MENUJU SURGAMU

MENUJU SURGAMU
Eps 15


__ADS_3

Disebuah desa terpencil yang begitu sejuk dan sangat asri, hanif tinggal dengan kedua anaknya dan linda pun ikut mendampingi.


Hanif sengaja meminta linda membawanya kesebuah tempat sejuk dan asri, jauh dari bising kendaraan, linda pun membawa hanif ke kampung halaman orang tua linda dan hanif menutup semua akses digital yang akan memberikan informasi dimana dirinya.


Sauqy dan fiya begitu senang tinggal di desa, karena tempatnya indah dan semua berbau alami.


''Mamah, boleh kan kaka ikut sama abah ke sawah?? '' ucap sauqy saat melihat ayah nya linda akan ke sawah.


''Boleh kaka, tapi janji ke mamah yah, kamu jangan nakal dan jangan menyusahkan abah. '' ucap hanif dan sauqy mengangguk senang.


''Neng jangan takut dan khawatir sauqy aman sama abah, sauqy mau lihat kerbau soalnya neng. '' ucap abah ayahnya linda.


''Iya abah, maafkan anak saya yah kalau menyusahkan abah. '' ucap hanif dan abah hanya tersenyum.


Si cantik fiya sedang asik bermain dengan keponakan linda, karena sama sama perempuan dan mereka sangat akur.


Hanif tersenyum melihat putrinya bisa beradaptasi di desa terpencil dan sauqy juga sama, mudah beradaptasi.


Hanif saat ini sedang mengerjakan disain yang akan di kirimkan ke butik dan toko baju miliknya.


Perut hanif tidak terlihat menonjol, padahal saat ini kandungan hanif memasuki bulan ke lima, hanif tetap menggunakan cadarnya dan pakaian syar'i nya.


Linda tetap bekerja mengantar semua dokumen hanif ke kota, dengan menggunakan mobil baru yang hanif beli, sedangkan mobil hanif di simpan di garasi mobilnya.


Walaupun tinggal di desa terpencil, hanif bisa menyesuaikan dengan lingkungan, hanif membeli rumah minimalis dan sederhana.


''Tiba tiba aku kangen kamu mas danil, maafkan aku yang pergi tanpa pamit dan tidak meninggalkan jejak, aku hanya ingin menenangkan hati dan fikiran aku, suatu saat aku akan datang menghampiri kamu mas, biarkan sekarang kita berjauhan, karena aku yakin kalau kita berjodoh kembali, pasti kita akan di pertemukan. '' ucap hanif saat membuka file album kenangan keluarganya di leptop.


''Mamah, fiya mau jajan. '' ucap fiya dan membuat hanif kaget.


''Mau jajan apa sayang?? '' ucap hanif.


Fiya menunjuk pedagang yang berhenti di depan rumahnya, ternyata pedagang bapau keliling yang biasa fiya beli.


Hanif memberikan uang sepuluh ribu untuk di belikan bapau.


''Kasih nina juga yah sayang, berdua. '' ucap hanif dan fiya mengangguk.


Fiya dan nina langsung keluar rumah dan membeli bapau nya.


''Neng mau di buatkan makanan apa untuk hari ini?? '' ucap bibi yang membantu hanif di rumah.


''Terserah bibi ajah yah, yang penting jangan pedas ajah kalau saya. '' ucap hanif dan bibi mengangguk.


Hanif kembali mengerjakan kerjaannya yang begitu menumpuk, dimas selalu memberikan kerjaan banyak padanya.


Satu jam kemudian hanif selesai dengan kerjaannya dan merapihkan semuanya.

__ADS_1


''Fiya sama nina kemana yah, ko ga ada di teras. '' ucap hanif.


Fiya dan nina sedang bermain dengan sauqy di halaman rumah hanif.


''Kaka, adee, ayo makan siang dulu, sekalian nina nya ajak yah. '' ucap hanif dan ketiga anak itu langsung masuk dan menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya.


Hanif membantu bibi menata makanan di meja makan, sauqy dan fiya begitu antusias dengan makan dan hanif hanya senyum melihatnya.


''Bibi beres beres di depan neng. '' ucap bibi dan hanif hanya mengangguk.


Hanif menuangkan makanan nya di piring sauqy, fiya dan nina.


ketiga anak itu langsung memakan makanannya dan hanif pun ikut memakannya.


Di kantor danil saat ini.....


Danil saat ini sedang asik dengan kerjaannya, begitu banyak dan harus segera selesai hari ini, kemarin danil sibuk mencari hanif dan kedua anaknya dan membuat kerjaan menumpuk.


''Permisi tuan, ini file yang anda minta. '' ucap sekertaris danil dan danil mengangguk dan memberi isyarat menyimpan di meja.


Sekertaris itu keluar ruangan dan danil melanjutkan kerjaannya.


''Kerjaan ini sangat banyak sekali, padahal aku kan hari ini mau mencari hanif. '' ucap danil sambil memijat keningnya yang begitu pegal dengan file file di hadapannya.


Pintu ruangan danil di ketuk dan danil mempersilahkannya.


''Ayah, tumben ayah datang ke kantor, apa ada sesuatu yang terjadi?? '' ucap danil karena biasanya ayah mertuanya jarang ke kantor kalau tidak terlalu mendesak.


''Alhamdulillah ayah, danil yakin kalau linda di suruh hanif untuk mengantarkan berkas ke butik, kayanya kita harus mengikuti linda, kemana dia pergi dan kemungkinan pasti akan menuju ke tempat hanif bersembunyi. '' ucap danil dan ayah setuju.


''Mudah mudahan ini jadi petunjuk untuk menemukan hanif dan kedua cucu ayah, ayah khawatir sama bayi dalam kandungan hanif. '' ucap ayah dan danil mengangguk.


Ayah dan danil mengobrol ringan membahas perusahaan dan membahas hanif juga.


Di desa tempat tinggal hanif saat ini.....


Hanif sedang berjalan dengan kedua anaknya menuju rumah orang tua nya linda, ibu nya linda sedang sakit dan hanif akan menjenguknya dengan kedua anaknya.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan hanif dan penumpangnya langsung keluar.


''Hanifah anandina. '' ucap seorang pria dan membuat hanif kaget.


''Ya allah, dia bukannya tuan aldo presdir pegeon company, kenapa bisa ada disini. '' ucap hanif dalam hatinya.


''Maaf anda salah orang. '' ucap hanif dan langsung meninggalkan aldo yang mematung.


Aldo langsung mengejar hanif dan menutup jalan di depan hanif.

__ADS_1


''Saya tau kalau kamu hanifah dan kamu sedang bersembunyi di desa ini, atau saya akan menghubungi tuan danil dan memberitahukan keberadaan kamu disini, kalau kamu masih tidak mengaku. '' ucap aldo dan membuat hanif terdiam.


''Mau anda apa sih, saya tidak perduli dengan semua ancaman anda tuan aldo. '' ucap hanif.


''Kalau kamu bukan hanif, kenapa kamu tahu nama saya, di desa ini semua tidak mengetahui nama saya aldo, ternyata saya beruntung bisa menemukan persembunyian kamu nona hanif. '' ucap aldo sambil tersenyum.


Hanif kesal dengan keadaan dan situasi saat ini di hadapannya.


''Mamah ayo, katanya mau menjenguk ibu sama abah, kenapa mamah malah mengobrol ajah. '' ucap sauqy.


''Iya sayang, ayo kita ke rumah abah. '' ucap hanif dan kembali berjalan meninggalkan aldo yang tersenyum.


Aldo mengikuti hanif dari belakang dan tidak menghiraukan supirnya sedang menunggunya di dalam mobil.


''Assalamualaikum.....'' ucap salam kompak hanif dan kedua anaknya.


''Walaikumsallam....'' jawab abah.


Sauqy dan fiya langsung masuk, di ikuti hanif dan aldo juga ikut masuk.


''Eh....ada juragan, mari masuk juragan. '' ucap abah saat melihat aldo.


''Terimakasih pak. '' ucap aldo ramah dan tersenyum, membuat abah kaget.


''Biasanya juragan dado selalu terlihat sangar dan jauh dari kata ramah, kenapa sekarang ramah sekali?? '' ucap abah dalam hatinya yang heran dengan sikap aldo.


''Kamu kenapa ikut kesini, sana pulang. '' ucap hanif kesal.


''Saya mau ada perlu juga ke bapa ini, pede sekali kamu nona hanif. '' ucap aldo dan hanif hanya diam tidak menimpal.


Aldo mengobrol dengan abah, sedangkan hanif dan kedua anaknya menghampiri ibu nya linda yang sedang sakit.


''Ibu lekas sembuh yah, biar bisa ngajarin hanif membuat masakan enak lagi. '' ucap hanif.


''Terimakasih neng hanif, ibu juga pengen cepat sembuh juga. '' ucap ibunya linda.


hanif mengangguk tersenyum, sauqy dan fiya malah bermain di halaman belakang dengan nina dan hanif mengobrol ringan dengan ibunya linda.


.


.



.


.

__ADS_1


.


..........


__ADS_2