
Pesta megah keluarga om amir....
Hanif datang dengan danil dan ketiga anaknya, danil menggendong dira dan hanif menuntun sauqy dan fiya.
''Ingat yah, kalian jangan sampai leoas dari tangan mamah, kalau lepas nanti kalian ilang. '' ucap hanif pada kedua anaknya.
''Gak akan ilang mamah, ini kan hotel milik mamah jadi kaka sudah tau semuanya, mamah ini nakutinnya ga seru deh. '' jawab sauqy dan hanif langsung tertawa.
''Mamah lupa, kalau ini hotelnya mamah dan semua pegawai kenal sama kalian. '' ucap hanif.
Hanif meminta pengawal untuk memperhatikan fiya dan sauqy, davit dengan sigap langsung memerintahkan pengawal untuk kedua anak hanif, hanif bersyukur karena pesta di adakan di hotelnya jadi dia gak susah untuk melepas anaknya, karena di hotel ini aman cctv dan banyak pengawal hanif yang menjaga.
Sauqy dan fiya sedang dengan ibu rosa dan hanif sedang mengobrol dengan dimas masalah kerjaannya, danil ikut setia di samping hanif dengan menggendong dira.
''Paling saya bulan depan mas dimas kembali ke kantornya, bunda dan ayah masih travelling soalnya, saya gak bisa meninggalkan ketiga anak saya pada pengasuh kalau gak ada yang memperhatikannya. '' ucap hanif.
''Nona tenang sajah, semua nya aman terkendali dan gak akan sampai down, saya akan mengurus semuanya. '' ucap dimas dan hanif mengangguk.
Pesta begitu meriah dengan pertunjukan musik akapela dan hanif begitu senang dengan musik dan lagunya yang pas di dengar di telinganya.
Dimas pamit kembali ke ruangannya, sedangkan davit sibuk memperhatikan semua pekerjanya dan semua pengawal keamanan.
''Mamah fiya ngantuk, pulang yu mamah mau bobo fiyanya. '' ucap fiya saat menghampiri hanif dan danil.
Danil memberikan dira pada hanif dan danil langsung menggendong fiya.
''Kita pamit pada om amir dan pengantin dulu yah. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Hanif dan danil memberikan tiket bulan madu dengan semua fasilitasnya selama satu minggu untuk anak om amir dan pengantin begitu senang dan menyukai hadiahnya, danil pamit pada semua keluarganya.
Sauqy di tuntun oleh danil dan fiya di gendong.
Danil begitu bahagia memiliki tiga anak, bahkan danil akan merencanakan nambah satu lagi anak dan akan mengelabui hanif agar danil bisa tanpa pengaman.
Sepuluh menit kemudian mobil sampai di kediaman hanif, danil langsung menggendong fiya dan membawa ke kamarnya, sauqy berjalan di tuntun hanif menuju kamarnya, karena sauqy sudah sempoyongan, tapi sebelumnya dirs di titipkan pada rina.
Setelah anak anaknya tertidur, hanif dan danil bersih bersih dan langsung tertidur.
Tiga bulan kemudian.....
Hanif sudah kembali ke kantor nya untuk bekerja, dira sudah berusia empat bulan dan sudah bisa di tinggal.dan di titip ke rina.
Hanif di kantor saat ini tiba tiba pusing dan mual, biasanya hanif tidak pernah seperti ini.
''Ada apa dengan aku, tadi pagi bukannya sarapan yah tapi ko mual dan pusing lagi. '' ucap hanif dalam hatinya.
Hanif langsung meminta di buatkan minuman gula asam ke sekertarisnya.
Tak lama hanif memesan, sekertarisnya langsung mrmbawa minuman pesanan hanif.
''Segar nya minuman ini, plong deh kepala dan mual nya juga ilang. '' ucap hanif.
Hanif melanjutkan kerjaannya kembali dengan santai dan teliti.
Dikediaman alatif saat ini...
Risa tiba tiba pingsan dan membuat mamah hana kaget dan memanggil alatif.
__ADS_1
''Ada apa mamah?? '' tanya alatif saat menghampiri mamahnya.
''Risa pingsan di dapur, ayo bantu angkat. '' jawab mamah hana dan alatif langsung masuk kedalam dapur dan mengangakat tubuh risa.
Mamah hana langsung menelphone dokter pribadi keluarga mahardika.
''Kenapa bisa pingsan mamah, tadi saat keluar kamar baik baik ajah risanya?? '' tanya alatif.
''Mamah juga gak tau, pas mamah lagi menata makanan, risa langsung ke dapur dan tiba tiba pingsan. '' jawab mamah hana.
Alatif terus memberikan minyak aromatherapy ke hidung risa namun risa tetap tidak membuka matanya, kalandra sedang main di taman belakang dengan opah nya jadi gak terlalu ramai saat risa pingsan.
Tiga puluh menit kemudian dokter keluarga datang dan langsung memeriksa risa.
''Nona risa saat ini sedang hamil muda tuan alatif, usahakan jangan terlalu kelelahan yah tuan, berikan makanan yang bergizi, saat ini nona risa dehidrasi dan kurang asupan makanan ke tubuhnya, makanya dia pingsan, kalau ingin lebih jelas dan akurat, segera periksakan ke dokter spesialis kandungan. '' ucap dokter saat setelah memeriksa risa.
Mamah hana tersenyum senang, karena risa hamil dan keluarga mahardika akan melahirkan dua keturunan sekaligus.
''Baik dokter, setelah istri saya siuman, saya akan langsung membawanya ke rumah sakit. '' ucap alatif dan dokter langsung mengangguk.
Dokter pamit untuk kembali ke rumah sakit dan mamah hana yang mengantar nya, alatif menunggu risa sadar.
''Loh kok ada dokter riyan?? '' tanya ayah saat papasan dengan dokter.
''Habis periksa risa ayah, risa tadi tiba tiba pingsan dan ternyata risa sedang hamil. '' jawab mamah hana dan ayah erlangga langsung tersenyum senang.
Di kamar saat ini, risa membuka matanya dan altif langsung memberikan teh manis hangat untuk risa dan risa meminumnya.
''Masih pusing kepalanya?? '' tanya alatif saat menerima gelas yang sudah risa minum.
''Iya mas alatif, pusing dan ga enak perutnya mual tapi susah gak muntah. '' jawab risa dan alatif tersenyum.
''Jadi aku hamil mas?? '' tanya risa kembali dan alatif mengangguk tersenyum.
Risa langsung menangis dan membuat alatif panik.
''Kamu kenapa nangis, ada yang sakit atau apa yang membuat kamu menangis?? '' tanya alatif saat risa menangis.
''Ga ada yang sakit mas, tapi aku gak nyangka ajah kalau aku hamil mas. '' jawab risa dan membuat alatif bernafas lega.
''Yasudah, ayo ganti pakaian kamu dan kita akan ke rumah sakit. '' ucap alatif dan risa mengangguk.
Alatif menggandeng tangan risa dan menghampiri orang tuanya.
''Ibu risa kenapa ayah, ibu sakit?? '' tanya kalandra saat alatif menggandeng risa.
''Iya sayang, ibu mau di periksa dulu ke dokter. '' jawab alatif.
''Cepat sembuh ibu, biar bisa nemenin kaka main mainan lagi. '' ucap kalandra dan risa langsung tersenyum.
Alatif dan risa pamit pada mamah dan ayah, mamah terus tersenyum saat alatif dan risa keluar rumah, ayah erlangga mengetahui kenapa istrinya tersenyum.
''Mamah sangat bahagia loh ayah, ahirnya alatif membuktikan ucapannya, alatif benar benar menerima risa dan ada hasilnya. '' ucap mamah hana dan ayah erlangga langsung tersenyum senang.
Di kediaman hanif saat ini....
Dira terus menangis dan sangat rewel, bunda dan rina sampai kewalahan menangani dira dan dengan terpaksa bunda menghubungi hanif dan hanif mengiyakannya untuk segera pulang.
__ADS_1
Satu jam kemudian hanif sampai di rumah dan dira masih menangis, hanif langsung mengambil alih dira dan seketika dira berhenti menangis dan malah tersenyum saat dengan hanif.
''Sayang nya mamah, jangan rewel yah sayang, kasihan omah, kasihan mba rina yang jagain dira. '' ucap hanif saat dira tersenyum pada hanif dan hanif mencium pipi gembul dira.
''Ahirnya dira berhenti menangis, bunda bingun hanif dari tadi tuh dira rewel dan nangis terus, gak biasanya kan dira rewel. '' ucap bunda.
''Dira emang lagi manja banget bunda, makanya susah di lepas dan pengennya di gendong terus sama hanif. '' ucap hanif.
Hanif langsung membawa dira dan mendudukannya di box bayinya, dira melepas hijab instan di kepalanya.
''Bunda kenapa dira gak di pakaikan diapers, lihat pipis ke baju hanif loh. '' ucap hanif.
''Tadi dira rewel jadi gak bunda pakaikan diapers deh, bunda kewalahan tadi dengan rina. '' jawab bunda dan hanif mengangguk.
Hanif membawa dira ke kamarnya dan hanif segera berganti pakaian dan mengganti pakaian dira yang basah karena pipisnya.
''Dira jangan rewel yah sayang, kasihan omah yang jaganin dira terus kasihan mamah juga, dira kan anak cantik dan pintar yah. '' ucap hanif dan dira hanya senyum senyum.
Hanif menidurkan dira di box nya dan dira terlihat sangat cantik dengan gaunnya.
''Cucu omah cantik banget kalau gak rewel dan tenang gini. '' ucap bunda saat menghampiri hanif.
Sauqy dan fiya menghampiri dan ikut main dengan dira, hanif saat ini terlihat lesu dan sedikit pucat.
''Kamu sakit sayang, wajah kamu pucat sekali loh, ayo duduk dulu, bunda buatkan teh manis hangat yah. '' ucap bunda dan hanif mengangguk.
''Mamah sakit?? '' tanya sauqy saat hanif duduk.dan bersandar.
''Gak kaka, mamah cuma sedikit pusing ajah, kaka jagain dede dira yah, mamah mau tiduran dulu. '' jawab hanif dan sauqy mengangguk.
Sauqy mencium pipi hanif dan hanif langsung tersenyum dan memegang tangan sauqy.
''Mamah baik baik ajah sayang, udah sana jagain dulu dede dira takut di nakalin fiya, panggil mba rina suruh jagain dede dira yah. '' ucap hanif meyakinkan kembali sauqy.
Sauqy sangat sensitif kalau hanif sakit, sauqy selalu khawatir kalau hanif terlihat berbeda.
''Sauqy anakku, sulungku, kamu memang sangat menyayangi mamah, ntah gimana nanti kalau kamu tahu mamah bukan mamah kandung kamu sayang, tapi mamah janji gak akan ada yang membocorkan semua rahasia ini, kamu anak mamah dan tetap menjadi anak mamah, walaupun kamu tidak di kandungan dan di lahirkan oleh mamah. '' gumam hanif dalam hatinya.
Sauqy memanggil rina dan fiy menjaga dira, bunda selesai membuat teh nya, namun saat akan memberikan pada hanif, hanif sudah terlelap.
''Malah tidur disini kamu maa hanif, nanti sakit leher nya kamu. '' ucap bunda sambil merapihkan bantalan tidur hanif.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.........