini. '' ucap alatif dengan nada marah dan menggusur wanita itu menuju ke hadapan danil.
Danil langsung menghubungi rumah sakit untuk menjemput hanif dan risa, danil memberikan pertolongan pada hanif dan risa.
''Bangun sayang, pliiis buka mata kamu. '' ucap danil.
Pihak rumah sakit datang dan membawa dua brangkar untuk hanif dan risa.
Anak anak langsung di bawa oleh danil dan alatif memberikan wanita itu pada polisi dan mengambil rekaman cctv nya untuk bukti.
''Kamu, gak kapok kamu berurusan dengan saya dan lihat apa yang saya akan lakukan, saya gak akan memandang kamu siapa dan darah keturunan siapa. '' ucap danil saat wanita itu di bawa oleh polisi.
''Alatif kamu urus anak anak bawa ke rumah saya karena paling dekat, biarkan saya yang akan mengurus hanif dan risa ke rumah sakit. '' ucap danil dan alatif setuju.
Danil memberikan dira pada alatif dan sauqy ikut dengan alatif dan yang lainnya.
Danil terus memegang tangan hanif dan terus memeriksa perut nya karena janin dalam perut hanif gak ada pergerakan.
Sedangkan keadaan risa tidak terlalu parah karna tidak mengeluarkan darah, sedangkan hanif pendarahan.
Danil berusaha tenang dan terus berdoa untuk yang terbaik hanif.
Danil langsung membawa hanif ke ruang operasi dan segera menindak dan di bantu oleh dokter.
''Ya allah mudah mudahan berhasil. '' gumam danil saat akan memulai operasi.
Di luar ruangan tindakan sedang ramai oleh orang tua hanif dan orang tua alatif, ibu rosa pun ikut hadir di rumah sakit, alatif belum berani untuk membicarakan sebab nya hanif dan risa masuk rumah sakit.
Bunda terus menangis dan terus berdoa yang terbaik untuk semuanya.
Dokter keluar dan memberitahukan keadaan risa baik baik sajah dan janinnya pun baik baik sajah.
''Alhamdulilah risa baik baik ajah, semoga hanif juga baik keadaannya. '' ucap bunda.
''Dokter danil yang menangani langsung nyonya, dokter danil adalah dokter terbaik dan sangat dipercaya, kita hanya bisa berdoa semoga semua lancar. '' ucap dokter yang menangani risa dan di aminkan oleh semuanya.
Mamah hana dan semuanya menuju ruangan untuk risa di rawat, mamah hana terus menangis terisak karena sangat menghawatirkan hanif.
''Mamah, hanif akan baik baik ajah, hanif wanita kuat dan tangguh, alatif yakin hanif akan baik baik ajah. '' ucap alatif dan mamah hana mengangguk.
''Mamah takut hanif kenapa kenapa, dia menyelamatkan risa makanya jadi begini latif, gimana kalau hanis sampai gagal operasi. '' ucap mamah han.
''Danil dokter terbaik, yakin dan percayalah mamah, pertolongan allah akan di berikan melalui tangan danil dan tugas kita saat ini berdoa yang terbaik ajah untuk semuanya. '' ucap alatif kembali.
__ADS_1
Bunda marwah dan ibu rosa terus menangis, ayah fadil hanya diam dan terus berdoa untuk hasil yang terbaik.
''Kamu putri ayah yang tangguh dan kuat hanif, kamu adalah cahaya untuk ayah, semoga kamu dan bayi kamu baik baik ajah hanif, ayah ingin kamu dan gak mau yang lain. '' gumam ayah fadil dalam hatinya.
Satu jam kemudian danil keluar ruangan operasi dan menghampiri orang tuanya.
''Gimana danil keadaan hanif dan bayinya?? '' tanya bunda dan ibu rosa bersamaan.
''Keadaan hanif sangat kritis dan harus masuk ICU, kalau kedua babby nya sudah masuk incubator, karena berat badannya sangat kurang. '' jawab danil dan membuat bunda dan ibu rosa terduduk lemas, bunda langsung pingsan dan ayah langsung membawanya ke ruang perawatan.
Danil segera menyiapkan ruangan ICU untuk hanif dan memberikan perawatan terbaik untuk hanif, babby hanif kembar dan berjenis kelamin laki laki, hanif selama ini belum USG dan terahir USG saat janin berusia empat minggu dan belum pernah lagi USG, hanif sengaja karena dia ingin kejutan untuk mengetahui kelamin babby nya sama seperti hamil sebelumnya.
''Kamu wanita kuat sayang, bangunlah dan cepatlah sadar bidadari surgaku, kamu yang bilang sayang akan selalu bersama mas dan anak anak kita, MENUJU SURGA nya allah, sadarlah sayang dan jangan lama tertidurnya, mas gak akan sanggup. '' ucap danil saat alat alat mulai menempel di tubuh hanif.
Danil menyiapkan ruangan khusus ICU untuk hanif, karena hanif tanpa hijab dan cadar, wajah cantik hanif saat ini begitu pucat dan seperti tidak akan ada lagi kehidupan, karena keyakinan danil kalau hanif akan sembuh dan membuka matanya, membuat semua nya mengikuti setiap perintah danil, danil saat ini yang akan menangani hanif sendiri tanpa dokter lain.
''Mas gak nyangka sayang, kalau mas akan menangani kamu sebagai pasien, mas sangat takut kalau gagal dan gak bisa menyelamatkan kamu, mas percaya allah memberikan semuanya agar lancar melalui tangan mas dan melalui kemampuan mas. '' ucap danil.
Danil keluar ruangan sterill dan menghampiri orang tuanya, danil menempatkan dua suster di luar ruangan hanif, untuk memantau hanif dari luar dan akan full 24 jam di jaga suster.
''Ibu....Danil takut hanif kenapa kenapa, danil takut gagal menangani hanif ibu. '' ucap danil saat menghampiri ibu rosa dan menangis di pelukannya.
''Percayalah danil, allah akan memberikan yang terbaik untuk hanif dan hanif akan segera sadar, kamu adalah dokter terbaik dan yakinlah pertolongan allah melalui tangan kamu danil. '' ucap ibu rosa.
''Ibu gak menyangka, keturunan kita ada yang kembar, karena kake kamu yang kembar, tapi sekarang anak kamu kembar dan dua duanya cowok. '' ucap ibu rosa kembali.
''Danil gak terlalu berharap bu, danil ingin hanif dan mau hanya hanif, danil gak bisa tanpa hanif, dia wanita yang danil sayangi, kalau hanif gak ada, danil juga ingin ikut dengan hanif. '' ucap danil.
''Kamu jangan pesimis dan jangan bicara ngawur, optimis lah danil dan percayalah pada allah, ucapan adalah doa danil. '' ucap ibu rosa.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
................