MENUJU SURGAMU

MENUJU SURGAMU
Eps 17


__ADS_3

''Papah.....'' ucap sauqy yang melihat danil dan berlari menghampiri danil.


Danil langsung memeluk putra nya erat dan menciumi seluruh wajah sauqy.


''Papah kangen kamu sayang, syukurlah papah bisa menemukan kamu. '' ucap danil.


''Papah, kita susul mamah yah, mamah pergi sama adee, sama mba linda. '' ucap sauqy.


''Iya sayang, papah akan bawa kamu ketemu sama adee yah, sekarang kaka makan nya habiskan. '' ucap danil.


Ibu rosa masuk dan langsung memeluk sauqy, sedangkan danil sedang mencaritahu keberadaan hanif.


''Omah, aku mau ketemu adee. '' ucap sauqy.


''Iya sayang, kita ketemu adee. '' ucap ibu rosa.


''Bibi tau gak, fiya di bawa kemana sama mamahnya atau rumah sakit mana?? '' ucap ibu rosa.


''Neng hanif ga bilang bu, neng hanif cuma bilang mau bawa neng fiya periksa dan neng hanif meminta jagain den sauqy bu. '' ucap bibi dan bu rosa hanya mengangguk.


''Gimana danil, apa kamu sudah mengetahui kemana hanif membawa fiya untuk periksa?? '' ucap ibu rosa.


''Danil udah bilang ke ayah fadil dan nanti orang kepercayaan ayah fadil yang akan mencarinya, orang orang danil juga sedang mencari juga. '' ucap danil saat menghampiri ibunya dan sauqy.


''Syukur laah, bunda sama ayah nya hanif pasti datang kesini. '' ucap ibu rosa.


''Iya ibu, bunda langsung kesini dengan ayah, mereka ingin ketemu sauqy. '' ucap danil.


Di klinik saat ini.....


Dokter baru selesai memeriksa fiya dan fiya dinyatakan positif demam berdarah, fiya langsung di rujuk ke rumah sakit dan hanif memilih rumah sakit milik danil, karena rumah sakit disana sangat bagus.


Fiya langsung di tangani, karena pihak rumah sakit mengenali siapa hanif.


''Ya allah, sembuhkan putriku. '' ucap hanif saat melihat fiya sedang di pasang infus di tangannya.


''papah....papah.....'' ucap fiya yang terus memanggil nama papah nya.


''Nona, sebaiknya hubungi tuan danil, sepertinya neng fiya merindukan tuan danil. '' ucap linda dan hanif mengangguk.


''Iya linda, saya akan menghubungi papahnya. '' ucap hanif.


''Handphone nya ketinggalan di rumah lagi. '' ucap hanif kembali setelah mencari cari handphone nya namun tidak menemukannya.

__ADS_1


Linda sedang ke minimarket untuk membeli pesanan yang di minta hanif, hanif duduk dan menatap tubuh lemah nya fiya.


Di kediaman hanif saat ini, ayah dan bunda langsung memeluk erat sauqy dan menciuminya.


''Ayah dapat laporan kalau orang kepercayaannya sudah mengetahui keberadaan hanif. '' ucap ayah.


''Hanif ada di rumah sakit milik kamu danil, fiya di rawat dan fiya terkena demam berdarah. '' ucap ayah dan danil langsung kaget.


''Kita ke rumah sakit sekarang ayah. '' ucap danil.


Ayah, bunda dan ibu rosa langsung mengikuti danil menuju rumah sakit, sauqy duduk di kursi belakang dengan kedua omahnya.


Danil begitu senang akan bertemu hanif dan danil juga sedih dengan keadaan putrinya yang harus di rawat.


Duapuluh menit kemudian mobil sampai di lobi rumah sakit, danil menggendong sauqy dan segera masuk kedalam rumah sakit, ayah, bunda dan ibu rosa mengikuti danil.


Jantung danil berdetak kencang saat sampai di depan kamar inap putrinya, sauqy langsung turun dari gendongan danil dan langsung masuk kedalam ruangan.


''Mamah.....'' ucap sauqy dan hanif langsung kaget.


''Kaka, kamu sama siapa kesini sayang?? '' ucap hanif.


Saat sauqy akan menjawabnya, danil langsung membuka pintu ruangan inap dan menatap hanif.


''Saya yang membawa sauqy kesini. '' ucap danil.


Bunda langsung memeluk hanif erat, ibu rosa pun ikut memeluk hanif.


''Kenapa kamu pergi sayang, bunda sangat khawatir sama kamu, takut kamu kenapa kenapa dan kamu juga bawa dua anak kamu dan satu di kandungan kamu, bunda benar benar khawatir. '' ucap bunda sambil melepas pelukannya pada hanif.


''Yang penting kamu sayang dan kedua cucu ibu sudah kembali, janji yah jangan kabur lagi, kalau danil macam macam bilang sama ibu, nanti ibu yang memberi hukumannya. '' ucap ibu rosa.


Hanif menghampiri ayahnya dan memeluk erat ayahnya, ayah begitu senang bisa bertemu kembali dengan hanif.


''Kamu nakal yah sayang, kenapa pergi tanpa meningggalkan jejak, apa ayah gak penting untuk kamu, setidaknya fikirkan suami kamu. '' ucap ayah.


Hanif hanya diam dan menangis saat ayah memeluknya, danil terus menatap wanita yang dicintainya, wanita yang begitu di rindukannya, kini ada di hadapannya.


Bunda dan ibu rosa menghampiri fiya yang sedang terlelap dengan tubuh nya yang pucat.


Danil menghampiri hanif yang sedang di peluk oleh ayahnya, ayah hanif melepas pelukannya dan memberikan tangan hanif pada danil, danil langsung menerima tangan hanif yang di ulurkan oleh ayahnya.


Danil langsung memeluk erat tubuh hanif dan hanif membalas pelukan danil dan langsung menangis.

__ADS_1


''Maafkan mas yah sayang, mas akan memberikan semua bukti kelicikan wanita ular itu, percaya pada mas yah sayang. '' ucap danil dan hanif hanya menangis tidak menjawab ucapan danil.


Ayah menghampiri hanif dan membuka cadarnya, karena ayah melihat cadar hanif basah terkena air matanya.


''Udah jangan nangis, danil tuh fiya pengen ketemu kamu, biarkan hanif sama ayah dulu. '' ucap ayah dan danil mengangguk.


Danil menghampiri putrinya dan tersenyum saat fiya tersenyum padanya.


''Cantiknya papah, cepat sembuh yah dan kamu harus kuat sayang, nanti kita jalan jalan sama kaka, sama papah lagi yah. '' ucap danil.


''Iya papah, fiya kangen sama papah. '' ucap fiya dan danil langsung memeluk putrinya.


Sauqy sedang duduk di sofa, di himpit kedua omah nya dan sauqy terus bercerita tentang pengalamannya di desa, kedua omahnya antusias mendengarkan cerita sauqy, karena sauqy menjelaskannya dengan lantang dan tidak ada kesalahan pengucapan, sauqy memang sangat cerdas dan fiya pun tak kalah pintar, di usia ketiga tahun fiya sudah fasih berbicara dan mengerti dengan ucapan orang lain.


''Sayang, kamu lagi hamil kan saat ini, maksud ayah, kandungan kamu baik baik ajah kan selama kamu meninggalkan rumah?? '' ucap ayah dan membuat hanif kaget.


''Iya ayah, kandungan hanif memasuki bulan kelima sekarang dan hanif ga ngerti kenapa kehamilan sekarang begitu kecil perutnya dan gak menonjol, padahal hanif udah periksa rutin ke bidan. '' ucap hanif.


''Sama kaya bunda dahulu, saat hamil kamu sayang, usia kandungan delapan bulan baru menonjol, makanya bunda saat kehamilan memasuki bulan kelima, masih bebas memakai pakaian ketat. '' ucap bunda.


''Pantesan kehamilan hanif sekarang gak terlihat, tapi pas hamil fiya perut hanif normal loh menonjol. '' ucap hanif.


''Yaudah, yang penting sekarang kamu dan bayi kamu sehat terus baik baik ajah, itu sudah lebih dari cukup sayang. '' ucap ayah dan hanif mengangguk.


''Kalian ko bisa mengetahui hanif ada di rumah sakit ini, terus kenapa bisa sama sauqy?? '' ucap hanif.


''Sauqy menghubungi nomer danil memakai handphone kamu sayang dan ibu yang mengangkatnya, sauqy nangis pengen di antar menyusul kamu pergi dengan fiya dan sauqy ngasih tahu dia sedang dimana. '' ucap ibu rosa.


''Kaka nakal yah kamu, mana handphone mamah sekarang?? '' ucap hanif.


''Itu di sakuin sama papah, kan kaka pengen nyusulin mamah sama adee, makanya kaka nelphone nomer papah deh. '' ucap sauqy.


''Terus ngasih tahu ke papah gimana, kenapa papah bisa tahu alamat rumahnya?? '' ucap hanif kembali.


''Kaka kan di kasih tau sama mamah, kalau rumah itu tempat tinggal kaka saat kaka kecil dan dede fiya belum lahir, terus kaka kasih tau papah deh dan papah datang sama omah. '' ucap sauqy.


''Cucu opah memang hebat. '' ucap ayah dan sauqy hanya senyum membalasnya..


.



.

__ADS_1


.


.........


__ADS_2